
***
"Nona Niu, sebenarnya dari mana asalmu?" Mei Xin bertanya kepada Niu.
"Jendral, dia itu tidak jelas asalnya! Jadi kamu tidak perlu bertanya padanya karena dia tidak mungkin bisa menjawabnya!" kata Yu yang justru menjawabnya pertanyaan Mei Xin.
"Tutup mulutmu Yu, jika tidak..!" Niu menghentikan perkataannya kepada Yu, namun dia masih menatap Yu dengan tatapan kesal.
"Jika tidak apa? Apa kamu akan memukuliku?" kata Yu bertanya dengan tersenyum lebar melihat Niu yang sedang terlihat kesal.
Mei Xin hanya menatap mereka berdua secara bergantian, dia merasa heran kenapa Niu tidak berbicara sopan kepada Yu yang terlihat jauh lebih tua.
"Jendral, sebenarnya kami berasal dari tempat yang sangat jauh, tempat itu berbeda dengan tempat ini!" jawab Niu dengan singkat.
"Aku sudah tau itu Nona Niu! Maksud pertanyaan ku adalah, dari mana asal kekuatanmu, apakah kamu berasal dari salah satu sekte dari Benua ini?" tanya lagi Mei Xin.
"Jendral, jika aku saja berasal dari tempat yang jauh, bagaimana mungkin bisa aku berlatih di sekte di Dunia mu ini?" jawab Niu sekaligus dengan nada bertanya.
"Eh... Itu..!" Mei Xin hanya bisa menggaruk kepalanya dengan perasaan malu.
Kerajaan Bumi Barat bisa di bilang adalah tempat yang paling aman ketika sedang terjadi bencana alam yang di akibatkan oleh pertarungan Chinmi melawan para anggota Sungai Darah.
Hal itu karena Niu dan Yu yang mendapatkan pesan dari Hanzi sekaligus kedatangan pertapa. Mereka membuat pelindung energi di seluruh wilayah Kerajaan Bumi Barat sehingga semuanya aman dan tidak ada kerusakan sama sekali.
Sesuai yang di katakan oleh Hanzi jika keberadaan Niu dan Yu nantinya akan sangat di butuhkan di Kerajaan Bumi Barat sehingga Hanzi tidak menyuruh mereka berdua pergi meninggalkan Kerajaan Bumi Barat.
"Kemana Jendral Li Xiang, sudah sejak tadi dia tidak terlihat?" tanya Niu.
"Sebentar lagi dia datang, jadi tunggulah!" jawab Mei Xin.
Niu hanya menghela nafas sambil sesekali menatap ke langit, walau dia tidak bisa melihat sejauh Ho Chen yang mampu melihat hingga menembus langit, namun dia firasatnya begitu Pekka, dia bisa merasakan jika ada tiga sosok berada jauh di atas langit, namun dia tidak tahu pasti akan siapa saja mereka bertiga.
"Em.. Sepertinya kalian sudah terlihat mulai akur!" suara Kun mengejutkan mereka Niu yang masih menatap ke langit, sedangkan Yu yang ada di samping Niu juga ikut menoleh kearah Kun.
Niu menoleh kearah Yu sesaat kemudian kembali menatap kearah Kun yang berdiri tidak jauh darinya, dan di belakang Kun juga ada Ying dan Yang.
"Apa kamu lihat kami ini bermusuhan?" tanya balik Niu.
"Memang tidak! Akan tetapi kalian sering sekali bertengkar hanya masalah sepele," kata Kun.
"Kamulah yang sebenarnya adalah musuh bertengkar ku!" kata Niu dengan nada kesal.
"Hahahaha...! Aku pikir hanya Yu saja yang suka sekali berdebat dengan mu," kata Kun tertawa terbahak-bahak.
Mei Xin hanya menatap Kun Ying dan Yang dengan mata tanpa berkedip. Mei Xin sama sekali tidak bisa mengukur masing-masing kekuatan mereka sehingga Mei Xin merasa jika mereka adalah manusia biasa.
"Selain berdebat, apakah kalian tidak bisa membahas hal lain?" Ming Hao yang baru datang juga ikut bersuara.
"Diamlah!" kata Niu kemudian dia memalingkan wajahnya dan menatap kearah Mei Xin.
"Jendral, sebaiknya kita mencari tempat lain saja! Ayo..!" Niu menarik tangan Mei Xin berniat mengobrol berdua saja.
Mei Xin sendiri kesulitan untuk menjawab apalagi menolak ajakan Niu, pergelangan tangannya serasa sakit saat Niu menariknya, seolah-olah Niu bukanlah seorang wanita, melainkan bagai laki-laki yang sangat kuat.
"Niu mau kemana kamu?"
Mei Xin dan Niu sama-sama menoleh ke udara dan melihat Hanzi dan Feng Ying sedang melayang di atas mereka.
"Siapa lagi mereka?" batin Mei Xin.
"Tuan Han, aku hanya mau duduk disana saja dengan Jendral ini," jawab Niu.
"Berkumpul lah dengan yang lain karena ada sesuatu yang ingin aku bahas dengan kalian semua!" kata Hanzi.
Niu hanya bisa melipat wajahnya saja tanpa berani membantah atau menolak perintah Hanzi, sedangkan Mei Xin tetap mengikuti Niu karena pergelangannya yang masih di pegang.
Niu dan Yu sama-sama tertawa kecil melihat Niu yang terlihat tidak berdaya terhadap Hanzi, sedangkan Niu hanya bisa melotot kearah mereka berdua.
Ying dan Yang sama-sama menggelengkan kepala mereka, dan akhirnya mereka semua berkumpul bersama.
"Kemana Tuan Li Xiang? Kenapa sejak tadi aku tidak melihatnya?" tanya Feng Ying.
"Jendela Li Xiang saat ini sedang bersama dengan Raja kami, mungkin sebentar lagi dia akan datang!" Mei Xin menjawab.
"Baiklah, karena kalian semua sudah berkumpul di sini, sekarang aku akan memulai pembicaraan penting kita! Namun sebelum itu," Hanzi menatap kearah Mei Xin yang juga ikut bergabung.
"Maaf, ada hal yang sangat penting yang ingin kami bahas, jika tidak keberatan bisakah Jendral duduk disana?" kata Hanzi.
"Owh.. Tentu saja, tapi..!" Mei Xin menoleh ke pergelangan tangannya yang masih di pegang erat oleh Niu.
__ADS_1
Niu segera tersadar dan segera melepaskan pegangannya, "Maaf kan aku..!" kata Niu.
Mei Xin mengangguk kemudian dia bergegas menjaga jarak dengan mereka, dan Mei Xin pindah sejauh yang ia yakini tidak akan bisa mendengar akan apa yang ingin mereka bicarakan nantinya.
"Sekarang semua urusan kita di dunia ini sudah selesai, kita hanya tinggal menunggu kedatangan Senior Yinfei untuk menjemput kita," kata Hanzi.
"Apakah tuan sudah menghubungi senior Yinfei?" tanya Ying.
"Tidak, aku tidak bisa menghubunginya!" jawab Hanzi.
"Jadi selama menunggu kedatangan Senior Yinfei, apa yang harus kita lakukan disini?" tanya Ming Hao.
"Aku juga tidak tahu! Namun kita bisa tinggal disini sambil menunggu kedatangan Chinmi karena sebentar lagi dia akan segera datang kesini!" kata Fei Ying.
"Aku sudah tidak sabar ingin melihat Chinmi secara langsung, jadi kapan dia akan datang?" tanya Niu.
"Kita tunggu saja!" jawab Hanzi.
Dari arah lain terlihat Li Xiang sedang berjalan kearah mereka, dia terlihat ditemani oleh empat prajurit pengawal.
"Ternyata kalian semua sudah datang! Maaf karena aku tidak tahu jika kalian akan datang hari ini!" kata Li Xiang setelah tiba di tempat Hanzi berada.
"Kami baru saja tiba, dan lagi pula kami tidak bisa menghubungi Tuan Li jika kami akan datang kapan dan dimana," kata Kun.
Li Xiang hanya tersenyum kecut mendengar jawaban Kun yang agak kasar, sedangkan Hanzi hanya menghela nafas.
"Tuan Li, aku ada kabar baik untukmu! Sebentar lagi Chinmi akan datang kesini, dia akan datang untuk menjenguk mu dan juga istrimu!" kata Fei Ying.
"Benarkah? Kalau begitu ayo kita ke rumahku, aku yakin dia akan langsung ke rumah jika pulang!" kata Li Xiang yang terlihat sangat senang mendengar kabar tersebut.
"Jendral Mei Xin, kemarilah!" panggil Li Xiang ketika melihat Mei Xin yang duduk sendirian di dekat tembok.
Mei Xin segera datang menghampiri Li Xiang sekaligus merasa senang karena dia sudah merasa bosan duduk sendirian.
"Jendral, bawalah ini kepada Jendral Zuo Yujiu, ini adalah titah raja untuknya yang ia titipkan padaku!" kata Li Xiang sekaligus menyerahkan gulungan surat yang ia ambil dari balik zirahnya.
"Baiklah Jendral, saya akan mengantarkan surat ini padanya!" kata Mei Xin kemudian dia berpamitan untuk pergi.
"Mari kita ke rumahku!" ajak Li Xiang.
Mereka semua berjalan bersama-sama menuju ke rumah Li Xiang, karena mereka sangat yakin jika Chinmi nantinya pasti akan muncul di rumahnya.
Dalam perjalanan, Li Xiang bertanya kabar tentang Chinmi kepada Hanzi, dan Hanzi menceritakan semua aksi Chinmi yang ia ketahui.
Fenomena tersebut tidak hanya terlihat dan di alami oleh Kerajaan Bumi Barat saja, bahkan ketiga Benua juga mengalami hal serupa.
Seluruh langit di dunia tertutup oleh awan hitam tebal yang entah dari mana datangnya, dan petir disertai hujan badai mulai bermunculan dan menerjang di beberapa wilayah.
Semakin lama Fenomena tersebut semakin mencekam ketika muncul banyak pusaran angin raksasa dari langit dan memporak porandakan beberapa kota dan desa sehingga banyak orang yang lari beruamburan dan tidak sedikit juga yang jatuh korban.
Bumi sedikit demi sedikit bergetar dan banyak gunung-gunung yang mulai meledak memuntahkan lava nya.
Kali ini bencana dan fenomena tersebut lebih besar dari pada bencana yang di akibatkan pertarungan Chinmi melawan salah satu pendekar pelindung dari Dewa Penghancur.
"Ada apa ini?" tanya Li Xiang.
"Ini bukan Fenomena biasa, sepertinya ini adalah pertanda jika ada seseorang yang telah berhasil mencapai kekuatan besar dan juga jahat!" kata Hanzi.
"Benarkah, tapi kekuatan macam apa itu?" tanya lagi Li Xiang.
Selama ini dia tidak pernah melihat fenomena atau bencana hanya karena seseorang berhasil mencapai kekuatan besar.
Namun jika Fenomena atau bencana karena efek dari sebuah pertarungan pendekar hebat, dia sudah sering melihatnya.
"Sepertinya seseorang sudah berlatih ilmu jahat atau mungkin kekuatan hitam, namun aku tidak tahu dari mana asalnya!" kata Hanzi yang berusaha mencari sumber dari fenomena tersebut dengan mata dewa nya.
Fei Ying dan semuanya juga melakukan hal yang sama, namun tidak ada yang bisa mengetahui atau menemukan pemilik sumber dari kekuatan yang membuat seluruh dunia mendapatkan bencana besar.
"Kun, Ming Hao! Cepat buat perisai pelindung!" perintah Hanzi.
Kun dan Ming Hao segera membuat perisai pelindung dan berusaha menutupi seluruh Benua Daratan Tengah.
Namun sayang kekuatan keduanya sebatas untuk melindungi Kerajaan Bumi Barat saja sehingga tidak mungkin mampu untuk melindungi seluruh wilayah Benua Daratan Tengah.
"Berpencar dan buat pelindung seperti sebelumnya!" kata Hanzi dan kemudian semuanya kembali menghilang dan membuat kembali perisai pelindung di seluruh wilayah Benua Daratan Tengah.
Seluruh Benua Daratan Tengah untuk sesaat kembali terlihat aman setelah Hanzi, Fei Ying dan seluruh pecahan energi membuat perisai pelindungnya.
Namun setelah beberapa saat kemudian sebuah petir berwarna hitam muncul dari balik awan dan menhancurkan perisai mereka yang sudah sangat kuat.
__ADS_1
Perisai tersebut hancur dan petir hitam tersebut jatuh tepat di sebuah gunung besar yang letaknya berada di Kerajaan Api Timur.
Hampir separuh dari Gunung tersebut langsung hancur dan batu besar dan kecil berhamburan ke berbagai desa dan kota yang berada di wilayah Kerajaan Api selatan.
Beruntungnya gunung tersebut bukanlah gunung yang aktif sehingga tidak mengeluarkan lava, namun desa dan kota terdekat yang terkena jatuhnya hujan batu harus hancur dan sebagian desa harus lenyap beserta dengan penghuninya.
Hanzi, Feng Ying dan seluruh pecahan energi terpental setelah perisai yang mereka buat hancur akibat dari petir hitam yang begitu kuat.
Mereka semua merintih karena seluruh tubuh mereka seperti hancur, apalagi Hanzi dan Feng Ying, mereka berdua memuntahkan darah segar yang cukup banyak.
"Kekuatan macam apa ini? Ini sungguh sangat besar!" kata Hanzi namun sambil terbatuk-batuk.
"Ayo kita kembali dulu ke tempat Li Xiang!" ajak Feng Ying dan kemudian mereka berdua berpindah tempat dan pecahan energi lainnya juga yang berada di tempat yang berbeda juga segera kembali.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Li Xiang setelah melihat kondisi Hanzi dan Feng Ying.
"Kami hanya mengalami luka dalam ringan, jadi jangan khawatirkan kami!" kata Hanzi.
Seluruh penduduk kota terlihat lari berusaha mencari tempat berlindung, sedangkan hujan lebat yang disertai angin yang sangat kencang mulai memporak porandakan kota tersebut.
"Perisai Baja Pelidung."
"Perisai Es Murni."
"Perisai Bunga Emas."
"Perisai Toya Langit."
Dari balik awan hitam, muncul empat sosok secara bersamaan dua di antaranya memiliki lingkaran di belakang kepala mereka sedangkan dua lainnya mengeluarkan sebuah energi.
Empat perisai berbeda warna segera terbentuk dan menutupi seluruh wilayah Benua Daratan Tengah.
Salah satu dari mereka yang terlihat seorang wanita keluar dari dalam perisai dan muncul di luar perisai sekaligus mengeluarkan sebuah kekuatan yang sangat besar.
"Tuan Putri, apakah Tuan Putri bisa melakukan sendirian?"
Wanita tersebut yang memiliki lingakran di belakang kepalanya adalah seorang Tuan Putri, dia tidak lain adalah Xi Liyi.
Sedangkan pemuda yang juga memiliki lingkaran emas di belakang kepalanya adalah Chinmi, dan dia lainnya adalah Lang Yu dan Dewi Bai Ying.
"Akan aku coba!" kata Xi Liyi.
"Penghalang Kelopak Bunga Penghalau Langit."
Xi Liyi mengarahkan kedua telapak tangannya dan dari tangannya muncul seperti sebuah kelopak bunga transparan yang tidak terlalu besar.
Xi Liyi memegang kelopak bunga tersebut kemudian mengibaskan-ngibaskannya berulang kali kearah awan tebal tersebut dan sebuah energi angin yang begitu kuat langsung mendorong awan tersebut dengan sangat kuat.
Awan hitam tersebut ternyata sangat kuat, karena angin dahsyat dari kibasan kelopak bunga Xi Liyi ternyata masih belum cukup untuk memecahkannya.
Chinmi dan Dewi Bai Ying juga segara muncul, Dewi Bai Ying adalah seorang Dewi yang sesungguhnya atau lebih tepatnya adalah Dewa yang sesungguhnya sehingga dia tidak mengeluarkan lingkaran apapun di belakang kepala nya.
"Sihir Dewa Angin Pemecah Samudra."
"Es Murni Pembeku Neraka."
Chinmi dan Dewi Bai Ying secara bersamaan melepaskan kekuatan mereka untuk memecahkan awan hitam tersebut, sedangkan Lang Yu masih berusaha bertahan dengan membuat perisai dari toya nya.
Sebuah Petir Hitam besar kini muncul kembali dan menyerang kearah mereka bertiga, dan mereka bertiga segera menahan petir tersebut dengan kekuatan mereka.
Ledakan besar seperti sebuah suara Guntur raksasa terdengar menggelegar ke seluruh dunia akibat dari petir tersebut.
Sedangkan Chinmi dan yang lainnya berhasil menahan nya, "Ini adalah kekuatan Dewi Kegelapan! Aku yakin hanya dia yang mampu membuat petir hitam!" kata Bai Ying.
Chinmi segera menoleh kearah Bai Ying dengan expresi terkejut, "Apa maksud anda, apakah ini benar-benar kekuatan Qie...! Eh maksud saya Dewi Kegelapan?" tanya Chinmi karena merasa tidak percaya.
"Belum, ini masih tanda-tanda jika dia akan segera kembali mendapatkan kembali kekuatannya!" jawab Bai Ying.
Chinmi menggenggam tangannya erat-erat mendengar hal itu, walau dia merasa terkejut karena ini baru pertanda saja, namun dengan fenomena ini saja sudah cukup mampu untuk menghancurkan dunianya.
Namun hingga saat ini dia sama sekali tidak bisa mengetahui dimana posisi Qie Yin berada. Chinmi melepaskan energi yang begitu besar dan memperkuat sihir anginnya untuk menghilangkan awan hitam tersebut.
Xi Liyi dan Bai Ying juga menambah kekuatannya mereka untuk membantu Chinmi, dan denhan kekuatan mereka bertiga saja hanya mampu mengurangi sedikit saja dari awan tersebut.
Dibawah sendiri Hanzi dan yang lainnya bisa melihat dengan sangat jelas dengan mata dewa mereka jika saat ini Chinmi dan tiga orang lainnya yang tidak mereka kenal sedang berusaha di langit.
Feng Ying juga menjelaskan kepada Li Xiang jika bencana yang berkurang karena ada empat orang di langit yang sedang berusaha menghilangkan awan hitam tersebut, dan salah satunya adalah Chinmi.
"Kami berdua harus memulihkan diri dulu, kalian segera pergi dan bantu mereka di atas!" kata Hanzi.
__ADS_1
Ming Hao dan pecahan energi lainnya segera menghilang dan muncul kembali di belakang Chinmi.
Walau mereka yakin jika sebenarnya bantuan mereka tidak mungkin bisa berguna, namun mereka akan tetap membantu Chinmi dengan seluruh kekuatan mereka.