
Du Mong mengatarkan Chinmi hingga kedepan pintu, jarang sekali Du Mong mau mengantarkan seorang pelanggan bahkan seorang pendekar menjual barang berharga lainnya pun tidak dilayani seperti Chinmi.
Itu karena cara menjual barang pendekar tersebut ke asosiasi tidak sebanyak barang yang dijual oleh Chinmi.
"Tuan Muda, jika suatu saat kamu singgah lagi di Kerajaan Es Utara ini, datanglah ke asosiasi kapanpun kamu mau, dan jangan lupa untuk mampir ke setiap cabang kami jika nantinya kamu melewatinya!" kata Du Mong dengan ramah.
"Terima kasih manager Du, kalau begitu aku pamit dulu!" kata Chinmi kemudian membungkukkan badannya.
"Silahkan tuan muda, sampai berjumpa lagi di lain waktu dan jaga diri baik-baik," kata Du Mong yang juga ikut membungkakkn badannya sambil tersenyum ramah.
Segera pergi meninggalkan asosiasi tujuh bintang, dia segera pergi menuju ke istana, karena sebelumnya dia hanya menitipkan para peserta yang telah selamat kepada para pasukan elit untuk mengawal mereka ke istana untuk menemui Raja Bao, sedangkan Chinmi sendiri berpisah jalan dengan mereka.
"Kamu dari mana saja Chinmi?"
Saat Chinmi sudah berada di depan pintu masuk istana, Li Fang ternyata sudah menunggunya.
"Maaf paman, aku tadi pergi ke pantai untuk istirahat sejenak. Oh iya ada paman menunggu ku?" tanya Chinmi.
Yang Chinmi tahu, seharusnya Li Fang saat ini menemani Yue Rong yang kemungkinan masih belum pulih sepenuhnya.
"Raja Bao sepertinya sedang mencarimu, sebaiknya kamu cepat kesana!" kata Li Fang.
"Yang Mulia mencariku? ada perlu apa lagi dia padaku?" tanya Chinmi dengan heran.
"Aku juga tidak tahu, mungkin ini ada hubungannya dengan pedang yang kami bawa itu. Sudahlah sebaiknya kita segera kesana!" kata Li Fang kemudian berjalan bersama dengan Chinmi menuju ke dalam istana.
"Paman, bagaimana dengan Bibi Rong? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Chinmi sambil berjalan mengikuti Li Fang di belakang.
__ADS_1
"Iya! dia baik-baik saja," jawab Li Fang dengan singkat.
Mereka berdua sudah berada di pintu masuk ke aula pertemuan di dalam istana, saat para pengawal membukakan pintu dari luar, Chinmi bisa melihat semua orang dari para mentri, jendral, semua para murid serta Raja Bao menatap dirinya secara bersamaan.
Chinmi merasa canggung ditatap oleh banyak orang seperti itu, dia tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi, dan mengapa mereka semua menatapnya seperti menatap sesuatu yang belum mereka ketahui saja.
Chinmi dan Li Fang berjalan memasuki aula tersebut di mana disana juga ada Zhihui sekte Pulau Es, jendral Jin Hang dari kerajaan Api Timur, dan para pendekar-pendekar dari berbagai sekte lain yang selamat.
"Li Fang memberi hormat kepada Raja Bao!" ucap Li Fang sambil membungkukkan badan dan diikuti oleh Chinmi di sampingnya.
"Saudara Li, ini adalah sebuah kehormatan bagi ku, aku tidak menduga jika kerajaan ku akan kedatangan salah satu dari keluarga Li, apakah kamu adalah adik dari jendral Li Xiang?" tanya Raja Bao dengan tersenyum lebar.
"Benar Yang Mulia, hamba adalah adik kandung Kakak Li Xiang, sedangkan ini adalah keponakan saya Li Chinmi, putra dari Kakak Li Xiang," kata Li Fang sambil memperkenalkan nama Chinmi kepada Raja Bao.
"Owh..! Jadi pendekar muda ini adalah putra Jendral Li Xiang? Tidak kusangka jika kerajaan ku akan di selamatkan oleh putra dari seorang Jendral perang dari kerajaan Bumi Barat," kata Raja Bao yang tidak menutupi rasa keterkejutannya.
Raja Bao hanya mengetahui Chinmi sebagai Pendekar muda yang telah berhasil menghentikan kekacauan bersama dengan keempat Pertapa sekaligus satu Naga Hitam yang juga ikut bertarung melawan para pasukan Hewan Iblis.
Terlebih lagi Chinmi telah dipilih oleh Pedang Naga Langit sebagai tuan barunya dan juga dia adalah murid dari salah satu Pertapa, namun Raja Bao tidak mengetahui nama lengkap dari Chinmi.
"Maaf saya Yang Mulia, menurutnya saya yang menyelamatkan Kerajaan bukan hanya saya saja, melainkan para prajurit dan pendekar itu yang juga ikut menyelamatkan Kerajaan ini!" kata Chinmi.
Raja Bao semakin melebarkan senyumnya setelah mendengar perkataan dari Chinmi, " Luar biasa, umurnya masih sangat muda, namun cara berpikir mu sungguh sangatlah dewasa. Pantas Pedang Naga Langit memilihmu sebagai tuan barunya!" kata Raja Bao dengan suara yang terlihat seperti takjub kepada Chinmi.
Yue Yin dan yang lainnya tidak ada yang berani bicara dan memotong pembicaraan antara Chinmi dengan Raja Bao, namun mereka terkejut setelah mengetahui jika pedang yang ada punggung Chinmi tersebut ternyata adalah pedang Naga Langit, pedang yang seharusnya dimiliki oleh pemenang dari pertandingan tersebut.
"Saat ini aku akan mengumumkan bahwa kerajaan Es Utara adalah sekutu dari kerajaan Bumi Barat, jika suatu hari nanti kerajaan Bumi Barat mendapatkan masalah, maka kami juga akan ikut mendukung Bumi Barat!"
__ADS_1
Raja Bao yang secara terang-terangan mengumumkan bahwa kerajaannya telah menganggap kerajaan Bumi Barat sebagai negara sahabat dan sekutu bagi kerajaannya.
Itu semua karena Chinmi yang telah berhasil menyelamatkan Kerajaannya dari kehancuran, dan alasan Raja Bao menganggap Kerajaan Bumi Barat sebagai kerajaan sekutunya, itu karena Chinmi adalah anak jendral Li Xiang sang jendral pedang dari kerajaan Bumi Barat.
"Maaf Yang Mulia, jika saya boleh bertanya, bagaimana dengan Pedang Naga Langit itu? Apakah Yang Mulia akan memberikan padanya?" tanya Perdana menteri Long Peng.
"Benar perdana mentri, pedang itu akan aku berikan padanya. Lagi pula selain dirinya, tidak ada lagi orang yang bisa menggunakan kekuatan dari pedang tersebut. Hanya putra Jendral Li Xiang saja yang bisa menggunakannya. Jadi aku akan memberikan pedang itu padanya!" kata Raja Bao.
"Terima kasih banyak Yang Mulia..!" kata Chinmi setelah mendengar ucapan dari Raja Bao.
"Ah Tidak-Tidak! Seharunya akulah yang berterima kasih, jika bukan karena dirimu dan pedang Naga Langit, mana mungkin kerajaan kami bisa selamat dari para pasukan Hewan Iblis itu, jadi ini adalah sebagai tanda terima kasih ku pada mu!" kata Raja Bao.
"Yang Mulia memang benar-benar sangat baik sekali!" kata Li Fang yang memuji kebaikan sifat Raja Bao.
"Hahaha...!" Tuan Li bisa saja memujiku. Ha Hahaha..!" Raja Bao tertawa lepas mendengar Li Fang yang memujinya.
Semua mungkin setuju dengan keputusan Raja Bao yang menyerahkan pedang Naga Langit kepada Chinmi, namun tetap saja ada yang tidak suka bahkan iri terhadap Chinmi.
Dia adalah pangeran Ming Zai. Pangeran Ming Zai sangat kesal, dia mengikuti pertandingan tersebut agar bisa mendapatkan pedang Naga Langit.
Ming Zai sadar jika dirinya tidak akan bisa menggunakan pedang Naga Langit tersebut. Namun dengan mendapatkan pedang Naga Langit, dia akan memperoleh gelar yang akan dikenal di keempat kerajaan.
Siapapun yang memenangkan dan mendapatkan pedang Naga Langit sebagai hadiahnya, maka pendekar tersebut akan memiliki gelar dan dijuluki sebagai Pendekar Naga Langit.
Sekarang Ming Zai mencari cara agar dapat merebut pedang tersebut dari tangan Chinmi. Ming Zai berencana memakai berbagai cara agar bisa mendapatkan pedang tersebut tidak peduli seperti apa resiko yang akan di hadapinya.
Tanpa ia ketahui jika Chinmi sendiri sebenarnya akan pergi mengikuti gurunya untuk pergi kedunia bawah laut dan berlatih bersama kedelapan Naga yang sedang menunggunya, dan latihannya tersebut pastinya akan membutuhkan waktu yang lama sebelum ia kembali lagi ke dunianya.
__ADS_1