
Qie Yin maju selangkah dan kemudian dia menatap Huo She dan Huo Shizi secara bergantian.
"Hai manusia, apakah kamu datang ingin mengantarkan nyawa mu?" tanya Huo She kepada Qie Yin yang saat ini mulai terbang kearah mereka.
"Ucapan mu sangat tidak enak di dengar, aku datang hanya ingin bertanya kepada kalian berdua, jadi jawablah dengan jujur!" kata Qie Yin.
"Aku tidak akan menjawab pertanyaan apapun, sebaiknya kamu mati saja!" Huo Huo Shizi melepaskan api dari bulu apinya ke pada Qie Yin.
"Ternyata kalian berdua sangat keras kepala, baiklah jika ini yang kalian inginkan!" gumam Qie Yin kemudian dia mengarahkan tapak kearah hujan api dari Huo Shizi.
Seluruh Hujan Api yang datang kearah Qie Yin berkumpul seperti terhisap ke telapak tangan Qie Yin sehingga terbentuk sebuah bola api berukuran sedang.
"Apa dia juga memiliki Elemen Api?" tanya Huo Shizi yang terkejut saat melihat semua hujan apinya terhisap ke telapak tangan Qie Yin.
"Sekarang aku akan kembalikan kepada mu!" kata Qie Yin kemudian bola api tersebut berubah menjadi hitam dan berubah mejadi hujan energi hitam kearah Huo Shizi.
"Perisai Energi Api."
Huo She menyemburkan api dari mulutnya kemudian api tersebut berputar membentuk sebuah Kuba Api dan menutupi mereka berdua.
Hujan-hujan Energi Hitam mulai menghujani Kubah Api tersebut dan suara ledakan terdengar hingga ratusan meter jauhnya, dan angin kencang menerpa wilayah pertarungan mereka.
Jin Hang yang berusaha untuk memulihkan energinya kini terpaksa harus membuat perisai pelindung juga karena angin panas yang bisa membuatnya akan hancur terbakar.
Hujan Energi Hitam milik Qie Yin masih terus menyerang Kuba Api tersebut seperti tidak ada habisnya.
"Sial perisai ini tidak akan bisa bertahan!" kata Huo She yang tidak mampu terus menahan hujan energi hitam milik Qie Yin.
"Huo Shizi, jangan diam saja, cepat bantu aku!" gerutu Huo She kepada Huo Shizi yang terlihat masih bingung karena tidak percaya jika hujan apinya dapat dengan mudah dan bahkan kini di kembalikan oleh Qie Yin.
Huo Shizi segera tersadar saat Huo She menegurnya, "Owh maaf!" kata Huo Shizi kemudian dia juga membantu memperkuat Perisai Api milik Huo She.
Kuba Api semakin besar dan semakin kuat, namun Qie Yin hanya melihatnya dengan tersenyum tipis.
"Sihir Debu Hitam Menembus Langit."
Bola energi hitam yang masih tersisa di telapak tangan Qie Yin berubah menjadi panjang seperti sebuah tombak.
Qie Yin menggerakkan tombak hitam tersebut dengan jarinya dan kemudian dia mengarahkan ke arah Kuba Api.
Tombak tersebut melesat dengan sangat cepat, bahkan angin pun seperti akan terbelah saat tombak tersebut melesat.
Krasak..!!
Kuba Api tersebut mulai retak saat tombak hitam milik Qie Yin menghantamnya dan kemudian retakannya mulai menyebar.
"Sial, kekuatan macam apa yang menghantam perisai kita ini?" tanya Huo She yang tidak bisa lagi menyembunyikan keterkejutannya.
"Cepat menghindar!" kata Huo Shizi saat melihat sesuatu berwarna hitam mulai menembus Kuba Api tersebut.
Lapisan Kuba Api pecah dan api tersebut menghilang dan tombak hitam langsung melesat kearah mereka.
Huo She berhasil menghindar karena Huo Shizi mendorongnya, namun Huo Shizi sendiri terkena tombak hitam tersebut di bagian paha belakang hingga tembus.
Huo Shizi mengaum dengan sangat keras sehingga suaranya bagai Guntur yang menggelar ke segala penjuru.
"Huo Shizi..!"
Huo She segera menghampiri Huo Shizi yang pahanya tertembus tombak hitam. Huo She ingin mencabutnya, namun ternyata tombak hitam tersebut tidak bisa di sentuh.
"Huo Shizi bertahanlah!" kata Huo She.
Huo She mengalirkan energi kepada Huo Shizi agar Huo Shizi bisa bertahan, namun tiba-tiba saja Qie Yin muncul di samping mereka.
"Sekarang apa kalian mau menjawab pertanyaan ku?" tanya Qie Yin.
"Akan ku bakar kau!" kata Huo She kemudian berniat menyemburkan api dari mulutnya.
Qie Yin menyentuh dahi Huo She yang bersisik api dan kemudian api di sekujur tubuhnya padam, bahkan Huo She tidak bisa menyemburkan api dari mulutnya.
"Apa yang terjadi pada kekuatan ku?" tanya Huo She kemudian dia menatap Qie Yin.
"Apa yang sudah kamu lakukan kepada ku? Cepat kebalikan kekuatan ku!"
"Kamu ingin kekuatanmu kembali? Dan kamu ingin terlepas dari tombak ku ini?" Qie Yin bertanya kepada mereka berdua.
Huo Shizi yang sangat kesakitan terpaksa mengangguk karena sudah tidak sanggup lagi menahannya efek dari tombak hitam.
Tombak hitam memberikan sengatan bagai listrik yang menyengat kedalam tubuh Huo Shizi, karena itu dia tidak sanggup jika tombak itu masih terus menancap di pahanya.
Begitu juga dengan Huo She yang saat ini seluruh kekuatan nya menghilang, dia tidak mau terlihat sebagai ular raksasa biasa.
"Pilihan yang bagus! Kalau begitu aku akan bertanya pada kalian! Dimana She Long?" tanya Qie Yin dengan sangat singkat namun itu cukup untuk membuat mereka berdua terkejut.
"Ba-bagaimana kamu bisa tahu nama pemimpin kami?" tanya Huo She.
"Kamu tidak berhak bertanya apapun padaku, sekarang kalian berdua tinggal jawab saja dimana She Long sekarang?" tanya lagi Qie Yin.
"She Long adalah pemimpin besar kami, jadi kami tidak akan mengkhianati Pimpinan kami!" kata Huo Shizi yang berusaha menahan sakitnya.
"Owh benarkah? Aku ingin lihat apakah kamu masih bisa setia setelah merasakan ini!" kata Qie Yin kemudian dia menggerakkan jarinya dan tombak hitam juga ikut bergerak.
Huo Shizi berteriak dengan sangat keras, bahkan kedua bola matanya sampai hanya tersisa putihnya saja.
Huo She hanya bisa menelan ludahnya, dia tidak tahu bagaimana membayangkan rasa sakit yang saat ini di rasakan oleh Huo Shizi.
"Bagiamana! Kamu mau menjawab atau tidak?" tanya lagi Qie Yin.
Nafas Huo Shizi memburu, dia benar-benar tidak sanggup menahan siksaan tersebut.
"Sebaiknya kamu bunuh saja aku dari pada kamu menyiksaku seperti ini!" kata Huo Shizi.
Qie Yin tersenyum lebar mendengar jawaban Huo Shizi, "Justru itu yang aku akan terus menyiksamu seperti ini sehingga kamu akan terus merasakan rasa sakit tanpa adanya kematian!" kata Qie Yin.
__ADS_1
Untuk pertama kalinya Huo Shizi mengeluarkan air mata nya, dia benar-benar merasa tidak sanggup lagi jika Qie Yin kembali menggerakkan tombak hitam tersebut.
"Aku menyerah, aku mohon lepaskan benda ini dari pahaku, aku sudah tidak tahan lagi!" kata Huo Shizi dengan suara memelas.
"Aku akan melepaskannya jika kamu mau memberitahuku!" kata Qie Yin.
"Baiklah aku akan mengatakannya! Aku akan mengatakannya!" kata Huo Shizi.
"Kalau begitu jawablah!" kata Qie Yin.
"Pim-pimpinan She Long berada di Sekte Kalajengking Merah!" kata
"Kalajengking Merah? Sepertinya aku pernah mengetahuinya! Dimana letak Sekte Kalajengking Merah itu?" tanya lagi Qie Yin.
"Kearah sana!" jawab Huo She.
"Percuma saja, sebaiknya kalian antar aku kesana! Sekarang aku akan mengeluarkan tombak energi hitam ku, dan aku akan mengembalikan setengah kekuatanmu, jadi anggap saja aku sedang berbaik hati!" kata Qie Yin kemudian dia melepaskan tombak hitamnya.
Huo Shizi berteriak keras lagi saat Tombak hitam tercabut dari paha Huo Shizi, sedangkan Huo She juga mendapatkan setengah dari kekuatannya.
Luka di paha Huo Shizi tenyata tidak bisa kembali walau dia sudah menggunakan energinya untuk menutup luka di pahanya.
"Kamu tidak akan bisa menyebutkan lukamu sebelum kamu mengantarkan ku, karena aku menggunakan sihir tertentu agar lukamu tidak bisa sembuh!" kata Qie Yin.
"Apa...!?" Huo Shizi terkejut mendengar nya, dia tidak pernah mendengar jika ada sebuah sihir yang bisa mengendalikan luka seperti yang Qie Yin lakukan.
Merasa tidak ada cara lain lagi selain menuruti apa yang Qie Yin inginkan.
"Ba-baiklah, kami akan mengantarkan mu kesana!" kata Huo Shizi.
Huo She dan Huo dengan terpaksa menurut, sedangkan Qie Yin menghampiri Jin Hang yang sejak tadi berlindung di balik perisai yang ia buat.
"Tuan! Apa kamu masih hidup di dalam sana?" tanya Qie Yin dari luar Perisai.
Jin Hang mendengar itu segera membuka perisainya, "Nona, awas mereka berada di belakang Nona!" kata Jin Hang yang terkejut saat melihat Huo Shizi dan Huo She berada di belakang Qie Yin.
"Tuan tidak perlu khawatir, sekarang mereka berdua sudah berada di bawa kendaliku!" kata Qie Yin tersenyum lembut kepada Jin Hang.
"Hebat sekali Nona ini, dia bisa menjinakkan dua Hewan Iblis berkekuatan Pertapa itu! Sebenarnya siapa dia? Tidak mungkin dia itu Pertapa Es, karena dia tidak menggunakan Elemen Es!" batin Jin Hang.
Dia tidak melihat secara langsung akan bagaimana cara Qie Yin menaklukan kedua Hewan Iblis itu.
Jin Hang tidak tahu jika Qie Yin mau, dia hanya tinggal mengedipkan matanya untuk melenyapkan kedua Hewan Iblis itu, namun Qie Yin tidak melakukan nya karena demi mendapat keberadaan She Long.
"Tuan, aku akan pergi menyusul para Hewan Iblis yang lain, jadi tuan bisa pergi sekarang!" kata Qie Yin.
"Tapi Nona, bagaimana dengan Anak saya yang dibawa oleh She Chin dan para Hewan Iblis itu?" tanya Jin Hang yang sangat menghawatirkan Ming Zai.
"She Chin? Nama itu sepertinya tidak asing bagiku!" batin Qie Yin.
"Aku akan berusaha untuk menyelamatkan nya, namun sebelum itu!" Qie Yin menoleh kearah Huo Shizi dan Huo She.
"Kenapa kalian menculik anak tuan ini dan untuk apa?" tanya Qie Yin.
"Jadi benar She Long adalah mahluk yang sangat jahat, dia sudah berani menyegel ingatanku dan membuatku menjadi seperti manusia jahat!" kata Qie Yin.
"Nona Qie Yin, jika bisa tolong selamatkan Anakku!" kata Jin Hang memohon kepada Qie Yin, Jin Hang yakin Qie Yin bukan pendekar biasa.
"Tuan, aku tidak bisa memberikan harapan palsu, namun aku akan berusaha sebisa mungkin, jika tenyata tidak bisa, aku minta maaf!" kaya Qie Yin.
"Tidak apa-apa Nona Qie Yin, jika tenyata Nona tidak bisa menyelamatkannya, itu berarti sudah menjadi takdir anak ku!" kata Jin Hang dengan wajah sedih.
"Kalau begitu aku pergi dulu!" kata Qie Yin kemudian dia mengajak Huo Shizi dan Huo She untuk menunjukkan jalan menuju Sekte Kalajengking Merah.
Jin Hang hanya bisa berdiri menatap kearah Qie Yin dan kedua Hewan Iblis yang terbang hingga mereka bertiga menghilang.
Jin Hang merasa aneh Melihat dua Hewan Iblis yang berkekuatan Pertapa, apa lagi mereka terbang di udara seperti tidak masuk akal karena ada Ular dan Singa yang bisa terbang.
Setalah mereka bertiga sudah tidak lagi terlihat, Jin Hang ternyata tidak langsung kembali ke Kerajaan Api Timur, dia justru berlari mencari kuda untuk pergi ke Kerajaan Bumi Barat dana Sekte Kalajengking Merah berada.
***
"Maaf jika aku lancang bertanya! Apakah Namamu tadi Qie Yin?" tanya Huo Shizi saat terbang menuju ke Sekte Kalajengking Merah.
"Memangnya kenapa? Apakah namaku terdengar aneh? Jika kamu tidak suka katakan saja, paling-paling aku hanya tinggal menjadikan mu abu!" kata Qie Yin tanpa menoleh kearah Huo Shizi.
"Bu-bukan begitu maksud ku! Jika Nama mu adalah Qie Yin, berarti kamu ini adalah Dewi Kegelapan?" tanya Huo Shizi untuk memastikan.
"She Long manggil ku demikian, namun sekarang guruku sudah memberiku nama gelar Baru, Yaitu Dewi Sang Penakluk Kegelapan!" kata Qie Yin.
"Guru? Maksud Dewi guru Dewi yang bernama She Chin itu?" tanya lagi Huo Shizi.
Qie Yin langsung berhenti terbang saat Huo Shizi mengatakan jika She Chin adalah guru nya.
"Apa maksudmu?' tanya Qie Yin.
"Dewi, mengapa Dewi bisa tidak ingat? Bukankah Sekte Kalajengking Merah adalah rumah Dewi, dan She Chin adalah Guru sekaligus ayah angkat Dewi!" kata Huo Shizi.
"Benarkah? Itu artinya She Chin itu adalah Guru pertamaku?" kata Qie Yin.
Huo She dan Huo Shizi saling berpandangan, mereka bingung apakah Qie Yin itu adalah Dewi Kegelapan atau bukan, jika ia kenapa dia bisa tidak ingat akan She Chin dan Sekte Kalajengking Merah.
"She Chin adalah guru pertamaku! Itu artinya dialah yang telah membunuh ke dua orang tuaku! Bagus sekarang aku sudah mendapat jawabannya," gumam Qie Yin kemudian Aura Hitam mulai merembes keluar.
"She Chin, kau akan menerima balasan dariku! Dan She Long, sebelumya kau selalu memburuku demi menjadikan ku sebagai Dewi Kegelapan! Kau telah merampas ingatanku dan sekarang giliran ku untuk memburu mu, sekarang siapa yang di buru atau memburu!"
Qie Yin dan kedua mahluk kembali terbang. Qie Yin sudah tidak sabar ingin segera sampai ke Sekte Kalajengking Merah.
Andai Qie Yin ingat dimana letak Sekte Kalajengking Merah, mungkin dia sudah membunuh kedua Hewan Iblis itu dan pergi sendiri kesana.
"Dua Pemimpin Hewan Iblis! Ternyata kami menemukan mu di sini!"
Qie Yin dan kedua Hewan Iblis segera berhenti setelah melihat Empat orang sedang menghadang mereka di udara.
__ADS_1
"Owh lihat siapa yang bersama mereka ini! Bukankah dia itu gadis yang selalu di lindungi oleh Chinmi? Tenyata benar kamu tidak pernah bisa di beri kesempatan untuk menjadi baik! Buktinya sekarang dia sudah bergabung dengan para Hewan Iblis itu!" kata seorang gadis berbaju biru dengan mata birunya yang tajam.
Qie Yin mengerutkan alisnya, dia yakin yang di maksud gadis tersebut adalah dirinya, namun dia tidak tahu siapa gadis bermata biru itu.
"Wu Tong, Xie Wen, Tian Xiang! Aku tidak mau bertarung dengan kalian jadi jangan menghalangi kami!" kata Huo Shizi.
"Hem..! Sepertinya dia sedang terluka!" kata Wu Tong.
"Aku tidak tahu siapa kalian ini, namun aku tidak memiliki urusan dengan kalian, jadi menyingkir lah dari hadapanku!" kata Qie Yin.
Mereka berempat adalah para Pertapa, namun satu Pertapa adalah seorang Pertapa baru yaitu Bing Mei Sang Pertapa Es yang saat ini menggantikan Fan Yuzhen untuk sementara waktu.
"Ada apa denganmu Qie Yin? Apakah kamu tidak ingat padaku? Jika memang benar maka biar akan aku ingatkan dirimu!" kata Bing Mei dengan nada Dingin.
Bing Mei melepaskan aura yang begitu dingin dari tubuhnya, sedangkan Wu Tong, Xie Wen, dan Tian Xiang segera menyerang Huo Shizi dan Huo She.
Kedua Hewan Iblis saat ini sedang dalam kondisi tidak baik, Huo Shizi sedang terluka dan Huo She hanya memiliki setengah dari kekuatannya sehingga mereka tidak akan bisa menang jika harus bertarung dengan ketiga Pertapa.
"Sihir Es - Tapak Dewa Es."
Bing Mei menciptakan tapak Es Raksasa dan kemudian dia mengarahkan tapak raksasa tersebut kearah Qie Yin.
"Kenapa dengan gadis ini? Aku baru melihatnya namun dia seperti sangat membenciku!" batin Qie Yin saat melihat Bing Mei yang sepertinya sangat membencinya.
Qie Yin mengibaskan tangannya dan tapak Es Raksasa hancur menjadi butiran Es yang sangat halus.
Bing Mei terkejut melihat hal itu, dia memang sudah bertemu beberapa kali dengan Qie Yin, namun dia tidak pernah bertarung karena Chinmi selalu melindunginya.
Namun dia sempat melihat Qie Yin yang berhasil membuat She Chin lari ketakutan dan Bing Mei yakin kekuatan Qie Yin saat itu setara dengan kekuatan Pertapa.
Kali ini dia bisa merasakan jika kekuatan Qie Yin jauh lebih kuat dari para Pertapa, dan juga penampilan Qie Yin yang sedikit beda, jika dulu bibir Qie Yin berwarna kemerahan, namun kali ini bibirnya justru terlihat berwarna hitam.
"Aku sama sekali tidak mengenal mu! Sekarang aku tidak mau menyakiti siapapun kecuali para Hewan Iblis dan para pemimpin lainnya, jadi jangan halangi aku karena aku harus ke Sekte Kalajengking Merah untuk membunuh pembunuh kedua orang tuaku She Chin!" kata Qie Yin sehingga dia tidak memberikan perlawanan kepada Bing Mei dan hanya menahan serangan Bing Mei dengan kibasan tangan nya.
"Apa katamu? She Chin gurumu yang sudah membunuh Kedua orang tuamu?" tanya Bing Mei yang berhenti untuk memberikan serangan lanjutan kepada Qie Yin.
"Begitulah!" kata Qie Yin tanpa memberikan penjalasan jawaban yang lebih rinci.
"Apakah aku harus mempercayai perkataanmu? Jika begitu kenapa kamu pergi bersama dengan kedua pemimpin Hewan Iblis itu?" tanya lagi Bing Mei yang merasa masih sulit untuk mempercayai perkataan Qie Yin.
"Mereka berdua sudah aku taklukkan, jadi mereka berdua akan menjadi penunjuk jalan agar aku bisa menemukan She Long Pimpinan utama dari Hewan Iblis itu!" kata Qie Yin.
Bing Mei menatap tajam kearah Qie Yin, dia mencoba membaca Qie Yin apakah Qie Yin berkata jujur atau hanya menipunya saja agar bisa menghindar darinya.
Namun melihat wajah polos Qie Yin, Bing Mei sulit untuk menemukan tanda kebohongan darinya.
"Apakah Chinmi juga tahu jika kedua orang tuamu mati di bunuh oleh ketua Sekte mu itu?"
Qie Yin terdiam, dia mengingat kembali cerita Lio Long jika Chinmi mengetahui segalanya akan masa lalunya.
"Dia tahu sejak dulu!" jawab Qie Yin dengan mengira-ngira.
"Jadi begitu, jadi yang dikatakan Chinmi waktu itu jika kamu hanya membutuhkan teman agar bisa berubah itu apakah benar?" batin Bing Mei yang mulai ragu apakah dia akan mempercayai Qie Yin atau tidak.
"Jika yang kamu katakan itu benar, maka aku akan ikut dengan mu!" kata Bing Mei.
Bing Mei hanya ingin memastikan saja, jika benar dia membunuh She Chin dan menghancurkan Sekte Kalajengking Merah, itu berarti perkataanya memang benar.
"Kenapa kamu ingin ikut denganku? Aku tidak mau kalian ada yang celaka nantinya disana!" kata Qie Yin.
"Kami bisa melindungi diri sendiri! Lagi pula aku juga ingin mencari salah satu pemimpin Hewan Iblis yang sudah membunuh saudari kembar ku!" kata Bing Mei.
"Apa kamu tau dimana letak Sekte Kalajengking Merah?"
Bing Mei menatap Qie Yin dengan heran, "Kenapa kamu bertanya seperti itu? Bukankah itu adalah Sekte mu?" Bing Mei kembali merasa curiga.
"Eee.. Anu.. eee Sebenarnya aku sedikit lupa!" jawab Qie Yin.
"Gadis ini sangat berbeda dari sebelumnya, dulu dia bersikap sangat dingin kepada siapapun, namun sekarang kenapa dia bisa berubah jauh?" batin lagi Bing Mei.
"Begini saja, anggap aku percaya padamu, dan aku akan menemanimu ke Sekte Kalajengking Merah setelah mengurus kedua mahluk itu!" kata Bing Mei.
Qie Yin tersenyum lebar, dia merasa senang karena mendapat kan teman baru, namun Bing Mei masih belum sepenuhnya percaya padanya.
"Mereka berdua tidak akan bisa berbuat apa-apa karena aku sudah melumpuhkan mereka," kata Qie Yin.
Bing Mei sangat sulit untuk mempercayai perkataan Qie Yin, namun dia juga melihat jika Kedua Pemimpin Hewan Iblis itu sangat kesulitan untuk bertarung.
"Itu lebih bagus, jadi kami bisa membunuh mereka dengan mudah!" kata Qie Yin kemudian dia melesat dan ingin membantu Xie Wen.
Huo She dan Huo Lang sama-sama terluka akibat terkena serangan para Pertapa itu, andai mereka dalam kondisi normal, maka para Pertapa itu sangat mudah untuk di kalahkan.
Merasa tidak ada harapan untuk menang, mereka berdua segera terbang kearah Qie Yin untuk meminta perlindungan.
"Dewi tolong kami, kami tidak mau mati, jadi tolonglah, kami berjanji akan menjadi pengikut setia Dewi!" kata Huo Shizi dan Huo She.
Bing Mei dan ketiga pertapa segera menyusul untuk membunuh mereka berdua, namun Qie Yin menghentikan mereka bertiga.
"Kenapa kamu menghentikan kami?" tanya Bing Mei yang terkejut karena Qie Yin mengehentikan nya.
"Jangan salah paham dulu teman! Aku menghentikan kalian bukan berati aku berpihak pada mereka!" jawab Qie Yin kemudian menatap kearah Kedua Hewan Iblis yang masih memelas.
"Apakah kalian bersungguh-sungguh ingin menjadi pengikut setiaku?" tanya Qie Yin.
"Benar Dewi, kami tidak berani membohongi Dewi!" jawab Huo She.
"Baiklah kalau begitu, aku akan pegang ucapan kalian, sekarang demi menjaga agar kalian berdua tidak ber hianat padaku, aku akan memasukkan ini ke tubuh kalian!" kata Qie Yin kemudian dia membuat dua energi hitam yang sangat kecil berbentuk seperti jarum.
Energi tersebut dimasukkan kedalam tubuh Huo Shizi dan Huo She agar mereka tidak berani berhianat.
"Jika kalian berani menghianatiku, maka Sihir ku itu akan menghancurkan tubuh kalian dari dalam hingga menjadi debu, dan kalian akan menjadi kerangka kulit saja!" kata Qie Yin.
"Terima kasih Dewi, kami akan selalu setia menjadi pengikut dan akan melayani Dewi dan rela mati untuk melindungi Dewi!" kata mereka berdua yang bersedia mati untuk Qie Yin dan akan selalu menjadi Pengikut setia.
__ADS_1
"Kenapa mereka memanggilnya Dewi?" batin Bing Mei.