PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kepergian Bing Mei


__ADS_3

***


Di sekte Pulau Es, Zhihui merasa sangat beruntung. Alasannya karena keberadaan Xie Wen yang sudah menyelamatkan sekte nya.


Namun kesenangan tersebut hanya sesaat karena dia harus rela berpisah dengan Bing Mei. Sesuai kesepakatan antara Xie Wen dan Bing Mei, jika Bing Mei mau menjadi muridnya, maka dia akan membantu keadaan sekte nya.


Bing Mei sangat senang karena akan menjadi murid Xie Wen, namun tidak untuk Zhihui.


Sangat berat bagi Zhihui untuk berpisah lagi dengan Bing Mei. Di saat Bing Mei pergi untuk mencari Chinmi selama hampir satu bulan saja, Zhihui sudah sangat gelisah.


Apa lagi jika sampai dia ikut dengan Xie Wen, jelas akan memakan waktu lama bagi Bing Mei untuk kembali ke sekte nya.


"Nenek, aku mohon ijinkan aku pergi berlatih, ini juga demi masa depan sekte kita!" kata Bing Mei memelas.


"Bing'er, aku tidak.. Aku tidak mau kamu pergi meninggalkan ku!" kata Zhihui dengan air mata membasahi pipinya.


"Nenek, aku tahu kamu takut kehilanganku. Aku akan pergi berlatih! Jadi nenek tidak perlu khawatir, lagi pula guru Xie Wen akan selalu bersama ku," kata Bing Mei sembari mengelap air mata Zhihui.


Zhihui yang tidak tahan lagi memeluk Bing Mei dengan erat, "Aku tahu Bing'er, aku tahu! Aku hanya takut tidak bisa melihatmu lagi nantinya," kata Zhihui.


"Apa yang nenek katakan? Mana mungkin kita tidak akan bertemu lagi?" tanya Bing Mei sambil melepaskan pelukan Zhihui.


"Bing'er, bukankah kamu tahu jika hidup itu sulit untuk ditebak, kita juga tidak tahu kapan kematian akan datang."


Zhihui jelas takut jika suatu hari tiba-tiba saat hari kematiannya telah tiba sedangkan Bing Mei tidak ada di sampingnya, bukankah Zhihui nantinya akan mati dengan penuh kesedihan.


Tanpa terasa air mata Bing Mei juga ikut mengalir dia, kini dia yang memeluk erat Zhihui, "Tidak nenek, aku mohon jangan berkata seperti itu! Aku yakin jika nenek masih memiliki umur hingga ratusan tahun lagi," kata Bing Mei yang memeluk erat Zhihui sekaligus mengucurkan air mata.


Zhihui mengelus rambut Bing Mei dengan lembut, "Aku harap juga demikian," kata Zhihui.


"Baiklah Bing'er, jika kamu masih tetap ingin pergi berlatih dengan senior Xie Wen, silahkan! Namun aku tidak akan ikut mengantar kepergian mu nantinya!" kata Zhihui.


Zhihui jelas tidak sanggup untuk menyaksikan cucunya harus melangkahkan kakinya keluar dari sekte, walau dia akan pergi berlatih, namun Zhihui tidak kuat jika harus ikut melepas kepergian cucunya.

__ADS_1


Bing Mei terdiam sedangkan Zhihui pergi menemui Xie Wen yang saat ini berada di ruang pertemuan.


Zhihui segera menghampiri Xie Wen dan membungkuk kepada Xie Wen, "Senior, saya percayakan Bing'er kepada senior, tolong didik dia agar kelak dia bisa menjadi pewaris yang pantas untuk sekte kami ini," kata Zhihui.


"Aih saudari Zhi, kamu tidak perlu bicara seperti itu! Aku mengangkat Bing Mei menjadi murid ku karena dia mirip dengan sahabatku yang sudah lama tiada, dan kamu tidak perlu khawatir karena aku akan menganggapnya sebagai cucuku juga!" kata Xie Wen.


"Terima kasih senior, saya tidak tahu harus membalas kebaikan senior ini dengan apa!" kata Zhihui walau dia sendiri tidak tahu apakah Bing Mei itu mirip sahabat Xie Wen atau tidak.


"Saudari Zhi, sebenarnya aku penasaran, sebelumnya Bing Mei ingin pergi menemui seseorang di kerajaan Bumi Barat untuk meminta bantuan orang tersebut, siapakah orang itu?" tanya Xie Wen.


Zhihui mengangguk kemudian menjawab pertanyaan Xie Wen, "Dia adalah Li Chinmi, putra salah satu jendral di kerajaan Bumi Barat sekaligus murid senior Fan Yuzhen," jawab Zhihui.


"Chinmi? Jadi Bing Mei ingin meminta bantuan murid Fan Yuzhen?" Xie Wen terkejut mendengarnya.


"Benar senior!" jawab Zhihui.


"Untung saja aku lebih dulu bertemu dengan cucumu, jika sampai dia lebih dulu tiba di sana, maka dia pasti akan kembali dengan tangan kosong!"


"Saat ini murid Fan Yuzhen tidak ada di kerajaan Bumi Barat, dia sedang berlatih di tempat lain bersama dengan guru barunya yang katanya kekuatan gurunya melebihi kekuatan kami berempat!" kata Xie Wen.


Fan Yuzhen sudah menceritakan kepada ketiga pertapa akan kepergian Chinmi dengan Lio Long. Fan Yuzhen juga mengatakan jika Lio Long memiliki kekuatan yang melebihi kekuatan pertapa.


"Melebihi kekuatan para pertapa? Apakah kekuatannya sama dengan mahluk yang memiliki wajah singa hitam senior hadapi di kerajaan Es Utara?"


Xie Wen mengangguk, dia tidak akan lupa dengan kekuatan yang Ye Shi miliki. Walau keempat pertapa sudah bersatu melawan Ye Shi, akan tetapi kekuatan mereka tidak sanggup menahan serangan satu jari milik Ye Shi.


"Chinmi ini selalu saja mendapatkan keberuntungan, dia sudah sangat beruntung karena menjadi murid senior Fan, setelah itu dia mendapatkan Pedang Naga Langit, dan sekarang dia menjadi murid seorang pendekar misterius yang memiliki kekuatan besar," kata Zhihui sambil menghela nafas.


"Dia bukan pendekar, jika tidak salah dia menyebut dirinya, Kul.. Eh Kultivator! Ya Kultivator Nafas Naga," kata Xie Wen.


"Kul Apa?" tanya Zhihui karena dia baru mendengar nama tersebut.


"Kultivator!" jawab Xie Wen.

__ADS_1


"Owh jadi guru Chinmi yang baru namanya Kultivator!"


"Sepertinya begitu," jawab Xie Wen dengan singkat, karena dia juga tidak tahu apakah Kultivator itu namanya, atau nama julukannya.


Di saat yang sama, Bing Mei juga keluar dari dalam dengan membawa beberapa barang saja.


"Bing Mei, apakah kamu sudah siap untuk pergi sekarang?" tanya Xie Wen saat melihat Bing Mei.


Zhihui menoleh kebelakang dan melihat Bing Mei yang sudah terlihat siap untuk pergi mengikuti Xie Wen.


"Guru, aku sudah siap!" kata Bing Mei kemudian dia berdiri dihadapan Zhihui.


Mata Zhihui kembali berkaca-kaca, dia memeluk Bing Mei dengan erat, walau sebenarnya dirinya masih belum bisa untuk melepaskan Bing Mei, namun Zhihui tetap berusaha untuk membiarkannya pergi.


"Jaga diri baik-baik nek," kata Bing Mei sambil memeluk kembali Zhihui dengan sangat erat.


"Kamu juga Bing'er, berlatihlah dengan giat, dan ikuti apa yang gurumu katakan nanti, jadi nenek minta maaf karena tidak bisa mengantarmu hingga ke depan pintu sekte!" kata Zhihui.


Bing Mei hanya menganggukan kepala di pelukan Zhihui, dengan berat hati akhirnya Bing Mei melepaskan pelukannya.


"Mari guru kita berangkat sekarang!" kata Bing Mei kemudian dia menoleh kearah Zhihui yang memalingkan kepalanya.


Zhihui tidak sanggup untuk melihat cucunya pergi keluar dari pintu sekte nya sehingga dia memalingkan wajahnya dengan air mata terus mengalir.


Bing Mei juga meneteskan air mata, dan tanpa Zhihui sadari jika Bing Mei sedang bersujud tiga kali padanya dan kemudian berjalan mengikuti Xie Wen.


Semua anggota murid sekte Pulau Es hanya bisa ikut melepas kepergian Bing Mei dengan perasaan sedih.


Xie Wen dan Bing Mei tidak pergi dengan berjalan kaki, Xie Wen membawa terbang Bing Mei menuju ketempat nya, sedangkan Zhihui duduk di kursinya dengan tangisnya yang pecah.


Hati Zhihui sempat berdoa kepada dewa agar Bing Mei selalu dijaga sekaligus berdoa agar Bing Mei bisa berlatih tanpa ada halangan.


Kepergian Bing Mei untuk latihan diharapkan akan bisa mendapatkan kekuatan baru untuk bisa menjadi pengganti Zhihui, dan tidak ada yang tahu jika dari jauh ada kepulan asap hitam menuju ke sekte mereka.

__ADS_1


__ADS_2