
***
"Paman, jangan lupa untuk mengabari Ayah jika aku sedang pergi latihan, beritahu juga kepada ibuku!"
Saar sore hari di pinggir dermaga yang masih sepi, Li Fang dan Yue Rong dan Yue Yin sedang mengantarkan Chinmi yang akan pergi dengan Fan Yuzhen.
Yue Rong sendiri berencana akan kembali dua hari lagi setelah Chinmi pergi, dan tentu saja Li Fang akan ikut bersama dengan Yue Rong dan yang lainnya.
Lian Cao, Xian Fai dan Xuao Lan tidak tahu jika Chinmi akan pergi sehingga tidak ikut mengantarkannya, lagi pula mereka tidak tahu jika Chinmi adalah murid Fan Yuzhen.
"Tentu saja, aku juga akan berencana untuk pulang sekitar dua bulan lagi," ucap Li Fang dengan menatap Yue Rong, "Dan sekaligus aku akan menikahi Rong'er di saja!" Li Fang melanjutkan kata-katanya.
Chinmi dan Yue Yin sama-sama terkejut mendengarnya, sedangkan Yue Rong hanya tersenyum lembut menanggapi perkataan Li Fang, dan sepertinya itu semua sudah mereka rencanakan.
"Paman, saat aku sudah pergi paman malah ingin kembali ke rumah, bahkan mau menikah lagi, kenapa tidak dari kemarin-kemarin saja kita pulang!" kata Chinmi yang kesal, bagaimana tidak dia sudah lama merindukan kedua orang tuanya.
"Chinmi, kamu harus mengerti, kemarin itu nama kita masih belum sepenuhnya bersih. Namun sekarang sudah saatnya bagiku untuk membongkar akan siapa jati diri Fu Shen yang sebenarnya kepada Raja Tao!" kata Li Fang dengan mengepal keras kedua tangannya.
"Aku mengerti paman!" kata Chinmi kemudian melirik Yue Yin yang sejak tadi berdiri disamping Yue Rong tanpa berbicara sepatah katapun kepada Chinmi.
"Nona Yin, sejak kapan kamu mengetahui jika diriku adalah murid Guru Fan?" tanya Chinmi.
"Aku sudah lama mengetahui nya, waktu itu tanpa sengaja aku mendengar perbincangan Kakek! Sudahlah lupakan saja, yang jelas aku sudah tahu akan siapa dirimu yang sebenarnya," kata Yue Yin.
"Nona Yin, walau kamu sudah mengetahui jika aku sebenarnya bukanlah murid resmi dari sekte mu, namun kamu masih mau menjadi temanku, terima kasih atas semua kebaikanmu ini, kelak jika aku sudah selesai berlatih, aku akan datang untuk menjenguk mu! Namun aku tidak bisa janji," kata Chinmi.
Yue Yin hanya mengangguk dengan tersenyum lembut kepada Chinmi, walau sebenarnya perasaannya sangat senang karena Chinmi berniat untuk datang menemuinya saat selesai latihan, namun dia tidak menunjukkannya.
"Tapi kenapa Sesepuh Fan belum juga datang ya?" Yue Rong bertanya sambil memperhatikan di sekitarnya.
"Mungkin sebentar lagi dia akan datang!" jawab Chinmi.
"Kami akan menemanimu disini hingga gurumu itu datang, dan kami akan kembali ke istana jika dirimu sudah pergi dengan gurumu!" kata Li Fang.
Mereka berempat terus berbincang-bincang untuk yang terakhir kalinya karena mereka tidak tahu berapa lama Chinmi akan pergi, dan yang pasti akan sangat lama sekali.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari jika dari jauh, pangeran Ming Zai sedang memperhatikan mereka dengan cara bersembunyi di balik kayu besar seorang diri.
Ming Zai terus mengikuti Chinmi sejak Chinmi keluar bersama Li Fang dan yang lainnya menuju pelabuhan. Andai Chinmi sendirian, mungkin dia sejak tadi sudah menghampiri Chinmi untuk merebut pedang Naga Langit.
"Pangeran, apa yang pangeran lakukan di sini?" suara Jendral Jin Hang mengagetkan Ming Zai yang sedang fokus memperhatikan Chinmi dari jauh.
"Ah Jendral, kamu mengagetkanku saja!" kata Ming Zai yang hampir melompat karena kaget mendengar suara Jendral Jin Hang yang tiba-tiba saja ada di belakangnya.
"Ah maaf pangeran, aku tidak bermaksud mengagetkan mu," kata Jendral Jin Hang kemudian menatap kearah Chinmi dan yang lainnya yang sejak tadi diperhatikan oleh Ming Zai.
Ming Zai kembali memandang kearah Chinmi dan Li Fang sebelum akhirnya sebuah ide terlintas di pikirannya, "Jendral Jin, aku mau bertanya sesuatu padamu!"
"Mau bertanya apa Pangeran?" tanya Jendral Jin Hang.
"Jika dirimu bertarung dengan orang yang bernama Li Fang itu, apakah kamu bisa menang atau tidak?" tanya Ming Zai membuat Jendral Jin Hang kebingungan dengan pertanyaan tersebut.
"Pangeran, memang kekuatanku lebih besar dari Li Fang, namun itu tidaklah menjadi sebuah patokan untuk menang, yang lemah belum tentu akan kalah jika melawan yang lebih kuat, namun yang kuat juga tidak akan mudah untuk di kalahkan," jawab Jin Hang.
"Jendral, kamu cukup bilang bisa menang atau tidak, itu saja dan jangan memberikan jawaban yang membingungkan seperti itu!" kata Ming Zai yang tidak senang dengan jawaban dari Jendral Jin Hang.
Ming Zai tersenyum lebar mendengarnya kemudian menjelaskan kepada Jendral Jin Hang akan keinginannya untuk merebut pedang Naga Langit yang berada ditangan Chinmi.
Ming Zai ingin agar Jendral Jin Hang mau mengalihkan perhatian Li Fang, sedangkan Yue Rong dan Yue Yin akan diserahkan kepada para prajurit yang dibawanya.
"Maaf Pangeran, bukannya aku tidak ingin melaksanakan perintah Pangeran, namun pangeran harus ingat jika pertempuran besar ini bisa dimenangkan karena pemuda yang membawa pedang Naga Langit itu. Ketua Sekte Pulau Es saja yang memiliki kekuatan Pendekar Sihir Elemen Alam saja tidak bisa menghentikan pertarungan ini. Jadi aku pun kemungkinan tidak akan bisa menang jika harus berhadapan dengan pemuda itu!" kata Jendral Jin Hang.
"Jendral, anak itu kuat karena memiliki Pedang Naga Langit, jika pedang itu tidak bersamanya, maka dia bukanlah apa-apa?" kata Ming Zai, menurutnya kekuatan besar Chinmi bukanlah alami miliknya, melainkan karena pedang Naga Langit yang berada di tangannya, dan anggapan Ming Zai memanglah benar.
"Maaf Pangeran, untuk kali ini saya tidak akan menuruti keinginan Pangeran?" kata Jendral Jin Hang kemudian meninggalkan Ming Zai tanpa menunggu respon dari pengarang arogan tersebut.
"Dasar Jendral tidak berguna, percuma menjadi seorang Jendral perang yang kuat namun memiliki nyali seorang pengecut!" gerutu Ming Zai yang didengar oleh Jendral Jin Hang, namun Jendral Jin Hang tidak menghiraukan perkataan Ming Zai dan tetap pergi meninggalkannya.
Ming Zai kembali menatap Chinmi dengan tatapan kesal, dan kali ini dia terkejut karena ada seorang pria sepuh yang tiba-tiba saja turun dari langit dan mendarat di tempat Chinmi berada.
"Siapa lagi itu?" batin Ming Zai, kini dengan melihat pria sepuh yang datang dari langit tersebut dia langsung bernafas lega karena jendral tadi menolak perintahnya. Jika tidak maka semua rencananya akan sia-sia, karena dia berasumsi jika pria sepuh tersebut setidaknya adalah pendekar Sihir Elemen. Pria Sepuh tersebut tidak lain adalah Fan Yuzhen yang datang untuk menjemput Chinmi.
__ADS_1
"Senior Fan!"
"Guru sepuh Fan!"
"Guru!"
Semuanya menyapa Fan Yuzhen ketika Fan Yuzhen turun dihadapan mereka berempat, "Maaf aku terlambat. Sekarang mari kita pergi Chinmi!" kata Fan Yuzhen yang tidak mau berbasa-basi lagi.
"Baik Guru!" kata Chinmi kemudian berpamitan kepada Li Fang dan semuanya.
"Selamat tinggal semuanya, jaga diri baik-baik, semoga kelak kita masih bisa bertemu lagi!" kata Chinmi berpamitan kepada Li Fang, Yue Rong dan Yue Yin.
"Kamu berpamitan seolah-olah akan pergi untuk selamanya saja!" kata Yue Rong.
"Senior Fan, saya pasrahkan Chinmi kepada Senior!" kata Li Fang.
Fan Yuzhen hanya menjawab dengan anggukan kemudian menatap Chinmi kembali, "Ayo kita berangkat agar kita tidak kemalaman tiba disana!" kata Fan Yuzhen sekali lagi.
Chinmi mengangguk kemudian mendekati Li Fang dan memeluknya, "Selamat tinggal paman, tolong sampaikan salahku kepada Ayah dan Ibu!"
"Berangkat lah Chinmi, dan aku pastikan akan menyampaikan salam mu padanya!" kata Li Fang dengan mata sedikit berair, bagaimanapun Chinmi adalah keponakannya.
Li Fang sendiri tidak menduga jika keponakannya yang awalnya dikira tidak memiliki bakat sebagai Pendekar kini menjadi sangat kuat, dan bahkan kekuatannya sama dengan kekuatan yang ia miliki hanya dalam satu tahun saja.
Li Fang berharap suatu saat nanti saat Chinmi sudah kembali sudah memiliki kekuatan yang sangat tinggi, walau dirinya sendiri juga tidak tega untuk membiarkan Chinmi pergi.
"Berlatihlah dengan giat, dan ingat untuk selalu berhati-hati. Patuhilah perintah gurumu!" kata Li Fang.
"Emm.. Baik Paman! Semuanya selamat tinggal," kata Chinmi kemudian pergi ke samping Fan Yuzhen.
Yue Yin ingin berkata sesuatu namun tidak Jadi, dia hanya bisa menatap Chinmi yang kini di pegang kerah bajunya dan dengan sangat cepat Chinmi maupun Fan Yuzhen sudah tidak terlihat lagi.
"Dia membawa Chinmi seperti membawa anak kucing saja!" kata Yue Rong kemudian di anggukan oleh Yue Yin dan juga Li Fang yang hanya menganga saat melihat Fan Yuzhen membawa Chinmi dengan cara seperti itu.
***
__ADS_1
Maaf jika hari ini tidak ada Crazy up, soalnya kesehatan tubuh saya semakin menurun, saya hanya bisa update satu bab saja, walau terkadang kepala terasa sakit, namun saya akan tetap usahakan, mohon bersabar dan semoga kalian mengerti.