
Lian Cao hanya bisa melihat kearah perginya Xian Fai dari dalam rumahnya, "Sendirian lagi sekarang!" gumam Lian Cao.
Lian Cao meletakkan pil Daun Bunga Kristal pemberian Xian Fai dan menelan satu butir sehingga hanya tersisa satu butir di atas meja.
"Urghh.. Pahit..!"
Lian Cao menggerutu karena rasa pil tersebut sangatlah pahit, beruntungnya air minumnya berada di sampingnya sehingga dia langsung meminum air untuk menawar rasa pahitnya.
"Saudara Cao!"
Lian Cao yang masih merasakan pahit di seluruh rongga mulutnya segera menoleh kearah suara yang memanggilnya.
"Saudara Chinmi! Aku pikir kamu sudah melupakan ku!" kata Lian Cao ketika melihat Chinmi sudah berdiri di pintu rumahnya.
"Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu, namun aku terlalu sungguh sangat sibuk!" kata Chinmi kemudian dia menghampiri Lian Cao.
"Maafkan atas perkataan ku, aku lupa kalau kamu sekarang bukan lagi Chinmi yang dulu!" ucap Lian Cao.
"Apa yang kamu katakan, aku masih Chinmi yang sama! Ah sudahlah kita bicara yang lain saja! Aku dengar dari Xian Fai, kamu kedua kakimu patah? Apakah aku bisa memeriksanya?" tanya Chinmi.
"Apakah kamu mengerti akan dunia pengobatan?" Lian Cao justru balik bertanya.
"Tidak juga, namun aku akan mencobanya dulu!" kata Chinmi.
Lian Cao hanya bisa mengumpat dalam hatinya, menurutnya jika tabib saja tidak bisa, apalagi dengan Chinmi?.
"Saudara Cao, tidak ada salahnya mencoba bukan! aku tahu aku bukanlah seorang tabib, namun berilah aku kesempatan untuk membantumu!" kata Chinmi.
Lian Cao melongo mendengar perkataan Chinmi, "Apakah kamu mengetahui akan apa yang aku pikirkan?" tanya Lian Cao.
"Aku hanya menebaknya saja!" kata Chinmi kemudian dia memegang kaki Lian Cao.
Lian Cao hanya terdiam dan membiarkan Chinmi untuk memeriksanya, walau dia sendiri tidak terlalu banyak berharap.
"Emm.. Tulang kakimu ini bukan patah seperti biasa, namun ada beberapa tulang juga yang sudah retak parah, karena itu akan sangat sulit untuk mengobatinya dengan cara biasa!" kata Chinmi.
"Apakah kamu bisa mengobati kakiku ini?" tanya Lian Cao.
"Aku akan berusaha, namun sepertinya ini akan sedikit sakit, jadi tahanlah!" kata Chinmi sekaligus memegang kedua kaki Lian Cao.
Lian Cao sama sekali tidak mengerti apa yang Chinmi katakan, namun beberapa saat kemudian dia merasa hawa panas pada tulang-tulang kakinya.
"Saudara Chinmi, apa yang kamu lakukan, Argh..! Pa-panas sekali rasanya, hentikan..!" kata Lian Cao.
Dia terus memberontak dan berteriak, namun Chinmi tetap memegang kedua kakinya seolah-olah dia tidak mendengarkan teriakan kesakitan Lian Cao.
Chinmi mengalirkan energi elemen Api dan mengalirkannya ke tulang-tulang Lian Cao. Chinmi melakukan hal yang sama ketika dia membangun kembali tulang-tulang nya yang pernah hancur ketika membangun Pondasi Tulang nya.
Jika dia saja bisa memulihkan tulang-tulang sendiri yang hancur dengan mudah, apalagi hanya tulang Lian Cao yang patah.
Teriakan Lian Cao terdengar hingga dua ratus meter jauhnya sehingga Lian Mei yang sedang bersama dengan Yue Yin dan Mu Liyi bisa mendengarnya.
Lian Mei segera berlari pulang dan di susul oleh Yue Yin dan Mu Liyi, Lian Mei jelas mengenali suara Lian Cao sehingga dia merasa sesuatu terjadi padanya.
"Saudara Cao, tahanlah! Ini tidak akan lama!" kata Chinmi kemudian dia menambahkan tingkat panas dari energi api nya.
Nyatanya Lian Cao tetap tidak mampu menahannya sehingga teriakan yang memekakkan telinga semakin terdengar lebih keras.
Sedikit demi sedikit, tulang yang patah mulai menyatu sehingga menambah rasa sakit yang lebih hebat, namun Chinmi tidak juga menghentikan nya dan justru semakin menambah panas energi nya.
__ADS_1
Krakkk!"
Suara tulang yang seperti berbenturan terdengar dari kaki Lian Cao, sedangkan Lian Cao sudah tidak lagi berteriak, bukan karena tidak sakit, melainkan karena suaranya sudah parau.
Lian Cao hanya bisa merapatkan gigi nya menahan rasa sakit tersebut, dan keringat membasahi seluruh tubuhnya.
"Sudah selesai! Sekarang aku akan menghilangkan rasa sakitnya!" kata Chinmi kemudian dia mengalirkan energi Es untuk mendinginkan tulang Lian Cao yang sudah menyatu agar tidak terasa sakit lagi.
Kini rasa panas yang di rasakan oleh Lian Cao berubah menjadi dingin, dan rasa sakitnya mulai mereda sebelum akhirnya tidak lagi terasa.
"Sekarang tulang kakimu sudah kembali utuh, coba kamu gerakkan!" kata Chinmi.
Lian Cao yang sudah tidak merasakan sakit lagi sedikit tidak percaya, dia merasa tidak mungkin kakinya akan bisa sembuh hanya karena di alirkan energi oleh Chinmi.
Namun dia tetap penasaran dan mencoba menggerak-gerakkan kakinya. Lian Cao terkejut karena dia bisa mengerakkan telapak kakinya.
"Aku bisa mengerakkan nya! Saudara Chinmi, lihat aku sudah bisa menggerakkan kakiku!" kata Lian Cao yang terlihat mulai senang.
"Kalau begitu cobalah kamu turunkan kakimu, cobalah untuk berjalan!" kata Chinmi.
"Baik-baik, aku akan mencobanya!" kata Lian Cao.
Dia segera menurunkan kakinya dari kursi dan telapak kakinya mulai menyentuh lantai rumahnya.
Dia mulai bangkit secara perlahan-lahan, setelah bisa berdiri tegak, dia mengangkat satu kakinya dan maju satu langkah ke depan secara perlahan.
Karena sudah Dua bulan tidak berjalan, Lian Cao terlihat kaku saat mulai melangkah dan berjalan.
"Aku..! Aku sudah bisa berjalan lagi!" kata Lian Cao kemudian dia kembali berjalan secara perlahan-lahan.
"Saudara Chinmi, aku sungguh merasa berhutang padamu! Terima kasih karena saudara Chinmi sudah membantuku, maaf sebelumnya karena telah meragukan mu tadi!" kata Lian Cao yang tidak menutupi rasa keterkejutannya.
"Lian Cao! Kenapa kamu berteriak, ada apa dengan mu?" Lian Mei datang dari arah pintu dan melihat Lian Cao sedang berdiri dengan seorang pemuda seumuran dengan kakaknya.
"Apa yang terjadi padamu Lian Cao? Apakah kamu sudah bisa berjalan?" tanya Yue Yin, dia juga melihat pemuda yang berdiri di hadapan Lian Cao.
"Mei'er, Nona Yue Yin! Lihat aku sudah bisa berjalan, dan aku sudah pulih sepenuhnya, lihatlah!" kata Lian Cao dengan berjalan kearah mereka.
Lian Mei merasa senang melihat kakak nya ternyata sudah sembuh sepenuhnya, "Aku tahu dan aku merasa senang! Akan tetapi, kenapa kamu bisa sembuh secepat ini? Dimana Xian Fai, bukankah dia tadi bersamamu?" tanya Lian Mei.
Yue Yin tidak memperhatikan Lian Cao yang sudah bisa berjalan, dia justru menatap kearah Chinmi, Yue Yin sudah lama tidak pernah bertemu dengan Chinmi sehingga dia lupa jika yang berada dihadapannya adalah Chinmi.
"Aku bisa berjalan karena di tolong oleh Saudara Chinmi, namun jika Xian Fai...!"
Yue Yin dan Lian Mei terkejut ketika Lian Cao mengatakan jika yang menolongnya adalah Chinmi, mereka berdua langsung menatap kearah Chinmi yang hanya berdiri diam dengan tersenyum hangat kearah mereka.
"Nona Yue Yin, Lian Mei! Lama tidak bertemu, maaf aku tadi meminta saudara Xian Fai untuk mengantarkan tamuku untuk menemui ketua Ji, mereka adalah dua senior dan empat jendral dari Kerajaan Angin Selatan!" kata Chinmi yang tidak melihat rasa keterkejutan mereka berdua.
"Kau..! Setelah sekian lama kamu pergi meninggalkan kami, sekarang kamu datang dan hanya meminta maaf begitu saja?" kata Yue Yin.
"Nona Yue Yin, maafkan aku, aku memiliki tugas penting, karena itu aku tidak sempat datang kesini menjenguk kalian!" kata Chinmi dengan nada menyesal.
Berbeda dengan mereka semua, Mu Liyi justru terkejut ketika Chinmi menyebut keempat Jendral dari Kerajaan Angin Selatan.
"Kau bilang tadi ada empat Jendral dari Kerajaan Angin Selatan?" tanya Mu Liyi memotong pembicaraan mereka.
Chinmi melihat kearah Mu Liyi, dia bisa mengetahui apa yang ada dipikiran Mu Liyi, "Tuan Putri, maaf aku tidak mengenalimu sebelumnya!" kata Chinmi.
Mereka semua menoleh kearah Chinmi dan juga Mu Liyi, mereka semua termasuk Mu Liyi terkejut karena Chinmi mengenali Mu Liyi.
__ADS_1
"Aku belum memperkenalkan diriku padamu, kenapa kamu bisa mengetahui jika aku adalah putri Raja Shao?" tanya Mu Liyi.
"Benar sekali, bagaimana kamu bisa mengenalinya?" Yue Yin juga ikut bertanya.
"Kenapa aku harus tidak mengenali seorang Tuan Putri, dari pakaiannya saja sudah bisa ditebak jika dia adalah seorang Tuan Putri, selain dari dua putri dari dua Kerajaan, apa lagi Tuan putri lainnya!" kata Chinmi.
Mereka semua terdiam, memang yang hanya ada dua Tuan Putri di seluruh kerajaan, yaitu Kerajaan Angin Selatan dan Kerajaan Bumi Barat.
Namun sebenarnya itu hanya jawaban dari alasan Chinmi, karena sebenarnya dia mengetahuinya dari pikiran Mu Liyi.
"Nona Yue Yin, aku akan pergi menemui para Jendral!" kata Mu Liyi kemudian dia segera pergi kearah kediaman Ji Long.
"Dari pada kita berdiri disini, bagaimana kalau kita juga kesana?" kata Chinmi.
Yue Yin kembali menatap Chinmi, "Apakah kamu mau menghindari kemarahan kami?" tanya Yue Yin.
"Tidak, bukan itu maksud ku, di sana tidak hanya ada ke empat Jendral saja, melainkan disana juga ada dua temanku, bukankah tidak baik jika aku membiarkan mereka begitu saja? Jika kalian ingin aku menjelaskan sesuatu, nanti setelah urusan Tuan Putri sudah selesai!" kata Chinmi.
"Aku akan pegang janjimu, jadi setelah masalah Tuan Putri sudah selesai nanti, aku akan menagih janjimu!" kata Yue Yin.
Lian Cao dan Lian Mei hanya sama-sama memandang keduanya secara bergantian tanpa ada yang berani memotong pembicaraan ke duanya.
"Satu masalah muncul lagi! Kini aku harus menuruti keinginan mereka," batin Chinmi dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah, aku akan menepati janjiku! Sekarang mari kita kesana," kata Chinmi.
Lian Cao dan Lian Mei hanya menggerakkan bahu mereka ketika Yue Yin menatap kearah mereka berdua, dan mereka semua segera pergi menuju ke kediaman Ji Long.
***
Xian Fai sudah berada di kediaman Ji Long, dia membawa Feng Ying dan yang lainnya untuk menemui ketua sekte, namun tenyata Ji Long berada di bangunan utama sekte.
Xian Fai segera menunju kesana dan disana tenyata sudah ada Yong Chun, Wang Shing, dan para Pendekar pilar pertahanan.
"Xian Fai, siapa mereka itu, kenapa mereka datang bersamamu?" tanya Yong Chun.
"Ketua Ji dan semuanya, saya di suruh oleh Chinmi mengantarkan mereka untuk menemui ketua Ji!" kata Xian Fai.
"Chinmi katamu? Apakah dia datang kesini, dan dimana dia sekarang?" tanya Ji Long.
"Saudara Chinmi sekarang sedang berada di rumah Lian Cao, karena itu saya di minta untuk membawa mereka untuk menemui Ketua!" Jawab Xian Fai.
"Maafkan kami ketua Ji, kami berempat sebenarnya adalah para Jendral dari Kerajaan Angin Selatan yang berhasil selamat, kedatangan kami kesini untuk menanyakan keberadaan Tuan Putri Mu Liyi!" kata Tio Li mewakili ketiga Jendral lainnya.
"Dari mana kalian mengetahui jika Mu Liyi berada di sini?" tanya Ji Long.
"Senior ini dan Pendekar Naga Langit yang memberi tahu kami!" jawab Tio Li sekaligus menjelaskan jika Feng Ying yang juga memberi tahu dirinya.
Feng Ying dan Hanzi hanya diam, mereka hanya melihat ke seluruh rungan pertemuan tersebut.
"Begitu rupanya! Jadi siapakah kalian berdua?" kini Ji Long bertanya kepada Feng Ying dan Hanzi.
"Kami adalah teman Chinmi!" jawab Hanzi dengan singkat tanpa memperkenalkan diri.
"Bagaimana Tuan mengetahui jika Tuan Putri Mu Liyi berada di sekte kami?" Ji Sang yang duduk di bersama dengan para pendekar Pilar juga ikut bertanya.
"Aku memiliki kekuatan yang dapat melihat apapun dari jauh, jadi sejauh apapun orang yang di cari berada, aku dan juga Chinmi akan dengan mudah menemukannya," jawab Feng Ying.
"Tuan, bukannya kami tidak percaya, namu. jika tanpa kehadiran Chinmi sendiri, kami sulit untuk mempercayai kalian, walau kalian sudah memberikan penjelasan akan siapa sebenarnya kalian!" kata Ji Long.
__ADS_1
Ji Long tidak mau tergesa-gesa untuk mempercayai mereka, saat ini keberadaan Mu Liyi adalah sebuah kerahasiaan yang harus di jaga, walau ada empat Jendral dari Kerajaan Angin Selatan sekalipun, namun Ji Long tetap harus memastikan terlebih dahulu.
Hanya Chinmi yang dia percaya saat ini sehingga dia lebih memilih menunggu kedatangan Chinmi terlebih dahulu.