PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Akhir dari pertempuran


__ADS_3

Li Fang berencana kembali menyerang Tong Liung yang saat ini bersama dengan Li Xiang. Li Fang yakin sosok tersebut bukanlah Li Xiang karena Li Xiang tidak mungkin membantu Tong Liung.


"Ketua Tong Liung, sebaiknya kita tinggalkan tempat ini karena sudah tidak aman lagi!" kata sosok yang menyerupai Li Xiang.


"Kau! Kenapa kamu berada di sini, bukankah seharusnya kamu berada di jalan utama?" tanya Tong Liung setelah mengenali sosok yang membantunya.


Walau dia memiliki wajah Li Xiang, namun Tong Liung yakin jika hanya ada satu orang yang bisa melakukan hal itu, dia adalah Meng Ling, sang Hantu Seribu Wajah.


"Hem.. Aku memang berada di sana, namun aku merasakan getaran yang berasal dari sini. Awalnya aku ingin menyamar seperti ini untuk mengecoh mereka, namun aku membatalkan nya karena kamu terlihat kesulitan menghadapinya," kata Meng Ling.


"Apa kamu berencana ingin membantuku untuk mengalahkannya?" tanya Tong Liung penuh harap.


Meng Ling menggelengkan kepala, "Tidak, justru aku kesini untuk mengajakmu kabur."


"Apa? Apa yang kamu katakan?Apakah..!"


"Ketua Tong, jangan dulu berprasangka buruk padaku, sebaiknya kamu lihat situasinya lebih dulu!" kata Meng Ling kemudian di menunjuk kesatu arah.


"Lihatlah orang yang kita anggap paling kuat, dia saja sudah tidak berdaya menghadapi sosok bertopeng disana!" Meng Ling menunjuk kearah Fu Shen yang terlihat diam tidak bergerak dengan kepala berada ditangan sosok bertopeng tersebut.


"Bagaimana ini bisa terjadi, kemana Ketua She Chin, bukankah seharusnya mereka berdua berada bersamanya juga?"


"Kalau kamu bertanya demikian aku tidak tahu, hanya ini yang kita ketahui, dan besar kemungkinan ketua She Chin mungkin sudah mati," kata Meng Ling sehingga membuat Tong Liung menelan ludah.


"Memang situasinya tidak menguntungkan, tapi siapa sebenarnya sosok bertopeng tersebut?"


Tong Liung bertanya, namun Meng Ling belum sempat menjawabnya karena Li Fang kini sudah muncul kembali di bawah mereka dan memberikan serangan kejutan.


Meng Ling segera menahan serangan dadakn tersebut sedangkan Tong Liung melompat lebih jauh agar tidak terkena serangan Li Fang.


Meng Ling kembali ka wajahnya sendiri saat menahan serangan Li Fang sehingga membuat Li Fang mengetahui wajahnya.


"Kamu pikir serangan seperti ini akan mempan padaku?" kata Meng Ling kemudian dia berniat memukul wajah Li Fang.


Namun ternyata yang ia pukul bukanlah wajah Li Fang melainkan gudukan tanah, "Bagaimana bisa seperti ini?" seru Meng Ling saat menyadari jika Li Fang berubah menjadi tanah.


"Kedatangan mu tidak akan mengubah apapun," suara Li Fang terdengar dari dalam tanah.


Meng Ling segera menghampiri Tong Liung dan memberikan solusi pada Tong Liung.


"Dia sangat kuat bila berada di tanah, karena itu kita harus melayang di udara untuk menghindarinya!"


Tong Liung terdiam sejenak, dia memang bisa terbang di udara karena dia adalah seorang pendekar Sihir Elemen Alam, namun dia tidak bisa terbang terlalu lama karena energinya tidak seperti para pendekar yang menguasai sihir asli.


"Ayo ketua Tong!" kata Meng Ling kemudian dia segera melompat ke udara dan disusul oleh Tong Liung.


Li Fang yang mengetahui hal itu kembali menyerang dari bawah dengan melesatkan puluhan gundukan tanah ke arah Tong Liung dan Meng Ling berada.


Tong Liung dan Meng Ling terbang lebih tinggi lagi, dan setelah yakin jika serangan Li Fang tidak bisa sampai ketempat mereka, dengan sangat cepat mereka berdua kabut secepat yang mereka bisa.


Bukan Li Fang Yang Meng Ling takuti, melainkan sosok bertopeng misterius yang berhasil membuat Fu Shen tidak berdaya.


Meng Ling yakin jika sampai Fu Shen kalah, maka berikutnya adalah giliran mereka. Meng Ling dan Tong Liung sampai tidak mau memikirkan para ketua dan anggota sekte lainnya yang saat ini masih bertempur.


Di sisi lain, Li Fang sangat kesal karena Meng Ling dan Tong Liung berhasil lolos, terlebih lagi Tong Liung.


Li Fang jelas mengetahui jika otak dari semua ini adalah Tong Liung, "Andai kekuatan ini bisa bertahan sedikit lagi, mungkin aku bisa mengejar mereka!" batin Li Fang yang saat ini kekuatannya mulai menurun.


Li Fang jelas tidak bisa menyusul mereka berdua karena bisa-bisa dirinyalah yang akan mengalami kesulitan.


Sedangkan Huang Sing yang saat ini sudah mengalami beberapa luka akibat serangan dari Li Xiang hanya bisa berdecak kesal kepada Tong Liung dan juga Meng Ling yang kabur meninggalkannya.

__ADS_1


"Kalian berdua pecundang! Awas aku akan membuat perhitungan dengan kalian nanti," gerutu Huang Sing kemudian dia menatap Li Xiang yang kembali bergerak dengan sebilah pedangnya.


Jika bisa memilih, Huang Sing lebih memilih Mei Xin untuk menjadi lawannya dari pada Li Xiang yang menurutnya sangat merepotkan.


"Baiklah karena kamu yang memaksaku, aku tidak punya pengalaman pilihan lain," kata Huan Sing kemudian dia membungkukkan badannya.


"Arghhh!!!"


Huang Sing berteriak sangat keras sehingga membuat Li Xiang berhenti bergerak saat merasakan ada yang aneh dari Huang Sing.


Krakk!!


Dari tubuh Huang Sing terdengar seperti suara tulang yang patah dan setelah itu terlihat ada sesuatu yang muncul di belakang Huang Sing.


"Jadi kamu akan menunjukkan kekuatan perubahan wujud? Baik! Aku ingin melihat seperti apa kekuatan Pendekar Seribu Tulang yang terkenal itu," kata Li Xiang namun Huang Sing seperti sama sekali tidak mendengar perkataan Li Xiang.


Semakin lama benda yang muncul di tubuh Huang Sing semakin banyak, terlihat banyak tulang bermunculan di setiap tubuhnya, mulai dari pergelangan tangan, kepala punggung belakang, kaki.


Dan yang paling besar adalah di bagian belakang nya. Tulang panjang menyerupai ekor tulang yang memiliki ujung yang sangat runcing.


Kekuatan Huang Sing juga meningkat walau sampai menembus tingkat Pertapa, namun kekuatan Huang Sing cukup untuk mengalahkan Li Xiang dengan sangat mudah.


Li Xiang sendiri bagai tersambar petir saat merasakan kekuatan Huang Sing yang meningkat pesat, dan wujudnya yang begitu menyeramkan.


"Wujud mu seperti monster aneh!" kata Li Fang kemudian dia menghentakkan tapak ke tanah.


"Sihir Bumi, Tubuh Dewa Bumi."


Bumi mulai bergetar ketika Li Xiang menyentuh nya. Berbeda dengan Huang Sing yang tidak memiliki efek apapun ketika merubah wujudnya, Li Xiang justru membuat seluruh tanah seperti bergerak seperti mau menyatu dengan tubuh Li Fang.


"Ini..!"


Li Fang, Mei Xin dan Zuo Yujiu sama-sama terkejut ketika melihat permukaan tanah seperti diserap oleh Li Xiang, mereka belum pernah melihat hal yang seperti itu sebelumnya.


Setalah beberapa saat, Tubuh Li Xiang sudah sepenuhnya tertutupi tanah, dan kekuatannya juga meningkat pesat seperti kekuatan yang di miliki oleh Huang Sing.


Mereka berdua saling berpandangan sesaat sebelum akhirnya mulai sama-sama bergerak saling menyerang.


Li Xiang dan Huang Sing terlihat seperti dua monster mengerikan yang sedang beradu serangan mereka berdua.


setiap serangan dan pukulan sama-sama memiliki kekuatan yang begitu besar, bahkan sampai membuat siapapun yang berada di jarak sepuluh meter dari mereka akan terkena dampak dari pertarungan mereka berdua.


"Ini sungguh mengerikan!" kata salah satu ketua sekte lain yang saat ini berhenti bertarung karena pertarungan kedua monster yang terjadi di hadapannya.


"Adik, sebaiknya kita juga pergi dari sini selagi sempat, lihatlah sepertinya pertempuran ini akan sangat sulit untuk dimenangkan!" kata salah satu dari mereka.


"Kamu benar! Pertarungan ini sangat mustahil untuk kita menangkan, bahkan Senior Tong Liung juga pergi begitu saja, kalau begitu panggil semua anggota kita dan suruh semuanya mundur!"


Semua ketua sekte berbagai sekte sepakat untuk mundur karena mereka merasa mustahil untuk menang, bahkan mereka yakin Huang Sing pun tudak mungkin bisa menang menghadapi Li Xiang.


Sedangkan saat ini Li Xiang berhasil mematahkan bebarapa tulang yang muncul di lengan Huang Sing, sedangkan Li Xiang sendiri mengalami luka tusukan tulang di bagian lengannya.


"Ini aneh, setiap kali aku mematahkan tulangnya, tulang itu pasti akan timbul lagi!" batin Li Xiang.


"Hahaha...! Percuma saja, kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan aku karena ini adalah kekuatan terbesar yang ku miliki, dan inilah aku Sang Pendekar Seribu Tulang!" kata Huang Sing dengan tertawa lepas.


"Aku tahu, namun kamu juga tidak bisa mengalahkan ku dengan mudah, walau kamu memiliki pertahanan dan kekuatan yang sangat sempurna."


Li Xiang berkata seperti itu hanya untuk menyemangati dirinya sendiri, karena itu dia harus yakin jika dirinya pasti bisa mengalahkan Li Xiang.


Huang Sing mengeluarkan tulang di setiap jari-jarinya dan juga tulang panjang yang sangat runcing dari telapak tangannya.

__ADS_1


"Bersiaplah!" kata Huang Sing yang menembakkan banyak tulang kecil ke arah Li Xiang sekaligus bergerak maju menyerang Li Xiang.


Li Xiang yang mengalami luka di bagian lengan nya juga tidak menyerah, dia memperkuat tanah yang menutupi seluruh tubuhnya kemudian dia membuat sembuah senjata dari tanah berbentuk gadah besar dan juga berat.


Ratusan tulang-tulang kecil yang menyerangnya tidak mampu menembus tanah yang menutupi tubuhnya.


Li Xiang mengayunkan gadahnya dalam satu kali ayunan yang sangat kuat ke tubuh Huang Sing yang mengarahkan tulang runcingnya ke arahnya.


Huang Sing terlalu percaya diri akan kecepatan dan kekuatannya yang tidak mungkin bisa terkalahkan sehingga dia tidak sempat menghindar dari serangan ayunan gadah tanah yang sangat berat tersebut.


Huang Sing tekejut dan segera berbalik untuk menghindari serangan Li Xiang sehingga yang terkena pukulan gadahnya adalah tulang ekornya hingga hancur tak tersisa dan tubuhnya terlempar hingga belasan meter.


Li Xiang melompat tinggi ke udara dan kemudia menjatuhkan diri dengan mengarahkan gadahnya ke arah Huang Sing yang belum bisa bangkit.


Huang Sing membalikkan badan dan terkejut ketika melihat Li Xiang dari atas yang dengan cepat hampir sampai ketempat nya dengan mengarahkan gadahnya.


"Tidak jangan! Tidak...!" Huang Sing belum bisa bangkit sehingga panik dan hanya bisa mengangkat kedua telapak tangannya ke atas.


Jdarrr!!!


Pukulan gadah Li Xiang tepat sasaran dan mengenai tubuh Huang Sing sehingga membuat ledakan besar dan membuat tanah berlubang besar.


Tulang-tulang yang muncul di tubuh Huang Sing hancur semua, dan parahnya Huang Sing tidak bisa bergerak karena tidak hanya tulang yang keluar dari tubuhnya saja yang hancur, melainkan juga tulang-tulang di dalam tubuhnya juga ikut hancur.


Huang Sing muntah darah dan terbaring lemas karena tulang-tulang dalam tubunya sudah hancur, walau begitu dia masih bisa memulihkan diri sendiri, namun butuh waktu sedikit lama karena yang patah seluruh tulang-tulangnya.


Li Xiang yang tubuhnya sudah tidak lagi tertutupi oleh tanah datang menghampiri tubuh Huang Sing yang sudah melemah.


"Sekarang apa yang bisa kamu perbuat? Hanya kamu sendiri yang tersisa karena hampir semua pasukan yang kamu bawa sudah mundur!" kata Li Xiang.


Huang Sing tidak bisa menjawab karena dia sedang berusaha memulihkan tulang-tulangnya yang patah.


Li Xiang segera menangkap Huang Sing, dia juga sadar jika Huang Sing bisa memulihkan diri hanya dalam waktu singkat, karena itu dia segera menangkapnya sebelum dia berhasil pulih kembali.


Li Xiang kini menoleh dan menatap Fu Shen yang terlihat sudah tidak berdaya di hadapan sosok pria bertopeng, dia penasaran akan siapa sebenarnya pria bertopeng tersebut.


Li Fang, Mei Xin dan Zuo Yujiu berhasil menangkap pendekar yang tersisa, sedangkan yang paling banyak jatuh korban adalah para prajurit istana karena mereka hanyalah pendekar yang berada di tingkat Pemula.


***


"Jadi saat ini mereka berdua berada disini?" kata pria bertopeng sambil memegang kepala Fu Shen.


Pria yang ada di balik topeng tersebut tidak lain adalah Ho Chen yang sengaja mengenakan topeng agar Li Xiang tidak mengenalnya.


Saat ini dia tidak menyangka jika semua keempat mahluk berada di dunia yang saat ini ia tinggali.


Ho Chen juga sudah melihat dari ingatan Fu Shen jika saat ini hanya tinggal She Long dan Huo Lang yang ada di dunia ini.


Andai salah satu saja dari mereka mungkin Ho Chen bisa mengatasi nya, namun ini ada dua, terlebih lagi She Long yang mungkin kekuatannya berada diatas dirinya.


"Sepertinya ada yang bertemu dengan mu di kerajaan!" kata Ho Chen kemudian dia memberikan sentilan pelan ke dahi Fu Shen yang masih kesulitan untuk bergerak.


Hanya dengan sentilan pelan tersebut, kepala Fu Shen merasa seperti terkena pukulan super kuat sehingga tubuh Fu Shen terlempar jauh dan jatuh tepat di hadapan Li Xiang.


Li Xiang jelas terkejut melihat Fu Shen yang terjatuh di hadapannya, bahkan kekuatan Fu Shen turun secara segnifikan.


"Kau akhirnya kalah juga Fu Shen! Sekarang kamu akan aku bawa ke kerajaan Bumi Barat untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu di hadapan Yang Mulia!" kata Li Xiang kemudian dia segera menangkap Fu Shen yang masih belum bisa menggerakkan tubuhnya.


Li Xiang menoleh kearah pria bertopeng dan melihat pria bertopeng tersebut menganggukkan kepala kearahnya dan kemudian menghilang bagai tidak pernah berada di sana sebelumnya.


Dengan kalahnya Fu Shen dan tertangkapnya Huang Sing sebagai tanda dari akhir dari pertempuran. Banyak jatuh korban jiwa dari pihak kerajaan.

__ADS_1


Sedangkan dari pihak lawan hanya sedikit saja, namun mereka harus kekurangan satu pendekar pertapa yaitu Fu Shen dan satu pendekar sihir yaitu ketua sekte Bukit Tengkorak Huang Sing.


__ADS_2