
Ho Chen dan Yinfei sama-sama menoleh kepada Xi Liyi kecuali Lio Long, "Benarkah? seperti apa dia, dan sekuat apa dia sekarang?" tanya Ho Chen penasaran.
Xi Liyi tersenyum kecut kemudian mengatakannya, "Dia masih anak-anak umurnya sekitar 12 sampai 13 tahun, dan dia masih sangatlah lemah."
"Lio Long, kanapa kamu tidak segera membantunya, bukan kah kamu sendiri yang menginginkan untuk melatihnya," kata Yinfei kepada Lio Long.
"Senior Yin, aku rasa tidak sesederhana itu untuk membantunya memiliki kekuatan Dewa, karena dia tidak seberuntung pemuda tampan ini!" kata Xi Liyi menunjuk ke wajah Ho Chen.
Ho Chen bisa dibilang cukup beruntung kerena memiliki kekuatan pertama dari pecahan energi milik Hanzi, di tambah lagi dengan bantuan Bunga Lotus Emas sehingga kecepatan kekuatan Ho Chen menjadi lebih singkat.
Sedangkan Chinmi berbeda, dia harus benar-benar berjuang untuk mendapatkan kekuatan Dewa nya melalui jalan yang sangat sulit.
"Jika soal itu kalian tenang saja, aku memiliki sesuatu yang bisa membantunya memiliki kekuatan Dewa lebih cepat, namun setidaknya saat aku memberikan benda itu, dia sudah berada di kekuatan Raja Langit atau maksimal Raja Alam." kata Ho Chen.
"Apakah kamu masih menyisakan Bunga Lotus Emas?" tanya Xi Liyi dengan menaikkan alisnya.
"Tidak, Bunga Lotus Emas sudah habis aku serap, dan bahkan sekarang hanya tinggal tangkainya saja," kaya Ho Chen.
"Lalu kamu mau membantunya dengan apa? tanya Lio Long penasaran begitu juga dengan Yinfei.
"Suatu saat nanti kalian juga akan mengetahuinya, saat ini latihlah dia hingga dia mencapai tingkat Raja Langit atau tingkat Raja Alam, kemudian sisanya biar aku yang urus!" kata Ho Chen.
"Lalu bagaimana dengan para Mahluk raksasa yang sudah terlepas dari segel? apa kita akan membiarkannya?" tanya Xi Liyi.
"Tidak juga, aku akan berusaha untuk mencari mereka nanti," kata Yinfei.
"Bukan hanya senior Yin saja, aku juga akan berusaha mencarinya!" kata Ho Chen.
Lio Long masih penasaran akan apa yang Ho Chen ingin berikan kepada Chinmi, begitu juga dengan Xi Liyi yang juga ikut penasaran, mereka berdua mencoba mencari lewat pikiran Ho Chen namun tidak berhasil.
__ADS_1
Ho Chen hanya tersenyum tipis mengetahui rasa penasaran mereka berdua, "Senior, bukankah sudah aku bilang nanti kalian akan mengetahuinya juga!" kata Ho Chen.
Lio Long dan Xi Liyi merasa malu karena ketahuan jika mereka diam-diam ingin memasuki pikiran Ho Chen. Mereka berdua lupa jika Ho Chen sudah memiliki kekuatan yang sama dengan mereka, jadi Ho Chen juga bisa mengetahui pikiran mereka.
"Baiklah Ho Chen, Aku akan segera melatihnya, dan jika dia sudah mencapai Tingkat Raja Langit maupun Raja Alam, aku akan segera membawanya ke duniamu, namun sekarang aku masih ada urusan lain dan secepatnya akan aku akan selesaikan jadi sampai bertemu lagi nanti." setelah Lio Long berpamitan kemudian dia menghilang dari tempat itu.
"Jendral Lang Yu, sebaiknya kita juga membantu Senior Yin untuk mencari keberadaan mahluk itu," kata Xi Liyi kemudian memandangi Ho Chen.
"Baiklah tampan, sampai disini dulu pertemuan kita," kata Xi Liyi.
"Baik Senior Xi, berhati-hatilah dan jika menemukan salah satu dari mereka jangan di hadapi sendiri, segera hubungi kami!" kata Ho Chen.
Xi Liyi tersenyum manis kepada Ho Chen kemudian berbalik dan bersiap untuk pergi. Jendral Lang Yu membungkuk kepada Yinfei dan Ho Chen sebelum akhirnya juga berbalik mengikuti Xi Liyi.
Xi Liyi dan Jendral Lang Yu menghilang juga dari tempat tersebut untuk menuju ketempat lain, dan sekarang hanya tersisa Yinfei dan Ho Chen saja.
"Aku juga berharap demikian senior, baiklah untuk saat ini aku mau kembali dulu ke dunia ku, nanti aku akan segera kembali untuk mencari mereka ke berbagai galaxi lainnya," kata Ho Chen.
"Sampai nanti senior!" kata Ho Chen kemudian menghilang dari pandangan Yinfei.
"Sungguh banyak yang berubah dengan dirinya," kata Yinfei sambil menghela nafas panjang kemudian diapun juga menhilang dan entah pergi ke galaxi mana.
***
Chinmi dan yang lainnya hampir sampai di pelabuhan wilayah Kerajaan Es Utara, saat masih dikerjakan mereka sempat berhadapan dengan cuaca buruk, dimana angin bertiup begitu kencang sehingga lautan juga bergelombang cukup besar.
Kepala Lian Cao pusing dibuat kapal yang oleng akibat terjangan gelombang. Kini cuaca sudah kembali tenang sehingga perjalanan kembali normal, namun Lian Cao masih mabuk laut.
"Wow indahnya pemandangan disini," kata Yue Yin sambil memandangi pulau-pulau kecil yang bertebaran di laut bagai pulau terapung.
__ADS_1
Banyak burung-burung laut berbagai jenis terbang keberbagai arah mencari makanan ikan, pemandangan indah tersebut sangat di sukai oleh para penumpang kecuali Lian Cao yang masih mabuk laut, sehingga menurutnya pemandangan terindah adalah ketika dirinya sudah bisa menginjakkan kakinya di daratan.
Kapal tersebut mulai bersandar di dermaga kayu, setelah selesai menambatkan tali, satu persatu penumpang mulai turun dari kapal.
"Akhirnya selesai sudah penderitaanku."
Lian Cao terlihat senang namun jalannya masih sedikit goyang sedangkan yang lainnya juga merasakan hal yang sama. Itu wajar karena siapapun yang menaiki kapal laut hingga dua hari, pastinya ia akan merasakan tanah seperti bergerak ketika pertama kali mereka menginjaknya.
"Seberapa jauh lagi perjalan kita untuk sampai di istana kerajaan Senior?" tanya Chinmi kepada Xuao Lan.
"Besok sore kita sudah bisa sampai disana, sekarang sudah sore, jadi sebaiknya kita bermalam di penginapan terdekat, atau kita bisa melanjutkan perjalanan dan menginap di jalan," kata Xuao Lan.
"Aku mau di penginapan karena tubuhku rasanya gerah dan bajuku terlihat kaku!" kata Yue Yin.
"Bagaimana denganmu Chinmi?" tanya Yue Rong.
"Terserah kalian saja!" kata Chinmi kemudian menoleh ke kapal dan melihat seorang pemuda baru turun dari kapal.
Semua mengatahui jika pemuda tersebut masih mabuk laut, itu terlihat jelas dari jalannya yang lemas dan mukanya terlihat sedikit pucat, dia berjalan sambil dipegang oleh dua prajuritnya.
"Lihat seorang pangeran yang hebat dan kuat ternyata lemah saat berada di atas kapal!" kata Fai Han dengan tertawa terbahak-bahak melihat wajah pangeran Ming Zai yang Loyo.
Fai Han berhenti tertawa ketika melihat Jendral Jin Hang keluar dengan membawa kudanya dan diikuti oleh beberapa prajurit dari belakang.
Pangeran Ming Zai sendiri menatap Fai Han dengan kesal, dia hanya bisa mengumpat dalam hatinya karena saat ini dia benar-benar pusing akibat mabuk laut.
"Saudara Fai Han, sekarang kita sudah tiba di Wilayah Kerajaan Es Utara jadi sebaiknya kita segera mencari penginapan agar besok kita bisa berangkat sepagi mungkin!" kata Xian Fai mengingatkan.
Karena ada Jendral Jin Hang, Fai Han membatalkan niatnya untuk mengolok-olok pangeran Ming Zai, dia segera pergi menyusul Xuao Lan dan yang lainnya yang lebih dulu pergi sedangkan pangeran Ming Zai hanya bisa menahan kekesalannya kepada Fai Han dan tanpa ia sadari jika kedua prajurit yang membantunya untuk berjalan sedang menahan tawa setelah mendengar perkataan Fai Han dan andai Pangeran mengetahuinya, tentu kedua prajuritnya akan dihukum berat olehnya.
__ADS_1