
Ming Zai juga menoleh kearah Chinmi yang saat ini sudah berdiri di pintu masuk, "Ternyata kamu lagi," kata Ming Zai.
Chinmi berjalan mendekati Ming Zai dan berdiri tepat di hadapannya, sedangkan semua orang yang berhasil terbebas dari tekanan sesegera mungkin pergi dari tempat itu karena takut.
"She Long! Ternyata kamu bertindak lebih dulu, dan ini di luar perkiraan ku, jika begini sepertinya aku juga tidak memiliki pilihan lain selain melawan mu!" kata Chinmi.
Jin Hang dan Pei Ling sama-sama saling berpandangan, begitu juga dengan Ming Shan yang saat ini di bantu untuk berdiri oleh Lo Wei Xhen.
"Pendekar Naga Langit! Kenapa kamu memanggil putraku dengan nama She Long?" tanya Jin Hang.
"Putramu? Maksud Jendral apa?" kini Chinmi yang terkejut sehingga bertanya kepada Jin Hang.
"Eee! Anu.. Iya Ming Zai adalah anak ku dengan Pei Ling," kata Jin Hang sambil menggaruk kepalanya karena malu kepada Chinmi.
Chinmi menatap wajah Ming Zai kemudian dia menatap Wajah Ming Shan dan beralih ke wajah Jin Hang.
Chinmi merasa wajah Ming Zai sama sekali tidak mirip dengan Jin Hang maupun Ming Shan, mungkin karena wajah Ming Zai lebih mirip Pei Ling sehingga tidak di ketahui siapa bapak dari Ming Zai sebenarnya.
"Ah.. Kenapa aku jadi sibuk memikirkan hal ini?" batin Chinmi kemudian dia kembali fokus kepada Ming Zai.
"Jendral Jin Shen, Yang Mulia, dan Permaisuri. Kedatangan ku kesini hanya ingin membongkar kedok dari She Long atau Ming Zai," kata Chinmi kemudian dia menatap Ming Zai dengan tajam.
Baik Ming Shan dan yang lainnya masih sama-sama tidak mengerti akan semua itu, "Emm.. Kamu dari tadi memanggil Ming Zai dengan nama She Long, siapa itu She Long dan mengapa kamu memanggil nya She Long?" tanya Ming Shan.
"Yang ada di hadapan kalian saat ini sudah bukan Ming Zai lagi, namun dia adalah pemimpin terkuat para Hewan Iblis yang dulu pernah muncul di pertempuran Kerajaan Bumi Barat melawan Kerajaan Angin Selatan yang saat itu bergabung dengan sekte aliran hitam sekaligus bantuan dari Benua Daratan Selatan," kata Chinmi.
Jin Hang dan Lo Wei Xhen jelas tidak akan melupakan kejadian tersebut sekaligus mengetahui tiga sosok bertubuh aneh yang memiliki kekuatan sangat besar.
"Bagaimana mungkin Ming Zai kau panggil salah satu dari mahluk itu?" tanya Jin Hang.
"Ming Zai yang kalian kenal sebenarnya sudah bukan Ming Zai lagi, itu hanya tubuhnya saja, sedangkan jiwanya adalah adalah jiwa She Long!" kata Chinmi sekaligus menatap Ming Zai dengan tajam.
"Apa buktinya jika putraku ini adalah She Long?" tanya Pei Ling yang tidak terima akan tuduhan Chinmi.
"Apakah kamu masih tidak menyadarinya juga setelah apa yang telah dia perbuat tadi dan seberapa besar kekuatannya?"
Ming Shan mengerutkan alisnya, dia sudah menyadari jika kekuatan Ming Zai memang sangat kuat, dan dia juga ingat akan kabar yang ia dengar jika Ming Zai pernah memakan lengan seorang pedagang.
"Benar juga, selain kekuatannya yang tiba-tiba sangat besar dan kuat, dia juga pernah memakan lengan salah satu Pedagang di pasar! Sekarang aku percaya padamu!" kata Ming Shan.
"Aku tidak percaya, dia tetap anakku dan jangan coba-coba kalian menyentuhnya!" kata Pei Ling.
Jin Hang sendiri kini juga mulai ragu, dia ingat jika sebelum Ming Zai pernah di bawa pergi oleh She Chin, walau saat itu ada seorang gadis yang pergi menyelamatkan nya, namun Jin Hang tidak tahu apa yang sudah terjadi saat itu karena saat itu dia tidak bisa menyusulnya karena kehabisan energi saat di perjalanan.
"Ming Zai, apakah yang di katakan oleh Pendekar Li itu benar?" tanya Jin Hang kepada Ming Zai untuk memastikan nya sendiri kebenarannya.
"Dasar Manusia sialan! Kau sudah mengacaukan semua rencanaku," kata Ming Zai sambil menggelengkan kepala dan kemudian dia menatap Pei Ling yang juga terkejut atas ucapan Ming Zai.
"Zai'er, apa maksud mu? Rencana apa yang kamu maksud?" tanya Pei Ling.
"Kau sungguh bodoh, karena rasa sayangmu yang berlebihan kepada tubuh putramu yang aku gunakan ini, kau sampai buta tidak tahu jika sebenarnya aku sedang memperalat mu, seharusnya semuanya bisa berjalan dengan lancar, namun Manusia itu sudah mengacaukannya!" kata Ming Zai.
"Tidak mungkin! Jadi kau bukan Ming Zai Putraku? Apa yang terjadi padanya?" tanya lagi Pei Ling yang masih tidak percaya.
"Putramu ini sudah mati, ini hanya tubuhnya saja yang aku gunakan! Sekarang kalian sudah tahu akan kebenarannya bukan, lalu apa yang akan kalian lakukan padaku? Apakah kalian ingin membunuh ku?"
Pei Ling terlihat sangat syok ketika tahu jika di hadapan bukan putranya dan di tambah lagi She Long mengatakan jika Ming Zai sudah mati sehingga membuat Pei Ling semakin tidak terima akan kabar itu.
Pei Ling bergegas menghampiri Ming Zai sehingga membuat Jin Hang terkejut, "Pei Ling jangan mendekatinya!" kata Jin Hang yang berniat untuk menghentikan Pei Ling.
__ADS_1
Pei Ling yang sudah berada di hadapan Ming Ling memegang pundak Ming Zai dengan tangisnya dan berbicara sambil mengguncang-guncang tubuh Ming Zai.
"Kau pasti bohong! Jika yang kau katakan memang benar, cepat kembalikan anak ku, kembalikan!" kata Pei Ling.
Ming Zai atau She Long mengepalkan tangannya karena geram kepada Pei Ling, "Suaramu membuat telingaku sakit saja, sekarang aku sudah tidak membutuhkan mu lagi, jadi sebaiknya kau mati saja!" kata She Long kemudian dia menyerang Pei Ling dengan kepalan tangannya.
Jin Hang bergerak dengan sangat cepat untuk menyelamatkan Pei Ling, namun kakinya tiba-tiba tidak bisa di gerakkan karena She Long sudah lebih dulu menekan nya.
Semua mengira jika Pei Ling pasti mati dengan serangan sedekat dan secepat itu apa lagi Pei Ling yang juga terkejut, namun ternyata pukulan She Long tidak sampai ke wajah Pei Ling karena Chinmi sudah berada di samping She Long dan menahan pukulan She Long dengan mencengkram lengan She Long.
"Jendral Jin, cepat bawa Permaisuri pergi dari sini, dan Yang Mulia! Anda sebaiknya juga pergi dan perintahkan semua para Pejabat untuk mengungsikan semua penduduk dan kumpulan mereka dalam satu tempat yang sangat luas!" kata Chinmi sambil menahan lengan She Long.
Jin Hang segera menarik tubuh Pei Ling dan bergegas pergi membawanya, sedangkan Lo Wei Xhen dan Raja Ming Shan juga segera menurut dan pergi meninggalkan Chinmi dan Ming Zai berdua di tempat itu.
"Hahaha.. Apa kau pikir kamu bisa mengalahkan ku? Walau kalian berlima berkumpul sekalipun tidak akan bisa mengalahkan ku!" kata She Long.
"Jangan terlalu percaya diri dulu She Long!" kata Chinmi.
Lengan She Long tiba-tiba berubah menjadi merah dan asap juga terlihat keluar dari lengannya.
Chinmi segera melepaskan Cengkraman nya karena lengan She Long sudah terbungkus dengan energi Api nya yang sangat kuat.
She Long mengangkat lengan apinya ke atas dan kemudian energi api di lengannya keluar dan melesat ke atas hingga menembus atap istana dan kemudian api tersebut meledak di langit.
Ledakan api tersebut membuat langit berubah menjadi bercahaya sangat terang dan seluruh rakyat Kerajaan Api Timur melihat ledakan merah dan indah itu.
"Itu seperti sebuah pesan sinyal! kamu memberi sinyal kepada siapa?" tanya Chinmi yang menyadari jika api yang ia lepas adalah sebuah sinyal dari She Long kepada sesuatu, entah itu manusia atau mungkin para pasukan Hewan Iblis.
"Kau akan segera mengetahuinya! Sekarang apa yang akan kamu lakukan padaku? Apakah kamu ingin melawanku seorang diri?" tanya She Long.
"Mau bagaimana lagi? Karena kita sudah bertemu disini, maka mampu tidak mampu aku akan tetap menghentikan mu sekarang juga!" jawab Chinmi.
"Sambutlah serangan ku ini!"
She Long segera melepaskan serangan pukulan yang sangat kuat kearah Chinmi, namun pukulan She Long melesat karena Chinmi bisa menghindari pukulan itu.
"Owh ternyata kekuatan mu juga meningkat! Sepetinya ini akan menarik!" kata She Long dengan tersenyum lebar dan kemudian kembali menyerang dengan serangan yang lebih kuat dan juga lebih cepat dari sebelumnya.
She Long menyerang Chinmi dengan serangan pukulan beruntun dan Chinmi menghindari dan sekali menahan serangan She Long.
Setiap serangan She Long mengandung energi yang mampu melepaskan gelombang energi yang cukup besar, dan dua tiang istana harus berlubang saat terkena gelombang energi yang nyasar.
Semakin lama serangan She Long semakin bertambah kuat, walau kekuatan yang She Long gunakan hanya sedikit dari energi penuh yang miliki, namun serangannya cukup untuk membunuh seorang Pertapa.
"Bammm!!!
Sebuah gelombang kejut segera tercipta ketika Chinmi membalas pukulan She Long dengan pukulan yang setara sehingga semua tiang Istana hancur.
Istana mulai runtuh akibat hancurnya semua tiang penyanggah, dan runtuhnya Istana Api Timur dapat di lihat dari jauh.
Chinmi dan She Long melayang lebih tinggi hingga keluar dari reruntuhan, dan mereka kembali melanjutkan pertarungan mereka di udara.
***
Bamm.. Bamm.. Bammm!!
Suara dentuman pertarungan mereka kini mulai menggetarkan seluruh kota, sedangkan seluruh rakyat yang saat ini sedang di giring menuju ke tempat yang lebih luas menjadi sangat panik dan takut.
"Istana ku..!" Raja Ming melihat istananya yang runtuh merasa sangat sedih.
__ADS_1
Istana Kerajaan Api sudah berdiri lebih dari Lima Ratus tahun, dan dari generasi ke generasi Kerajaan ini sudah di pimpin oleh beberapa Raja hingga saat ini di pimpin oleh Ming Shan.
Namun sekarang Raja Ming Shan harus menerima kenyataan jika Istana warisan yang megah itu kini harus runtuh oleh pertarungan dua orang berkekuatan tinggi.
Ming Shan khawatir jika runtuhnya Istana Kerajaan Api Timur akan berdampak buruk di seluruh Benua Daratan Tengah, dan dia takut tidak akan ada Kerajaan yang mau bersekutu lagi dengannya saat Kerajaan sudah lemah, dan di tambah lagi jika sampai Kerajaan nya sampai lenyap.
Siapapun bisa merobohkan Istana itu, bahkan pendekar Sihir Alam sekalipun juga mampu untuk menghancurkan nya, namun tidak secepat seperti pertarungan Chinmi dan Ming Zai atau She Long.
"Yang Mulia, mungkin semua orang di kota ini bisa kita kumpulkan di tanah lapang yang luas, namun bagaimana dengan rakyat kita yang berada di desa-desa yang jauh?" tanya Jendral Lo Wei Xhen.
"Jendral, kerahkan semua Prajurit kita, kerahkan juga prajurit elit berkuda untuk pergi dan segera sampaikan informasi darurat ini keseluruh rakyat! Jangan lupa untuk meminta bantuan Sekte terdekat, baik yang sekte kecil atau sekte yang lainnya!" kata Raja Ming.
"Yang Mulia..! Yang Mulia..!"
Ketika Ming Shan masih sibuk mengatur tugas semua para prajurit nya kepada Jendral Lo Wei Xhen dan para Pejabat yang lainnya, salah satu Prajurit datang dan juga terlihat sangat panik.
"Ada apa prajurit? Kenapa kamu terlihat panik dan ketakutan seperti habis di kejar Hantu?" tanya Ti Tao Xuan.
"Maafkan Hamba..! Disana.. disana ada ratusan orang asing yang menyerang dan membunuh banyak orang sekaligus ratusan para prajurit kita yang juga jadi korban!" kata prajurit tersebut memberi laporannya.
"Kenapa tidak kalian panggil prajurit tambahan?" tanya Ming Shan.
"Yang Mulia, sepertinya mereka bukan manusia biasa, mereka terlihat seperti mayat, dan tidak bisa di bunuh dengan senjata apapun dan kekuatan apapun!" jawab Prajurit tersebut.
"Mayat..? Apa kamu mau membodohi ku dengan laporan seperti ini? Apa kau tahu apa hukumannya jika berani mempermainkan Raja?" kata Jendral Lo Wei Xhen bertanya dengan suara geram karena merasa jika prajurit tersebut sedang memberikan laporan yang tidak masuk akal di saat-saat situasi yang kacau.
"Ha..hamba ti.. tidak berani Jendral! Namun hamba tidak berbohong..!" jawab prajurit tersebut yang terlihat ketakutan.
"Lapor Yang Mulia! Di kota bagian barat sedang di serang oleh orang-orang aneh seperti mayat hidup!"
"Yang Mulia! Seluruh penduduk desa Xiuan telah terbunuh, dan yang menyerang dan membunuh mereka adalah para Mayat Hidup!"
Satu per satu para prajurit yang bertugas di berbagai tempat mulai berdatangan, dan laporan yang di sampaikan oleh mereka semua sama seperti laporan prajurit pertama.
"Serangan apa lagi ini..! Satu masalah besar saja belum selesai, kini ada masalah besar baru lagi! Apakah sekarang Kerajaan Api Timur akan benar-benar binasa?" seru Ming Shan yang mulai frustrasi.
Kerajaan yang terkenal kuat saat ini harus mendapatkan serangan kejutan. Raja Ming Shan sendiri sampai kehabisan akal, sedangkan getaran akibat pertarungan Chinmi dan She Long bertambah besar efeknya.
"Yang Mulia! Kerajaan Angin Selatan dan Bumi Barat juga mendapatkan serangan yang sama!" salah satu Prajurit Penjaga perbatasan baru tiba dan memberi laporan sekaligus menyerahkan dua kertas kecil sekaligus dengan anak panahnya.
Kertas itu di terima oleh Ti Tao Xuan dan kemudian di serahkan kepada Ming Shan.
"Ini adalah pesan darurat yang di kirim oleh dua Kerajaan yang ingin meminta bantuan kita!" kata Ming Shan setelah membaca kedua kertas kecil tersebut.
"Bagaimana dengan Kerajaan Es Utara? Apa Kerajaan itu juga mendapatkan serangan yang sama?" tanya Ming Shan.
"Kami tidak tahu Yang Mulia, belum ada pesan apapun dari sana!" jawab Prajurit penjaga perbatasan tersebut.
"Yang Mulia, menurut hamba, Kerajaan Es Utara pasti akan mendapatkan serangan yang sama dan mereka mungkin belum sempat mengirim pesan darurat yang sama!" kata Penasehat Ti Tao Xuan.
"Kau kembalilah ke perbatasan, jika tidak ada pesan darurat dari Kerajaan Es Utara, maka kalianlah yang mengirim pesan darurat ini pada mereka, dan sekaligus membalas kedua surat ini kepada Kerajaan Bumi Barat dan Kerajaan Angin Selatan, katakan jika kita juga mendapatkan serangan serupa!" perintah Ming Shan.
"Jendral Lo Wei, bawa semua orang-orang ini ke tempat yang aman! Aku akan pergi ke kota untuk mencari warga yang masih berada disana, dan ini adalah tugasku sebagai Raja untuk melindungi keselamatan mereka semua," kata Ming Shan.
"Tapi Yang Mulia...!" Lo Wei Xhen ingin membantah namun Ming Shan segera menjawabnya.
"Jangan membantah lagi jendral Lo Wei Xhen, segera laksanakan perintah ku! Jika kau masih membantah juga, aku akan memberikan hukuman padamu!" kata Ming Shan kemudian dia segera terbang menuju ke kota untuk mencari masyarakat yang masih tertinggal.
Lo Wei Xhen dengan terpaksa melaksanakan perintah Raja Ming. Lo Wie Xhen berharap Jendral Jin Hang berada di sana membantunya, namun Jendral Jin Hang sama sekali tidak terlihat.
__ADS_1