PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Resiko yang harus dihadapi


__ADS_3

***


Chinmi berdiri di pinggiran pantai merasakan panasnya sengatan matahari yang posisinya tepat diatas kepalanya, namun panasnya matahari tidak terasa karena angin laut sedikit lebih kencang, sehingga panas dan sejuk berbaur menjadi satu.


Pantai yang ia datangi sangat sepi, Chinmi sengaja mencari tempat yang sepi agar bisa membakar mayat dari pasukan Hewan Iblis yang tubuhnya kini berada di dalam kalungnya.


"Sepertinya di sini sangat aman dan sangat jauh dari keramaian!" gumam Chinmi kemudian mengeluarkan para mayat pasukan Hewan Iblis yang jumlahnya mencapai sekitar seribu mayat yang sudah terpotong-potong tubuhnya menjadi beberapa bagian.


Chinmi membagi tumpukan potongan tubuh para pasukan Hewan Iblis menjadi Lima tumpukan, jika sampai dijadikan satu tumpukan, maka akan terlihat seperti gunung mayat pasukan Hewan Iblis.


"Aku belum pernah mencobanya, tidak ada salahnya aku melakukannya!" gumam Chinmi kemudia bersiap mencoba menggunakan Sihir Api.


"Tunggu Chinmi, jangan kamu bakar seperti itu!" saya Long Wang terdengar menghentikan Chinmi yang bersiap untuk membakar Lima tumpukan mayat yang menyerupai bukit di hadapannya.


"Kenapa, apa tidak boleh jika aku membakarnya?" tanya Chinmi.


"Bukan tidak boleh, tempat ini memang cukup jauh dari keramaian, tapi ingat jika membakar daging-daging ini di sini, maka semuanya akan sama saja seperti kamu membakarnya di tempat umum!" kata Long Wang.


"Lalu aku harus membakarnya dimana? Aku tidak tahu dimana lagi ada tempat sepi seperti ini di wilayah ini!" kata Chinmi.


"Kamu bakar saja disini, namun kamu harus membuat perisai pelindung agar aroma daging bakar dan asap yang keluar nantinya dari daging bakar tersebut tidak keluar, sehingga tidak akan menarik perhatian orang yang melihat asap itu nantinya!" kata Long Wang.


"Aku.. Aku tidak tahu bagaimana caranya membuat perisai pelindung!" kata Chinmi dengan nada terdengar malu.


"Biar aku saja yang membuatnya, kamu cukup mengarahkan ujung pedang ini kelangit!" kata Long Wang.


Chinmi hanya menghela nafas panjang, "Maaf sudah meropotkanmu Long Wang!" ucap Chinmi kemudian mengeluarkan pedangnya dan mengerahkan ujung pedang tersebut ke langit.


Dari ujung Pedang Naga Langit keluar sebuah cahaya berwarna biru. Cahaya biru tersebut melesat keatas sebelum akhirnya melebar dan menjadi cahaya Biru yang transparan menutupi pinggir pantai seluas 100 meter.

__ADS_1


"Sekarang sudah aman, bakar lah semua daging itu, tidak akan ada satu orang pun yang akan melihat asap maupun mencium daging bakar dari luar," kata Long Wang.


"Sekali lagi terima kasih Long Wang," kata Chinmi.


"Simpan ucapan terima kasih mu itu, saat ini kamu masih sangat membutuhkan bantuan ku, namun aku ingatkan sekali lagi! Jangan sering-sering menyerap mustika itu."


"Aku akan mengingatnya," ucap Chinmi kemudian bersiap untuk membakar daging tersebut.


Chinmi mengalirkan Qi di kedua telapak tangannya, dia juga mengalirkan energi panas dari Pusat Roh nya, energi tersebut tidak lain adalah elemen api.


Chinmi mengarahkan telapak tangannya ke arah tumpukan daging Hewan Iblis, dari telapak tangannya muncul titik kecil berwarna merah kekuningan, semakin lama semakin membesar.


Chinmi tersenyum lebar setelah melihat elemen apinya berhasil ia keluarkan. Saat hatinya merasa sangat senang, suara Long Wang kembali terdengar di telinga Chinmi.


"Kekuatan elemen api mu sangat besar, jadi berhati-hatilah dengan elemen itu, jika tidak api itu akan melukai dirimu sendiri dan juga orang-orang di sekitar mu, kecuali kamu memang benar-benar bisa mengendalikan api mu itu."


Long Wang mengingatkan Chinmi agar berhati-hati jika ingin menggunakan elemen api nya. Alasannya adalah karena Chinmi untuk pertama kalinya akan mengendalikan elemen api tersebut.


Chinmi mendorong api tersebut dengan menggunakan Qi nya untuk memperbesar api tersebut. Api yang di lepaskan oleh Chinmi lebih besar dari pada api yang dimiliki oleh Pangeran Ming Zai maupun ketiga murid dari sekte Bukit Matahari.


Api yang keluar dari telapak tangan Chinmi menutupi seluruh potongan daging yang menyerupai bukit tersebut. Butuh waktu sekitar 10 menit sebelum akhirnya kelima potongan-potongan daging yang menyerupai bukit tersebut berubah menjadi abu.


Namun masalahnya asap hitam serta bau daging hangus menutupi seluruh perisai yang dibuat oleh Long Wang.


"Uhuk.. uhuk.. uhuk...! Sial.. Aku.. uhuk..!"


Chinmi hampir kesulitan untuk bernafas, dia lupa jika dirinya pasti akan terjebak oleh asap hitam tersebut karena asap tersebut tidak akan keluar dari perisai.


Long Wang kembali membuat perisai yang lebih kecil untuk membantu Chinmi agar bisa bernafas. Sekitar lebih dari 30 menit, barulah asap tersebut mulai berkurang.

__ADS_1


Namun setelah semuanya sudah mulai terlihat jelas, Chinmi terkejut ketika mendapati bajunya menghitam.


"Pedang Membelah Angin."


Chinmi menggunakan pedangnya untuk memisahkan tumpukan mustika dengan abu yang menutupinya, kali ini dia kembali melakukan kesalahan.


"Dasar Bodoh...!" gerutu Long Wang yang melihat semuanya dari dalam pedang.


Abu yang Chinmi singkirkan kini kembali beterbangan menggantikan asap hitam sehingga pandangan Chinmi kembali terhalang oleh abu tersebut.


"Long Wang, kenapa kamu tidak membuka perisaimu, sekarang apinya sudah tidak ada, ayo lekas buka, jika tidak aku akan terlihat seperti kera nantinya!" kata Chinmi sambil berusaha mengibaskan pedangnya untuk menghalau abu bakar yang beterbangan.


"Jika aku buka sekarang, maka debu-debu tersebut akan beterbangan mengikuti angin hingga ke pusat kota, lagi pula ini adalah kebodohan mu sendiri, coba kamu menggunakan elemen Air untuk memisahkan abu-abu tersebut dengan mustika, tentunya hal ini tidak perlu terjadi bukan?"


Long Wang berbicara dengan nada serius, namun sebenarnya dia ingin tertawa karena dia juga melihat baju Chinmi yang hitam disertai wajahnya yang juga hitam serta rambutnya yang juga dipenuhi banyak abu.


Chinmi menggaruk kepala di bagian belakangnya yang tidak gatal, dia sendiri sampai tidak memikirkan jika dirinya juga bisa mengendalikan Elemen Air juga.


"Pedang Badai Angin."


Chinmi terpaksa menggunakan Pedang Badai Angin karena abu bakar tersebut tidak juga kunjung menghilang. Long Wang juga membuka perisainya agar badai angin yang di lepaskan oleh Chinmi bisa membawa abu bakar tersebut terbang ka arah laut.


"Huff...! Akhirnya selesai juga..!" ucap Chinmi sambil menghela nafas lega karena abu-abu tersebut kini sudah tidak ada.


Chinmi mendekati tumpukan Mustika yang memiliki dua jenis, yaitu mustika abu-abu dan mustika merah. Sedangkan yang terbanyak adalah mustika abu-abu.


Chinmi segera mengerahkan kalungnya ke arah mustika tersebut, dan dalam sekejap mata saja semua tumpukan Mustika tersebut lenyap karena terhisap kedalam permata kalung milik Chinmi.


"Sebaiknya aku segera bergegas menemui manager Du Mong!" gumam Chinmi kemudian segera meninggalkan pantai dan pergi menuju ke Asosiasi Tujuh Bintang untuk menjual Mustika Hewan Iblis tersebut.

__ADS_1


***


Maaf telat, kemarin saya tidak enak badan saat pulang kerja, jadi terpaksa tidur lebih awal.


__ADS_2