
"Senior Lio, aku belum terlalu memahami akan kebaikan dan kejahatan, saat ini yang aku tahu hanyalah membunuh jika aku sedang menginginkannya!" kata Qie Yin.
"Begini Qie Yin, setiap orang memiliki kriteria yang berbeda-beda, jika orang itu sering berbuat kejahatan seperti membunuh, merampok dan melakukan kejahatan lainnya yang merugikan dan meresahkan banyak orang, maka kriteria itu adalah kriteria yang buruk! Wajib bagi kita untuk mengingatkan nya dan jika tidak mau, maka orang jahat itu pantas mendapatkan hukuman!"
"Apa dia juga pantas untuk di bunuh seperti orang ini?" tanya Qie Yin sambil menunjuk kearah tumpukan abu.
"Tergantung dosa dan kesalahannya! Jika dosanya sangat berat maka itu sangat pantas, namun jika ringan, cukup memberinya hukuman yang akan membuat orang itu jera dan akan mengingatnya sampai seumur hidup nya," jawab Lio Long.
"Aku masih belum mengerti senior!' kata Qie Yin.
"Pelan-pelan Qie Yin! Pelan-pelan jika kamu ingin mempelajari hal ini! Sekarang kau coba kendalikan situasi yang kacau di sini dengan caramu sendiri, namun harus berpegang kepada kebenaran!" kata Yinfei.
"Cobalah Qie Yin, aku akan membimbing mu dari sini!" kata Xi Liyi.
"Baik senior Liyi!" kata Qie Yin kemudian dia berbalik dan menatap semua orang termasuk Kelima Pemimpin Hewan Iblis.
Qie Yin terdiam sesaat sambil mengerutkan dahinya saat Xi Liyi mulai mengatakan sesuatu dengan telepatinya kepada Qie Yin.
"Mulai saat ini, Sekte ini sudah tidak memiliki ketua lagi, Sekte ini akan aku ambil alih, siapa yang merasa keberatan silahkan bicara sekarang juga!" kata Qie Yin sekaligus menarik tekanannya kepada mereka semua.
Qie Yin menoleh kearah Xi Liyi dan Xi Liyi memberi anggukan padanya kemudian dia kembali menatap semua orang.
Bing Mei dan para Pertapa lainnya saling berpandangan, mereka tidak mengerti kenapa Qie Yin ingin mengambil alih Sekte Kalajengking Merah.
Tidak satupun yang berani bangkit untuk menyatakan keberatan mereka terhadap keputusan Qie Yin.
Namun setelah beberapa saat salah satu Hewan Iblis menyerukan suaranya kepada Qie Yin.
"Aku tidak mau tinggal disini lagi, kamu pikir aku mau mengikuti perintahmu? Pimpinan She Long hanya meminta ku untuk menuruti perintah She Chin dan bukan orang lain, jika dia sudah tiada artinya aku juga tidak perlu lagi berada disini!" kata Bai Xiong Sang Beruang Putih.
"She Long! Aku sampai lupa pada nya! Sekarang kalian katakan padaku, kemana perginya She Long sekarang? Aku ingat kalian tadi membawa seorang pemuda untuk di jadikan tubuh baru She Long, jadi sekarang kalian harus menjawab pertanyaan ku, jika tidak jangan harap kalian bisa pergi dari sini!" kata Qie Yin.
"Untuk apa aku memberitahu mu? Aku bukan seperti Huo Shizi dan Huo She, aku akan selalu setia dan tidak akan memberitahu padamu akan kemana Pimpinan ku pergi walau nyawaku harus jadi taruhannya," kata Lan Lang.
"Benarkah? Katakan siapa lagi yang memilki keteguhan seperti Beruang itu?" tanya Qie Yin.
Semua pemimpin Hewan Iblis saling berpandangan kecuali Beruang Putih, perasaan mereka bercampur aduk antara jadi penghianat atau tetap setia terhadap She Long.
"Aku juga akan tetap setia!" Baihu sang Rubah putih bersuara dan kemudian dia berjalan dan berdiri bersama Bai Xiong.
"Bangkitlah kalian dan bersatu dengan kami, jika kita bersatu kita tidak akan bisa terkalahkan!" kata Baihu.
Kedua telapak tangan Bing Mei menggenggam dengan sangat erat melihat saat melihat dan mendengarkan suara Baihu, aura dingin mulai merembes keluar namun Xie Wen segera menenangkannya.
"Tenanglah, biarkan Nona itu yang mengurusnya, aku yakin dia bisa mengalahkan mereka semuanya sendiri! Jadi cobalah untuk tetap tenang!" kata Xie Wen yang di jawab oleh Bing Mei dengan anggukan pelan.
"Apa lagi yang kalian tunggu? Apakah kalian ingin menjadi pengianat? Kalau begitu lihatlah kami berdua, kami akan mengalahkannya dengan satu kali serangan! Ayo Bai Xiong!" kata Baihu.
Baihu dan Bai Xiong segera melesat maju untuk menyerang Qie Yin, sedangkan Qie Yin hanya menatap mereka dengan tatapan tajam.
"Matilah kau manusia..!" seru Baihu dengan mengangkat kuku besarnya yang tajam dan berniat merobek tubuh Qie Yin.
Bai Xiong juga mengarahkan kukunya dan mereka berdua berniat memberikan serangan cakar yang mematikan.
Qie Yin mengedipkan matanya, dan dalam sekali kedip semua orang baik para Pemimpin Hewan Iblis maupun para Pertapa bahkan Yinfei dan yang lainnya terkejut melihat semua yang terjadi dengan sangat singkat.
"Baihu..! Bai Xiong..!" Ketiga Pemimpin Hewan Iblis sama-sama berteriak memanggil Baihu dan Bai Xiong.
"Kapan dia menyerang mereka? Dan bagaimana caranya? Aku tidak melihatnya berbuat apapun!" kata Xi Liyi.
Baihu dan Bai Xiong yang ingin memberikan serangan cakar mereka kepada Qie Yin harus bernasib naas, mereka berdua tidak tahu jika akan mati dalam waktu singkat dengan kepala mereka berdua yang meledak dan darah segera menyembur bagai hujan darah.
Tubuh Bai Xiong dan Baihu jatuh tergelatak diatas tanah, energi mereka juga terus keluar dan masuk ke tubuh Qie Yin.
"Senior Yinfei, apa kamu bisa menyerang seperti yang di lakukan oleh Qie Yin?" Xi Liyi bertanya kepada Yinfei.
"Serangan Penghancur dengan kedipan mata! Aku tidak bisa melakukan ini, hanya Dewa yang memilki kekuatan yang setidaknya setingkat dengan gurunya Ho Chen itu atau setidaknya lebih tinggi, itu menurut pendapat ku!" kata Yinfei.
"Jadi maksud senior kekuatan Qie Yin melebihi Gurunya Ho Chen?" tanya Xi Liyi.
"Itu hanya menurutku saja jangan terlalu di anggap serius!" jawab Yinfei sambil terkekeh, namun sebenarnya dia juga yakin jika kekuatan Qie Yin yang sesungguhnya bisa melebihi kekuatan Cao Yuan.
"Aih.. Aku hampir saja percaya!" gerutu Xi Liyi.
Ketika tubuh Baihu dan Bai Xiong sudah hancur menjadi Debu, Qie Yin kembali menatap ke-tiga Pemimpin Hewan Iblis yang tersisa.
"Siapa lagi yang ingin menyusul mereka berdua?" tanya Qie Yin.
Tidak ada lagi yang berani menjawab pertanyaan Qie Yin, mereka semua menundukkan kepala mereka dan tidak berani menatap mata Qie Yin yang tajam.
"Huo She! Carilah She Long di sekitar tempat ini! Begitu juga dengan kamu Huo Shizi!" kata Qie Yin.
Huo Shizi dan Huo She segera pergi mencari keberadaan She Long di sekitar Wilayah Sekte, sedangkan Qie Yin berjalan menuju ke arah ke-tiga Pemimpin Hewan Iblis.
"Apakah kalian masih ingin tetap diam saja atau akan menjawab ku?" tanya Qie Yin.
__ADS_1
"De-Dewi, Pimpinan besar kami tidak ada di sini! Di-dia pergi bersama Tuan Ye Shi ke tempat lain dengan menggunakan portal!" kata Hei Lang.
"Serigala hitam, apa kamu tahu dimana tempat yang mereka tuju?"
"Ka-kami tidak di beri tahu Dewi, kami hanya di beri pesan agar tidak mengatakan kepada siapapun jika dia pergi ke Dunia lain dengan tubuh manusia yang dibawa oleh ku!" jawab Lan Lang.
"Aku harap kalian berkata jujur! Jika kalian berani berbohong padaku, nasib kalian akan sama seperti Rubah dan Beruang itu!" kata Qie Yin.
"Kami bicara jujur Dewi, mana berani kami bicara bohong!" kata Shi Hou.
"Aku akan pegang ucapan mu Kera!" kata Qie Yin.
"Kalau begitu apakah kami boleh pergi?" Lan Lang bertanya.
"Siapa yang bilang kalian boleh pergi? Kalian akan tetap disini melayani dan menjadi pengikut ku! Jika kalian setuju maka kalian akan selamat, namun jika menolak, maka kalian akan mati saat ini juga!" kata Qie Yin.
Mereka bertiga terkejut dan merasa mustahil mengikuti Qie Yin seperti Huo Shizi dan Huo She, namun jika mereka memaksa menolak, mereka akan di bunuh oleh Qie Yin.
"Bagaimana ini? Apakah kita akan menjadi pengikutnya seperti Huo Shizi dan Huo She?" tanya Hei Lang.
"Aku tidak mau mati seperti Baihu dan Bai Xiong, jika kalian mau berakhir seperti mereka, maka kalian tinggal menolaknya, kalau aku akan menjadi pengikutnya!" Lan Lang tidak ingin mati konyol sehingga dia berniat ingin menjadi pengikut Qie Yin.
Hei Lang dan Shi Hou melihat ketempat Baihu dan Bai Xiong yang menjadi debu, mereka berdua sama-sama menelan ludah masing-masing sebelum akhirnya keduanya sama-sama mengangguk.
"Dewi! Kami akan menjadi pengikut Dewi!" kata mereka secara bersamaan.
"Kalian bisa menghianati tuan kalian hanya karena takut mati, suatu saat kalian pasti akan menghianatiku juga! Karena itu aku akan memasukkan ini ke tubuh kalian!" kata Qie Yin kemudian dia memasukkan bola energi hitam yang sangat kecil ke tubuh mereka bertiga.
"Apa ini..?"
"Ini adalah segel kematian! Huo She dan Huo Shizi juga aku berikan ini! Jika suatu hari aku mati, maka kalian akan ikut mati, namun jika kalian yang mati, segel itu akan keluar dan akan kembali padaku!" kata Qie Yin.
Qie Yin terbang keudara dan berhenti di pertengahan, dia menatap kebawah dan kemudian berseru dengan suara yang menggema.
"Sekte Kalajengking Merah sudah tidak ada lagi! Sekarang Sekte ini akan berada di bawah kepemimpinan ku, dan sekarang Sekte ini aku namai Sekte Penakluk Kegelapan!" seru Qie Yin dengan suara yang terdengar hingga ke seluruh Wilayah Kerajaan Bumi Barat.
Semenjak She Chin memegang Pedang Ekor Naga, dia berniat ingin memimpin Sekte Kalajengking Merah sendiri sehingga dia tidak memerlukan kekuatan para Pendekar Sihir lainnya.
Menurut She Chin Pendekar Sihir sudah tidak dibutuhkan lagi karena keberadaan para pasukan Hewan Iblis yang berada di bawah perintahnya.
Sekarang Sekte Kalajengking Merah sudah berubah nama menjadi Sekte Penakluk Kegelapan, dan bicara soal kekuatan, tentu Sekte Penakluk Kegelapan akan menjadi Sekte yang terkuat karena memiliki Lima Hewan Iblis berkekuatan Pertapa.
Namun masalahnya Sekte Penakluk Kegelapan berada di aliran apa, apakah akan tetap berada di aliran Hitam, Putih, atau Netral?
"Bagiamana Senior Yinfei, kamu menyukai nama Sekte nya?" tanya Xi Liyi.
"Benar, aku sudah membimbing dan memberikan saran lewat telepati!" jawab Xi Liyi.
"Apa tidak ada nama lain?" tanya Yinfei.
"Kenapa sekarang Senior bertanya seperti itu? Bukankah senior sendiri yang memberikan julukan kepada Qie Yin dengan nama Dewi Penakluk Kegelapan? Seharusnya Senior senang bukan?" tanya Xi Liyi sekaligus menyindir.
" Ehhh.. Itu...!" Yifei hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal, dia kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan Xi Liyi, sedangkan Lio Long dan Lang Yu hanya menutup mulut mereka menahan tawa.
Qie Yin turun secara perlahan dan turun tepat di hadapan Bing Mei dan para Pertapa lainnya, "Saudari Bing, aku lihat saudari dan para senior semua adalah orang baik, jadi aku mohon bimbingan kalian semua!" kata Qie Yin.
Mereka berempat saling berpandangan, mereka berempat kini merasa canggung, dengan kekuatan yang di perlihatkan oleh Qie Yin, seharusnya Qie Yin lah yang pantas di panggil Senior.
"Ehh.. Nona Yin, andai aku bisa, tentu aku dengan sangat senang hati membantumu, namun kami masih memiliki tugas lain yang harus kami kerjakan!" kata Bing Mei kemudian dia memegang tangan Qie Yin.
"Suatu saat nanti jika Nona Yin menginginkan bantuan ku, pergilah ke Sekte Pulau Es, dan mulai sekarang Sekte mu dan Sekte ku akan menjadi sekutu, namun sebaiknya kamu lebih dulu mengubah aturan yang ada di Sekte mu yang baru!" kata Bing Mei.
"Aturan?"
"Iya aturan! Sekte mu adalah mantan dari Sekte aliran hitam, jadi aturannya pastilah adalah aturan yang kejam seperti membunuh dan kejahatan lainnya, jadi ubahlah semua itu!" kata Bing Mei.
"Aku tidak bisa melakukannya sendiri, lagi pula aku masih belum berpengalaman, dan satu lagi, ingatanku masih belum sepenuhnya pulih!" kata Qie Yin.
Sebelumnya Qie Yin sudah menceritakan akan apa yang di alaminya kepada Bing Mei saat mereka masih di perjalanan menuju ke Sekte Kalajengking Merah, Bing Mei setengah percaya dan setengah tidak, namun melihat sifat Qie Yin yang berubah, dia berpikir mungkin yang di ceritakan oleh Qie Yin adalah benar.
"Kau pasti bisa Nona Qie Yin, lagi pula mereka pasti akan membantumu! Aku melihat mereka semua adalah orang baik, dan pastinya bukan manusia biasa sepertimu!" kata Bing Mei sambil menatap kearah Yinfei dan lainnya.
Qie Yin melihat semua para anggota Sekte Kalajengking Merah yang semua nya berdiri dengan kepala menunduk, "Apa Senior Xi Liyi tidak salah memberikan saran seperti ini?Sepertinya ini tidak akan mudah!" batin Qie Yin.
"Nona Yin, kami pergi dulu! Jika Nona Yin ada waktu, datanglah ke Sekte Pulau Es, disana ada nenek ku yang lebih berpengalaman dari pada aku, dia mungkin bisa memberikan arahan padamu!" kata Bing Mei.
"Baiklah Saudari Bing, suatu saat aku pasti akan kesana!" kata Qie Yin.
"Baiklah kami pergi dulu!" kata Bing Mei kemudian dia dan ketiga Pertapa lainnya segera terbang meninggalkan Qie Yin.
Qie Yin berjalan menuju kearah Xi Liyi yang sedang bersama dengan Yinfei, Lio Long, dan Lang Yu.
"Senior Xi Liyi, sekarang bagaimana? Ini adalah saran mu, jadi senior harus ikut bertanggung jawab akan hal ini!" kata Qie Yin.
Yinfei dan Lio Long tertawa kecil mendengar perkataan Qie Yin kepada Xi Liyi, sedangkan Lang Yu hanya memejamkan mata.
__ADS_1
"Senior Lio dan Guru juga harus ikut membantu ku!" kata Qie Yin.
Lio Long dan Yinfei tersedak ludah mereka sendiri saat Qie Yin juga meminta mereka untuk membantu nya dalam mengelola Sekte.
"Eee.. Qie Yin, aku ingat ada sesuatu yang belum aku kerjakan!" kata Lio Long kemudian dia tidak menunggu reaksi Qie Yin dan menghilang begitu saja.
Yinfei hanya bisa melotot kepada Lio Long yang sudah menghilang, dia bingung harus mencari alasan apa agar tidak perlu ikut campur masalah Sekte.
Yinfei menatap Lang Yu yang terlihat tenang karena Qie Yin tidak meminta bantuannya, namun Lang Yu segera tersadar dengan tatapan Yinfei.
"Tuan Putri, aku lupa hari ini hari ini aku harus membersihkan Toya Emas ku!" kata Lang Yu.
"Sejak kapan kamu membersihkan senjata mu? Aku tidak pernah melihat mu membersihkan nya!" kata Yinfei dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Anu Senior, ini jarang sekali aku melakukan, karena itu sekarang aku harus membersihkan Toya Emas ku dengan Air Embun Bintang Utara! Kalau begitu aku pergi dulu, sampai nanti!"
"Tunggu Lang Yu...!" panggil Yinfei namun terlambat karena Lang Yu sudah menghilang.
"Senior..! Apakah senior juga akan pergi membiarkan aku mengatur ini sendirian?" tanya Qie Yin dengan wajah sedih.
"Qie Yin, kamu jangan sedih seperti itu! Ini semua adalah saran dariku, jadi aku pasti akan membantumu!" kata Xi Liyi.
Mata Qie Yin melebar, senyum nya kembali terlihat dan wajah nya langsung terlihat ceria, "Terima kasih senior!" kata Qie Yin.
"Tidak perlu berterima kasih seperti itu padaku, kita ini adalah satu tim, jadi sudah selayaknya kita saling bekerja sama! Aku akan menggunakan caraku seperti aku memimpin kerajaan ku, jadi aku pastikan jika Sekte mu ini akan menjadi Sekte yang terbaik dan terkuat!" kata Xi Liyi.
Yinfei hanya menghela nafas panjang, dia juga merasa tidak tega jika harus membiarkan Qie Yin menanggung beban tersebut sendiri.
Yinfei sadar jika Xi Liyi bermaksud ingin mengubah kelompok orang-orang di Sekte yang sudah biasa melakukan kejahatan agar menjadi baik, dan itu akan sangat sulit karena tidak akan mudah mengubah mereka semua.
"Senior Yinfei, aku tahu kita memiliki tugas penting, namun apakah senior sadar jika ini juga akan membantu kita agar bisa menyelesaikan tugas kita?"
Yinfei mengangguk kepala, dia tahu jika yang Xi Liyi maksud adalah She Long, dengan berada di Sekte itu, maka suatu saat nanti She Long pasti akan datang karena She Long tidak tahu jika Sekte Kalajengking Merah sudah tidak ada karena Kematian She Chin.
"Aku akan membantumu juga Qie Yin!" kata Yinfei.
Qie Yin semakin bertambah senang, dia akhirnya bisa mengubah aturan Sekte dengan bimbingan dari Xi Liyi dan Yinfei.
***
Suara Qie Yin membuat seluruh Sekte aliran hitam terkejut, walau semuanya tidak mendengar nya secara langsung, namun kabar dari berbagai arah sudah tersebar luas jika saat ini Sekte Kalajengking Merah sudah tiada karena She Chin sudah terbunuh.
Kekuatan Sekte aliran hitam akan menurun secara drastis karena kehilangan salah satu Pendekar terkuat dari aliran Hitam.
"Masalah yang dibuat oleh She Chin justru membawanya pada kehancurannya sendiri!" kata Meng Ling yang sedang duduk sambil mengetuk-ngetuk meja.
"Lalu bagaimana sekarang? Jika She Chin mati, maka Makhluk Manusia Naga itu pasti tidak akan mau bergabung dengan kita lagi!" kata Tong Liung.
"She Chin! She Chin! Aku akan mencoba cara yang baru aku pelajari!" kata Meng Ling.
"Cara seperti apa itu?" tanya Tong Liung.
"Aku akan menggunakan mayat orang lain dan kemudian akan memanggil jiwa She Chin, dia akan aku masukkan ke tubuh mayat itu!" kata Meng Ling.
Tong Liung sangat kebingungan dengan Maksud perkataan Meng Ling, "Apakah dia akan hidup lagi?" tanya Tong Liung yang penasaran.
"Tidak tahu, ini baru uji coba karena ritual ini masih belum aku sempurnakan! Memang dia akan terlihat seperti hidup, namun tidak sempurna!" jawab Meng Ling.
"Itu artinya dia akan menjadi mayat hidup?"
"Anggap saja begitu, jika ritual ini bisa aku sempurnakan, maka aku bisa mengendalikan kekuatan besar dari mayat hidup, apalagi Mayat Hidup nya adalah She Chin! Dia bisa aku kendalikan dari jarak jauh dan kekuatannya akan berada di kekuatan maksimal yang dimiliki nya!"
"Kalau begitu kenapa kamu tidak melakukannya sekarang?" tanya Tong Liung.
"Tidak bisa..! Untuk bisa melakukan itu, aku butuh beberapa bagian tubuh apapun darinya, baik itu kulit, Kuku, Daging, Tulang, Rambut, bahkan abu kremasi nya!" kata Meng Ling.
"Bagiamana jika pakaian nya?"
"Aku belum mencoba dengan itu, namun hasilnya mungkin sangat kecil untuk bisa berhasil!" jawab Meng Ling.
"Kalau begitu aku akan mencari sesuatu dari bekas tubuhnya! Seingatku dia pernah berada disini selama beberapa hari bukan? Coba lihat di kamar yang pernah dia pakai disini, siapa tahu ada sesuatu disana yang bisa kita temukan, rambut, kuku, atau yang lainnya!" kata Tong Liung memberi saran.
"Kamar itu sudah lama aku tutup karena takut jika racun She Chin akan ada di beberapa benda. Aku khawatir jika ada racun yang menempel dan para murid-murid ku menyentuhnya dan jadinya keracunan, akan sangat fatal akibatnya!" kata Meng Ling.
"Kalau begitu kita harus berhati-hati, ayo kita cari kesana!" ajak Tong Liung.
Meng Ling menarik nafas panjang, dia sangat khawatir terkena racun, karena She Chin adalah pendekar yang menggunakan racun berbahaya, bahkan seluruh tubuhnya juga mengandung racun dari kulit, daging, hingga darahnya.
Jika sampai racun di tubuh She Chin menempel di beberapa barang di dalam kamar dan itu bisa membahayakan semua orang termasuk Meng Ling dan Tong Liung.
"Ini kamarnya! Sejak pertemuan terakhir dengan She Chin dan Fu Shen waktu itu, kamar ini tidak pernah aku buka!" kata Meng Ling.
Tong Liung ingin membuka pintu kamar, namun Meng Ling menghentikan nya, "Tunggu Saudara Tong!" kata Meng Ling kemudian dia mengambil kain.
"Sebaiknya jangan sembarang menyentuh apapun di dalam kamar, jika ingin menyentuh gunakanlah kain atau sapu tangan!" kata Meng Ling.
__ADS_1
Mereka berdua sama-sama masuk kedalam kamar yang pernah di gunakan oleh She Chin.
"Tidak ku sangka aku akan membuka kembali kamar ini, andai tidak demi mencari sesuatu yang berhubungan dengan tubuhnya dan ingin membuat mayat hidup nya, aku tidak mau masuk ke kamar ini!" kata Meng Ling yang menggerutu sambil mencari-cari di berbagai tempat untuk bisa menemukan salah satu benda apapun yang dapat ia temukan dari bekas tubuhnya.