PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kedua perasaan


__ADS_3

***


Chinmi berhasil menekan dan mengendalikan Energi Hitam milik Qie Yin dan kemudian dia kembali menyentuh kening Qie Yin yang saat ini sedang tidak sadarkan diri dan berada di rangkulan Chinmi.


Butuh waktu cukup lama bagi Chinmi untuk melepaskan Segel She Long, namun semuanya membuahkan hasil karena Chinmi berhasil mengeluarkan Segel tersebut.


Aura merah keluar dari hidung dan mulut Qie Yin, Aura tersebut adalah Segel Api milik She Long yang berhasil Chinmi keluarkan, namun Qie Yin masih tetap tidak sadarkan diri.


Warna hitam di bibir dan kuku nya juga mulai memudar hingga semuanya berubah warna menjadi normal seperti semula.


"Qie Yin..!" panggil Chinmi dengan suara pelan di telinga Qie Yin, namun Qie Yin tetap tidak terbangun sehingga Chinmi terpaksa tetap merangkulnya dan menunggu Qie Yin tersadar sendiri.


Chinmi duduk sambil merangkul tubuh Qie Yin cukup lama, saking lamanya menunggu Qie Yin tersadar, Chinmi pun ketiduran dan menyandarkan kepalanya di kepala Qie Yin.


Chinmi jarang sekali tidur kecuali dalam keadaan letih, di tambah lagi semenjak dia pergi mengikuti Cao Yuan, dia belum pernah tidur bahkan hingga dia kembali lagi ke rumahnya.


Setelah cukup lama berada di sana, secara perlahan-lahan Qie Yin membuka matanya, dan secara sayup-sayup dia bisa melihat dengan jelas jika dirinya sedang berada di pelukan Chinmi yang juga tertidur.


"Chinmi..! Setelah sekian lama, baru kali kamu memelukku, walau sebelumnya aku sempat tidak mengenalimu karena segel She Long," batin Qie Yin kemudian dia memeluk tubuh Chinmi lebih erat sehingga membuat Chinmi juga terbangun dari tidurnya.


"Qie Yin! Kau sudah sadar?" tanya Chinmi.


Qie Yin melepaskan pelukannya sekaligus mengangguk, "Berkat dirimu aku sudah berhasil mengingat semuanya dan segel yang selalu membuat kepalaku sakit juga sudah tidak ada lagi! Terima kasih," kata Qie Yin.


"Kau adalah teman ku! Apa kau lupa dengan janjiku dulu padamu? Apapun yang terjadi aku akan melindungimu!" kata Chinmi.


"Aku percaya padamu! Namun jika hanya sebagai teman kenapa kamu harus segitu nya ingin menolongku? Bukankah aku ini hanya salah satu teman dari semua teman-teman yang kamu miliki?" tanya Qie Yin.


"Iya! Ah tidak! Maksud ku iya! Kau mungkin adalah salah satu temanku, namun aku akan memperlakukan semua teman-teman ku seperti ini, namun lebih utama adalah dirimu!" kata Chinmi yang merasa gugup.


"Diriku? Kenapa diriku lebih utama dari yang lain?" tanya Qie Yin.


"Qie Yin maafkan aku! Mungkin sebelumnya aku tidak mengerti akan semua ini, baik itu soal perasaan maupun tentang hubungan apapun! Namun seiring dengan berjalannya waktu akhirnya aku mengerti akan semuanya!"


"Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Qie Yin.


Chinmi terdiam sejenak, dia ragu untuk mengatakan akan kejujuran hatinya sendiri jika dirinya sebenarnya sangat mencintai Qie Yin.


"Apa pertanyaan ku barusan sangat memberatkan mu?" Qie Yin kembali bertanya.


Jantung Chinmi semkin berdetak lebih cepat, baru kali ini dia merasakan ketakutan, takut jika perasaan nya yang akan di sampaikan akan di tolak oleh Qie Yin.


Chinmi menarik nafas lebih panjang sebelum akhinya dia memberanikan diri untuk jujur dan menyampaikan semua perasaan nya kepada Qie Yin.


"Qie Yin, aku tidak tahu bagaimana perasaanmu padaku, apakah perasaan mu sama dengan yang aku alami saat ini?"


"Memangnya seperti apa perasaanmu padaku?" Qie Yin bertanya sekaligus mendekatkan wajahnya ke wajah Chinmi sehingga membuat Chinmi semakin berkeringat dingin.


Chinmi jadi salah tingkah sendiri, tangannya mulai basah karena keringat dingin nya, "Apapun itu aku harus mengatakannya, harus!" batin Chinmi berusaha menyemangati dirinya sendiri.


"Qie Yin, selama ini aku tidak sadar jika sebenarnya aku sudah lama mencintai mu, dan aku juga tidak tahu apakah kau juga memiliki perasaan yang sama seperti yang aku rasakan saat ini atau tidak!"


"Apakah kamu ingin bertanya atau hanya ingin menyampaikan saja?"


"Aku menyampikan! Tidak aku bertanya akan perasaan mu padaku!" jawab Chinmi.


"Aku sudah lama menunggu kata-kata ini darimu, dulu aku sangat berharap kamu mau mengatakannya, namun setelah She Long mengubahku, maka perasaan itu pun juga hilang!" kata Qie Yin.


Jantung Chinmi rasanya ingin berhenti berdetak saat Qie Yin berkata demikian, "Jadi artinya kau menolak...!"


"Jangan salah paham dulu! Aku masih belum mengatakan nya padamu!" kata Qie Yin memotong perkataan Chinmi.

__ADS_1


"Saat She Long menyegel semua ingatanku, kau tahu bayangan siapa yang lebih dulu terlihat? Bayangan akan dirimu, dan sekarang perasaan itu kembali lagi padaku!"


Mata Chinmi melebar mendengar perkataan Qie Yin, walau belum jelas namun arah dari penjelasan Qie Yin adalah menerima perasaan Chinmi.


Chinmi membalikan tubuh Qie Yin agar menghadap kearahnya kemudian memegang kedua pundak Qie Yin.


"Apakah kamu tidak sedang mempermainkan perasaanku?" tanya Chinmi untuk memastikannya.


"Aku mungkin pernah menjadi orang jahat, namun aku tidak pernah berbohong kepada siapapun, apalagi tentang perasanku ini padamu!" jawab Qie Yin.


Chinmi dengan cepat memeluk tubuh Qie Yin sedangkan Qie Yin yang belum siap dengan cara sigap Chinmi yang secara tiba-tiba.


Qie Yin tersenyum dan merasa hatinya lebih tenang dan perasaannya yang selama ini di simpan dan di pendam akhirnya mendapatkan jawabannya secara langsung.


Chinmi sudah menyampaikan semua akan perasaannya, dan itu sudah cukup bagi Qie Yin karena yang dia inginkan saat ini hanyalah Chinmi, selain Chinmi tidak ada lagi orang yang mengerti akan dirinya di tambah lagi dia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia.


"Sebaiknya kita segera kembali ke dunia kita!" kata Chinmi.


"Tunggu dulu, sebelum kita kembali, aku ingin mamastikan sesuatu terlebih dahulu!" kata Qie Yin.


Qie Yin ingin memastikan apakah kekuatan nya masih ada atau ikut hilang bersamaan dengan terlepasnya segel She Long.


Qie Yin melepaskan energinya dan secara perlahan aura hitam mulai keluar dari tubuhnya dan kemudian tanda garis hitam di dahi Qie Yin muncul dan ada bulatan hitam bagai gerhana bulan di belakang kepala Qie Yin.


Energi Pelindung buatan Chinmi sangat kuat dan mampu meredam sesuatu yang dapat menghancurkan seluruh dunia.


Chinmi sengaja membuat itu karena khawatir energi hitam yang mengendalikan tubuh Qie Yin akan memberontak, dan tenyata itu memang benar.


Beruntungnya Chinmi berhasil menekan aura hitam tersebut tanpa membuat kerusakan apapun di dunia angin tersebut.


Bagaimanapun Chinmi adalah Dewa Pelindung Alam semesta, jadi sudah tugas Chinmi untuk melindungi seluruh Alam Semesta dari kehancuran.


Ternyata kekuatan Qie Yin sama sekali tidak berkurang, dan justru lebih kuat dari sebelumnya, dan sekarang Qie Yin bisa menggunakan kekuatan Kegelapan tanpa harus memiliki perubahan apapun seperti kuku dan bibirnya yang menghitam.


Chinmi mengangguk kemudian dia menggandeng tangan Qie Yin dan setelah itu dia dan Qie Yin menghilang dari Dunia tersebut dan secara bersamaan energi pelindungnya juga ikut menghilang.


***


"Senior Lio Long, apakah di semua tempat sudah di cari?" Xi Liyi bertanya sekaligus ikut mencari keberadaan Qie Yin.


"Kenapa kamu bertanya lagi? Bukankah kita sudah mencari Qie Yin dan Chinmi bersama-sama? Jika kamu sendiri tidak bisa menemukanya, apalagi denganku!"


"Ini semua gara-gara kamu Xi Liyi!"


"Kenapa Senior Yinfei menyalahkan Tuan Putri?"


"Karena dia yang meminta kami untuk pergi meninggalkan Qie Yin dan Chinmi, sekarang mereka tidak ada di manapun!" kata Yinfei sambil menunjuk kearah Xi Liyi.


"Iya aku sadar aku yang salah, namun aku melakukan semua itu agar mereka bisa berbicara berdua saja tanpa ada lalat yang mengganggunya!" kata Xi Liyi.


"Kamu pikir kami ini hama?" Lio Long bersuara geram.


"Apa gunanya berdebat terus seperti ini? Sebaiknya kita fokus mencari mereka dulu mengingat besok sudah waktunya bagi Qie Yin untuk pergi ke acara pertemuan itu!" kata Lang Yu sehingga membuat mereka semua terdiam.


"Aku yakin pasti Chinmi yang mengajak Qie Yin ke suatu tempat yang tidak bisa kita lihat maupun kita lacak!" kata Lio Long.


"Jika memang begitu tidak masalah, bagaimana jika She Long yang datang dan membawa mereka berdua?" kata Yinfei.


"Senior, kau tidak tahu jika sekarang Chinmi sudah bukan Chinmi yang dulu lagi, dia memiliki kekuatan yang di sembunyikan dari kita semua, dan pastinya dia memiliki kekuatan yang melampaui kita semua!" kata Lio Long.


"Kalau aku baru akan percaya jika melihatnya secara langsung!" kata Xi Liyi.

__ADS_1


"Kita coba cari di Alam Semesta saja, siapa tahu Chinmi dan Qie Yin berada di dunia lain!" kata Lang Yu memberi saran.


"Saran mu patut di coba Jendral Lang Yu, kalau begitu ayo kita cari di luar angkasa!" kata Xi Liyi kemudian di setujui oleh yang lainnya.


Mereka ingin segera pergi untuk mencari keberadaan Qie Yin dan Chinmi yang sudah sehari semalam menghilang, namun belum sempat mereka beranjak pergi, hembusan angin tiba-tiba muncul dan angin tersebut mulai membentuk sebuah Pusaran dan dalam waktu singkat saja Qie Yin dan Chinmi muncul dari pusaran angin tersebut.


"Akhirnya kalian datang juga! Baru saja kami akan...!?" Lio Long menghentikan perkataanya saat melihat wajah Qie Yin yang kembali normal seperti sebelum menjadi Dewi Kegelapan.


"Qie Yin! Apakah ingatanmu sudah kembali sepenuhnya?" tanya Yinfei.


Qie Yin tersenyum lembut kemudian menjawab nya, "Benar Senior! Sekarang ingatanku sudah kembali semuanya dan apa yang aku inginkan sekarang sudah aku dapatkan!" kata Qie Yin.


"Em..!? Apa maksudmu? Jangan-jangan!" Xi Liyi yang mulai merasa curiga.


"Senior Xi Liyi tidak perlu bertanya lagi, aku yakin senior pasti sudah tahu!" kata Qie Yin.


Xi Liyi tersenyum lebar mendengar hal itu, sedangkan Yinfei dan Lio Long butuh waktu untuk bisa memahaminya.


"Chinmi..! Apakah yang di katakan oleh Qie Yin itu benar?" tanya Lio Long sedangkan Yinfei dan Lang Yu juga mendekat karena penasaran ingin mendengarnya secara langsung dari Chinmi.


"Aku harus jawab apa? Bukankah Qie Yin sudah menjelaskannya!" kata Chinmi.


"Kalau begitu tidak lama lagi akan ada acara pernikahan di sini!" kata Lio Long dengan senyum lebarnya.


"Senior Lio, kami memang sama-sama saling mencintai, namun jika untuk acara pernikahan, sebaiknya itu di pikirkan setelah berhasil mengalahkan musuh terbesar kita terlebih dahulu!" kata Chinmi.


"Sampai kapan? Bagaimana jika waktunya sangat lama? Bisa-bisa kalian tidak jadi menikah!" kata Lang Yu.


"Kalian tidak perlu khawatir, setelah Senior Ho Chen datang, maka kita akan segera mencari She Long dan aku tahu di mana dia berada saat ini!" kata Chinmi sekaligus menatap kearah timur.


"Jadi kamu tahu dimana She Long berada saat ini?" tanya Yinfei.


"Aku tahu namun aku tidak akan langsung menyerangnya mengingat banyaknya manusia disana!" kata Chinmi.


"Kalau begitu kita pancing dia agar keluar dari tempat itu!" kata Lio Long.


"Sulit senior, butuh rencana yang matang agar tidak ada korban jiwa nantinya dan nanti aku butuh bantuan dari senior Ho Chen?" kata Chinmi.


"Baiklah aku akan menunggu, kabarkan nanti padaku kapan kita akan menyerangnya!" kata Lio Long kemudian dia sendiri juga melangkah pergi.


"Ayo kita masuk kedalam, mungkin saat ini Tuan Putri Xi Liyi dan Qie Yin sedang membahas akan pertemuan Qie Yin di Sekte Pulau Seribu Bunga!" kata Lang Yu.


"Pertemuan apa?" tanya Chinmi.


"Pertemuan membahas Sekte ini sekaligus akan di nobatkan sebagai Sekte apa nantinya!" kata Yinfei.


"Emm.. Menarik! Kalau begitu siapa saja yang akan pergi kesana?" tanya Chinmi sekaligus berjalan kearah pintu masuk.


"Yang akan pergi adalah Qie Yin dan Lang Yu!" kata Yinfei.


"Kalua begitu aku juga ikut kesana! Aku yakin disana pasti sangat menarik!" kata Chinmi.


"Kau mau pergi apa karena sudah tidak mau berpisah lagi dengan Qie Yin?" tanya Yinfei.


"Iya itu adalah salah satunya!" jawab Chinmi dengan tenang.


Sekarang kedua perasaan sudah sama-sama mengatahui satu sama lain dan pastinya mereka akan selalu bersama.


Chinmi dan yang lainnya segera masuk kedalam ruang pertemuan disana, dan Chinmi bisa melihat jika di dalam aula pertemuan juga ada dua Pemimpin Hewan Iblis sedang berdiri di samping kiri dan kanan Qie Yin.


***

__ADS_1


Semalam saya sedang sakit, dan malam ini pun masih belum sembuh namun tetap akan berusaha untuk tetap update walau hanya sedikit!


__ADS_2