PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Singa Hangus


__ADS_3

Du Mong membuka mulutnya lebar-lebar setelah Chinmi mengatakan jika dirinya bukan hanya memiliki 800 Mustika abu-abu, bahkan Chinmi juga memiliki sekitar 200 Mustika merah.


"Baik-baik sekarang mana barangnya, biar kami beli semuanya!" kata Du Mong sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.


"Nanti sore saja saya akan membawanya kesini, sekarang bisakah kita membicarakan dulu masalah harga?" kata Chinmi, dia bertanya akan berapa harga asosiasi ingin membelinya.


"Aku akan memutuskannya setelah melihat barangnya terlebih dahulu, sekaligus ingin memastikan kualitas dari mustika tersebut," kata Du Mong.


Chinmi hanya menggelengkan kepala pelan, dia tidak menduga ternyata Du Mong memiliki sifat yang aneh.


"Baiklah kita akan bertemu lagi nanti sore disini!" kata Chinmi kemudian melangkah pergi menuju kearah tangga.


Du Mong sendiri penasaran terhadap Chinmi, dia kini merasa dipermainkan oleh anak kecil tersebut, namun mengingat Chinmi memiliki Pedang Naga Langit, Du Mong mulai bingung sendiri antara mau percaya atau tidak terhadap Chinmi.


"Sebaiknya aku menunggunya hingga sore hari saja," gumam Du Mong yang berusaha untuk mempercayai Chinmi jika dia memang benar-benar memiliki Mustika abu-abu sebanyak itu.


***


"Apa kamu yakin jika itu Aura Kaisar milik Jendral Dewa Perang?" tanya Shi Long kepada Ye Shi yang sudah berada bersamanya di kediaman Jendral Fu Shen.


"Aku sangat yakin Shi Long, lagi pula tidak akan ada lagi selain Jendral Dewa Perang yang memiliki aura Kaisar," kata Ye Shi dengan sangat yakin jika yang ia rasakan memang benar-benar aura Kaisar.


"Kamu sungguh ceroboh. Hal yang paling aku hawatirkan ternyata benar-benar terjadi, andai kamu tidak mengeluarkan kekuatanmu, mungkin Jendral Dewa Perang tidak akan datang!" kata Shi Long dengan wajah kesal.


"Lalu selanjutnya, apa yang akan kita lakukan?" tanya salah satu soso yang berbentuk srigala.

__ADS_1


"Kita harus sembunyi lagi, setidaknya untuk saat ini Jendral Dewa Perang tidak akan menemukan kita di sini! Huo Lang, bukankah kamu mengetahui kehidupan yang ada di Galaxi Pusaran Cincin?" tanya Shi Long kepada Huo Lang yang tidak lain adalah Srigala Api Matahari.


"Memangnya ada apa?" tanya Huo Lang yang terlihat kebingungan.


"Jika memang benar ada kehidupan di sana, maka kamu harus pergi kesana dan menangkap para manusia yang berada disana. Lagi pula untuk sementara ini kita harus tetap sembunyi."


Shi Long sudah tidak mau lagi bertindak gegabah, dia benar-benar takut jika dirinya menampakan diri Jendral Dewa Perang akan benar-benar menemukannya.


"Shi Long, bagaimana kalau sampai Jendral Dewa Perang menemukanmu di sana?"


"Itu tidak akan mungkin terjadi, lagi pula sepertinya Jendral Dewa Perang sudah berada di sini, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan nya," Ye Shi menjawab pertanyaan Huo Lang.


"Ye Shi, apa kamu lupa jika masih ada satu manusia lagi yang kekuatannya hampir setara dengan Jendral Dewa Perang? Bukankah sebaiknya itu juga harus menjadi hal yang perlu di khawatirkan juga?"


"Huo Lang, kami semua juga akan pergi ke dunia lain yang ada kehidupan manusianya, kecuali Shi Long yang akan tetap tinggal disini, jadi hari ini kita semua akan berpencar ke berbagai galaxi lain, dan ingat untuk tetap selalu waspada, itu sudah menjadi keinginanku!" kata sosok yang memiliki sayap Elang.


"Apa kamu yakin Lan Yin?" tanya Ye Shi kepada Lan Yin sang Elang Es Galaxi.


"Aku yakin, apalagi jika kita berpencar, Jendral Dewa Perang akan sangat kesulitan untuk menemukan kita, namun kita tetap harus waspada mengingat adanya manusia yang pernah bertarung melawan Ye Shi," jawab Lan Yin.


"Baiklah, kita akan segera membagi tugas ke tempat yang akan di datangi. Aku akan tetap berada di sini. Ye Shi, pergilah kamu ke Galaxi Bintang Hitam. Huo Lang, kamu pergilah ke Galaxi Pusaran Cincin. Sedangkan Lan Yin kamu pergilah ke Galaxi Lubang Hitam. kita akan bertemu lagi disini Lima belas tahun lagi," kata Shi Long.


"Baiklah karen aku mendapatkan tempat yang sangat jauh, maka aku akan pergi dulu!" kata Ye Shi kemudian membuat pusaran hitam untuk pergi menuju ke Galaxi Bintang Hitam.


"Apa kamu pikir hanya tujuan mu saja yang jauh? Tujuanku juga sama jauhnya dengan tujuanmu!" kata Huo Lang.

__ADS_1


"Iya-iya aku tahu itu, baiklah sampai bertemu lagi disini!" tanpa banyak basa-basi lagi, Ye Shi segera memasuki pusaran hitam dan menghilang bersamaan dengan menhilanganya pusaran hitam tersebut.


"Dasar Singa hangus...!" gerutu Huo Lang kemudian dia juga menciptakan sebuah lingkaran berbentuk api.


"Aku akan pergi juga sekarang!" ucap Lan Yin yang juga sudah siap dengan sebuah lingkaran Es yang muncul dari lantai.


"Pergilah, ingat untuk selalu berhati-hati dan cepat kembali kesini setelah lima belas tahun lagi!" kata Shi Long kepada mereka berdua.


Mereka berdua mengangguk kemudian memasuki lubang teleportasi yang mereka buat sendiri dengan menggunakan ilmu sihir Alam.


Lan Yin pergi menuju ke Galaxi Lubang Hitam, sedangkan Huo Lang pergi menuju ke Galaxi Pusaran Cincin.


Dari ketiga mahluk tersebut, salah satunya pergi ke dunia tempat Ho Chen berada, yang pergi kesana tidak lain adalah Huo Lang yang saat ini menuju ke Galaxi Pusaran Cincin.


"Aku juga harus mencari tempat persembunyian, jika tidak bisa-bisa Jendral Dewa Perang akan menemukan ku disini! Tapi kemana Fu Shen? Kenapa sejak tadi dia tidak terlihat sama sekali?" gumam Shi Long dengan wajah kesalnya.


Fu Shen sendiri sekarang berada di perbatasan wilayah Kerajaan, dia mendapatkan tugas dari Raja Tao untuk mengintai para pasukan dari kerajaan Angin Selatan yang kabarnya terlihat mulai berkumpul di perbatasan.


"Sial, kenapa aku lupa meminta para manusia yang di tangkap oleh Ye Shi!"


Shi Long baru teringat jika Ye Shi pergi membawa semua manusia yang berhasil ia tangkap di Kerajaan Es Utara, sekitar dua ratus prajurit dan para pendekar yang berhasil di tangkap oleh Ye Shi.


Kini semuanya telah Ye Shi bawa sehingga Shi Long sama sekali tidak mendapatkan bagiannya, "Kurang ajar kamu Singa Hangus..!" gerutu Shi Long yang juga menyebut Ye Shi dengan sebutan Singa Hangus. Itu karena bulu Ye Shi berwarna hitam gelap bagai sesuatu yang hangus terbakar.


Shi Long akhirnya memilih untuk bermeditasi agar pikirannya bisa kembali tenang agar nantinya menemukan cara yang tepat untuk melakukan aksinya tanpa harus di ketahui oleh Jendral Dewa Perang.

__ADS_1


__ADS_2