
"Jika demikian sudah waktunya bagi kita untuk menekan Raja Shao, karena sudah tidak ada lagi dukungan dari anggota sekte aliran hitam," kata Lo Wei Xhen.
"Jika demikian kita akan sampaikan kesepakatan ini kepada Raja kita masing-masing," kata Li Xiang.
Ketika mereka masih saling mengobrol Li Fang datang ke rumah Li Xiang, dia terlihat seperti memikirkan sesuatu dengan berjalan tanpa mengetahui jika ada Jendral Lao Shi dan Jendral Lo Wei Xhen di dalam rumah.
"Owh maaf aku tidak tahu jika ada tamu penting di sini!" kata Li Fang yang terkejut ketika melihat Lo Wei Xhen dan Lao Shi.
"Jendral Li Fang, kemarilah kita berbincang bersama disini!" kata Lo Wei Xhen.
"Benar, sebenarnya ini adalah sebuah keberuntungan bagi kami bisa bertemu dengan kedua Jendral dari keluarga Li yang namanya sudah di kenal di Benua Daratan Tengah ini," sambung Lao Shi.
"Senior berdua terlalu memuji!" kata Li Fang dengan memberi hormat kepada mereka berdua.
Li Fang ikut bergabung dengan mereka, dan dia juga diberi tahu akan rencana yang sudah mereka bahas kepada Li Fang.
"Tunggu dulu, kalian jangan dulu gegabah!" kata Li Fang.
"Fang'er apa maksudmu?" Li Xiang dan yang lainnya sama merasa heran.
"Kakak, bukan aku tidak setuju, apakah kalian sudah lupa kepada dua puluh pendekar dari Benua Daratan Selatan yang sudah di habisi oleh Chinmi?"
Mereka bertiga saling berpandangan dan sama-sama teringat kepada para Pendekar hebat tersebut. Andai tidak ada Chinmi saat itu, mungkin Kerajaan Bumi Barat sudah tidak ada lagi.
"Menurut yang aku dengar, masih ada tiga pendekar yang kekuatannya melebihi ke dua puluh pendekar itu, dan mereka saat ini berada di Kerajaan Angin Selatan," kata Li Fang.
"Benarkah, darimana kamu tahu?" tanya Lao Shi.
Saat pertempuran sudah usai, Li Fang sempat berbicara dengan Fan Yuzhen, dan Fan Yuzhen menyampaikan akan apa yang di sampaikan oleh salah satu Naga yang mendengar percakapan antara Chinmi dengan salah satu Pendekar dari Benua Daratan Selatan tersebut.
"Tunggu dulu, aku yakin Yang Mulia pasti mengetahui mereka, karena beliau tahu jika mereka adalah sebuah organisasi di Benua Daratan Selatan!" kata Li Xiang.
"Kalau begitu Jendral Li coba tanyakan, mungkin kita bisa mendapatkan informasi dari Raja Tao!" kata Lao Shi.
"Baiklah, nanti aku akan membahas masalah ini dengan Yang Mulia, dan secepatnya aku akan memberikan informasinya kepada kalian!" kata Li Xiang.
"Kakak, kedatanganku kesini sebenarnya ingin meminta ijin mu, aku dan keluargaku akan pergi ke sekte Pedang Suci karena disana akan diadakan acara pertunangan antara cucu ketua sekte Ji Long dengan anak dari ketua Sekte Bukit Matahari Jiu Sha," kata Li Fang.
Yang Li Fang maksud adalah Yue Yin dan Jiu Heng. Mereka berdua di jodohkan bukan oleh Ji Long melainkan oleh ibu Yue Yin sendiri yaitu Mang Xin.
"Baiklah mengingat Yue Rong juga murid dari Sekte Pedang Suci, jadi aku ijinkan," kata Li Xiang.
"Terima kasih Kakak!" kata Li Fang.
Sebenarnya Li Fang ingin meminta ijin kepada Raja Tao, namun dia membatalkannya dan berniat meminta ijin kepada Li Xiang, karena hanya Li Xiang yang paling dekat dengan Raja Tao.
Namun dia mulai khawatir jika Li Xiang tidak setuju dan meminta dirinya untuk meminta ijin langsung kepada Raja Tao. Dan itu membuat dirinya terlihat berpikir hingga sampai ke rumah Li Xiang.
"Kakak dan senior berdua, aku mohon pamit!" kata Li Fang.
"Pergilah dan sampaikan salam ku pada Ketua Ji Long, namun tunggulah kamu dirumah mu sebentar, aku akan menemui Yang Mulia dan akan memberikan kabar ini padanya, aku yakin dia akan memberikan hadiah kepada Ketua Ji!" kata Li Xiang.
"Tuan Li, kalau begitu kami juga mohon pamit, karena kami juga akan datang kesana!" kata Lo Wei Xhen dan Lao Shi yang sudah saling mengangguk dan berniat akan pergi juga ke Sekte Pedang Suci.
Mereka berdua tidak mungkin kembali ke Kerajaan mereka dan memberitahu Raja mereka berdua, karena itu mereka akan menggunakan semua harta yang mereka bawa saat ini sebagai bentuk penghormatan kepada Sekte Pedang Suci yang menjadi salah satu Sekte besar aliran Putih.
"Owh jadi senior berdua juga akan kesana, kalau begitu kita bisa berangkat bersama-sama!" kata Li Fang yang tidak menduga jika kedua Jendral tersebut ternyata juga akan pergi ke Sekte Pedang Suci.
Sebenarnya itu di luar rencana mereka berdua, namun mereka juga bisa berpikir jika Sekte Pedang Suci sudah menjadi bagian dari aliansi terkuat, menjalin hubungan dengan yang memiliki kekuatan adalah hal yang sangat di perlukan.
"Tentu! Mari kita pergi bersama-sama agar perjalanan semakin menyenangkan!" kata Lao Shi.
Mereka bertiga segera bergegas pergi menuju ke rumah Li Fang, sedangkan Li Xiang segera pergi ke istana untuk memberitahukan akan kabar tersebut kepada Tao Xi Lun.
__ADS_1
Sesuai yang di katakan oleh Li Xiang, Tao Xi Lun juga mengirim dua ratus prajurit dengan membawa banyak hadiah untuk Sekte Pedang Suci yang akan mengadakan pertunangan sebagai bentuk penghormatannya.
Mereka bersama dengan Li Fang dan Yue Rong berangkat bersama-sama menuju ke sekte Pedang Suci, Lao Shi dan Lo Wei Xhen juga bergabung dengan mereka sehingga mereka terlihat seperti satu karavan yang membawa banyak barang berharga.
***
Di Sekte Pedang Suci juga saat ini sangat ramai, banyak orang-orang dari sekte aliran putih dan netral datang kesana.
Mereka semua mendapat undangan dari Ji Sang ayah Yue Yin dan anak Ji Long.
"Ketua Ji, kami dari Sekte Kipas Emas mengucapkan selamat atas pertunangan cucu mu!" kata salah satu rombongan yang datang dari sekte aliran Netral.
"Ketua Ji, kami mewakili Sekte Seribu Bunga mengucapkan selamat atas kebahagiaan cucumu!! Maaf karena ketua Zhuxian akan datang terlambat!" kata rombongan yang semuanya adalah wanita.
Semua rombongan dari berbagai sekte saling mengucapakan selamat kepada Ji Long, sedangkan Ji Long menyambut mereka semua dengan sangat hormat.
Sebenarnya Ji Long tidak menyetujui pertimbangan tersebut, bukan karena tidak ingin cucu nya bertunangan, dia juga sebenarnya tidak peduli siapa yang akan menjadi pendamping hidup cucunya.
Namun umur Yue Yin masih sangat mudah, walau ini hanya sebuah pertunangan saja, namun tetap saja Yue Yin akan di batasi dalam berinteraksi.
Jika boleh memilih, Ji Long ingin menjodohkan Yue Yin dengan Chinmi, namun apalah daya karena Ji Sang dan Mang Xin sudah menyetujui perjodohan tersebut.
"Terima kasih atas kedatangan kalian di acara kami ini, kami sungguh merasa sangat terhormat karena kalian masih bisa menyempatkan diri untuk datang di acara pertunangan cucuku!" kata Ji Long berdiri dan menyampaikan pidatonya.
"Ketua Ji seharusnya tidak perlu sungkan, bagaiamana pun juga, Sekte Pedang Suci adalah Sekte besar yang pantas mendapatkan semua penghormatan ini!" kata salah satu dari mereka.
"Ketua Ji, kemana cucumu? Kami ingin melihatnya!"
"Dia berada di dalam bersama dengan Mang Xin, mungkin sebentar lagi dia akan keluar," jawab Ji Long.
Mang Xin saat ini memang menemani Yue Yin dan dia juga membantu merias Yue Yin, sedangkan Ji Sang berada di depan menyambut setiap undangan yang datang, sekaligus menunggu kedatangan Jiu Sha dan seluruh anggotanya.
"Maaf ketua Ji pertanyaan ku ini sedikit melenceng! Ketua Ji, bakankah putra Jendral Li itu juga pernah menjadi bagian dari sekte ini?" salah satu dari anggota sekte aliran netral bertanya.
"Kalau begitu dia pasti akan datang juga bukan?"
Ji Long tersedak ludahnya sendiri, dia tidak menyangka jika mereka justru bertanya apakah Chinmi akan datang atau tidak.
Bagaimana mungkin dia mengundang Chinmi, jangankan mengundangnya, dia sendiri tidak tahu dimana Chinmi saat ini berada, dan Chinmi sendiri juga pasti tidak akan tahu jika salah satu temannya akan bertunangan.
"Tidak, dia saat ini sedang berada di tempat yang sangat jauh," jawab Ji Long dengan singkat.
Di dalam kamar sendiri, Yue Yin menatap dirinya sendiri di depan Cermin dengan wajah murung.
Semenjak dia berpisah dengan Chinmi saat di Kerajaan Es Utara, saat itu juga dia tidak lagi pernah bertemu dengan Chinmi, bahkan walau Chinmi sedang berada di Kerajaan Bumi Barat, Yue Yin tetap tidak bisa bertemu dengannya.
Yue Yin berpikir kemungkinan besar Chinmi sudah melupakan dirinya sebagai teman, namun Yue Yin tetap berharap agar Chinmi datang di hari pertunangannya, walau dia tahu hal itu mustahil akan terjadi.
"Yin'er sudah waktunya kamu menemui para undangan, mereka sudah tidak sabar ingin melihatmu!" kata Mang Xin.
"Ibu, sebentar lagi, aku masih merasa malu dan juga gugup!" kata Yue Yin beralasan.
Sebenarnya dirinya belum siap untuk bertunangan, bukan karena ada laki-laki lain, namun dia masih ingin sendiri tanpa ada ikatan apapun.
"Yin'er, Ibu tahu yang saat ini kami pikirkan, namun semua yang ayah dan ibu lakukan ini demi masa depan mu dan juga masa depan sekte kita juga!" kata Mang Xin.
"Aku selalu menuruti apapun yang ayah dan ibu katakan, bahkan hingga hari ini aku tetap menurut walau ini menyangkut kebahagiaan dan masa depanku sendiri yang aku sendiri tidak mau melakukannya!"
Perkataan Yue Yin membuat Mang Xin mengerutkan dahi, dia akui sejak kecil Yue Yin tidak pernah membantah dan selalu menurut apapun yang Mang Xin dan Ji Sang katakan.
"Maafkan aku Yin'er, bukan maksud Ayah dan Ibu untuk memaksakan mu untuk melakukan acara pertunangan ini, namun Ayah dan Ibu tidak punya pilihan lain, karena kami sedang terikat janji!" kata Mang Xin.
"Aku tahu itu ibu!" jawab Yue Yin.
__ADS_1
Yue Yin sudah tahu jika Ayah dan Ibunya memilki sebuah janji kepada Jiu Sha, saat Yue Yin dan Jiu Heng masih masih anak-anak, Mang Xin dan Ji Sang pernah mendapatkan sebuah misi dari Ji Long.
Saat sedang menjalankan misi tersebut, mereka sempat bertemu dengan beberapa pendekar kuat yang membuat mereka hampir kehilangan nyawanya.
Saat itu secara kebetulan Jiu Sha datang karena mendengar pertarungan mereka, dan dia melihat saat itu Ji Sang dan Mang Xin yang masih berada di tingkat menengah hampir mati di tangan empat pendekar berkekuatan Tingkat Puncak.
Karena pertarungan mereka berada tidak jauh dari Sekte Bukit Matahari, Jiu Sha segera datang dan menyelamatkan mereka berdua dan juga berhasil membuat keempat lawannya kabur karena takut kepada Jiu Sha yang memiliki kekuatan di tingkat Sihir Elemen Alam.
Ji Sang dan Mang Xin mengucapkan banyak terima kasih kepada Jiu Sha dan berharap bisa membalas Budi.
Jiu Sha sendiri menganggap semua itu sebagai sebuah kewajiban sesama aliran putih, Jiu Sha juga menjelaskan jika sebenarnya yang menyerang mereka berdua saat itu adalah anggota kelompok Singa Api.
Ketika mereka saling berbincang-bincang, Jiu Heng yang saat itu masih berumur 3 tahun datang dan duduk di pangkuan Jiu Sha.
Melihat Jiu Sha yang tenyata memiliki seorang putra, hal yang tidak seharusnya di ucapkan akhirnya di ucapkan oleh Ji Sang dan Mang Xin, yaitu melakukan perjanjian perjodohan Jiu Heng dan Yue Yin.
Ji Sang baru sadar jika keputusannya tersebut sudah keliru, karena dia seperti tidak memikirkan perasaan putrinya, dan bahkan Ji Long juga menyayangkan hal itu.
Namun nasi sudah menjadi bubur, hal yang sudah dia janjikan tidak mungkin di tarik kembali.
"Ibu, jika suatu hari aku jadi atau tidaknya menikah dengan tuan muda Jiu Heng, aku harap ibu dan ayah tidak lagi meminta hal yang tidak aku inginkan!" kata Yue Yin.
Mata Mang Xin mulia berair, dia sebenarnya merasa bersalah namun dia sendiri juga tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya memeluk Yue Yin.
"Maafkan kami Yin'er, setelah ini kami berjanji akan menuruti semua keinginanmu," kata Mang Xin dengan memeluk Yue Yin dengan erat.
"Baiklah mari kita keluar!" ajak Mang Xin dan kemudian mereka berdua melangkah keluar untuk menemui para undangan.
Di saat yang sama, Bing Mei dan Zhihui juga datang, selain itu Li Fang dan para pasukan dari Kerajaan Bumi Barat juga datang dengan membawa banyak hadiah dan di tambah lagi dengan kedatangan Jendral Lo Wei Xhen dan juga Lao Shi membuat semua sekte menyadari jika ketiga Kerajaan sudah bersatu.
"Yin'er, selamat atas pertungan mu ini, aku sangat iri padamu karena aku marasa kalah cantik dengan dirimu!" kata Yue Rong menggoda Yue Yin.
"Senior Rong, mana mungkin aku bisa mengalahkan kecantikan senior, kecantikan senior sangat alami, jadi aku tidak berani jika harus bersaing!" kata Yue Yin namun tatapannya jatuh kepada seorang gadis yang sangat cantik dan juga anggun sedang berdiri dan tersenyum lembut padanya.
"Owh kamu mengenalnya?" tanya Yue Rong.
"Iya, kami pernah bertemu dulu di Kerajaan Es Utara, dia adalah Cucu dari Dewi Naga Es, namanya adalah Bing Mei, Pertapa termuda saat ini sekaligus ketua sekte paling muda sepanjang sejarah!" kata Yue Yin.
Yue Yin menandai Bing Mei dari bola matanya yang kebiruan, dan kabar akan Bing Mei yang menjadi Pertapa kelima sekaligus termuda sudah ia dengar.
"Saudari Yin, lama tidak berjumpa!" kata Bing Mei menghampiri dan menyapa Yue Yin.
Semua orang menatap Bing Mei dengan tatapan kagum dan juga terpesona akan kecantikan Bing Mei, namun tidak satupun yang berani menyapa maupun mencoba menatapnya terlalu lama karena takut.
Saat ini Bing Mei sudah di nobatkan sebagai Pertapa Es sekaligus Pertapa termuda kelima dari keempat pertapa.
Hawa dingin secara terus menerus keluar dari tubuhnya, dan aura kuat juga terasa oleh semua orang yang ada di dalam ruangan yang sangat luas tersebut.
"Saudari ehh.. maksudku Nona! Tidak maksudku Pertapa Es, aku sangat senang karena kamu juga datang di acara ku ini!" kata Yue Yin.
"Tidak perlu memanggilku seperti itu, panggil saja aku seperti biasa saja, lagi pula kita ini seumuran," kata Bing Mei.
Yue Yin hanya bisa mengangguk dengan tersenyum lembut, walau dia seumuran dengan Bing Mei, namun dari segi kekuatan Bing Mei lebih kuat dan berbakat.
Di Benua Daratan Tengah, kekuatan para Pertapa adalah yang terkuat dan disegani.
Sedangkan di Benua Daratan Selatan masih banyak kekuatan yang melebihi dari kekuatan para Pertapa, namun itu berbeda benua.
Disaat yang sama, Jiu Sha dan rombongannya juga datang, semuanya segara menyambut kedatangan mereka, dan Jiu Heng juga terlihat berjalan dengan mereka, namun wajahnya terlihat tidak senang.
"Calon tunangan mu sudah datang, ayo persiapkan dirimu!" kata Yue Rong.
Yue Yin hanya bisa mengangguk pasrah dan hanya bisa menurut dan berjalan bersama dengan mereka menyabut kedatangan Jiu Sha dan semua rombongan nya.
__ADS_1