
***
"Bagaimanapun caranya, aku menginginkan gadis itu hidup atau mati!"
"Ba-baik Tu-tuan!"
Di Kerajaan Angin Selatan, Panglima Gajah sedang duduk di kursi Raja Shao, kakinya beralaskan dua orang prajurit Kerajaan Angin Selatan sediri dengan posisi tubuh tengkurap.
"Panglima Gajah, kenapa kamu begitu antusias menginginkan gadis itu? Jangan bilang jika kamu menginginkan tubuhnya?" Panglima Elang berbicara dengan mengemil semangkok daging mentah yang masih segar.
"Pertanyaanmu itu sangat bodoh, bukankah kamu tahu sendiri jika aku sangat menyukai gadis muda? Aku saja tidak mengurusi dirimu yang entah apa yang kamu makan itu sekarang," kata Panglima Gajah.
"Emm... Ini? Apa kamu mau? Ini enak sekali!" kata panglima Elang dengan menyodorkan sepotong daging kepada Panglima Gajah.
"Untuk apa aku makan bangkai mentah, lebih baik aku meminum darah perawan yang aku nodai sendiri!" kata Panglima Gajah.
"Bukankah itu sama saja?" gumam Panglima Elang.
Kedua prajurit yang menjadi alas pijakan Panglima Gajah hanya bisa menelan ludah dengan keringat mulai membasahi keningnya saat Panglima Gajah lebih menyukai meminum darah perawan yang sudah ia nodai sendiri.
Jika Panglima Gajah saja memiliki selera yang mengerikan seperti itu, apa lagi dengan panglima Elang? Itu yang terbesit di pikiran mereka berdua, mereka mulai berasumsi jika yang di makan oleh Panglima Elang pastilah bukan daging mentah biasa.
"Tuan, kami sudah mencari di sekitar istana, namun kami tidak menemukan keberadaan Tuan Putri!" kata salah satu Prajurit memberi laporan.
Panglima Gajah bangkit dengan menghela nafas panjang kemudian melangkah mendekati prajurit tersebut dengan menginjak tubuh prajurit yang masih tengkurap.
Kedua prajurit tersebut hanya bisa meringis menahan rasa sakit saat diinjak oleh Panglima Gajah yang tubuhnya sangatlah berat.
"Apa kamu sudah memastikan nya lagi?" tanya Panglima Gajah setalah berada di dekat prajurit yang melapor tersebut.
"Su-sudah Tuan!" jawab Prajurit tersebut dengan gugup karena dia merasa takut.
"Seharian ini kamu sudah sangat lelah karena mencari gadis itu! Aku akan menyuruh yang lainnya dan kamu bisa beristirahat!" kata Panglima Gajah.
Prajurit tersebut bernafas lega karena merasa dia memiliki sisi baik dibalik kekejamannya.
"Terima kasih tu..!"
Krakkk!!!
Prajurit tersebut belum sempat menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja tangan Panglima Gajah sudah lebih dulu memutar kepala prajurit tersebut hingga lehernya patah dan dia tewas seketika itu juga di tempat itu.
"Kamu bisa istirahat di alam baka!" kata Panglima Gajah dengan menyilangkan kedua tangannya di belakang.
"Siapa lagi yang ingin memberikan laporan ke tidak berhasilan kalian? Jika ada panggil kesini karena aku akan mengistirahatkan nya!" seru Panglima Gajah.
"Panglima, sebaiknya Panglima menyuruh para jendral yang kita tahan itu untuk mencari di sekte-sekte aliran hitam, karena aku yakin jika anak Shao Ming itu berlindung di sekte aliran hitam yang menjadi sekutu Shao Ming," kata Mao Tse.
"Lakukan saja Mao, aku berikan tugas ini kepada para Jendral, namun katakan pada mereka untuk datang membawa gadis muda lainnya agar kedatangan mereka nantinya tidak sia-sia!" kaya Panglima Gajah.
"Baik Panglima!" kata Mao Tse kemudian dia segera pergi menuju ke penjara tempat para Jendral di tahan.
"Kalian keempat Jendral lemah, Panglima akan mengampuni kalian dan akan membiarkan kalian tetap hidup, namun dengan syarat! Kalian harus mencari dan menangkap Putri Shao Ming!" kata Mao Tse.
Keempat jendral yang sedang terikat rantai hanya saling berpandangan, mereka merasa ragu untuk menuruti keinginan kedua Panglima tersebut.
"Kami tidak mungkin menghianati Kerajaan kami, dan kami juga menolak untuk pergi memburu Tuan Putri!" kata Xio Tao.
"Apakah kalian yakin? Aku beri kalian kesempatan waktu tiga hari, jika kalian tetap pada pendirian kalian, maka jangan menyesal jika kalian akan membusuk di penjara," kata Mao Tse kemudian pergi sambil tertawa.
"Manusia iblis! Walau aku harus mati membusuk di dalam penjara ini, aku tidak akan sudi menuruti perintah mereka!" gerutu Lun Xinxi.
"Raja Shao sudah sangat percaya pada mereka, namun mereka membalas kepercayaan mereka dengan penghianatan!" kata Xie Ying.
"Aku sangat ingin membunuh Zu Chin, dia juga salah satu penghianat yang selama ini berlindung di Kerajaan ini!" Tio Li ikut buka suara dan mengutarakan kekesalannya.
"Kalian bertiga, kita tidak boleh membiarkan Kerajaan ini jatuh ke tangan mereka!" kata Lun Xinxi.
__ADS_1
"Saudari Lun, kami juga tidak ingin hal itu terjadi, namun kita bisa berbuat apa?" kata Xio Tao.
"Jendral Xio, aku memiliki rencana! Kita setujui saja keinginan Panglima itu untuk mencari Tuan Putri, setelah kita menemukannya, kita bawa Tuan Putri ketempat yang lebih aman untuk menyusun rencana selanjutnya!" kata Lun Xinxi.
Secara singkat Lun Xinxi ingin mengumpulkan kekuatan dan mencari bala bantuan. Jika suatu saat nanti kekuatan mereka sudah cukup, maka mereka akan berusaha untuk merebut kembali Kerajaan dan akan mengangkat Mu Liyi sebagai pengganti Raja Shao, walau Lun Xinxi yakin akan sangat sulit untuk menemukan bala bantuan.
"Yang di katakan oleh Lun Xinxi ada benarnya, ini juga demi melindungi Tuan Putri, dan ini akan menjadi misi sekaligus tugas kita untuk menunjukkan kesetiaan kita pada Tuan Putri Mu Liyi!" kata Tio Li.
"Berpura-pura menurut! Aku harap ini tidak akan mengancam keselamatan Tuan Putri," gumam Xio Tao.
"Baiklah kita sudah sepakat untuk menuruti panglima itu demi melindungi Tuan Putri Mu Liyi, dan apapun yang akan terjadi nantinya, kita akan bersama-sama menghadapi ancaman ini!" kata Lun Xinxi.
Semuanya setuju untuk melakukan rencana tersebut, sekarang yang ada dipikiran mereka bagaimana caranya meminta bantuan kepada ketiga Kerajaan lainnya, walau sedikit ragu namun demi keselamatan seluruh Benua Daratan Tengah, maka mereka harus berani dan mengajak ketiga Kerajaan lainnya untuk bekerja sama mengusir para kelompok Panglima Gajah dan seluruh anggotanya.
***
Di dunia ciptaan Lio Long, Qie Yin berhasil menembus tingkat puncak Raja Alam setelah berlatih selama empat bulan di dunia tersebut dalam bimbingan Yinfei.
"Yin'er, sekarang kekuatanmu sudah sama dengan kekuatan Lang Yu pengawal setia Xi Liyi, sekarang aku akan mencari cara agar kamu bisa menembus ketingkat Dewa!" kata Yinfei.
Kekuatan Qie Yin berada di puncak Raja Alam yang artinya sudah mencapai ke tingkat keabadian dalam waktu singkat.
Kini Yinfei yakin jika Qie Yin memang benar-benar reinkarnasi dari Dewi Kegelapan yang di ceritakan oleh Dewi Bai Ying.
"Guru, menurut ku kekuatan ini sepertinya sudah cukup untuk melindungi diriku, jadi tidak mungkin Naga Batu itu akan bisa mencuci ingatanku lagi!" kata Qie Yin.
"Tidak juga Yin'er, aku sudah melihatnya sendiri seperti apa kekuatan dari Naga Batu itu, sekarang kekuatannya lebih besar dari kekuatannya yang dulu!" jawab Yinfei dengan menggelengkan kepalanya.
"Jadi apa yang harus aku lakukan agar bisa mencapai ketingkat Dewa?" tanya Qie Yin.
"Itulah masalahnya, aku sama sekali belum mengetahuinya, jadi sebaiknya kita menunggu kedatangan Ho Chen dan Chinmi, aku yakin Ho Chen pasti mengetahui sesuatu! Tapi ngomong-ngomong tentang Chinmi, bagaiamana kabar latihannya sekarang?"
Empat bulan sudah sejak Ho Chen dan Chinmi pergi meninggalkan dunia ciptaan Lio Long, tidak satupun dari mereka yang mengetahui kabar mereka berdua.
"Senior, aku mendapatkan pesan dari Lang Yu!" Lio Long muncul di samping Qie Yin membuat Qie Yin kaget namun hanya sesaat.
"Pesan dari Lang Yu, Apa pesannya?" tanya Yinfei.
"Benarkah? Jadi di dunia Chinmi juga ada manusia yang berhasil menembus tingkat Raja Alam, apakah manusia itu juga sudah mencapai tingkat keabadian?" tanya Yinfei.
"Tidak ada, hanya awal tingkat Raja Alam saja, namun namun di tempat lain dan masih di dunia yang sama, manusia yang memiliki kekuatan Raja Alam juga lumanayan banyak jumlahnya," kata Lio Long.
"Guru, ijinkan aku kembali, aku yakin mereka pasti para sekutu She Chin!" kata Qie Yin.
Yinfei menatap Qie Yin kemudian dia menggelengkan kepala, "Aku tidak mau membuat kesalahan lagi, apapun yang terjadi kamu tidak boleh meningkatkan tempat ini sebelum mencapai ketingkat Dewa!" kata Yinfei.
"Benar sekali Nona Yin, sebaiknya kamu dengarkan kata-kata senior Yinfei, karena jika sampai kamu tidak menurut dan memaksa pergi, maka Ho Chen pasti akan menyalahkan kami!" kata Lio Long.
"Tapi senior saat ini dunia ku dalam masalah besar!" kata Qie Yin.
"Kamu tenang saja, aku akan pergi menjemput murid ku dan aku akan memintanya membawa semua teman-teman nya pergi melindungi daerah mu!" kata Yinfei.
Lio Long mengerutkan dahinya, dia tidak mengerti siapa yang di maksud oleh Yinfei, "Siapa yang senior maksud?" tanya Lio Long.
"Kamu tidak mengenalnya Lio Long, dia adalah Hanzi, dan aku juga akan meminta gurunya Ho Chen juga ikut serta menjaga wilayah Chinmi sekaligus melindungi keluarganya." kata Yinfei.
"Maksudmu mereka itu akan datang dari Galaxi tempat Ho Chen menuju ke galaxi ini?" tanya Lio Long.
Jika yang di maksud adalah manusia yang berasal dari galaxi yang sama, namun yang akan datang justru dari galaxi lain dan yang terlebih lagi, mereka akan datang demi melindungi dunia lain.
"Lio Long, semua mahluk hidup di alam semesta wajib menjaga keseimbangan Alam semesta. Apakah kamu tahu jika Ho Chen juga memiliki seorang teman yang kekuatannya setara dengan dirimu?" tanya Yinfei.
Lio Long menggelengkan kepala, dia jelas tidak akan tahu akan siapa teman-teman Ho Chen guru maupun keluarga nya.
"Ho Chen memiliki teman yang di juluki Raja Dewa Api, dulu dia mendapatkan kekuatan keabadian dan berhasil menembus ketingkat Dewa karena kekuatan dari Tiga Raja Iblis yang menyatu dengan tubuhnya, walau tidak sekuat dirimu, namun kekuatan cukup untuk melindungi satu dunia dan menjaga dunianya dalam kedamaian!" kata Yinfei.
"Jika benar demikian berarti masih ada manusia lain yang kemungkinan juga bisa memiliki kekuatan Dewa!" kata Lio Long.
__ADS_1
"Itu pasti karena semua itu sudah menjadi suratan langit! Sudahlah aku akan pergi sebentar, jadi aku minta padamu untuk tetap disini dan menuggu ku kembali," kata Yinfei kepada Qie Yin.
"Baik Guru, aku berjanji akan menunggu tetap disini sampai guru kembali!" kata Qie Yin.
Yinfei mengangguk kemudian tiga garis muncul di dahinya dan lingkaran emas di belakang kepalanya juga mulai terlihat.
"Aku pergi dulu!" kata Yinfei kemudian dia menjentikkan jarinya dan menghilang begitu saja.
"Tadi itu tanda apa?" tanya Qie Yin yang terkejut melihat cahaya emas dari tubuh Qie Yin dan juga lingkaran emas yang memiliki beberapa ujung runcing di setiap pinggirnya.
"Itu adalah kekuatan Dewa Abadi, kami semua memilikinya," kata Lio Long kemudian dia juga menunjukkannya kepada Qie Yin.
Jika mereka mengaktifkan kekuatan dewa tersebut, maka kecepatan dan kekuatan mereka akan berkali-kali lipat.
Karena jarak galaxi tempat dunia Ho Chen sangat jauh, Yinfei menggunakan kekuatan Dewa nya untuk bisa sampai dengan cepat.
"Menakjubkan..!" seru Qie Yin yang sangat takjub dengan kekuatan Lio Long.
Dia merasa seluruh alam seperti berhenti ketika Lio Long mengaktifkan kekuatannya, bahkan langit seolah-olah juga berubah warna, dan kekuatan yang tidak bisa diukur seberapa besarnya juga sangat terasa, andai tidak ada aura emas yang menutupi tubuh Lio Long, mungkin dunia yang ia ciptakan akan hancur.
"Apakah Chinmi juga akan bisa melakukannya?" tanya Qie Yin.
"Tentu saja, namun jika dia sudah mencapai ketingkat Dewa Abadi!" jawab Lio Long.
Qie Yin sangat yakin jika Chinmi pasti bisa menembus tingkat Dewa Abadi seperti mereka, dan dia juga bertekad akan berusaha untuk menembusnya juga.
***
Di dunia Alam Dewa, Chinmi sudah menyerap lebih dari setengah qi dari Bola Nirwana tersebut dan dua garis emas tegak lurus terlihat di kening Chinmi.
Sudah empat bulan mereka berada di sana, sedangkan Chinmi butuh waktu beberapa waktu lagi untuk bisa menembus tingkat Dewa Abadi.
"Chinmi, sekarang kekuatan mu sudah meningkat, hanya tinggal satu garis lagi untuk bisa menyelesaikannya!" kata Ho Chen.
Chinmi saat ini sedang berusaha membiasakan diri dengan kekuatan barunya, dia dapat merasakan qi dalan dantian nya yang serasa penuh.
"Senior, sepertinya dengan kekuatan ini saja, aku sudah merasa tidak terkalahkan!" kata Chinmi.
Ho Chen tertawa kecil kemudian dia mengarahkan telunjuknya kepada Chinmi, "Sebaiknya kamu jangan merasa yakin dulu, jika kamu bisa menahan serangan jariku, maka aku akan mengakui kekuatan mu yang belum sempurna itu!" kata Ho Chen.
Chinmi menelan ludah nya, walau dia merasa sangat kuat, namun dia juga sadar jika kekuatan nya masih jauh untuk bisa mengimbangi kekuatan Ho Chen.
"Senior, aku hanya bercanda!" kata Chinmi.
"Kamu bilang bercanda, namun aku menganggapnya serius," jawab Ho Chen.
"Senior...!" Chinmi tidak menduga jika ucapannya.
"Jangan salah paham, aku hanya ingin mengajakmu berlatih tanding, ini juga sebagai pelajaran bagimu agar bisa mengendalikan kekuatanmu dengan benar!" kata Ho Chen yang mengetahui akan apa yang Chinmi pikirkan.
"Baiklah senior, namun senior jangan menggunakan kekuatan penuh senior!" kata Chinmi.
"Tidak-tidak aku tidak akan menggunakan seluruh kekuatanku, mungkin aku hanya menggunakan sedikit saja!" kata Ho Chen.
Chinmi hanya tersenyum kecut dan kemudian dia segera maju menyerang Ho Chen dengan kekuatan penuh, sedangkan Ho Chen hanya berdiri dengan mengangkat satu jari telunjuknya.
"Pukulan Tangan Logam."
Chinmi mengarahkan pukulan yang sudah berubah menjadi besi dan mengarahkan dengan sangat kuat kepada Ho Chen.
Tannnk!!!
Suara benturan yang sangat keras terdengar memekakkan telinga ketika pukulan Chinmi membentur ujung jari telunjuk Ho Chen.
Chinmi terpental mundur dan dia melihat jari Ho Chen yang juga berubah menjadi jari logam.
"Ini adalah jari Logam Semesta, dan ini hanya sedikit dari seluruh kekuatan ku!" kata Ho Chen.
__ADS_1
"Apanya yang sedikit!" batin Chinmi.
Menurutnya kekuatan Ho Chen masih terasa sangat besar walau hanya satu jarinya saja, namun Chinmi akan kembali mencoba menyerang Ho Chen dengan ilmu sihirnya.