PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pondasi otot


__ADS_3

***


Jika di dunia ada siang dan malam, namun di dunia buatan Lio Long sama sekali tidak ada. Matahari terus bersinar walau tidak sepanas di dunia aslinya.


Namun untuk awan dan hujan juga berlaku di dunia tersebut. Lio Long menciptakan Hujan dan yang lainnya agar dunia buatannya bisa menghasilkan tumbuhan dan juga sumber air.


"Apa kamu sudah siap Chinmi?" tanya Lio Long.


Chinmi menganggukan kepalanya pertanda sudah sangat siap untuk membuat pondasi ketiganya, yaitu pondasi ototnya.


Lio Long menyadari jika otot Chinmi sudah hampir sempurna, Lio Long menebak mungkin dulu Chinmi pernah melatih ototnya dengan keras sehingga banyak Meridian nya yang sudah terbuka.


Memang Lio Long benar jika Chinmi sebelumnya sudah melatih ototnya saat berlatih bersama Fan Yuzhen.


Chinmi tidak sadar jika latihan yang ia jalani telah membuat Pondasi ototnya sudah terbentuk dengan sendirinya, sedangkan Fan Yuzhen belum memiliki Pondasi Otot sehingga dia tidak tahu jika latihan yang ia berikan kepada Chinmi adalah salah satu untuk membangun pondasi otot.


Lio Long membawa Chinmi ketempat yang tidak ada apa-apanya. Sejauh mata memandang Chinmi hanya melihat hamparan tanah yang luas.


"Hebat sekali, suatu saat aku ingin ingin menjadi hebat seperti senior Lio, dan aku ingin membuat dunia ku sendiri!" batin Chinmi.


"Kalau begitu kamu harus berlatih keras untuk bisa mewujudkannya," kata Lio Long setelah mengetahui apa yang Chinmi pikirkan.


Chinmi hanya tersenyum karena malu kepada Lio Long, "Chinmi tempat ini akan menjadi tempat mu untuk membuat pondasi otot mu!" kata Lio Long.


"Tapi bagaimana caranya? Disini tidak ada benda atau sesuatu yang lain untuk aku gunakan bukan?" tanya Chinmi karena dia tidak melihat apapun untuk dijadikan latihan.


"Tidak perlu, tugasmu hanya membangun pondasi otot mu saja dengan menahan sesuatu yang akan aku berikan padamu!" kata Lio Long kemudian menjentikkan jarinya.


Sebuah energi pelindung menutupi tempatnya, "Kamu mau apa senior?" tanya Chinmi.


"Setelah aku keluar dari sini, kamu akan segera mengetahuinya, jadi selamat berlatih!" kata Lio Long kemudian dia menjentikkan jarinya dan menghilang dari hadapan Chinmi.


"Apa-apaan senior Lio ini, dia pergi tanpa memberikan penjelasan apapun padaku!" gumam Chinmi.


Saat dia ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja gravitasi mendadak menjadi lebih berat, semakin lama semakin berat, bahkan Chinmi sampai jatuh berlutut seakan-akan ada puluhan gunung yang menimpa tubuhnya.


"A...apa yang.. terjadi? Ke-kenapa sangat.. terasa berat?"

__ADS_1


Chinmi sangat kesulitan untuk bersuara, bahkan untuk bangkit saja, dia tidak bisa melakukannya.


Lio Long sengaja membuat gravitasi di dalam perisai tersebut menjadi berat agar otot Chinmi bisa terlatih dengan beratnya gravitasi yang terus bertambah.


Chinmi mengeluarkan energinya untuk meringankan tubuhnya. Awalnya cara tersebut berhasil, namun gravitasi nya semakin bertambah berat.


"Jadi ini yang senior maksud, aku harus bisa terbiasa dengan gravitasi ini!" gumam Chinmi kemudian menaikan tingkat energinya juga.


Semua energi yang ia miliki sudah ia keluarkan, dan beruntungnya tingkat gravitasinya tidak lagi naik sehingga membuat Chinmi bisa bernafas lega.


Tidak ada yang bisa Chinmi lakukan selain mempertahankan energinya saja. Walau Chinmi berhasil menahan gravitasi tersebut dengan energinya, namun energinya ada batasannya.


Jika terus menerus dia menggunakan energinya, maka energinya akan cepat terkuras. Chinmi membiasakan dirinya dengan berlatih ilmu beladiri yang sudah ia kuasai.


Chinmi mencoba membuat satu bayangan untuk di jadikan teman berlatihnya, namun bayangan tersebut menghilang saat batu muncul karena tidak kuat untuk menahan gravitasinya.


"Sebaiknya aku membiasakan diri tanpa energi!"


Chinmi menarik kembali energinya dan seketika itu juga Chinmi jatuh tersungkur karena tidak kuat.


"A..a..aku harus bisa!" seru Chinmi sekaligus berusaha bangkit secara perlahan.


***


Hari demi hari sudah Chinmi lalui, dia sudah berhasil membiasakan diri dengan gravitasi di dalam kurungan tersebut.


Saat ini Chinmi sudah bisa melayang di udara, dan otot-ototnya juga terlihat sedikit menonjol. Chinmi mulai berlatih ilmu sihirnya dan berusaha ingin menciptakan ilmu barunya sendiri.


Ketika dirinya sedang melayang di udara, tiba-tiba suara Lio Long terdengar menggema ke segala penjuru.


"Bagus Chinmi, sepertinya kamu sudah terbiasa dengan tingkat gravitasi tahap pertama. bersiaplah untuk menyambut gravitasi tahap kedua yang pasti akan lebih berat pagi tingkatnya!"


Chinmi terkejut ketika mengetahui jika naiknya tingkat gravitasi yang begitu berat itu ternyata baru tahap pertama.


"Senior, kenapa senior..!"


Bukkk!"

__ADS_1


Chinmi Belum menyelesaikan perkataan nya karena tingkat gravitasinya kembali naik. Tubuh Chinmi yang sedang melayang di udara langsung terjatuh dengan sangat keras ketanah sehingga tubuhnya terbenam hingga tiga meter ke dalam tanah.


"Si...sial sekali!" Chinmi berseru keras karena usahanya tenyata masih harus berlanjut.


Chinmi keluar dari dalam tanah dengan cara merayap karena tubuhnya terasa sangat berat. Dia sudah terbiasa menahan gravitasi pertama, namun untuk yang tahap kedua, Chinmi benar-benar kesulitan untuk bangkit.


Secara perlahan-lahan Chinmi mulai bangkit dengan cara berlutut, setelah itu dengan tangan memegang siku kaki, dia mendorong tubuhnya agar bisa berdiri.


Cukup lama bagi Chinmi untuk bisa berdiri, setelah berhasil berdiri walau dalam posisi membungkuk, Chinmi benar-benar terlihat sangat kelelahan dan kesakitan.


"Se-senior Lio! I-ini ter...lalu be-berat!" kata Chinmi dengan kedua mata seperti kelelahan.


Lio Long mendengar apa yang dikatakan oleh Chinmi, namun dia tidak menghiraukannya, dan justru ingin berencana menambah tingkat gravitasi nya.


Sayangnya Qie Yin mengetahui itu dan berlutut dihadapan Lio Long, "Senior, saya mohon biarkan Chinmi istirahat walau sebentar saja, dia tidak mungkin bertahan terlalu lama seperti itu! Lihat tubuhnya, dia benar-benar sangat kelelahan! Jadi saya mohon biarkan dia istirahat walau hanya sesaat," pinta Qie Yin.


Qie Yin tidak tahu seberat apa latihan yang dijalani oleh Chinmi, namun melihat Chinmi seperti sangat kelelahan, dia yakin jika latihannya pasti sangat berat walau dia tidak melihat apapun yang ada di sekitar Chinmi.


"Hem! Kenapa kamu tiba-tiba menjadi perhatian seperti ini? Apakah kamu kasian padanya, atau kamu mulai menyukainya?" tanya Lio Long.


"Bukan seperti itu senior! Aku hanya tidak tega saja melihat kondisinya seperti itu!" jawab Qie Yin dengan pipi mulai memerah karena pertanyaan Lio Long.


Lio Long tersenyum lebar melihat Qie Yin yang terlihat malu-malu setelah mendapatkan pertanyaan darinya, "Maafkan aku Nona Qie Yin, bukannya aku tidak kasihan melihatnya, namun ini demi dirinya sendiri."


Lio Long menjelaskan jika sampai dia menarik kembali gravitasinya, maka yang akan terjadi. Tubuh Chinmi akan mengalami kelumpuhan akibat urat-uratnya yang sudah terbiasa menahan tingkat gravitasi tinggi.


Walau tidak lumpuh secara permanen, namun akan sangat sulit bagi Chinmi untuk berlatih ulang. Yang pastinya Chinmi akan berlatih lagi dari awal, dan itu hanya akan memperlambat perkembangan nya untuk membuat pondasi ototnya menjadi sempurna.


Qie Yin hanya bisa melihat Chinmi yang berdiri dengan memegang kedua lututnya sebagai penahan tubuhnya, tidak ada yang bisa ia lakukan untuk membantu Chinmi kecuali hanya menjadi penonton saja.


"Dari pada kamu memikirkannya, sebaiknya kamu kembali berlatih!" kata Lio Long kepada Qie Yin.


Qie Yin selalu dilatih oleh Lio Long ketika Chinmi sedang tidak ada atau sedang latihan. Saat ini dia sudah mencapai tingkat Sihir Langit, setingkat lebih tinggi.


Walau hanya naik satu tingkat, namun itu adalah hasil usahanya sendiri dan bukan karena menyerap energi orang lain seperti dulu, dan naiknya tingkatan Qie Yin lebih cepat dari yang lainnya mengingat dia berhasil mencapai satu tingkat hanya dalam waktu tidak sampai satu tahun, namun di dunia buatan Lio Long sudah lebih dari satu tahun.


***

__ADS_1


Maaf bagi kalian yang menunggu PDA update semalam ternyata tidak update, semalam saya sudah nulis, namun saya ketiduran dengan hp masih di tangan karena sangat lelah habis kerja seharian. maaf ya🙏


__ADS_2