PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pendekar Dewa dan Pendekar Raja Api


__ADS_3

"Kwaaaaak."


Salah satu Siluman burung Gagak bersuara dengan sangat keras sehingga suaranya menimbulkan gelombang angin yang mampu untuk meratakan satu desa dengan sangat mudah.


Gelombang Angin tersebut menghantam tubuh Kun, namun Kun sama sekali tidak bergeming dari tempatnya.


"Kamu sangat berisik sekali! Telingaku jadi sakit mendengar suaramu," kata Kun kemudian menghilang dan muncul kembali di hadapan burung gagak yang tadi bersuara keras itu.


"Kwaak!!?"


Burung gagak tersebut jelas terkejut karena tiba-tiba Kun sudah berada di hadapannya dan sekarang sudah memegang parau nya dengan satu tangan.


"Matilah burung bersuara jelek!" kata Kun kemudian tangannya memancarkan api dan membakar tubuh siluman gagak tersebut hingga hangus.


Satu ekor siluman burung gagak berkekuatan Alam Dewa mati begitu saja menjadi daging bakar dalam waktu singkat, hal itu membuat ke enam siluman gagak yang tersisa mulai mundur menjaga jarak.


"Sayang sekali aku tidak bisa memakannya, sepertinya aku harus mengurangi sedikit kekuatanku!" kata Kun setelah melihat tubuh Siluman Gagak yang gosong.


"Sekarang aku menginginkan daging kalian!" kata Kun kemudian terbang ke arah ke enam siluman gagak yang tersisa, namun setelah itu dia berhenti setelah ke enam siluman gagak tersebut juga mulai bergerak.


Ke enam siluman gagak tersebut berpencar kemudian mengelilingi tubuh Kun yang berada di tengah-tengah, sedangkan para siluman yang membuat kekacauan di kota tidak satupun yang bergerak karena mereka di tekan oleh Aura Raja milik Kun.


"Kwaak..!"


"Kwaak..!"


Salah satu Siluman Gagak bersuara kembali dan kemudian secara serempak mereka menyerang Kun dengan menggunakan serangan parau mereka.


Parau mereka sangat panjang sekitar lebih dari empat jengkal orang dewasa, itu sebanding dengan tubuh mereka yang hampir sama besarnya dengan manusia.


Keenam Siluman tersebut yakin serangan mereka yang super cepat akan mampu menusuk tubuh Kun yang hanya diam saja tanpa berpindah sedikit pun dari tempatnya.


Namun nyatanya semuanya tidak seperti yang meraka harapkan. Bagitu parau mereka yang keras tersebut mengenai tubuh Kun, parau tersebut bukannya menusuk tubuh Kun melainkan seperti membentur Logam yang begitu keras.


"Apakah hanya begini saja kekuatan para hewan aneh ini yang katanya sangat kuat? Ternyata kalian sangat mengecewakanku!" kata Kun dengan nada kecewa.


Para Siluman Gagak tersebut sebenarnya ingin kembali mundur, namun parau mereka ternyata tidak bisa terlepas dari tubuh Kun. Mereka berusaha untuk melepaskan diri, namun tetap saja tidak bisa.

__ADS_1


Parau mereka seperti terkena lem sehingga sama sekali tidak bisa lepas dari tubuh Kun, "Aku sudah bosan bertarung dengan kalian, sebaiknya aku segera membakar tubuh kalian agar bisa ku makan!" kata Kun dengan tersenyum dingin membuat ka enam siluman gagak tersebut semakin ketakutan.


"Owwk..!"


"Owwk..!"


Mereka hanya bisa bersuara geram sekaligus takut di tambah lagi parau mereka yang tidak bisa lepas membuat mereka sama sekali tidak bisa berteriak.


"Mulut kalian sudah ku tahan, namun kalian masih saja berisik!" ucap Kun kemudian menggenggam salah satu parau milik mereka kemudian mematahkan parau tersebut.


"Owaak...!"


Hanya itu yang bisa keluar dari parau siluman gagak tersebut sebelum akhirnya lemas, "Terbakarlah," kata Kun kemudian membuka mulutnya dan menyemburkan api yang sangat besar ke arah ke enam siluman gagak tersebut.


Ke enam siluman gagak tersebut hanya bisa menjerit dan meronta ketika bulu-bulu hitam mereka habis di bakar oleh api yang keluar dari mulut Kun. Dalam waktu singkat, ke enam siluman gagak berkekuatan Alam Dewa mati dengan daging sudah matang.


Semua para pendekar yang masih bisa bertahan melawan para siluman di kota tercengang melihat kejadian itu, mereka tidak menduga jika ke tujuh Siluman Gagak yang berkekuatan tingkat Alam Dewa tewas begitu saja bagai pendekar Jiwa Tingkat 1 saja.


"Emm.. Sepertinya ini sangat enak!" kata Kun sambil melihat tubuh ke enam siluman gagak tersebut yang sudah matang menjadi daging bakar.


"Seharusnya kalian sudah bisa mengatasi sisanya!" kata Kun kemudian terbang kearah yang lain dengan cepat dengan membawa daging siluman gagak yang sudah matang.


"Sepertinya bukan, mungkin dia adalah Pendekar Raja Api! Siapapun dia itu tidak penting, yang jelas sosok itu sudah meringankan masalah kita disini!" kata pendekar yang lain.


Pendekar Dewa dan Pendekar Raja Api yang mereka maksud adalah Ho Chen dan Wang Dunrui.


"Baiklah, mari kita juga selesaikan yang disini!" pendekar yang lain berseru keras.


Para Pendekar kini kembali menyerang para siluman yang saat ini sudah bisa bergerak kembali. Dengan perginya Kun dari tempat tersebut, Aura Raja pun juga ikut menghilang. Namun kali ini tidak ada lagi siluman kuat di antara mereka, sehingga mereka pasti dapat menyelesaikan semuanya dengan mudah.


***


Selain Kun, semua para pecahan energi juga berhasil mengalahkan para siluman yang memiliki kekuatan Alam Dewa dengan mudah, termasuk Hanzi dan juga Feng Ying


Mereka hanya membunuh para siluman yang memiliki kekuatan besar saja, sedangkan sisanya mereka serahkan kepada para pendekar yang ada.


Kini mereka semua berkumpul kembali di satu tempat, dan tempat tersebut sama sekali tidak mendapatkan sinar matahari.

__ADS_1


Seluruh wilayah tersebut dipenuhi oleh salju dan juga semua terlihat membeku seperti gunung dan daratan kecuali lautan yang tidak sepenuhnya membeku.


Walau semua tempat tersebut membeku, namun tetap saja ada kehidupan manusianya di sana. Bahkan ada bangunan yang sangat besar dan juga megah, tempat tersebut adalah tempat sekte Gunung Es berada.


"Sesepuh Feng dan semua senior sekalian!" Qiao Ho menyambut mereka semua.


"Qiao Ho, semua para siluman yang memiliki kekuatan Alam Dewa sudah kami musnahkan, namun kami merasakan ada sekitar ratusan siluman lagi yang memiliki kekuatan Alam Dewa lainnya, dan mereka semuanya berada di sini."


Feng Ying dan yang lainnya dapat merasakan jika masih ada siluman yang memiliki kekuatan Alam Dewa, namun jumlahnya bukan main-main.


Namun anehnya mereka tidak menemukan keberadaan mereka, bahkan dengan mengunakan tehnik Mata Dewa sekalipun. Jadi mereka hanya bisa mersakan energinya saja.


"Ratusan...!?" Qiao Ho sampai menelan ludahnya begitu mendengar jumlah para siluman yang diduga berada di wilayahnya, namun Qiao Ho sama sekali tidak bisa merasakannya.


"Iya jumlahnya ada ratusan, dan ini sangat tidak wajar. Pasti ada sesuatu di balik semua ini!" kata Ming Hao.


"Maksud Senior?" tanya Qiao Ho.


"Kamu ingat jika dulu Raja Iblis mampu meningkatkan kekuatan manusia yang menjadi pengikutnya? Aku yakin mungkin ada sosok lain yang juga dapat meningkatkan kekuatan para siluman ini," kata Ming Hao kembali mengingatkan akan logikanya melalui pengalaman saat masih ada Raja Iblis.


"Jadi artinya ada Siluman lain yang mampu meningkatkan kekuatan para siluman-siluman ini?" tanya Qiao Ho.


"Aku tidak tahu apakah dia siluman atau manusia. Namun yang jelas sosok ini pasti yang mengendalikan semua para siluman ini," kata Hanzi menambahkan.


"Guru, kenapa guru berada disini?"


Saat mereka masih berdiskusi, seorang wanita yang sangat Cantik terlihat berumur 23 tahunan mengenakan baju serba biru datang menyapa Feng Ying dan bahkan dia juga memanggilnya guru.


"Ah Lin'er! Aku datang kesini karena ada masalah yang sedang kami urus!" kata Feng Ying.


"Masalah? Apakah masalah siluman yang saat ini mulai berprilaku aneh?" tanya wanita tersebut.


Feng Ying hanya mengangguk membenarkan pertanyaan wanita Cantik tersebut. Wanita Cantik tersebut adalah Qiao Lin.


Walau Qiao Lin sudah berumur lebih dari 500 tahun, namun dia masih terlihat seperti masih gadis berumur 23 tahun, dan sekarang dia juga memiliki kekuatan Puncak Alam Dewa.


"Nona Lin, apakah Tuan Chen belum datang?" tanya Niu kepada Qiao Lin.

__ADS_1


"Niu, bukankah aku sudah bilang jangan memanggilku Nona lagi! Aku ini sudah bersuami bahkan sudah memiliki Cicit!" kata Qiao Lin.


"Maaf aku suka lupa!" kata Niu yang sebenarnya tidak lupa akan peringatan Qiao Lin sejak dulu.


__ADS_2