
Seluruh wilayah Kerajaan Es Utara bercahaya putih sebelum akhirnya berubah menjadi cahaya merah dan, setelah itu ledakan dahsyat pun terjadi sehingga menggetarkan keseluruh wilayah Kerajaan Es Utara.
Getaran akibat ledakan dahsyat tersebut membuat hancur sebagai bangunan. Ledakan dahsyat tersebut juga mengakibatkan gelombang air laut setinggi 5 meter dan bergerak keluar wilayah Kerajaan Es Utara.
Para penduduk yang tinggal di pusat kota menjadi panik sekaligus berlari berhamburan. Rumah-rumah mereka juga sebagaian ada yang roboh.
Kubah Es tebal yang terlihat sebelum terjadinya ledakan kini hanya tinggal separuh karena dibagian atapnya sudah hancur.
Xuao Lan, Li Fang, Tian Xing, dan semua jendral termasuk Jendral Jin Hang, She Chin, Zhihui, Huan Sing, Lung Wai, dan semua Hewan Iblis yang berada disana terluka para akibat ledakan dahsyat tersebut kecuali Elang Hitam.
"Bagus Hei Ying, dengan begini akan lebih mudah bagiku untuk mengambil manusia tanpa perlawanan."
Li Fang dan semua para pendekar aliran putih dikejutkan oleh munculnya sosok di samping Elang Hitam dan berbicara pada Elang Hitam. Sosok tersebut adalah si Singa Hitam.
"Tuan Ye Shi, silahkan ambil semua manusia-manusia itu!" kata Elang Hitam alias Hei Ying.
"Hem.. baiklah, aku hanya akan mengambil musuh dari sekutu kita saja," kata Singa Hitam yang bernama Ye Shi.
Ye Shi tidak berniat mengambil semua para pendekar yang ada, karena kedepannya, dia masih membutuhkan bantuan dari She Chin, Lung Wai, dan semua sekte aliran hitam. Jadi yang akan dia ambil adalah semua Pendekar dari aliran putih dan netral saja.
"Silahkan Tuan Ye Shi!" kata Elang Hitam kemudian mengepakkan sayapnya dan turun menghampiri para Hewan Iblis yang sebagian banyak yang terluka.
Ye Shi menciptakan Pusaran Hitam di langit dengan ukuran seluas 5 meter persegi. Pusaran Hitam tersebut mulai mengisap satu persatu setiap pendekar dan prajurit, namun anehnya para pendekar dari aliran hitam justru sama sekali tidak terhisap.
Li Fang segera bangkit kemudian menggendong Yue Rong yang saat ini tidak sadarkan diri akibat ledakan tersebut, dia membawanya pergi sejauh mungkin dari tempat tersebut.
Li Fang yakin jika saya hisap dari pusaran hitam tersebut sangat kuat, dan pastinya hanya pendekar yang berada ditingkat Puncak dan Sihir saja yang mungkin bisa menahan daya hisapnya dan itu pun jika mereka dalam keadaan masih sadar.
Li Fang mengalirkan Qi ke kakinya agar tidak terhisap oleh pusaran hitam tersebut. Teriakan minta tolong segera terdengar di istana, para prajurit dan pemdekar yang berada di tingkat Awal hingga Menengah terhisap dan melayang kearah pusaran hitam tanpa bisa berbuat banyak.
Li Fang berusaha berpikir cukup sambil berusaha menahan Yue Rong agar tidak ikut terhisap. Setelah beberapa saat barulah dia dapat ide.
"Semuanya lumpuhkan para pendekar aliran hitam, ikat tubuh mereka dan usahakan agar mereka tetap sadar, dan ikat juga tubuh kalian dengan pendekar tersebut."
__ADS_1
Li Fang berseru dengan mengalirkan Qi agar suaranya bisa terdengar keseluruh istana. Mereka langsung mengerti akan maksud dari seruan Li Fang kemudian segera mengikat para pendekar aliran hitam yang masih terluka di samping mereka.
"Bagus Li Fang, tenyata kamu cukup cerdas," gumam Xuao Lan.
Para pendekar aliran hitam yang menyadari itu segera menjauh dari para pendekar aliran putih agar tidak di jadikan tameng oleh mereka.
"Pintar sekali manusia itu. Aku menginginkannya, tangkap dia untukku!" seru Ye Shi kepada para Hewan Iblis yang tidak terluka.
Sekitar 200 Hewan Iblis berkekuatan tingkat Puncak segera bergerak ke arah Li Fang untuk menangkapnya, Li Fang sendiri hanya bisa menatap mereka semua dengan mengepalkan telapak tangannya keras-keras.
"Aku tidak akan bisa mengalahkan mereka semuanya, apa lagi dengan situasi seperti ini!" Li Fang berusaha mencari solusi agar bisa menghindari pertempuran dengan para Hewan Iblis.
Situasi yang di hadapi Li Fang sangat sulit. Saat ini dia harus menahan Yue Rong, dan disisi lain dia harus membagi konsentrasinya agar tetap mengalirkan Qi ke kakinya agar tidak terhisap, hal ini yang membuat Li Fang tidak akan bisa bertarung dengan maksimal.
"Yue Rong...!" Li Fang memandangi wajah Yue Rong yang masih belum sadarkan diri kemudian memeluknya dengan erat.
"Aku senang jika kita harus mati bersama!" ucap Li Fang dengan memeluk erat tubuh Yue Rong, sedangkan 200 Hewan Iblis sudah mulai mendekat.
"Kamu tidak perlu menghawatirkannya, lagi aku tidak akan membiarkanmu untuk kesana!" kata Huan Sing yang saat ini sudah kembali bangkit dan berdiri di hadapan Zhihui.
Bukan hanya Zhihui saja yang tidak bisa berbuat apa-apa, namun semuanya. Ada yang bertahan dengan mendekap tubuh pendekar aliran hitam yang sudah diikat agar tidak terhisap, dan pendekar kuat lainnya juga masih harus menghadapi lawan masing-masing.
Li Fang mengalirkan qi yang ia miliki untuk membuat penghalang agar bisa menghambat gerakan mereka, namun karena dia harus membagi Qi nya membuat usahanya tidak bisa sempurna.
Saat semuanya sudah mengira tidak ada jalan lain lagi, dan menduga jika Li Fang dan Yue Rong tidak akan bisa lolos dari 200 Hewan Iblis tersebut, tiba-tiba saja hal mengejutkan lainnya pun terjadi.
"Jurus Pedang Tebasan Membelah Gunung."
"Sihir Api Cambuk Api."
"Sihir Air Kurungan Gelembung Air."
Sebuah energi Angin melesat dengan kecepatan tinggi dan membunuh lebih dari 100 Hewan Iblis yang berlari kearah Li Fang, tubuh mereka semua terbelah menjadi dua sehingga darah Hewan Iblis bertaburan bagai air Hujan.
__ADS_1
Bukan hanya itu saja, Sebuah Energi Api berbentuk tali yang sangat panjang juga membunuh semua Hewan Iblis yang sedang terbang di udara menuju kearah Li Fang, dan semua Hewan Iblis tersebut terbakar dan terjatuh dengan tubuh gosong.
Yang terakhir adalah munculnya Energi Air yang membentuk Gelembung raksasa kemudian menutupi seluruh istana kerajaan.
Akibat kurungan gelembung tersebut, daya tarik hisap pusaran hitam pun terhenti sehingga semuanya bisa bernafas lega.
Semuanya menoleh kearah sumber serangan berasal, dan ternyata di sana sudah ada Tiga sosok yang sedang melayang di udara.
"Itu...! Bukankah mereka para Pertapa?"
"Akhirnya mereka turun tangan juga! Kita selamat..!"
"Owh Itu sang Pertapa Bulan Xie Wen."
"Itu sang Pertapa Matahari Wu Tong."
"Senior Pertapa Pedang Fan Yuzhen."
Mereka semua sangat senang karena para Pertapa sudah datang untuk membantu mereka, sebagaian ada yang mengetahui namanya, dan sebagainya hanya mengetahui nama gelarnya saja.
Fan Yuzhen sendiri saat ini sudah berdiri di samping Li Fang membuat Li Fang menarik nafas lega. Dengan kemunculan para Pertapa, maka mereka semua yakin akan bisa memenangkan pertarungan tersebut.
"Li Fang, suruh mereka semua untuk mundur, mulai sekarang kami berlima akan mengambil alih pertempuran ini, jadi serahkan pada kami," kata Fan Yuzhen.
Li Fang kebingunan karena yang ia lihat mereka semua hanya ada tiga, namun Li Fang tidak mau bertanya akan siapa dua orang yang ia maksud.
"Baik Senior, sekalian juga saya mau mencari keberadaan Chinmi!" kata Li Fang kerena sejak tadi dia sangat mengkhawatirkan Chinmi yang sejak tadi sudah menghilang.
"Kamu tidak perlu menghawatirkannya, bukankah aku sudah bilang jika kami berlima yang akan mengambil alih pertempuran ini!" kata Fan Yuzhen.
"Maaf senior, saya tidak mengerti maksud Senior?" tanya Li Fang.
"Kamu akan mengetahuinya!" kata Fan Yuzhen kemudian menatap kearah Elang Hitam atau Hei Ying yang saat ini sudah berada kembali di samping Ye Shi.
__ADS_1