
"Kenapa Ye Shi tidak bilang jika kekuatan manusia yang ia hadapi memiliki kekuatan yang sama dengan Cao Yuan!" gerutu Huo Lang karena merasa Ye Shi tidak memberikan informasi dengan benar.
Ye Shi bukan tidak menceritakan dengan jelas. Masalahnya saat itu, Ho Chen memang sengaja tidak mengeluarkan kekuatan penuhnya, dia berpura-pura menerima kekuatan dari ketiga pendekar dewa agar Yinfei dan yang lainnya tidak terkejut jika sebenarnya Ho Chen memilki kekuatan yang melebihi mereka semua.
Ho Chen juga membuat tingkatannya berada di tingkat yang sama dengan Ye Shi, sehingga tidak ada yang tahu jika sebenarnya Ho Chen tidak membutuhkan kekuatan gabungan dari Yinfei dan yang lainnya.
Huo Lang secara diam-diam menyiapkan sesuatu dari bawah kakinya. Huo Lang tidak mau berpikir apa-apa karena dia sadar Ho Chen pasti dapat membaca pikirannya.
Ho Chen mengangkat satu jarinya kemudian mengerakkan jarinya satu kali seperti menarik benang dengan jarinya.
"Ilmu jari Budha...!" Huo Lang mengetahui ilmu itu, namun dia terlambat untuk bergerak sehingga tubuhnya seperti di tarik kearah Ho Chen.
Saat tubuh Huo Lang bergerak kearah Ho Chen, Huo Lang melepaskan semburan lava dari mulutnya kearah Ho Chen. Namun salah satu garis emas di tangan Ho Chen bergerak keluar dan menghisap lava tersebut.
"Percuma kamu melawan karena semua serangan mu tidak akan berpengaruh kepadaku!" kata Ho Chen.
Huo Lang mulai panik karena tubuhnya terus bergerak kearah Ho Chen. Dia sadar jika ingin selamat maka dia membutuhkan ketiga mahluk lainnya untuk membantunya. Karena hanya menggabungkan serangan mereka berempat saja yang bisa mengimbangi kekuatan Dewa Agung, walau tidak bisa mengalahkannya.
Tubuh Huo Lang akhirnya sampai di hadapan Ho Chen, Huo Lang berusaha menyerang dengan sihir lava nya, akan tetapi pergelangan tangannya lebih dulu di pegang oleh Ho Chen.
Dalam satu tarikan nafas kemudian, lengan kanan Huo Lang terlepas dari tubuhnya. Huo Lang berteriak sangat keras sehingga teriakannya menghancurkan beberpa batu meteor yang beterbangan.
Ho Chen kini memegang leher Huo Lang dan berniat untuk melepaskan kepala Huo Lang, "Sebelumnya aku sudah memberimu penawaran dan kesempatan, namun sekarang penawaran itu sudah tidak ada lagi," kata Ho Chen.
Huo Lang yang panik karena takut mati langsung menyemburkan api dari mulut dan matanya, semburan tersebut adalah semburan lava yang baru ia serap dari energi api matahari, namun semburan lava tersebut bukan mengenai wajah Ho Chen melainkan berubah menjadi sebuah cahaya yang sangat terang.
Cahaya tersebut membuat Ho Chen menutup matanya dengan salah satu garis emas sebagai penghalang, di saat itu juga Huo Lang menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan diri dari cengkeraman tangan Ho Chen yang berada di lehernya dengan menggunakan tangan kirinya yang masih tersisa.
Huo Lang berhasil melepaskan dirinya, namun sebuah energi Es berbentuk pedang tiba-tiba menembus tubuh Huo Lang yang berusaha untuk menjauh dari Ho Chen.
Huo Lang mengerang kesakitan karena tusukan pedang yang terbuat dari Es tersebut menembus perutnya.
"Soal sebaiknya aku menggunakan itu saja untuk kabur!" kata Huo Lang yang didengar oleh Ho Chen.
"Jangan bodoh, memangnya kamu mau kabur kemana dengan kondisi seperti itu," kata Ho Chen kemudian Aura berwarna biru menyebar dari tubunya dan membentuk sebuah perisai pelindung yang sangat lebar dan mengurung Huo Lang bersama dengan dirinya.
Huo Lang yang mulai melemah mencabut pedang es yang menancap di perutnya kemudian membuangnya.
"Kamu tidak akan bisa keluar dari kurungan ini, sekarang terimalah ajalmu."
__ADS_1
Ho Chen menggerakkan tujuh garis emas yang berada ditubuhnya, ke tujuh garis emas tersebut berputar dan berniat mengikat tubuh Huo Lang.
Saat garis emas yang bergerak super cepat itu hampir melilit tubuh Huo Lang, tiba-tiba saja tubuh Huo Lang menghilang tanpa jejak.
!!?
"Trik apa lagi yang ia gunakan untuk kabur?"
Ho Chen merentangkan tangannya kemudian sebuah gelombang transparan menyebar ke berbagai penjuru.
Ho Chen memeriksa keberadaan Huo Lang dengan gelombang tersebut, namun anehnya dia tidak bisa menemukannya.
"Mungkin ini yang di katakan oleh Guru jika salah satu dari mereka memiliki kekuatan yang bisa menghilangkan tubuh mereka depan sekejap."
Ho pernah mendengar dari Cao Yuan gurunya, jika salah satu dari keempat mahluk memiliki kekuatan aneh, kekuatan tersebut dapat menyembunyikan tubuh mereka dalam waktu singkat, bahkan kekuatan Cao Yuan pun tidak bisa menemukan tubuh mereka.
"Jadi pemilik kekuatan itu adalah Huo Lang," gumam Ho Chen.
Sekarang dia sudah tahu jika salah satu dari keempat mahluk yang memilki kekuatan aneh tersebut ternyata adakah Huo Lang.
"Aku pasti akan menemukanmu kembali," kata Ho Chen kemudian dia menarik kembali Aura Kaisar nya.
"Ho Chen, apa kamu bertemu dengan salah satu dari mereka?"
Ho Chen berniat untuk berpindah tempat, namun sebuah suara menghentikannya, suaranya menggema di seluruh Alam semesta.
Ho Chen menoleh dan melihat ada sosok pria berumur 30 tahunan dengan rambut panjang sebagian rambutnya terikat keatas.
Sosok tersebut mengenakan baju Zirah berwarna hitam, dengan sebilah pedang besar tersarung di pinggang. Tubuh Sosok tersebut mengeluarkan Aura Kaisar.
"Benar Guru, aku bertemu dengan Huo Lang, namun dia berhasil lolos," kata Ho Chen.
Sosok tersebut adalah Jendral Dewa Perang Cao Yuan, dan dia adalah salah satu dari Jendral Dewa Perang yang ditugaskan untuk menghentikan kekacauan dari para mahluk tersebut.
"Kamu tidak perlu berkecil hati, aku saja juga sering kehilangan jejak mereka saat sedang berusaha untuk melenyapkan salah satu dari mereka, jadi wajar jika kamu juga tidak bisa membunuhnya," kata Dia Cao Yuan mengingatkan Ho Chen jika dirinya juga sering gagal ketika berhadapan dengan mereka.
Ho Chen tahu akan hal itu dan dia sama sekali tidak berkecil hati, hanya saja dia sedikit menyesal karena tidak berhasil membunuhnya, karena Huo Lang ternyata sangat cerdik.
"Cao Yuan, Ho Chen dengarkanlah...!"
__ADS_1
Saat Cao Yuan dan Ho Chen masih membicarakan akan lolosnya Huo Lang, terdengar suara perempuan yang begitu lembut dan halus, namun suaranya menggema keseluruh penjuru Alam Semesta.
Cao Yuan dan Ho Chen langsung mengenali suara tersebut, sosok pemilik suara tersebutlah yang telah mempertemukan Ho Chen dengan Cao Yuan.
Cao Yuan dan Ho Chen segera menunduk untuk memberi hormat, sebenarnya mereka ingin berlutut, namun posisi mereka saat ini bukanlah berada di atas tanah, melainkan sedang melayang di alam semesta.
"Dewi Seribu Tangan yang Welas Asih, terimalah hormat hamba ini!" kata mereka berdua.
Walau mereka belum melihat sosok yang mereka sebut sebagai Dewi Welas Asih, namun mereka tidak berani untuk tidak memberi hormat kepada sosok tersebut.
"San Chai.. San Chai! Aku terima tanda hormat kalian berdua!" suara tersebut kembali bersuara namun kali ini sosok tersebut mulai terlihat.
Tubuhnya sangat bercahaya terang, sosok tersebut seorang perempuan dengan mengenakan kain berwarna putih serta memegang sebuah botol yang berisi air dan daun Liu atau biasa di sebut daun Willow.
Sosok tersebut juga menaiki sebuah bunga teratai yang besar berwarna merah muda dan ada awan di bawah bunga teratai tersebut.
"Ho Chen, kelak jika kamu bertemu kembali dengan salah satu dari mereka ingat, jangan menyakatiki mereka, buatlah mereka sadar dan bujuk lah mereka untuk bertobat. Yang kamu lakukan tadi hanya membuat dia semakin sakit dan kebencian akan semakin menyelimuti hatinya.
Hati yang tertutupi kebencian akan menjadi gelap, dan hati yang gelap tidak akan pernah bisa menemukan jalan terang jika tidak ada yang menuntunnya," kata sosok Dewi tersebut.
"Maafkan atas sikap hamba yang terlalu terbawa suasana Dewi!" jawab Ho Chen yang masih membukukkan badannya.
"San Chai... San Chai! Setiap mahluk hidup berhak memiliki kesempatan untuk bertobat, jadi untuk saat ini aku memaklumi akan sikapmu itu, dan kedepannya kamu harus mengingat baik-baik pesanku ini!"
"Hamba akan mengingatnya Dewi," jawab Ho Chen namun hatinya masih merasa bimbang.
"Keraguan di hatimu hanya akan menambah hidupmu tidak tenang! Aku tahu She Long dan yang lainnya memilki hati yang sekeras batu, namun pada dasarnya mereka sebenarnya adalah mahluk yang baik dan penurut, hanya nafsu dan keserakahan saja yang membutakan hatinya, jadi tugas kami adalah mengingatkan dan menyadarkannya, kecuali dia memang sudah tidak mau lagi untuk bertobat, maka berilah mereka hukuman dan pastikan kamu tidak membunuhnya kecuali dalam keadaan terpaksa."
Ho Chen hanya bisa menuruti perkataan sang Dewi tersebut, sang Dewi tersebut memiliki banyak nama, dan bisa berubah wujudnya menjadi siapa saja dan apa saja.
Dulu Dewi tersebut berubah wujud ke bentuk seorang pria tua yang buta dan ahli dalam meramal seseorang. Dewi tersebut bernama Dewi Kwan im (Dewi Seribu Tangan) dia adalah sang Bodhisattva.
***
Dalam beberpa jam lagi tahun 2020 akan berganti menjadi Tahun 2021, semoga kehidupan di 2020 bisa menjadi guru untuk menjalani kehidupan di tahun 2021 yang akan segera tiba.
Dengan mempelajari apa saja yang sudah kita lalui di tahun 2020, harapan untuk 2021 semoga semakin baik, yang sakit semoga lekas sembuh, dan yang sedih semoga bisa mendapatkan kebahagiaan.
Jadi dengan ini saya hanya bisa mengucapkan selamat tahun baru 2021 untuk kalian semua.
__ADS_1