
Para prajurit bersorak sorai memeriahkan acara latih tanding tersebut. Mei Xin keluar dari arena latih tanding dan duduk di sebelah Zuo Yujiu.
"Baiklah, untuk berikutnya adalah Jendral Li Fang melawan sang Pendekar Naga Langit!" seru Yen Wong suasana kembali riuh.
Chinmi melihat kearah Li Fang yang saat ini berjalan kearahnya, dia teringat pernah berlatih bersama ketika berada di sekte Pedang Suci.
"Chinmi, sepertinya kamu sudah menguasai Sihir Tanah, dan aku juga menguasai Sihir Tanah, akan tetapi kamu juga menguasai Sihir Angin, jadi kemungkinan kekalahan ku sudah bisa dipastikan," kata Li Fang yang saat ini sudah berada di hadapan Chinmi.
"Paman, aku sangat mengetahui akan dirimu, kamu adalah paman terhebat yang aku miliki, selain itu paman juga sangat cerdas dan juga selalu mampu membaca situasi! Jadi belum tentu aku bisa mengalahkan Paman dengan mudah," kata Chinmi.
"Kamu memujiku terlalu tinggi, kalau begitu mari kita mulai!" kata Li Fang yang sudah bersiap.
"Chinmi membungkuk memberikan hormat kepada Li Fang kemudian juga bersiap untuk bertarung.
"Baiklah, kedua pesrta sepertinya sudah sama-sama di posisi bersiap, sekarang pertandingan bisa dimulai!" seru Yen Wong dan disertai suara Gong.
Semua para prajurit dan Raja Tao terdiam menunggu akan apa yang akan terjadi dan serangan apa yang akan mereka gunakan.
Li Fang membuat mantra tangan kemudian menghentakkan kedua telapak tangannya ketanah.
"Sihir Tanah Tombak Seribu Tanah."
Dari bawah kaki Chinmi muncul tanah beberapa runcing tanah yang mengarah ke tubuh Chinmi. Dengan cepat pula Chinmi melompat kebelakang dan menghindari serangan tersebut.
Chinmi sebenarnya juga membuat mantra tangan dan begitu jarak antara dirinya dengan runcingan tanah yang menyerupai tombak tersebut, Chinmi juga menyentuh tanah dengan kedua telapak tangannya.
"Sihir Tanah Gelombang Tanah."
Tanah tiba-tiba bergelombang bagai air laut sehingga membuat runcingan tanah tersebut ikut terayun keatas dan kemudian hancur begitu saja.
Li Fang pun langsung membuat dinding tanah untuk menahan gelombang tanah yang menuju kearahnya.
"Pengendalian sihir tanah nya sangat sempurna, inikah hasil dari latihan selama beberapa tahun itu?" batin Li Fang.
Li Fang kembali menyerang Chinmi dengan serangan pukulan dan tendangan, namun jurus yang ia gunakan adalah jurus yang pernah Chinmi lihat saat Li Fang berlatih di sekte Pedang Suci.
Dengan jurus yang sama, Chinmi juga menyerang Li Fang dengan sangat sengit. Keduanya beradu beberapa jurus dan keduanya sama-sama menarik satu kepalan tangan kebelakang, kepalan tersebut terbungkus oleh tanah yang kokoh dan mereka berdua beradu tinju dengan kepalan tersebut.
__ADS_1
"Sihir Bumi Pukulan Penghancur Bumi."
Jedaaar!!!
Kedua pukulan tersebut saling membentur hingga menimbulkan ledakan dan seluruh tempat tersebut kini tertutup debu yang beterbangan.
Semuanya kesulitan untuk melihat karena pandangan mereka terhalang oleh debu yang beterbangan kecuali Li Xiang, Zuo Yujiu dan Mei Xin.
Mereka bisa membuat pelindung energi untuk melindungi tubuh mereka dari debu tersebut. Raja Tao juga dilindungi oleh Li Xiang sehingga Raja Tao terlihat aman-aman saja.
Semua penasaran akan apa yang telah terjadi, namun debu tersebut cukup lama untuk menghilang sehingga mereka hanya bisa menunggu hingga debu-debu yang beterbangan tersebut menghilang.
Begitu debu-debu tersebut menghilang, mereka semua kini sudah terlihat dengan jelas. Chinmi dan Li Fang masih berdiri, jarak mereka berdua hanya sejauh 5 meter.
"Sepertinya mereka seimbang!" ucap para prajurit.
Kedua lengan Li Fang kini tertutup oleh tanah. Li Fang sudah berencana ingin menggunakan kekuatan penuhnya setelah mengetahui jika kekuatan sihir tanah milik Chinmi lebih sempurna dari dirinya.
"Baiklah mari kita lihat apakah kamu bisa menahan kekuatanku ini," ucap Li Fang sembari mengarahkan kedua telapak tangannya yang sudah terbungkus tanah.
"Sihir Bumi Serangan Hujan Batu."
Chinmi harus memilih antara menghindar atau bertahan, jika bertahan begitu saja Chinmi harus bisa menahan batu-batu tersebut yang kemungkinan akan mematahkan sebagian tulang-tulangnya.
Namun jika dia menghindar, maka para prajurit yang menonton dibelakang akan terkena batu-batu tersebut.
"Apa yang dipikirkan oleh Li Fang?" batin Li Xiang.
Chinmi yakin jika dirinya membuat dinding tanah, itu tidak akan cukup mampu untuk menahan banyaknya serangan batu yang banyak.
Setelah berpikir beberapa saat, Chinmi akhirnya memutuskan untuk menggunakan Sihir Angin nya.
angin dan tanah adalah dua elemen yang bertentangan seperti layaknya Api dan Air.
"Sihir Angin Pusaran Angin Tornado."
Chinmi menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya, setelah itu terlihat pusaran angin berputar dari kakinya dan dengan cepat angin tersebut membesar dan membentuk pusaran angin yang sangat kuat.
__ADS_1
Beberapa benda seperti kayu, Batu, dan senjata-senjata mulai terhisap oleh pusaran angin tersebut. Bahkan topi yang dikenakan oleh para prajurit juga terhisap. Para prajurit menahan topi mereka agar tidak terhisap seperti topi yang lainnya.
Batu-batu yang melesat kearah Chinmi juga terputar oleh angin tersebut, tidak peduli seberapa banyak batu yang Li Fang lepaskan, tetap saja semuanya terhisap oleh pusaran angin tersebut.
Semua benda yang terhisap termasuk batu Li Fang berputar kencang. Semakin lama pusaran angin semakin pelan dan benda-benda tersebut juga ikut berputar pelan.
Seiring melambatnya putaran angin tersebut, benda-benda tersebut pun berjatuhan di sekeliling tubuh Chinmi.
Nafas Li Fang sedikit tidak teratur karena sebagian energinya sudah terkuras habis, dia tidak pernah menduga jika Chinmi bisa melepaskan kekuatan elemen Angin sebesar itu.
Chinmi juga terlihat tenang dan berdiri kokoh ditengah-tengah tumpukan barang yang berjatuhan di sekitarnya.
Walau terlihat tenang seperti tidak kekurangan energi, namun sebenarnya Qi milik Chinmi sudah banyak yang terkuras. Dia menutupi semua itu agar Li Fang tidak menyadari jika dirinya juga mulai kekurangan energi.
"Sungguh qi yang begitu besar!" gumam Li Fang kemudian mulai menstabilkan nafasnya.
"Aku mengaku kalah," kata Li Fang.
Li Fang terpaksa mengaku kalah karena qi yang ia miliki hanya tersisa lebih dari separuh, sedangkan dia melihat Chinmi seperti tidak kekurangan qi sama sekali.
Li Fang berpikir jika dirinya menyerang sekali lagi dengan ilmu Sihir andalannya yang terkuat, kemungkinan besar Chinmi akan bisa menahannya, dan sisi buruknya dia akan kehilangan banyak qi.
Para prajurit kembali bersorak setelah Li Fang mengakui kekalahannya, sedangkan Li Xiang dan Raja Tao merasa takjub melihat sihir elemen angin yang Chinmi lepaskan.
"Aku tidak bisa berkomentar apa-apa lagi terhadap putramu Li Xiang, kini aku percaya jika putramulah yang benar-benar telah membunuh seribu pasukan Hewan Iblis itu, dan pastinya kabar itu bukanlah hembusan angin kosong saja," kata Raja Tao.
Kini dia sudah melihat sendiri kekuatan Chinmi yang besar sehingga yakin jika kabar Chinmi membunuh seribu pasukan Hewan Iblis seorang diri itu adalah benar.
"Penasehat Wong, berikan waktu istirahat sejenak untuknya, ini bukan pertempuran jadi berikan waktu sebentar sebelum latih tanding berikutnya dilanjutkan!" perintah Raja Tao kepada Yen Wong.
Chinmi pun bisa istirahat sejenak sebelum bertarung lagi dengan jendral yang berikutnya. Andai saja ia tidak memandang Nama besar Ayah nya, pastinya Chinmi sudah pergi meninggalkan latih tanding yang menurutnya tidak ada gunanya.
Namun demi nama baik ayahnya di mata Raja dan juga semua prajurit yang hadir disana, Chinmi tetap mengikuti akan apa yang Raja Tao pinta.
***
Demi keamanan hak cipta, maka cerita Dewi Lotus Emas akan saya pindahkan ke sini, namun update nya hanya satu bab satu hari.
__ADS_1
Di youtube perlindungan hak cipta cerita tidak aman karena itu saya tidak update disana.