
***
Yinfei, Lio Long, Xi Liyi dan Lang Yu sempat tidak mengetahui jika Qie Yin sudah pergi, namun mereka segera tersadar setelah merasakan ada empat kekuatan Alam Dewa sedang berada di tempat yang sama.
Baik Yinfei maupun yang lainnya sama-sama memiliki kekuatan Mata Dewa sehingga tidak sulit bagi mereka untuk mengetahui akan apa yang sedang terjadi.
"Kenapa Qie Yin berada di sana?" tanya Xi Liyi.
"Mungkin saja dia menggunakan ilmu ruang waktu!" jawab Lio Long.
"Tentu saja dia menggunakan ilmu ruang waktu, kekuatannya saja berada di atas kita semua!" kata Yinfei.
"Lalu bagaimana selanjutnya? Apa kita akan menjemput nya?" tanya Lang Yu.
"Tidak perlu, selama dia masih bisa mengendalikan dirinya, maka biarkan saja! Lagi pula lawannya hanya dua siluman berkekuatan Alam Dewa, jadi kita lihat saja sekaligus menjaganya dari jauh!" kata Yinfei.
"Bagaimana kalau She Long menemukannya?" tanya Xi Liyi.
"Sekarang ingatan Qie Yin sudah mulai kembali, aku yakin She Long sekalipun sudah tidak bisa lagi mempengaruhinya! Dari segi kekuatan, jelas She Long tidak akan bisa mencelakai Qie Yin," kata Yinfei.
"Walau begitu kita tidak boleh lengah bukan? She Long itu sangat licik, dia pasti akan menggunakan berbagai cara untuk bisa mempengaruhi Qie Yin kembali!" kata Lio Long.
"Kalau begitu jangan pernah lengah, terus awasi dia. Jika She Long dan Singa Hitam muncul, maka kita juga harus segera berada di samping Qie Yin," kata Yinfei.
"Apakah kita akan mengawasinya dari sini?" tanya Xi Liyi.
"Disini saja, kenapa harus kesana, bisa-bisa Qie Yin menyadarinya!" jawab Yinfei.
"Terserah kamu saja, lagi pula di antara kami, hanya kamu yang paling senior!" kata Lio Long yang menyerahkan semuanya kepada Yinfei.
Mereka berempat sama-sama mengawasi Qie Yin dari rumah Li Xiang. Menurut Yinfei mengawasi Qie Yin dari jarak dekat hanya akan membuat Qie Yin tidak bisa leluasa melakukan tugasnya untuk mencari akan masa lalunya.
Mereka sama sekali tidak melepaskan pengawasan mereka, yang mereka lihat,Qie Yin sedang terbang bersama dua Hewan Iblis menuju kearah Kerajaan Bumi Barat.
Tidak lama kemudian Qie Yin di hadang oleh Empat manusia berkekuatan Pertapa atau Alam Dewa.
Dan sejauh ini tidak ada sesuatu yang mengancam Qie Yin, bahkan kedua Hewan Iblis sampai bersujud di hadapan Qie Yin pertanda jika kedua Hewan Iblis itu bersedia menjadi pengikutnya.
***
Di Sekte Kalajengking Merah, She Chin datang bersama dengan Lima Hewan Iblis, salah satunya adalah Lan Lang yang membawa Ming Zai.
Mereka semua turun di depan Sekte, dan terlihat She Long dan Ye Shi juga berada disana menunggu kedatangan mereka.
"She Chin, kemana Huo Shizi dan Huo She? Kenapa mereka tidak datang bersama kalian?" tanya She Long.
"Mereka berdua sedang berhadapan dengan Jendral yang melindungi Pemuda ini!" jawab She Chin.
Lan Lang meletakkan Ming Zai yang masih tidak sadarkan diri di hadapan She Long, "Apa manusia memiliki sifat yang aku inginkan?" tanya She Long.
"Semuanya ada padanya Tuan!" jawab She Chin.
"Emm..! Aku akan memeriksa Akar Roh nya terlebih dahulu!" kata She Long kemudian dia menyentuh tangan Ming Zai.
"Hahahaha...! Akhirnya aku akan memiliki tubuh manusia, dan kekuatanku akan segera kembali!" kata She Long dengan tertawa lantang.
"Selamat Tuan, semoga tuan semakin bertambah kuat!" kata She Chin.
Ke Lima Hewan Iblis semuanya menundukkan kepala sebagai tanda Hormat sekaligus memberi selamat kepada She Long.
Tawa She Long tiba-tiba berhenti, dia mulai menatap tubuh Ming Zai, dan dia terlihat seperti kebingungan.
"Tapi bagaimana caranya? Ye Shi bagaimana cara menyatukan ku dengan tubuh manusia ini?" tanya She Long.
"Itu sangat mudah, namun butuh waktu dan juga harus ada yang melindungi mu saat kamu sedang melakukan penyatuan tubuh nanti!" kata Ye Shi.
"Itu artinya kita tidak bisa melakukan pertukaran Tubuh di dunia ini!" kata She Long.
"Benar sekali She Long, sebaiknya kita pindah dari dunia ini! Jika sampai Cao Yuan dan para Manusia berkekuatan Dewa itu mengetahui ini, mereka pasti akan berusaha menghentikan mu dan siapa yang bisa menghentikan Cao Yuan dan muridnya itu?" kata Ye Shi.
"Benar juga! Kalau begitu secapatnya kita pergi dari sini!" kata She Long.
Mereka ingin mengangkat tubuh Ming Zai, namun tiba-tiba saja Ming Zai terbangun dari pingsannya.
"Dimana ini?" tanya Ming Zai yang belum melihat She Long dan Ye Shi sekaligus Lima Hewan Iblis di dekatnya.
Setelah beberapa saat barulah Ming Zai melihat She Long dan Hewan Iblis lainnya, "Hewan Iblis? Pergi kalian!" kata Ming Zai yang mulai bangkit dan berniat kabur.
She Chin menghadangnya dan memegang tangan Ming Zai yang ingin lari, "Aku sudah susah payah membawa dirimu kesini, dan sekarang kamu ingin lari? Coba saja kalau kamu mampu melepaskan diri dari ku!" kata She Chin.
"Lepaskan diriku, jika tidak..!"
"Jika tidak kau mau apa?" tanya She Chin yang memotong perkataan Ming Zai.
"Jika tidak kalian akan aku bakar!" kata Ming Zai.
"Hohoho..! Silahkan kamu coba!" kata She Chin kemudian dia melepaskan pegangannya.
"Kalian yang meminta ini!" kata Ming Zai kemudian dia membuat sihir Elemen Api nya di telapak tangannya.
She Long tersenyum melihat itu, dia ingin melihat sekuat apa tubuh Ming Zai yang akan menjadi calon wadah untuk nya.
"Sihir Api - Lautan Api."
Ming Zai mengangkat kedua tangannya keatas dan kemudian api di kedua telapak tangannya membesar dan menyebar keberbagai arah.
"Manarik!" kata She Long kemudian dia menyerap semua api di telapak tangan Ming Zai masuk ke mulutnya.
"Apa..! Dia menyerap api ku kedalam mulutnya! Bagaimana dia melakukannya?" kata Ming Zai yang melihat She Long dengan perasaan tidak percaya.
"Aku sangat menyukaimu, aku jadi tidak sabar ingin segera menggunakan tubuhmu itu untukku!" kata She Long dengan tertawa keras.
"Menggunakan tubuh ku? Apa maksudnya Mahluk itu?" tanya Ming Zai yang terkejut saat mendengar perkataan She Long.
__ADS_1
"Kau seharusnya bersyukur karena tubuh mu terpilih untuk menjadi wadah Tuan She Long!" kata She Chin.
"Apa? Maksudmu tubuhku akan dia gunakan olehnya?" tanya Ming Zai.
"Benar! Jadi bersiaplah dan nikmati sisa hidup mu sekarang!" kata She Chin.
"Tidak Aku tidak mau! Aku ingin pulang," kata Ming Zai yang mulai panik.
"Terlalu banyak bicara. She Chin bunuh dia sekarang, namun jangan sampai tubuhnya rusak!" kata She Long.
Ming Zai mendengar itu semakin ketakutan, dia menggunakan ilmu meringankan tubuh nya untuk pergi menyelematkan diri dari She Chin, namun Para Hewan Iblis menghalanginya.
She Chin muncul di hadapannya dan kemudian mencekik leher Ming Zai dengan erat sehingga Ming Zai kesulitan untuk bernafas dan mulutnya terbuka berusaha menarik nafas.
"Telan lah Pil Pelepas Jiwa ini!" kata She Chin kemudian dia memasukkan pil berwarna merah ke mulut Ming Zai kemudian dia melepaskan cekikan nya.
"Apa yang kau.. Masuk..kan..!"
Ming Zai sudah menelan pil tersebut sehingga dia berusaha ingin mengeluarkannya dengan berbagai cara.
"Itu adalah Pil Pelepas Jiwa, kamu tidak akan bisa mengeluarkannya karena Pil itu akan langsung larut saat terkena air dan akhirnya dengan sangat cepat akan tercerna, namun tenang saja, kamu tidak akan lama merasakan sakit menjelanag kematian mu!" kata She Chin.
Pil Pelepas Jiwa adalah jenis pil racun yang mampu membunuh mahluk hidup hanya dalam waktu singkat.
Jika seseorang di minum kan Pil tersebut maka yang akan dirasakan oleh orang itu adalah sesak nafas karena paru-paru akan berhenti berfungsi dan kemudian jantung juga akan ikut berhenti berdetak dan kemudian orang tersebut akan mati dengan sangat cepat.
Begitu juga yang di rasakan oleh Ming Zai saat ini, Mata Ming Zai melotot karena dia benar-benar tidak bisa bernafas, dia teringat ibunya yang berada di istana, namun setelah itu semua ingatannya menghilang, setelah itu tubuhnya mulai kejang-kejang hingga beberapa saat sebelum akhirnya dia terdiam tidak bergerak.
"Jika saja aku tahu dia harus di bunuh dulu, mungkin sudah sejak tadi dia aku bunuh!" batin She Chin sambil menatap tubuh Ming Zai yang sudah mati.
"Ayo kita pergi sekarang!" kata She Long mengajak Ye Shi.
"Baiklah!"
Ye Shi mengangkat jasad Ming Zai dan kemudian membuat lingkaran portal nya.
"She Chin dan kalian semua, rahasiakan akan kepergian ku ini jika ada yang berusaha bertanya kepada kalian, aku tidak mau jika nanti Cao Yuan akan mengejar ku dengan portalnya juga!" kata She Long berpesan kepada mereka agar kerahasian akan kemana dia pergi membawa tubuh Ming Zai.
"Baik Tuan!" jawab She Chin dengan singkat sekaligus menundukkan kepala nya.
"Aku pergi dulu!"
She Long masuk kedalam lingkaran Portal menyusul Ye Shi dan kemudian portal tersebut menutup.
"Selesai sudah tugas kita, dan akhirnya kita bisa istirahat!" kata She Chin yang bernafas lega.
"She Chin, Huo Shizi dan Huo She belum juga kembali, seharusnya mereka berdua bisa mengatasi manusia api itu dengan cepat!" kata Rubah Putih.
"Tunggu saja Baihu, aku yakin mereka akan segera datang! Sekarang aku ingin istirahat dulu di dalam," kata She Chin kemudian dia mulai melangkah untuk masuk kedalam.
"She Chin...! Aku datang untuk menuntut balas padamu!"
She Chin yang ingin masuk kedalam bangunan segera berhenti saat mendengar suara perempuan yang terdengar menggema ke seluruh wilayah.
Kelima Hewan Iblis juga terkejut akan suara tersebut, mereka semua mencari pemilik suara tersebut namun tidak menemukan siapapun.
"Apa kamu sudah lupa dengan suaraku ini?" kata suara tersebut yang masih menggema.
She Chin terdiam sejenak, dia berusaha mengenali pemilik suara tersebut dan setelah beberapa saat barulah dia ingat siapa pemiliknya suara tersebut.
"Tidak mungkin? Apa dia itu..?"
"Bagaimana? Sekarang kau pasti sudah tahu akan maksud kedatanganku kesini bukan!" kata suara tersebut.
Keringat dingin mulai muncul di dahi She Chin, dia yakin jika suara tersebut adalah suara Qie Yin, dia mencari ke seluruh tempat, namun tidak berhasil menemukan Qie Yin.
"Bukankah seharusnya dia sudah lupa akan semuanya? Kenapa dia masih ingat padaku yang sudah membunuh kedua orang tuanya?" batin She Chin.
"Ini sangat berbahaya, sebelum dia datang kesini, sebaiknya aku harus segera pergi!"
She Chin berniat melangkahkan kakinya namun mendadak gravitasi meningkat secara drastis dan She Chin sama sekali tidak bisa bergerak, begitu juga dengan para pemimpin Hewan Iblis.
"Ke-kekuatan sama sekali ti-tidak bisa menetralkan ini!" gumam She Chin yang saat ini sudah jatuh berlutut.
Seluruh Sekte Kalajengking Merah mulai bergetar dan banyak para anggota murid Sekte yang jatuh tidak sadarkan diri.
She Chin dan para Pemimpin Hewan Iblis sama-sama menoleh keatas dan mereka melihat ada tujuh sosok yang turun secara perlahan dari langit.
Karena matahari tepat berada di atas mereka, semuanya tidak bisa melihat dengan akan siapa yang turun dari langit itu.
Setalah mereka bertujuh sudah berada cukup rendah, barulah She Chin dan para pemimpin Hewan Iblis bisa melihat mereka dengan jelas.
"Qi-Qie Yin dan para Pertapa!" kata She Chin yang terkejut yang dilihatnya adalah benar-benar Qie Yin.
She Chin hanya bisa menelan ludahnya, dia tidak menduga kekuatan Qie Yin sungguh sangat berbeda jauh dari yang ia ingat saat terakhir kali dia bertemu dengan mantan anak angkatnya itu.
"Huo Shizi, Huo She! Kenapa kalian berdua datang bersama dengan mereka?" tanya salah satu pemimpin Hewan Iblis.
"Maafkan aku Hei Lang, aku dan Huo She saat ini sudah menjadi pengikut Dewi Kegelapan!" jawab Huo Shizi.
"Kalian berdua sudah berani menghianati Pimpinan She Long!" kata Seekor Beruang Putih.
"Kami tidak memiliki pilihan lain Bai Xiong!" jawab Huo She.
Di belakang Qie Yin, Bing Mei dan para Pertapa lainnya sungguh tidak menduga jika Qie Yin memilki kekuatan yang melebihi kekuatan mereka berempat.
"Kekuatannya sebesar ini! Andai saja dia masih jahat dan tadi aku tetap berusaha ingin menyerangnya, pasti aku akan di kalahkan olehnya dengan sangat mudah!" batin Qie Yin.
Kini dia tahu kenapa Qie Yin dengan sangat mudahnya menepis Ilmu Tapak Es nya dengan sangat mudah.
Bing Mei tidak tahu jika saat ini kekuatan yang Qie Yin keluarkan hanya seperdua dari kekuatannya yang sebenarnya.
"Gadis misterius! Sebenarnya seberapa besar kekuatan mu yang sesungguhnya?" batin Bing Mei.
__ADS_1
"Kalian berdua diamlah!" kata Qie Yin menegur Huo Shizi dan Huo She yang sejak tadi saling berdebat dengan para pemimpin Hewan Iblis lainnya.
"Maafkan kami Dewi, namun mereka itu!"
"Aku bilang diam!" kata Qie Yin menegur mereka sekali lagi dengan nada dingin.
"Baik Dewi!" kata Mereka berdua dengan kepala menunduk.
Qie Yin menatap She Chin yang tidak bisa bergerak sama sekali dengan tatapan penuh kebencian, walau dia belum mengingat sepenuhnya akan sosok She Chin, namun hanya dengan sekali lihat saja dia sudah yakin jika She Chin bukanlah orang baik.
"She Chin, Sudah tidak ada jalan lari lagi untuk mu! Jadi inilah hari dimana kau harus membayar semua yang sudah kamu lakukan pada orang tuaku!" kata Qie Yin kemudian dia turun dan berhenti di samping She Chin.
"Qi-Qie Yin! Ma-maafkan aku, tolong jangan bunuh aku! Aku ini adalah orang tua angkat mu, dan aku juga yang mengajarimu ilmu sihir debu!" kata She Chin.
"Kau yang mengajari sihir elemen debu ku, dan sihir ini juga yang akan mencabut nyawamu!" kata Qie Yin kemudian debu dari berbagai arah terbang kearahnya.
"Aku ingin kamu tersiksa dan menderita sebelum mati!" kata Qie Yin kemudian dia membuat ribuan jarum pasir yang sangat kecil dan halus.
She Chin sendiri diam-diam mengeluarkan botol kecil dari balik jubahnya, dia berniat memberikan Asap Racun Merah kepada Qie Yin agar tubuh Qie Yin terbakar.
Namun She Chin tidak tahu jika Qie Yin kebal terhadap segala jenis racun, dan itu terbukti saat She Chin membuka tutup botolnya dan menggerakkan asap merah kepada Qie Yin.
Tubuh Qie Yin sama sekali tidak terbakar, bahkan asap tersebut justru diserap oleh Qie Yin.
"Apa kamu pikir racun mu ini akan bisa membunuhku? Bukannya mengakui kesalahan malah semakin menunjukkan topeng hitam mu! Sekarang pergilah ke neraka dan tebus dosa-dosa mu disana!"
"Sihir Jarum Debu Penghancur tubuh."
Ribuan jarum pasir segera menghujani tubuh She Chin, namun ternyata jarum tersebut tidak mempu menembus dan mengenai tubuh She Chin.
She Chin baru tersadar jika dirinya memiliki pusaka Pedang Ekor Naga milik She Long, Pedang tersebut lah yang menciptakan pelindung untuknya.
"Kamu masih memiliki benda lain, biar aku lihat apakah benda itu bisa menahan ini."
Debu-debu yang masih berterbangan berubah warna menjadi hitam dan berubah menjadi jarum berukuran sama seperti sebelumnya.
"Jika kamu berani, lepaskan energi tekanan ini, kita bertarung secara adil!" kata She Chin.
Qie Yin membatalkan sihir Debu Hitam nya setelah mendengar perkataan She Chin, "Kau ingin bertarung denganku secara adil? Baiklah, aku ingin melihat sekuat apakah guru pertamaku ini! Owh salah Ayah angkat ku!" kata Qie Yin kemudian dia menarik aura hitam yang menekan seluruh wilayah Sekte Kalajengking Merah.
She Chin dan kelima Hewan Iblis bisa bernafas lega, Kelima Pemimpin Hewan Iblis segera melepaskan kekuatan mereka ingin bertarung melawan Bing Mei dan para pertapa lainnya.
Sedangkan Huo Shizi dan Huo She bingung harus berpihak pada siapa, mereka berdua berada di tengah-tengah sambil melihat kearah kelima rekanya dan kemudian melihat kearah Bing Mei dan ketiga Pertapa yang kini juga melepaskan energi mereka.
"Huo Shizi! Bagaimana ini? Apakah kita akan membantu teman-teman kita, atau justru melawan mereka?" tanya Huo She.
"Kamu bertanya padaku? Aku sendiri juga bingung!" jawab Huo Shizi.
"Kalian berdua, bantu Saudari Bing Mei dan yang lainnya! Jangan sampai mereka terluka oleh teman-teman kalian itu!" kata Qie Yin yang tiba-tiba saja berbicara kepada Huo Shizi dan Huo She.
Huo Shizi dan Huo She saling berpandangan, kini mereka harus menuruti Qie Yin sehingga mau tidak mau mereka harus bertarung menghadapi teman mereka sendiri.
"Kalian berdua benar-benar bukan teman yang setia, mulai saat ini, kami sudah tidak mengakui kalian berdua sebagai bagian dari kami, dan kalian berdua sudah tidak berhak menjadi pemimpin Pasukan kami lagi!" kata seekor Kera raksasa.
"Jika demikian baiklah, dengan secara terpaksa kami akan bergabung dengan manusia!" jawab Huo Shizi.
"Teman jadi Lawan! Baiklah ayo kita mulai saja pertarungan ini!" kata Baihu namun belum selesai dia berbicara, sebuah energi es datang menghantam tubuhnya.
"Kau akan menjadi lawan ku Rubah Jelek! Kau harus mati di tangan ku!" kata Bing Mei yang saat ini tubuhnya sudah diselimuti Kabut Putih yang sangat dingin.
"Em.. Aku ingat wajah itu, jika tidak salah kamu yang berada di wilayah beku itu bukan? Seingatku aku sudah membunuh wajah yang mirip dengan mu itu!" kata Baihu yang mengingat wajah Bing Mei.
"Kau sudah mengakuinya, jadi kamu sudah tahu bukan kenapa aku ingin kamu mati di tanganku?" kata Bing Mei.
"Hahahaha! Ayo maju, aku ingin tahu sekuat apa kamu sekarang! Perlu kamu tahu juga, butuh kekuatan kalian berempat untuk bisa mengalahkan ku!" kata Baihu.
Qie Yin ingin menjawab namun Xie Wen menepuk pundaknya, "Yang dikatakannya benar Bing'er, jadi jangan gegabah dan jangan cepat tersulut emosi!" kata Xie Wen.
"Tapi guru..!"
"Bing'er, aku tahu seperti apa perasaanmu saat ini, namun lihat, disini tidak hanya ada rubah itu saja!" kata Xie Wen.
Bing Mei menatap kelima Pemimpin Hewan Iblis lainnya, dia sudah terbakar dendam sehingga lupa jika di sana tidak hanya ada Baihu saja.
"Jangan takut, sekarang kami berada di pihak kalian!" kata Huo Shizi dan Huo She.
"Masih kurang! walau kalian berdua sudah berada di pihak kami, namun itu masih belum cukup untuk melawan mereka semua!" kata Wu Tong.
"Aku ini Singa Api! Pemimpin Hewan Iblis terkuat dari mereka semua!" kata Huo Shizi.
"Apa kamu sanggup bertarung Empat lawan satu?" tanya Wu Tong.
"Kalau soal itu...!" Huo Shizi kesulitan untuk bicara.
"Kenapa diam?" tanya Wu Tong.
Mereka masih saling berhadap-hadapan tanpa ada satupun yang menyerang sedangkan She Chin sudah menyerang Qie Yin dengan Pedang Ekor Naga nya.
"Racun Asap Hijau."
She Chin melepaskan gas berwarna hijau yang fungsinya untuk membutakan mata sekaligus memberikan serangan tebasan Pedang Ekor Naga nya.
Energi Api yang sangat kuat keluar dari Pedang She Chin dan kemudian menciptakan energi tebasan api yang sangat panas kearah Qie Yin.
Api tersebut justru menjadi hitam saat menyentuh tubuh Qie Yin dan kemudian terserap kedalam tubuh Qie Yin.
"Pedang mu memiliki energi yang aku inginkan, jadi aku tidak perlu repot-repot mencari energi jahat untuk aku serap, dan energi mu juga sangat aku ingin kan," kata Qie Yin.
She Chin tidak mengerti akan apa yang Qie Yin katakan, dia juga tidak tahu jika Qie Yin dapat merasakan energi jahat pemberian She Long yang memang sengaja di berikan kepada She Chin.
Energi tersebut sebenarnya khusus untuk diberikan kepada Qie Yin, namun saat ini Qie Yin justru menemukannya sendiri.
She Chin yang kembali bergerak dan ingin maju menyerang Qie Yin mendadak merasakan hal aneh keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
"I-ini energi ku! Kenapa energi ku keluar sendiri?" batin She Chin yang merasa jika energinya mulai berkurang.
Dia melihat Energi Pedang Ekor Naga dan energi nya bergerak kearah Qie Yin seolah-olah Qie Yin menyerap nya, dan itu memang benar.