
"Benarkah..?" Feng Ying dan yang lainnya terkejut setelah mendengar cerita dari Qiao Ho. Saat ini bagi Feng Ying sangat mudah untuk mengalahkan seorang pendekar Tingkat Alam Dewa, namun dengan munculnya Siluman yang memiliki kekuatan Alam Dewa sangatlah mengejutkannya.
"Bagaimana dengan pihak kekaisaran sendiri, apa mereka tidak menanggapi akan masalah ini?" tanya Ming Hao.
"Saat ini situasi di dalam istana kekaisaran Yun juga kacau akibat perebutan tahta dari dua pangeran! Dan saat ini Putri Yihua sedang menuju kesana untuk menyelesaikan konflik dari kedua Cucu dari keponakannya itu!" kata Kang Jian menjelaskan.
Yang di maksud oleh Kang Jian adalah Cucu dari anak Hong Hai Chuan, Adik Bungsu Yihua. Hai Chuan menjadi kaisar saat berumur 35 tahun dan digantikan oleh putranya setelah berumur 65 tahun.
Hai Chuan meninggal di usia 68 tahun, sedangkan anaknya yang yang menjadi kaisar memiliki tiga selir, dia memiliki dua putra dan dua putri, dua putra nya bernama Hong Guan dan Hong Yujui.
Hong Guan dan Hong Yujui inilah yang saat ini sedang memperebutkan tahta kekaisaran, masing-masing dari mereka mendapatkan dukungan dari beberapa pihak.
Kedua pangeran yang sudah hampir berumur 40 tahun lupa jika masih ada satu orang yang masih berhak untuk mengambil alih istana kekaisaran, dia tidak lain adalah Hong Yihua yang masih hidup hingga sekarang.
Walau Yihua adalah seorang wanita, namun secara garis keturunan dia juga salah satu pewaris tahta andai tidak ada Hai Chuan, namun karena dia memiliki Hai Chuan, akhirnya Yihua menyerahkan semuanya kepada adiknya.
Namun Yihua sendiri juga memegang tanda segel resmi sebagai pewaris kedua kekaisaran, dan itu bisa di pergunakan apabila, Hai Chuan meninggal. Atau terjadi kekacauan. Bahkan dia bisa kembali menduduki istana jika kursi kekaisaran kosong.
"Bisa-bisanya disaat-saat genting seperti ini mereka masih memperebutkan hal yang tidak penting!" kata Yu dengan nada datar.
Kang Jian hanya mengangkat bahunya, sebenarnya dialah yang meminta kepada Yihua agar pergi menyelesaikan konflik di istana, karena setelah Yihua menikah dengan Jiu Rui, lima tahun kemudian mereka pindah dan tinggal di sekte Bukit Halilintar. Sudah lebih dari lima ratus tahun, Yihua masih tetap tinggal di sekte Bukit Halilintar.
Yihua terkadang pergi ke Gunung Tirai Kabut untuk menemui Feng Ying dan Hanzi untuk berlatih bersama para guru yang telah mengajari Ho Chen.
Semenjak kematian Jiu Rui, Yihua lebih aktif memperlajari ilmu beladiri, dan selama lebih dari lima ratus tahun akhirnya dia mampu menembus tingkat Awal Alam Dewa, dan tentu saja dia akan mampu untuk terbang.
__ADS_1
"Itu artinya pihak kekaisaran sendiri tidak bisa mengurus masalah ini, baiklah kalau begitu!" Feng Ying menatap ke arah yang jauh dengan matanya yang terlihat bercahaya.
"Kamu benar, aku merasakan ada sekitar 7 Siluman yang berada di Tingkat Alam Dewa berada di satu tempat yang sama, dan ini bisa menjadi buruk jika mereka tetap dibiarkan!" kata Feng Ying setelah melihat ke satu arah tersebut.
"Dulu para pasukan iblis yang menteror wilayah ini, sekarang justru para siluman yang sebelumnya kita anggap bukanlah ancaman terbesar!" kata Qiao Ho sambil menggelengkan kepala pelan.
Mereka semua tidak ada yang menduga jika para siluman yang dulunya di anggap bukanlah ancaman sekarang justru membuat teror.
Tidak seperti para pasukan iblis yang dulunya menyerang secara sembunyi-sembunyi sebelum akhirnya menyerang secara terang-terangan.
Para Siluman justru melakukan teror secara terang-terangan. Tidak tanggung-tanggung, mereka menunjukkan jika sebenarnya mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk mengambil alih kekaisaran Yun.
"Sesepuh Feng, apakah ada kabar dari Chen'er?" tanya Qiao Ho ketika Feng Ying dan lainnya bersiap untuk pergi.
"Belum ada, Bahkan semenjak dia pergi dari sini sekitar dua tahun yang lalu, sejak saat itu dia sama sekali tidak pernah muncul!" Hanzi menjawab pertanyaan Qiao Ho.
Ho Chen sempat mengantarkan Qiao Lin ke sekte Gunung Es untuk tinggal bersama kakeknya yang sudah lama berhenti menjadi ketua sekte, Ketua Sekte Gunung Es saat ini di pimpin oleh Ho Xuan, anak dari Cucu Ho Chen yang sudah berumur lebih dari 150 tahun dan saat ini berada di Tingkat Alam Puncak 3.
Memiliki kekuatan Dewa ternyata tidak serta merta memiliki keturunan yang jenius. Ho Chen sendiri memiliki anak yang sama sekali tidak mewarisi kekuatan kedua orang tuanya, berkat bantuan dari Ho Chen, putranya yang bernama Ho Fang bisa hidup hingga 150 tahun, namun akhirnya mati juga.
Artinya keturunan Ho Chen saat ini adalah Ho Xuan, dia keturunan dari empat generasi dari Ho Chen, jadi Ho Xuan adalah Cicit Ho Chen dan Qiao Lin. Anak cucu Ho Chen memiliki tubuh normal, tubuh mereka menua seiring bertambahnya usia, sedangkan Ho Chen dan Qiao Lin sama sekali tidak menua.
"Jika kalian tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, ayo kita lekas pergi ke tempat para siluman itu berada, aku sudah tidak sabar ingin memotong-motong tubuh meraka!" Kun terlihat sudah tidak sabar ingin segera pergi.
Ming Hao dan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap Kun yang tidak sabaran.
__ADS_1
"Baiklah kita akan segera pergi!" kata Feng Ying.
"Tunggu, apakah kita akan pergi semuanya kesana?" tanya Niu.
"Memangnya kenapa?" tanya Yang dengan heran.
"Bukankah sudah jelas jika para siluman itu telah membuat kekacauan di seluruh kekaisaran, kenapa kita tidak berpencar saja membagi tugas, lagi pula Siluman yang kalian bilang memiliki kekuatan Alam apalah itu bukan masalah kan jika berhadapan dengan salah satu dari kita?" kata Niu menjelaskan.
"Benar sekali, biar aku sendiri yang pergi ke tempat ke tujuh siluman yang memiliki kekuatan itu, sedangkan kalian bisa mencari lawan yang lain di tempat yang lain!" kata Kun yang begitu bersemangat saat mendengar Niu berkata seperti itu.
Qiao Ho dan Kang Jian sama-sama saling berpandangan, bagi mereka kekuatan Alam Dewa sungguh sangatlah besar dan sulit untuk dikalahkan. Namun sekarang bagi Feng Ying dan keenam sosok bercahaya di tambah dengan Hanzi, kekuatan Alam Dewa seperti bukanlah apa-apa.
Jika bukan karena adanya Feng Ying dan ketujuh teman anehnya di tambah lagi dengan Wang Dunrui sekaligus Ho Chen, kekaisaran Yun tidak akan menjadi kekaisaran terkuat dari ke empat kekaisaran. Sekarang posisi kekaisaran terkuat tidak lagi berada di kekaisaran Ming, melainkan kekaisaran Yun.
"Terserah kamu saja!" kata Hanzi yang sejak tadi hanya mengamati dan mendengarkan saja.
"Baiklah, mari kita berpencar, dan sebelum itu aku akan mengantarkan kalian berdua ke Sekte kalian masing-masing, serahkan kekacauan ini kepada kami, sedangkan kalian jaga keamanan di wilayah Sekte kalian sendiri!" kata Feng Ying kemudian memegang pundak Qiao Ho dan Kang Jian dan kemudian menghilang dari tempat tersebut berpindah tempat.
"Aku juga akan pergi!" kata Kun kemudian dia juga menghilang dan muncul di sebuah tempat yang sangat jauh, tepatnya di sebuah kota yang saat ini sedang kacau akibat serangan para siluman, sedangkan di atas kota tersebut ada sekitar Tujuh Siuman burung yang masing-masing memiliki kekuatan Alam Dewa.
Salah satu dari mereka melepaskan bola energi sebesar buah kelapa ke arah kota sebelum akhirnya Kun muncul dan menangkap bola energi yang hampir mengenai kota.
Kun melempar bola energi merah tersebut ke arah para pasukan siluman yang jumlahnya ratusan yang masih berada di luar kota. Begitu bola energi tersebut jatuh ke tempat mereka, bola tersebut meledak dan membunuh ratusan siluman dalam waktu singkat.
Ke Tujuh Siluman tersebut terkejut bukan main karena energi yang salah satu rekannya lempar ternyata di tangkap dengan sangat mudah, dan di lemparkan ke pasukan siluman yang masih berada diluar sehingga meledak dan membunuh bangsa mereka sendiri.
__ADS_1
Ke Tujuh Siluman tersebut melihat kearah sosok bercahaya yang saat ini sedang menatap mereka dengan tatapan buas, bahkan lebih buas dari para siluman terbuas sekalipun.
"Aku tidak pernah makan daging hewan seperti kalian, sepertinya daging kalian sangat enak jika di panggang, atau aku makan mentah-mentah saja!?" kata Kun sambil menjilati bibirnya sendiri melihat ke Tujuh Siluman yang saat ini hanya mematung.