PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kisah Fan Yushen 2


__ADS_3

Fan Yuzhen berhasil mengalahkan jenderal tersebut, namun dia sendiri juga mengalami beberapa luka serius di tubuhnya.


Pertarungan tersebut dimenangkan oleh Kerajaan Angin Selatan, karena bantuan pasukan dari Kerajaan Angin Selatan tiba disaat Kerajaan Bumi Barat hampir memenangkan pertempuran.


Mau tidak mau pasukan Bumi Barat harus mundur karena tidak mungkin lagi bisa memenangkan pertempuran dengan sisa pasukan yang sudah terlihat kelelahan.


Setelah perang usai, Fan Yuzhen yang sudah diobati pergi menemui Li Xi Han, dia berlutut di hadapan Li Xi Han dan meminta maaf karena telah ikut berperang secara diam-diam sehingga membuat Li Xi Han harus kehilangan sebelah tangannya.


Ternyata Li Xi Han tidak marah, dia justru senang dan takjub akan perkembangan ilmu Fan Yuzhen.


Namun disisi lain, Fan Yuzhen justru merasa sedih, memang dirinya bertambah kuat saat pertarungannya dengan Jendral dari Angin Selatan, namun sekarang kekuatan tersebut menghilang.


Fan Yuzhen meminta ijin untuk pergi berkelana dan mencari pengalaman diluar, Li Xi Han tidak setuju akan itu, namun tekad Fan Yuzhen sudah bulat, dia ingin menjadi lebih kuat lagi dan kelak dia ingin membalas semua kebaikan Li Xi Han padanya.


Dengan berat hati, Li Xi Han pun mengijinkannya untuk pergi mencari pengalaman diluar, Li Yao juga ingin ikut Fan Yuzhen, namun Li Xi Han melarangnya, karena Li Yao masih terlalu kecil untuk ikut pergi berpetualang.


Fan Yuzhen mulai pergi melakukan petualangannya, semakin lama kekuatan dan pengalamannya semakin banyak setelah melewati berbagai pengalaman.


Setelah Fan Yuzhen berumur 22 tahun, dia bergabung dengan Sekte Bintang Selatan, sekte menengah aliran Putih yang berada di Kerajaan Angin Selatan.


Fan Yuzhen mulai mengembangkan ilmunya disana hingga berumur 30 tahun, dan Fan Yuzhen dijuluki Pendekar Raja Pedang Kematian, karena setiap musuh yang menjadi lawannya tidak pernah selamat jika bertarung dengannya.


Fan Yuzhen banyak menciptakan ilmu pedang baru dan melatih murid-murid disana dengan, selama 25 tahun berada di Sekte Bintang Selatan, Fan Yuzhen pergi menemui Li Xi Han di Kerajaan Bumi Barat, dan sesampainya disana, dia bertemu dengan Li Xi Han yang ternyata sudah Tua, sedangkan jabatan Jendral digantikan oleh salah satu saudara sepupunya.

__ADS_1


Li Yao juga sudah memiliki istri dan satu anak laki-laki, perkembangan Li Yao sedikit lebih lambat, karena di Akademi latihannya tidaklah terlalu membantu meningkatkan kekuatan Li Yao.


Li Yao pun akhirnya diberi arahan dan cara latihan yang benar, serta cara meningkatkan kekuatannya agar bisa berkembang lebih cepat, Li Yao sudah berumur 48 tahun, namun dia masih berada di Tingkat Pendekar Puncak tingkat 1, sedangkan Fan Yuzhen sudah berumur 55 tahun dan dia sudah menjadi Pendekar Sihir Elemen Alam.


Fan Yuzhen membantu meningkatkan kekuatan Li Yao selama satu tahun, dan setelah itu Li Xi Han meninggal, dan sebulan kemudian, Fan Yuzhen pun pergi kembali ke Sekte Bintang Selatan, sedangkan Li Yao terus berlatih dengan mengikuti arahan dari Fan Yuzhen.


Setibanya di Sekte Bintang Selatan, Fan Yuzhen di angkat menjadi Ketua sekte, dan sejak saat itu nama sekte tersebut dirubah menjadi Sekte Pedang Suci.


Dalam waktu 10 tahun, sekte Pedang Suci berhasil menjadi Sekte Besar aliran putih, dan Fan Yuzhen terus memimpin sekte tersebut hampir 100 tahun dan setelah itu dia mengundurkan diri dan memilih melakukan latihan tertutup karena Fan Yuzhen tidak mau terganggu oleh apapun saat sedang latihan.


Fan Yuzhen berhasil menjadi Pertapa setelah melakukan meditasi selama lebih dari 100 tahun. Tidak ada yang mengetahui jika Fan Yuzhen berhasil menjadi seorang Pendekar Pertapa.


Ketika Sekte Pedang Suci sudah mencapai puncak kejayaannya, dua sekte aliran hitam menyerang Sekte Pedang Suci. sekitar Lima sekte kecil dan menengah juga bergabung dan ikut menyerang.


Fan Yuzhen sangat geram melihat sekte yang dibangunnya selama lebih dari 100 tahun kini hancur, walau masih banyak anggota yang hidup namun banyak juga para pendekar yang berada di tingkat Awal dan Menengah gugur dalam penyerangan tersebut. Lima Pendekar Pilar pertahanan juga ikut gugur.


Tanpa banyak bicara, Fan Yuzhen membuat kurungan raksasa yang terbuat dari medan energi besar sehingga tidak satupun yang akan bisa keluar.


Tidak ada yang menduga jika mantan ketua Sekte Pedang Suci sudah menjadi Pertapa, sehingga mereka hanya bisa menyerang semampu mereka.


Kedatangan Fan Yuzhen berhasil membalikkan keadaan, bahkan tidak satupun dari anggota sekte Pedang Suci yang ikut bertarung, hanya Fan Yuzhen sendiri saja yang menyerang gabungan sekte tersebut, dan semuanya mati tanpa ada satupun yang berhasil selamat.


Sekte Pedang Suci kembali membangun ulang sekte mereka, sedangkan Li Yao yang mendengar kabar akan keberhasilan Fan Yuzhen menjadi Pertapa segera pergi ke Sekte Pedang Suci.

__ADS_1


Setelah lebih dari 200 tahun mereka berdua tidak bertemu, kini mereka kembali bertemu di Sekte Pedang Suci, Fan Yuzhen menjelaskan kepada ketua dan juga seluruh anggota sekte Pedang Suci bahwa Keluarga Li adalah keluarganya dan meminta seluruh penghuni Sekte Pedang Suci untuk tidak mengusik, jika bisa mereka harus menghormatinya.


Fan Yuzhen mengajarkan kepada Li Yao cara menembus tingkat Pertapa, saat itu Li Yao sudah mencapai tingkat Pendekar Sihir Elemen Alam, namun dia menemui jalan buntu untuk menembus tingkat Pertapa.


Secara pelan-pelan Fan Yuzhen mengajarkannya, namun Li Yao yang tidak sabar ingin segera menembus tingkat Pertapa memaksakan dirinya untuk menembus tingkat Pertapa hingga berujung fatal.


Li Yao bukannya hanya gagal menembus tingkat Pertapa, karena kesalahan praktik, dia harus mengalami cidera permanen. Yaitu seluruh tubuhnya lumpuh, dan semua ilmunya juga hilang.


Fan Yuzhen melakukan berbagai cara untuk menolong Li Yao, namun semua usahanya gagal, karena seluruh organ bagian dalam banyak yang hancur, dan urat-uratnya banyak yang sudah putus, sehingga jantungnya melemah dan tidak lagi memompa darahnya.


Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Li Yao berpesan kepada Fan Yuzhen untuk melindungi keluarganya, dan mendidik salah satu dari keturunannya agar bisa mencapai akan apa yang tidak bisa ia capai.


Setelah lumpuh selama dua bulan, Li Yao pun meninggal, dan dimakamkan di dekat kuburan Li Xi Han.


Dua Bulan kemudian, Fan Yuzhen kembali melanjutkan meditasinya dan dia meditasi selama lebih dari 20 tahun.


Fan Yuzhen terkejut ketika kembali merasakan energi milik Li Yao di Sekte Pedang Suci, dia bangkit dan pergi untuk melihat, apakah itu benar-benar Li Yao atau bukan.


Dan ternyata dia justru bertemu dengan keturunan Li Yao, yaitu Li Fang dan Li Chinmi yang saat ini sudah berdiri di hadapannya.


"Takdir, ini sudah takdir, masalah yang menimpa keluarga kalian adalah jalan takdir bagi salah satu dari kalian untuk diriku!" kata Fan Yuzhen membuat Li Fang dan Chinmi kebingungan.


Takdir yang dimaksud adalah permintaan Li Yao agar mendidik salah satu dari keturunannya agar bisa menjadi seorang Pertapa.

__ADS_1


__ADS_2