
***
Kerajaan baru yang akan di buat sudah dua bulan di kerjakan, dan itupun baru galian tanah saja, walau semua pekerja sudah di pekerjakan.
Selain dari para tahanan yang bekerja, para masyarakat kaum pria juga ikut bekerja, namun hanya yang masih muda dan juga kuat saja yang di pakai.
"Yang Mulia, bagaiamana jika kita buat para pekerja melakukan pekerjaan selama sehari semalam, dengan cara di bagi waktu satu Siang dan satu malam?" tanya Jendral Xio Tao kepada Chinmi yang saat ini juga ikut membantu pekerjaan pembangunan Istana barunya.
Walau sudah menjadi seorang Raja, namun dia tetap tidak bisa berpangku tangan saja saat para Rakyta nya harus bekerja membangun istananya.
"Tidak Jendral, aku tidak bisa memaksa para rakyat untuk bekerja siang dan malam, tenaga mereka ada batasnya!" kata Chinmi.
"Tapi Yang Mulia, jika pembangunan ini di lakukan siang dan malam secara bergantian, maka akan lebih cepat selesainya!" kata Jendral Xio Tao menjelaskan.
"Lalu bagaimana dengan para pekerja, apakah mereka akan sanggup? Di tambah lagi penerangan saat malam sangatlah terbatas, jadi akan sangat sulit untuk bekerja saat malam!"
"Kalau begitu, kita pasang saja lampu minyak yang banyak, setelah itu kita bisa membagi para pekerja menjadi tiga kelompok, kelompok pertama akan bekerja seharian, dan saat malam akan di gantikan kelompok dua, setelah pagi diganti lagi dengan kelompok tiga selama seharian, dan malam kembali ke kelompok satu!" kata Jendral Xio Tao menjelaskan cara memberikan penerangan sekaligus pembagian kelompok pekerja.
Chinmi terdiam sejenak, dia menatap semua orang yang bekerja keras dengan keringat yang bercucuran membasahi tubuh mereka.
Chinmi merasa kasihan melihat para pekerja, bahkan melihat kondisi para tahanan pun juga merasa kasihan.
"Jendral, aku akan mengikuti saran mu, namun aku minta, jika ada yang tidak mampu bekerja karena kelelahan, maka jangan di paksa untuk bekerja, biarkan orang yang sudah kelelahan itu beristirahat!" kata Chinmi.
"Baik Yang Mulia, mulai besok cara ini akan segera di laksanakan!" kata Xio Tao kemudian dia pamit pergi untuk memberi tahukan kepada para Jendral lain yang sedang membantu di tempat yang lain.
Tidak ada yang menjadi pengawas atau yang lainnya, baik itu para Jenderal, Penasehat dan para Mentri, bahkan para mantan Raja sekaligus dengan Chinmi yang menjadi Raja ikut bekerja.
Lagi pula tidak ada yang perlu di khawatirkan, jika ada tahanan yang mencoba kabur, maka di luar sudah ada yang siap menyambut para tahanan yang berani kabur.
"Paman? Kenapa paman ikut bekerja? Apakah bibi Rong sudah baikan?" Chinmi bertanya kepada Li Fang yang juga ikut membantu.
Saat perang melawan para Pasukan Mayat Hidup berhasil di atasi, Li Fang sudah tidak bisa ikut berperang lagi saat pasukan dari kelompok Sungai Darah datang.
Bukannya tidak mau ikut, namun saat itu Yue Rong sedang terluka, demi melindungi Yue Hua yang hampir celaka karena akan di serang oleh salah satu pasukan mayat hidup, Yue Rong dengan sangat nekad menjadi perisai pelindung dan akhirnya dia yang terluka.
Beruntungnya Yue Rong tidak terluka parah karena Li Xiang segera datang dan menyelamatkan Yue Rong dengan Yue Hua.
Saat itu Li Fang sedang pergi menjemput para warga yang ada di desa yang cukup jauh.
"Dia sudah baikan Yang Mulia, lagi pula Calon istrimu sekarang sedang bersama Hua'er dan Rong'er!" jawab Li Fang.
"Paman! Aku ini masih keponakan mu! Jadi jangan lagi memanggil ku seperti itu!" kata Chinmi.
"Aku tahu jika kamu itu masih keponakan ku, namun faktanya kamu sekarang adalah seorang Raja, dan bukan lagi seorang anak kecil yang bodoh sepert dulu!" kata Li Fang.
"Paman! Bukankah kata Bodoh itu sangat terdengar keterlaluan?" kata Chinmi.
Li Fang tertawa kecil, dia mengingat Chinmi saat sedang ia bawa lari Ke Sekte Pedang Suci, saat itu dia sangat polos namun juga licik.
"Chinmi! Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, dan kamu sekarang sudah menjadi orang besar! Siapa sangka kamu yang kami kira tidak memiliki bakat, sekarang justru menjadi seorang pendekar terkuat sekaligus Raja di satu-satunya Di Benua Daratan Tengah ini," kata Li Fang sambil meletakkan kayu balok.
Chinmi tersenyum tipis mendengar nya, dia juga sama tidak menyangka jika dirinya akan bisa memiliki kekuatan Dewa Abadi.
__ADS_1
"Chinmi, mengingat kamu ini adalah seorang Raja, bagiamana kalau pernikahan mu nanti juga mengundang para Raja Dari Dua Benua?" tanya Li Fang.
"Untuk apa Paman? Menurut ku tidak perlu segitunya, kita adakan saja acara pesta untuk para Rakyat disini saja! Jadi tidak perlu lagi mengundang para Raja dari ke dua Benua!" kata Chinmi.
"Tapi Chinmi, ini semua untuk memper erat hubungan dengan Benua lain, semakin baik hubungan kita dengan Ke-dua benua, maka semakin mudah ekonomi rakyat mu nantinya," kata Li Fang.
"Maksud paman agar Kerajaan kita bisa melakukan jual beli kebutuhan dengan mereka?" tanya Chinmi.
"Itu juga salah satunya! Selain kebutuhan jual beli barang dengan Benua lain, kita juga bisa sama-sama memiliki relasi kerja sama dengan mereka!" kata Li Fang.
Li Fang juga mengatakan jika Benua Daratan Tengah walau bisa pulih, namun tetap saja membutuhkan sumberdaya, belum lagi para petani juga belum bisa menanam apapun karena mereka masih berada di pembangunan istana.
Chinmi melirik kanan dan kiri untuk memastikan jika tidak ada yang bisa mendengarkan akan apa yang akan ia bicarakan kepada Li Fang.
Chinmi mendekati Li Fang kemudian mulai berbicara dengan suara yang sangat pelan, "Paman! Jujur saja aku sama sekali tidak mengerti cara kerja politik!" kata Chinmi dengan suara yang sangat pelan.
Li Fang tertawa kecil mendengar nya, dia juga sadar jika keponakan itu tidak ahli dalam bidang politik.
"Kamu tenang saja Chinmi, bukankah kita masih memiliki empat orang yang ahli dalam bidang politik?" kata Li Fang.
"Maksud paman mantan ke-empat Raja?"
"Memangnya siapa lagi? Selain mereka berempat, masih ada lagi para menteri ekonomi dan juga para sesepuh yang sangat berpengalaman dalam bidang ini! Jadi kamu tinggal menempatkan saja mereka di posisi yang tepat agar semua bisa berjalan dengan lancar," kata Li Fang.
"Aku akan segera mengatur mereka semua nanti setelah acara pernikahan sudah selesai! Paman jika nanti aku butuh saran atau ada yang tidak aku ketahui, biasakan aku bertanya kepada paman?" tanya Chinmi.
"Tentu saja boleh Chinmi, sekarang aku akan menjelaskan sedikit tata cara memimpin Rakyat mu, jadi dengarkan baik-baik," kata Li Fang kemudian dia mulai menjelaskan sambil bekerja.
Li Fang menjelaskan jika Chinmi harus membentuk Mentri baru, seperti Menteri Pertanian, Petahanan, Perpajakan, dan beberapa Mentri lainnya.
"Ternyata lebih mudah mempelajari ilmu sihir dari pada mempelajari masalah urusan Kerajaan!" gumam Chinmi sambil menggaruk kepalanya.
Li Fang terus memberikan arahan kepada Chinmi hingga mereka berdua berada disana selama setengah hari.
Setelah hari sudah sore, barulah Chinmi dan Li Fang kembali karena waktu bekerja sudah selesai.
Chinmi tidak langsung kembali Ke Sekte, dia lebih memilih duduk di atas batu besar yang letaknya berada di puncak gunung tertinggi disana.
Perkataan Li Fang masih terngiang sangat jelas di telinga nya, dia berpikir jika pembangunan istana membutuhkan waktu hingga belasan tahun untuk selesai, bukankah semua orang tidak akan bisa bekerja, seperti para petani, pedangang, dan yang lainnya.
Jika demikian bukankah kondisi Benua Daratan Tengah akan lebih buruk dari pada kehancuran saat pertempuran Chinmi dengan Sao Lao Cin.
Chinmi duduk merenung disana sendirian hingga hari sudah sangat gelap, bahkan para pekerja mulai dari para rakyat dan para tahanan sudah kembali ketempat mereka masing-masing.
Chinmi mengehela nafas panjang kemudian dia bangkit dan menatap kearah bangunan Istana yang masih berbentuk galian.
"Sebaiknya aku sendiri yang harus membangun istana ini agar lebih cepat!" gumam Chinmi.
Chinmi sudah memutuskan jika dirinya akan membangun istananya sendiri dengan kekuatannya, dia melakukan hal itu agar Rakyat nya bisa pulang ke kampung halaman mereka masing-masing dan mulai beraktifitas seperti biasanya.
Chinmi mulai melepaskan kekuatan dari Aura Hitam nya dan kemudian dia terbang dan turun di tengah-tengah tanah istananya.
Tidak ada satu orangpun yang terlihat disana sehingga Chinmi bisa leluasa bergerak tanpa harus melibatkan orang lain.
__ADS_1
Tanah mulai sedikit bergetar saat Chinmi melepaskan energi yang setara dengan kekuatan Raja Alam.
Chinmi mulai menggunakan sihir-sihir elemen nya mulai dari elemen tanah, elemen kayu, elemen logam, elemen api, dan elemen air.
Seluruh tanah mulai bergerak dengan sendirinya dan tanah serta benda-benda lainnya juga ikut bergerak.
Tanah tergali dengan sendirinya seolah-olah ada ribuan orang yang menggali, dan kayu juga bergerak membentuk sebuah susunan rangka bangunan.
Air dan tanah juga ikut bergerak membentuk tembok tanah yang sangat tebal dan tinggi, setelah itu di bakar dengan elemen api yang sangat besar dan membuat tembok tanah itu mengeras dalam waktu singkat.
Butiran-butiran berbagai logam juga bermunculan dan membentuk balok-balok besi yang sangat besar, bahkan ada logam yang membentuk pilar raksasa.
Semua orang yang sedang beristirahat dan juga yang sedang berbincang-bincang terkejut ketika ada getaran di tanah, dan terlebih lagi ada Cahaya api dari pembangunan istana sekaligus suara-suara seperti benturan keras berkali-kali.
semuanya terlihat takut untuk melihat kesana, namun rasa takut berubah menjadi rasa penasaran dan keinginan tahuan sehingga mereka memberanikan diri untuk melihat kesana.
Sesampainya di sana, mereka terkejut saat melihat banyak benda-benda yang melayang seperti kayu, air, tanah yang bergerak, logam dan api.
Mereka juga melihat tembok raksasa yang masih menyala kerena habis dibakar, dan beberapa pilar raksasa yang sudah berdiri tegak dan menjulang tinggi hingga belasan meter.
Semakin lama semakin banyak orang yang datang untuk melihat fenomena tersebut, sedangkan pembangunan istana sudah mulai terbentuk.
Mereka semua bisa melihat Chinmi yang tubuhnya mulai melayang, dan aura hitam juga bisa dilihat karena cahaya dari api membuat semuanya terlihat sangat jelas.
Kekuatan Chinmi semakin lama semakin di tingkatkan, dan kini dia sudah meningkatkan kekuatan hingga ketingkat Dewa.
Setelah semua benda yang melayang sudah siap untuk di letakkan di posisi masing-masing, Chinmi menjentikkan jarinya dan kemudian semua benda langsung membentuk sebuah istana megah yang berkilau karena ada unsur logam mulia di lapisan dinding istana.
Qie Yin, Li Xiang, Li Fang dan para Raja juga melihat hal itu, Qie Yin sendiri tidak menyangka jika Chinmi akan menggunakan kekuatan untuk membangun istananya.
Andai Qie Yin memeliki Pusat Roh beberapa elemen, dia pasti akan ikut membantu Chinmi, namun dia hanya memiliki satu Pusat Roh Elemen tanah saja.
Walau pembangunan terlihat lebih cepat, namun butuh satu malam bagi Chinmi untuk menyelesaikan semuanya.
Saat pagi harinya, barulah semua bisa selesai, dan cahaya matahari pagi menyinari ujung Istana yang sudah di pasangkan sebuah bola kristal putih di ujung atapnya yang paling tinggi..
Semua orang merasa kagum melihat keindahan Istana yang jadi hanya satu malam saja, halaman Istana yang luas dengan batu-batu berukir dan tersusun seperti lantai.
Tembok Istana yang terbuat dari tanah dan keras juga memiliki ukiran gambar matahari yang sangat menarik untuk dilihat, dan disain Istana yang menggabungkan bentuk empat istana dengan Lima Batu Kristal yang memiliki lima warna, yaitu Merah sebagai lambang Kerajaan Api Timur, Biru sebagai lambang Kerajaan Es Utara, Hijau sebagai lambang Kerajaan Angin Selatan, Hitam sebagai lambang Kerajaan Bumi Barat, dan yang terakhir adalah Putih sebagai lambang Kerajaan Benua Tengah.
Ke-empat Raja dan para jenderal serta Pejabat segera memasuki bangunan istana, mereka lebih terkejut lagi saat melihat bagian dalamnya.
Beberapa Pilar yang sangat besar dan terlihat lapisi emas yang melingkar keatas, hanya saja di dalam istana belum ada kain sehingga terlihat masih polos namun tetap indah.
"Jika seperti ini, rencana yang kami sepakati semalam!" kata Jendral Xio Tao.
Qie Yin dan para perempuan lainnya pergi ke taman yang sudah ada kolam besar, namun belum ada air dan juga belum ada satu tanaman pun di sana!"
"Dia bisa membuat istana ini hanya dalam semalam saja? Kekuatan apa sebenarnya yang dimiliki oleh Chinmi?" gumam Zhinie yang tidak percaya jika Pembangunan Istana hanya dalam waktu semalam saja
Zhinie memang sudah mendengar jika putranya itu memiliki kekuatan Dewa, namun dia tidak pernah melihat nya secara langsung sehingga masih bertanya-tanya akan bagaimana cara Chinmi melakukan hal itu dalam satu malam.
"Jika sudah seperti ini, sepertinya pernikahan kalian akan bisa dilaksanakan di dalam istana ini!" kata Zhinie kepada Qie Yin.
__ADS_1
Qie Yin hanya tersenyum dengan wajah seperti malu-malu, sedangkan Bing Mei melihat Qie Yin yang terlihat agak malu karena banyak orang yang mendengar nya tertawa kecil sambil menyenggol Qie Yin.