PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Keterpurukan


__ADS_3

"Nona Yin maaf, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Chinmi.


Qie Yin segera tersadar dan segera bangkit dari rangkulan Chinmi, "A-aku tidak apa-apa!" jawab Qie Yin sambil menundukkan wajah.


Pipi Qie Yin mulai memerah, sebenarnya dia ingin bertanya akan apa yang sudah terjadi, dan kenapa Chinmi bisa mencapai tingkat Pertapa hanya dalam waktu singkat.


Namun Qie Yin tidak berani mengangkat wajahnya, untuk menatap Chinmi yang masih memerhatikan dirinya.


"Aku mau masuk ke dalam!" kata Qie Yin kemudian dia berlari ke dalam.


Sesampainya di dalam, Qie Yin menyandarkan tubuhnya ke pintu, dia memejamkan matanya dan saat ini hanya satu yang ada diingatkannya, yaitu Chinmi yang tadi merangkulnya.


Untuk pertama kalinya ada laki-laki yang berani menyentuh dirinya sehingga membuat Qie Yin tidak bisa melupakan kejadian tersebut.


Qie Yin menyentuh dadanya, jantungnya berdebar tidak karuan. Qie Yin hanya tersenyum ketika dirinya bertemu ibu nya di alam mimpi, dan ini senyum keduanya ketika mengingat rangkulan Chinmi padanya.


"Perasaan ku saja atau memang tubuhku terasa berbeda?"


Chinmi tidak terlalu memikirkan kejadian itu, dia lebih heran lagi saat merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Pusat Roh yang sebelumnya hanya ada enam cabang, kini menjadi Delapan cabang.


Saat ini pusat Roh Elemen milik Chinmi terdiri dari Api, Air, Kayu, Besi, Tanah, Pasir, Es dan Angin.


Dengan kedelapan elemen tersebut, tidak satupun pendekar dari dunianya yang akan mampu mengalahkan dirinya.


"Jadi seperti ini rasanya saat memiliki kekuatan tingkat Pertapa?" kata Chinmi kemudian mengerakkan-gerakan tangannya.


"Sekarang Dantian ku kemungkinan besar bisa menyerap qi tanpa batas, akan tetapi qi disini sangatlah tipis, jadi dimana aku bisa menyerap qi?" gumam Chinmi sambil memperhatikan ke sekelilingnya.


Qi di dunia ciptaan Lio Long memang sangat tipis, bahkan bisa dianggap tidak ada karena terlalu tipis, Chinmi merasa hidupnya kurang beruntung. Bagaimana tidak, saat Dantian nya sudah mampu menampung qi dalam jumlah yang tidak terbatas, malah sekarang dia harus berada di dunia yang tidak memiliki qi sama sekali.


"Sudahlah, sebaiknya aku menunggu senior saja," gumam Chinmi sambil memegang perutnya.

__ADS_1


Chinmi tidak tahu kenapa dia tiba-tiba merasa lapar, padahal sebelum mencapai tingkat Pertapa, dia tidak pernah merasakan rasa lapar seperti saat ini.


Chinmi duduk di samping tungku buatan Lio Long, dia hanya menatap api yang menyala tanpa kayu, dan dia membayangkan ada daging panggang di atas tungku tersebut.


Perut Chinmi tidak henti-hentinya berbunyi, "Sial, kenapa aku jadi seperti ini?' Chinmi tidak mengerti apa yang sebenarnya sudah terjadi dan kenapa dia bisa merasakan lapar.


Chinmi berusaha menahan lapar nya, dan kemudian membaringkan tubuhnya di depan tungku. Perlahan kedua mata Chinmi mulai sayup, dan pada akhirnya dia ketiduran dalam keadaan lapar.


***


"Nenek aku pergi dulu..!"


"Apa kamu yakin akan tetap pergi ke kerajaan Bumi Barat?"


"Aku sudah membulatkan tekad ku untuk menemuinya, lagi pula tidak ada orang lain selain dia yang bisa membantu sekte kita!"


Di depan pintu sekte Pulau Es, Bing Mei dan Zhihui dan di semua murid berada di sana, mereka semua ingin melepas kepergian Bing Mei yang berencana ingin pergi ke kerajaan Bumi Barat untuk menemui seseorang.


"Bing'er, perjalanan ke sana sangat jauh dan berbahaya, tidak baik bagi gadis sepertimu berjalan sendirian ke sana. Lebih baik kita utus seseorang untuk menyampaikan pesan ini kepadanya" kata Zhihui.


"Bagaimana jika kamu membawa beberapa pendekar puncak untuk menemanimu?"


"Tidak usah, nenek aku sudah bisa menjaga diri jadi nenek tidak perlu khawatir lagi," kata Bing Mei meyakinkan Zhihui.


Zhihui hanya bisa mengangguk, walau hatinya masih keberatan untuk membiarkan Bing Mei pergi seorang diri.


Zhihui sudah Zhu Mei, dia tidak mau kehilangan satu-satunya cucu yang tersisa, namun tekad Bing Mei tidak bisa di sehingga Zhihui hanya bisa menurut dan membiarkan Bing Mei pergi sendirian untuk pergi ke kerajaan Bumi Barat.


"Bing'er, gunakanlah penutup wajah agar terhindar dari masalah," kata Zhihui sambil menyerahkan kain berwarna putih.


"Baik nek, kalau begitu aku pergi dulu!" kata Bing Mei kemudian pergi meninggalkan sekte nya.

__ADS_1


"Lou We, Bao Lang, Mao Li, kalian bertiga ikuti dan jaga Bing'er dari jauh, jika terjadi sesuatu yang membahayakan Bing'er, secepatnya kalian membatunya!" kata Zhihui memerintahkan tiga orang pendekar yang menjadi pilar pertahan sekte untuk menjaga Bing Mei.


"Baik ketua, kalau begitu kami akan pergi untuk menyusul Nona Bing Mei!' kata mereka bertiga kemudian segera pergi menyusul Bing Mei dan akan memantaunya dari jauh.


Para murid sekte kembali masuk setalah Bing Mei dan ketiga pelindung rahasia Bing Mei sudah tidak lagi terlihat, sedangkan Zhihui masih berdiri seorang diri menatap kearah perginya mereka.


"Andai aku memiliki kekuatan yang cukup, aku tidak perlu membuatmu repot seperti ini Bing'er! Semoga kamu bisa bertemu dengannya dan datang membawanya kesini," gumam Zhihui.


Sekte Pulau Es saat ini sedang menghadapi keterpurukan yang mungkin bisa membuat sekte besar tersebut akan menghilang jika terus di biarkan.


Pulau yang seluruhnya adalah es saat ini sedikit demi sedikit mulai mencair, tidak diketahui apa penyebabnya, namun jika terus dibiarkan maka pulau tersebut pasti akan lenyap.


Zhihui sendiri saat ini tidak cukup mampu untuk menahan atau membuat pulau nya bertahan agar tidak mencair, walau dia memiliki energi yang besar, namun untuk menghentikan mencairnya pulau es, energinya masih belum cukup.


Zhihui ingat jika selain dirinya, ada orang lain yang juga memiliki Roh Elemen Es, dan energinya hampir sama besarnya dengan dirinya.


Orang yang dimaksud tidak lain adalah Chinmi. Zhihui yakin, jika dirinya dan dua pendekar sihir yang dimiliki sekte bersatu dengan Chinmi akan mampu mempertahankan sekte nya.


Dengan menggabungkan empat energi besar, Zhihui yakin akan bisa mempertahankan sekte nya.


Jika saja ada pertapa yang memiliki Roh Elemen Es, itu sudah cukup untuk mengembalikan pulau es seperti sedia kala.


Namun ke empat pertapa tidak ada yang memilikinya, sehingga Zhihui hanya bisa menggunakan kekuatan energi gabungan saja.


Setelah cukup lama dia berdiri di sana, dia pun masuk dengan perasaan gelisah, dan tanpa ia ketahui ada sesuatu yang terus menerus memperhatikan sekte nya dari jauh.


Bing Mei berjalan dengan menutupi wajahnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak ia inginkan, dia tidak tahu jika di belakangnya ada tiga orang yang mengikutinya.


Tanpa rasa curiga, Bing Mei mempercepat langkahnya agar tidak membuang-buang waktu, karena waktu saat ini lebih penting.


"Nenek, tunggulah aku! Aku pasti akan datang membawanya ke sekte!" gumam Bing Mei.

__ADS_1


***


Satunya masih di tulis, dan akan update malam ini juga, jadi sabar ya!


__ADS_2