
"Sudah lebih dari lima ratus tahun sejak para Raja Iblis dan ratu sihir berhasil di kalahkan oleh Chen'er. Sejak itu juga dunia berubah!" kata Feng Ying.
"Iya aku juga merasakannya, dunia sangat damai, bahkan tidak satupun para pendekar dari berbagai aliran yang berani mencari permusuhan dengan pendekar lainnya, kecuali para perampok dan maling saja!" ucap Ming Hao.
"Mana mungkin Chen'er bisa menghentikan semua kekacauan di seluruh dunia, jika kekacauan besar, dia memang bisa menghentikannya. Namun jika kekacauan kecil jelas bukan urusan Tuan Ho Chen, tapi urusan kerajaan! Benarkan Yu?" salah satu sosok bersuara perempuan berbicara kepada sosok bercahaya lainnya yang bernama Yu.
"Untuk apa aku harus menjawab pertanyaan yang tidak penting seperti itu, bahkan Kun yang bodoh saja tidak mau membahas akan hal itu!" kata Yu sambil menatap sosok cahaya lainnya yang terlihat seperti merasa bosan.
"Kamu mau mencari masalah denganku? Baik-baik sudah lama aku tidak memukul, jadi sekarang aku ingin memukul sesuatu, dan mungkin itu adalah kamu!" kata sosok yang di panggil Kun dengan nada marah.
"Yin, hentikan mereka jangan sampai Kun mengeluarkan kekuatannya di sini, bisa-bisa gunung yang sejuk ini jadi hancur akibat pertarungan mereka!" kata Ming Hao.
Mereka semua adalah para penghuni dari galaxi pusaran cincin, mereka adalah Feng Ying guru dari Ho Chen yang dulu di juluki sebagai sang legenda.
Semenjak pertemuannya dengan Hanzi dan ke enam sosok lainnya, Hanzi dan keenam sosok lainnya membantu Feng Ying agar memiliki kekuatan yang sama dengan mereka dengan cara menyatukan energi murni milik mereka, sehingga Feng Ying memiliki tubuh abadi dan bisa hidup hingga saat ini.
Sedangkan sosok lainnya adalah Hanzi dan ke enam pecahan energi lainnya yang kini memiliki kekuatan yang sebanding dengan Hanzi, mereka tidak lain adalah Ming Hao, Yu, Yin, Yang, Niu, dan Kun.
Hanzi sendiri sudah memindahkan semua penduduk dari dunia Astral ke dunia tempat Feng Ying yaitu di Gunung Tirai Kabut.
Gunung Tirai Kabut sangat cocok untuk para penghuni dari dunia Astral, karena hutannya yang masih utuh dan alami, di samping itu selain Feng Ying, Ho Chen dan Wang Dunrui, tidak ada lagi manusia yang kesana kecuali Qiao Lin dan Yihua yang terkadang kesana juga untuk berkunjung menemui Feng Ying.
Yin berusaha menenangkan Kun agar dia tetap tenang, masalahnya Kun sama sekali tidak peduli, bahkan terhadap Hanzi sekalipun.
Walau Hanzi adalah tuannya, namun kekuatan Kun sebanding dengan Hanzi sehingga dia tidak lagi takut kepada nya.
__ADS_1
Yu sendiri hanya menggelengkan kepala pelan melihat sikap Kun yang arogan dan juga keras kepala, Yu yang bilang jika Kun adalah sosok yang bodoh karena setiap harinya Kun hanya mengeluh dan menggerutu karena tidak menemukan lawan yang bisa ia hadapi sekaligus ingin ia bunuh.
Naluri sisa hewan buasnya masih menempel, sehingga yang ia inginkan hanya ingin bertarung dan terus bertarung.
"Kun, jika sampai Tuan Ho Chen mengetahui jika kamu sama sekali tidak peduli jika Gunung Tirai Kabut ini hancur, apa yang akan kau katakan pada Tuan Ho Chen nanti? Atau aku saja yang memberi tahukan agar Tuan Ho Chen menghukum mu?" Niu yang sudah jengkel kepada Kun akhirnya membawa nama Ho Chen untuk memenangkannya.
"Ja-jangan, baiklah aku tidak akan melakukannya!" kata Kun dengan cahaya tubuhnya yang sedikit meredup karena takut.
Niu tertawa kecil melihat hal itu, nyatanya nama Ho Chen cukup untuk menenangkan Kun yang terlalu sulit untuk dikendalikan.
"Eh sepertinya yang datang..!" Yang adalah salah satu sosok dari pecahan energi sejak tadi hanya berdiri di atas batu melihat dua orang datang menghampirinya.
"Tehnik Mata Dewa."
Mata Feng Ying, Hanzi dan Ming Hao sama-sama bersinar untuk melihat akan siapa yang datang, "Em.. mereka teman lama kita. Mari kita sambut mereka!" kata Feng Ying.
"Qiao Ho, ada apa kamu datang kesini?" tanya Feng Ying.
"Sesepuh Feng dan senior semua, maaf jika kami mengganggu, kami datang kesini karena membutuhkan bantuan kalian semua!" kata Qiao Ho.
"Kamu datang bersama dengan Kang Jian, apakah sekte Bukit Halilintar juga membutuhkan bantuan kami?" tanya lagi Feng Ying setelah melihat seorang pria tua mantan ketua dari sekte Bukit Halilintar yang ikut terbang bersama Qiao Ho yang berasal dari sekte Gunung Es.
Kang Jian saat ini hanya tinggal bersama cicit nya yang bernama Kang Xhuli, yang sudah berumur lebih dari 40 tahun. Kang Xhuli adalah Cucu dari Kang Yelu.
Kang Yelu dan Liu Wei dikarunia dua anak, satu laki-laki dan satu lagi perempuan, namun anak perempuannya harus mati saat berumur 10 tahun karena sebuah kecelakaan.
__ADS_1
Akibat kejadian tersebut, Liu Wei jadi syok dan akhirnya jatuh sakit dan meninggal di usia 40 tahun, sedangkan Kang Yelu masih hidup untuk beberapa lama dan meninggal di usia 140 tahun.
Sekte Bukit Halilintar saat ini dipimpin oleh perempuan, dia adalah Kang Xhuli, Anak dari Kang Ling yang saat ini sudah tidak lagi menjadi ketua sekte karena usianya yang sudah tua, sedangkan Kang Jian sudah lama pensiun, dia juga berhasil menembus tingkat Alam Dewa sehingga bisa hidup hingga ratusan tahun begitu juga dengan Qiao Ho.
"Kenapa kalian tidak meminta bantuan Wang Dunrui saja? Bukankah dia juga berada disana?" tanya Hanzi.
"Maaf senior, Wang Dunrui sudah lama tidak terlihat," kata Kang Jian.
Wang Dunrui saat ini sudah menjadi duda, begitu juga dengan Yihua yang sudah menjadi janda karena ditinggal mati oleh pasangan mereka masing-masing karena faktor usia.
Jiu Rui meninggal di usia 90 tahun, sedangkan Kang Yin Fei istri Wang Dunrui meninggal di usia 85 tahun, Jiu Rui memiliki satu putri bersama dengan Yihua dan dan diberi nama Jiu Xi Ling. Sedangkan Wang Dunrui juga memiliki satu putri yang bernama Wang Zhie Lie.
Anak dari Jiu Rui dan Yihua menikah dengan seorang pangeran dari kekaisaran Ming dan saat ini anak Jiu Rui sudah memiliki Cucu disana.
Sedangkan anak Wang Dunrui menikah dengan salah satu Pendekar dari Sekte Aliran netral yaitu sekte Hutan Bambu dan sekarang juga sudah memiliki Cucu.
Walau umur Wang Dunrui dan Yihua sudah lebih dari lima ratus tahun, namun tubuh mereka tetaplah seperti dulu, Yihua masih terlihat berumur 23 tahunan, sedangkan Wang Dunrui terlihat berumur 30 tahunan.
Siapa sangka energi murni yang Wang Dunrui salurkan melewati Hanzi untuk menhidupkan Yihua tenyata membuat Yihua juga memiliki tubuh abadi sama seperti Ho Chen dan juga istrinya.
"Heeeh..! Memangnya kalian membutuhkan bantuan seperti apa hingga kalian repot-repot datang kesini?" tanya Ming Hao dengan mendengus kesal.
"Guru sepuh, sejak dua minggu yang lalu, ada keanehan yang terjadi di wilayah seluruh kekaisaran, baik itu kekaisaran Yun maupun Ming dan yang lainnya. Keanehan tersebut adalah munculnya para siluman yang menyerang desa-desa serta kota sekaligus sekte-sekte yang ada," kata Kang Jian.
"Bukankah kalian seharusnya bisa mengurusnya, apalagi mereka hanya para siluman! Seharusnya itu menjadi tanggung jawab Kekaisaran untuk mengatasinya!" kata Feng Ying.
__ADS_1
"Saya mengerti sesepuh, namun kejadian ini sungguh aneh, kami semua kesulitan untuk mencari penyebabnya karena selama ini para siluman tidak pernah menapakkan diri, bahkan dua hari yang lalu, Sekte Hutan Siluman hampir binasa akibat serangan tersebut, dan menurut kabar, para siluman tersebut ada yang memiliki kekuatan tingkat Alam Dewa!" kata Qiao Ho.