
She Chin sendiri baru bisa melihat dengan jelas setelah debu yang menutupi wajahnya mulai menghilang. Setelah semua terlihat jelas, ternyata Qie Yin sudah tidak ada di hadapannya.
"Ho Qie Yin...! Walau kamu lari ke ujung dunia sekalipun, aku akan tetap mengejarmu..!" teriak She Chin membuat seluruh wilayah Sekte Kalajengking Merah bergetar.
Semua anggota sekte Kalajengking Merah yang ada disana dapat merasakan kekuatan She Chin yang besar. Walau belum sepenuhnya mencapai ke tingkat Pertapa, namun kekuatannya sudah masuk dalam hitungan seorang Pertapa.
Kali ini She Chin sudah bisa meningkatkan kekuatannya sendiri agar bisa dapat menembus tingkat Pertapa seutuhnya, namun semua itu butuh proses yang sangat lama. Hanya dengan menangkap Qie Yin lah cita-cita She Chin untuk menjadi seorang pertapa akan segera terwujud.
Di tempat yang begitu jauh, Qie Yin sesekali menoleh kebelakang. Dia merasa berat hati untuk pergi dari tempat tanah kelahirannya, di tambah lagi dirinya tumbuh besar disana.
Walau berat hati, Qie Yin tetap terbang dengan kecepatan yang dimilikinya menuju ke Kerajaan Api Timur demi keselamatan dirinya.
Suara Ho Luan Xi juga tidak terdengar lagi setelah Qie Yin berhasil keluar dari wilayah Sekte Kalajengking Merah.
"Pemuda mana yang harus aku cari, siapa dia dan seperti apa wajahnya?" batin Qie Yin yang kebinguangan untuk mencari pemuda yang di maksud oleh suara Ayahnya.
Ternyata kekuatan pinjaman dari Ho Luan Xi benar-benar hanya sebentar saja. Qie Yin terpaksa turun dan berjalan lewat darat setelah merasakan kekuatan dari ayahnya sudah mulai menghilang, dan saat ini dia berada ditingkat Sihir Elemen Bumi, kekuatannya menurun lebih dari dua tingkat kebawah.
"Tempat apa ini? Dan berada dimana aku sekarang?" batin Qie Yin sambil melihat kesekelilingnya.
Qie Yin berhenti di pinggiran sebuah desa yang cukup besar, masalahnya Qie Yin sama sekali belum pernah pergi ke daerah Kerajaan Api Timur sehingga membuat dirinya kebingungan akan dimana dirinya berada sekarang.
Qie Yin mengambil kain hitam dari balik bajunya dan menutupi sebagian wajah nya agar wajahnya tidak menarik perhatian banyak orang.
Qie Yin sadar jika wajahnya hanya akan membawa bencana saja bagi orang lain dan juga dirinya, terlebih lagi jika dilihat oleh para kaum laki-laki.
Di Sekte Kalajengking Merah sendiri sudah cukup banyak laki-laki yang berusaha mendapatkan hati Qie Yin dengan berbagai cara, bahkan harus saling membunuh hanya demi mendapatkan hatinya.
Padahal Qie Yin sama sekali tidak pernah ingin menjalin hubungan asmara sebelum menemukan pembunuh kedua orang tuanya.
Namun siapa sangka jika pelaku pembunuh kedua orang tuanya adalah She Chin, guru serta orang tua yang selama ini Qie Yin hormati.
Qie Yin melangkah kan kakinya ditengah-tengah rumah desa tersebut, sangat banyak mata yang menatap dirinya penuh curiga. Namun bagi mata para laki-laki tubuh Qie Yin masih bisa membuat mereka menatapnya tanpa berkedip.
__ADS_1
"Eh.. maaf tuan, bisa saya bertanya sesuatu kepada anda?" Qie Yin mencoba memberanikan diri bertanya kepada salah seorang warga yang sedang berbincang-bincang dengan dua orang wanita paruh baya.
Mereka bertiga segera menoleh ke arah Qie Yin dan memperhatikan Qie Yin dengan teliti. "Apa yang ingin kamu tanyakan?" salah seorang wanita paruh baya bertanya kepada Qie Yin.
"Saya ingin bertanya, nama desa ini desa apa, dan berada di wailayah apa desa ini?" tanya Qie Yin.
Ketiga warga tersebut saling berpandangan sekaligus keheranan, dari suara Qie Yin yang halus saja, mereka bisa menebak jika Qie Yin masih lah sangat muda.
"Ini adalah Desa Shenlin, dan desa Shenlin berada di wilayah perbatasan Kerajaan Api Timur!" kata wanita tersebut.
Wanita paruh baya satunya menghampiri Qie Yin dan mulai bertanya pada Qie Yin, "Kamu sendiri siapa, dan dari mana asal mu?" tanya wanita paruh baya tersebut.
"Nama saya Mei Lin, saya berasal dari kerajaan Bumi Barat, dan saya sedang melakukan perjalan ke Kerajaan Api Timur untuk menemui saudara saya disana," jawab Qie Yin yang merahasiakan akan jati dirinya.
"Owh dari kerajaan Bumi Barat ternyata, kenapa kamu harus menutup wajahmu, dan kenapa kamu hanya sendirian saja?" tanya lagi wanita tersebut.
"Saya memang sendirian saja, dan saya menutup wajah ini karena terdapat beberapa luka yang parah akibat penyakit menular!" kata Qie Yin.
Mereka bertiga kaget setelah mendengar hal itu dan kemudian mulai menjaga jarak dari Qie Yin karena takut tertular penyakit luka tersebut.
Mereka bertiga secara serempak menunjuk kearah Timur, tidak ada satupun yang berani berbicara lagi kepada Qie Yin, padahal Qie Yin memakai cadar kain hitam dan mereka percaya akan perkataan Qie Yin.
"Terima kasih banyak atas informasinya, kalau begitu saya mohon pamit dulu!" kata Qie Yin kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga yang terlihat sangat jijik dan takut kepada Qie Yin.
Berbeda dengan ketiga warga desa tersebut, beberapa lelaki lain dari para pemuda dan pria paruh baya sangat tertarik ketika melihat lekuk tubuh Qie Yin.
Qie Yin tidak mau mencari masalah di desa asing tersebut sehingga mempercepat langkah kakinya karena merasakan banyak sekali tatapan penuh nafsu dari beberapa pasang mata.
"Seharusnya disini lebih aman!" batin Qie Yin setelah berada diluar desa dan menggunakan ilmu sihir debu nya untuk mempercepat gerakannya sehingga dia terlihat seperti melayang.
Dia bisa melihat ada bukit yang cukup tinggi dari kejauhan dan bergegas pergi menuju ke bukit tersebut untuk melihat letak bangunan Kerajaan Api Timur dari ketinggian.
***
__ADS_1
Chinmi dan Lio Long pergi ke sebuah bukit tinggi yang terdapat beberapa bangunan disana, mereka kesana untuk pergi ke sekte Bukit Matahari untuk bermalam.
"Jadi sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Lio Long yang merasa jika Chinmi hanya berjalan-jalan saja seharian.
"Senior, aku hanya ingin pergi ke sekte Bukit Matahari untuk menemui ketua sekte itu!" kata Chinmi sambil berjalan pelan.
"Memangnya ada urusan penting apa disana? Bukankah jika kita terbang akan lebih cepat?"
"Jika kita terbang, kita hanya akan menarik perhatian orang lain saja, karena itu berjalan kaki lebih baik sekaligus menikmati pandangan disini."
Lio Long mengerutkan dahinya, menurutnya pemandangan di wilayah Kerajaan Api Timur tidak lah menyenangkan, tidak ada hutan yang menyejukkan.
Seluruh wilayah yang saat ini mereka lewati hanyalah batu-batu besar dengan beberapa rumput kecil liar saja. Hutan terakhir yang Lio Long lewati ketika saat keluar dari kota Kerajaan Api Timur, dan itupun hanya hutan kecil yang tidak pantas untuk disebut hutan.
Cuacanya juga cukup panas, andai mereka berdua tidak memiliki energi yang cukup besar, mungkin sudah saat siang hari mereka akan dehidrasi karena kepanasan.
"Aku pernah mendengar dari seseorang jika di Sekte Bukit Matahari ada sebuah benda pusaka Alam disana, namanya Pusaka Cakram Matahari," kata Chinmi melanjutkan perkataannya.
"Untuk apa, apakah kamu berniat untuk memintanya? Atau kamu akan merebut paksa pusakan itu?" tanya Lio Long.
"Tidak juga Senior, aku hanya ingin melihat saja apakah Pusaka Cakram Matahari itu benar-benar pusaka Alam atau bukan, Siapa tahu itu adalah pusaka Dewa," jawab Chinmi.
Chinmi mendapatkan informasi tersebut ketika dirinya berada di penginapan dekat pelabuhan ketika dirinya dan Yue Rong ingin pergi ke Kerajaan Es Utara.
Saat itu tanpa sengaja dia mendengar pembicaraan Tian Xing dan Xue Binyue, dua pendekar dari sekte Bukit Matahari yang juga akan pergi menuju ke Kerajaan Es Utara untuk mengantarkan tiga murid sekte murid mereka untuk mengikuti pertandingan.
Tian Xing menceritakan kepada Xue Binyue jika sektenya juga memiliki sebuah pusakan berbentuk Cakram. Pusaka tersebut hampir sama dengan pusaka Pedang Naga Langit.
Tidak satupun dari anggota kelompok sekte Bukit Matahari yang bisa menggunakan Cakram Matahari tersebut, bahkan ketua sekte mereka juga tidak bisa menggunakan dan mengetahui kehebatan dari pusaka tersebut.
Awalnya Chinmi tidak mempedulikannya, namun setelah memperoleh Pedang Naga Langit, dia baru tahu jika pusakan seprti itu kemungkian adalah pusaka Dewa.
Hanya pusaka Dewa saja yang sulit untuk digunakan dan tidak ada satu orang pun yang dapat menggunakan kekuatannya. Sama seperti Pedang Naga Langit yang tidak satu orang pun dapat menggunakan pedang tersebut kecuali Chinmi.
__ADS_1
"Terserah kamu saja, aku tidak perduli apakah itu adalah pusaka Dewa atau bukan, yang aku pedulikan hanyalah ingin secepatnya pergi dari duniamu dan melatihmu secepat mungkin," kata Lio Long.
Lio Long jelas ingin secepatnya melatih Chinmi agar mereka bisa denga cepat menyegel kembali keempat mahluk legendaris. Jika sampai menunda terlalu lama, Lio Long khawatir jika She Long dan ketiga mahluk lainnya sudah lebih dulu bergerak.