
***
"Kenapa kamu terkejut seperti itu Yin'er, bukankah kamu sudah tahu jika aku memang memiliki alat untuk menekan kekuatanmu, jadi diamlah dan biar semua kekuatanmu terserap ke batu ini."
She Chin sedang mengikat Qie Yin dengan rantai khusus untuk menekan kekuatan Qie Yin. Saat ini Qie Yin sudah hampir menembus tingkat Pertapa di usianya yang masih 18 tahun.
Kekuatan yang didapatkan oleh Qie Yin tidak lah alami, dia mendapatkan kekuatan dari sebuah percobaan She Chin dengan cara menyerap energi murni dari banyak Pendekar.
She Chin memang berencana untuk menciptakan seorang Pertapa dari aliran hitam, namun bukan Qie Yin yang ia maksud.
Qie Yin hanya menjadi wadah, sedangkan yang akan memiliki kekuatan tersebut adalah She Chin sendiri.
She Chin tidaklah bodoh, dia meningkatkan kekuatan Qie Yin secara instan bukan berarti tidak memiliki kelemahannya.
"Kenapa Guru melakukan ini kepadaku?" tanya Qie Yin dengan suara lemah.
"Apa kamu pikir aku akan benar-benar ingin membuat dirimu menjadi seorang pertapa? Tidak! Aku hanya menjadikanmu sebagai wadah saja, dan akhirnya akulah yang akan memetik hasilnya," kata She Chin.
Dari semua anak yang dijadikan uji coba sebagai wadah energi murni, hanya Qie Yin lah yang berhasil menjadi wadah.
Karena itu Qie Yin diangkat menjadi anak angkat She Chin sekaligus menjadi muridnya, dan itu semua semata-mata agar Qie Yin selalu dibawah pengawasannya.
"Kenapa Guru tega melakukan ini padaku? Bukankah Guru sudah menganggapku sebagai anak Guru sendiri?"
"Anak ku? Hahaha... Kamu salah paham, aku tidak bersungguh-sungguh ingin menjadikan dirimu sebagai anak angkat ku, bagiku kau hanyalah sebagai kelinci percobaan saja dan tidak lebih dari itu," jawab She Chin sekaligus menggenggam batu berwarna merah di tangan kanannya.
Ada dua batu yang dimiliki oleh She Chin, yang satu adalah batu berwarna putih sebesar kepalan tangan anak kecil, dan yang satu berwarna merah yang memiliki ukuran yang sama.
Fungsi dari batu yang berwarna putih adalah untuk menekan sekaligus menyerap energi murni yang dimiliki oleh Qie Yin.
Sedangkan batu yang berwarna merah berfungsi sebagai penerima energi murni yang terhubung dengan batu putih yang saat ini berada di atas kepala Qie Yin.
Secara perlahan-lahan batu putih tersebut menyerap energi milik Qie Yin, semakin lama batu putih tersebut semakin bercahaya terang karena terisi oleh energi milik Qie Yin.
She Chin sendiri juga mengarahkan batu merahnya ke batu putih tersebut, dan aura putih terlibat keluar dari dalam batu putih menuju kearah batu merah ditangan She Chin.
__ADS_1
Saat ini kekuatan She Chin berada di puncak Sihir Elemen Alam, dengan menyerap seluruh energi milik Qie Yin, dia akan mampu menembus tingkat Pertapa.
Semua itu akan berisiko bagi Qie Yin, jika sampai batu putih tersebut menyerap seluruh energi milik Qie Yin, bisa-bisa Qie Yin akan mati dengan tubuh mengering.
Untuk bisa menyerap seluruh energi milik Qie Yin, butuh waktu 7 hari baginya untuk bisa menyerap semuanya dan memindahkan energi tersebut ke batu berwarna merah.
Air mata Qie Yin secara perlahan mulai keluar membasahi pipinya, dia tidak menduga jika sosok yang sudah ia anggap sebagai orang tua sekaligus sangat menghormatinya ternyata tega melakukan hal itu pada dirinya.
"Aku tahu apa yang ada di pikiranmu, sebelum kamu mati, aku akan memberitahukan sebuah rahasia padamu, rahasia ini mengenai akan kematian kedua orang tuamu."
Perkataan She Chin membuat Qie Yin terkejut sekaligus memandang She Chin dengan penuh penasaran.
"Orang yang sudah membunuh kedua orang tuamu adalah aku!" kata She Chin dengan tersenyum lebar.
"Mu-mustahil!" kata Qie Yin dengan suara yang semakin lemah karena energinya turun secara perlahan, saat ini kekuatan Qie Yin turun ke tingkat Sihir Langit.
"Iya! Akulah yang membunuh kedua orang tuamu karena mereka berdua menghalangi ku untuk menjadikanmu sebagai kelinci percobaan ku!"
Air mata Qie Yin tidak bisa tertahan setelah mendengar hal itu, rasanya dia ingin melepaskan diri dan menyerang She Chin, namun batu putih yang ada diatas kepalanya menekan energinya sehingga tidak bisa di keluarkan.
Qie Yin kini teringat akan pesan ibunya ketika dirinya bertemu di alam mimpi bahwa dirinya harus sebisa mungkin pergi jauh dari She Chin.
Namun saat ini sudah terlambat karena dia sungguh tidak bisa berbuat banyak karena batu putih yang seperti menyegel energinya.
"Kenapa, apa kamu ingin marah? Atau kamu ingin balas dendam kepadaku setelah mengetahui kebenarannya? Lakukanlah jika kamu mampu kelinci percobaan ku!" kata She Chin sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Qie Yin.
Qie Yin hanya bisa merapatkan giginya sambil meneteskan air mata, saat ini hatinya sangat hancur dan tidak berbuat apa-apa.
"Bagus menangislah, keluarkan semua air matamu sebelum kamu mati! Tapi sungguh sangat di sayangkan, gadis secantik dirimu tidak akan pernah merasakan kasih sayang orang tua, atau kasih sayang seorang kekasih di masa depan nantinya!" kata She Chin dengan nada menyindir.
Kekuatan Qie Yin sekarang semakin menurun satu tingkat dan sudah turun peringkat Sihir Elemen Bumi, sedangkan tubuh She Chin mulai memancarkan aura berwarna merah, dan dia sudah hampir menembus Tingkat Pertapa.
"Yin'er jangan takut!"
Qie Yin tiba-tiba mendengar suara seorang pria di telinganya. Qie Yin sangat mengenal suara tersebut. Walau sudah sangat lama, namun Qie Yin sangat yakin jika itu adalah suara Ho Luan Xi ayah kandung Qie Yin.
__ADS_1
"Ayah..!" seru Qie Yin dengan suara kecil namun cukup terdengar jelas oleh She Chin.
"Kau memanggil ayahmu? Panggillah dia dari alam baka!" kata She Chin sambil tertawa lantang.
Qie Yin sudah tidak lagi menghiraukan perkataan She Chin, dia lebih fokus mendengarkan suara Ho Luan Xi.
"Benar sekali putriku, ini aku ayahmu!" kata Ho Luan Xi yang hanya terdengar suaranya saja.
"Ayah dimana? Kenapa aku tidak bisa melihatmu?" tanya Qie Yin dengan suara kecilnya.
"Maafkan aku putriku, aku hanya bisa mengirim suaraku saja lewat pikiranmu, saat ini kamu tidak perlu banyak bertanya, aku akan memberikan sedikit bantuan padamu agar bisa lepas dari belenggu itu!" kata Ho Luan Xi.
Qie Yin terdiam dan tidak bertanya apapun setelah suara Ayahnya berkata demikian, sedangkan Suara Ho Luan Xi kembali terdengar oleh Qie Yin.
Kekuatan yang akan aku berikan padamu hanya bersifat sementara saja, setelah kamu berhasil lolos dari belenggu itu, secepatnya kamu pergi menjauh dari Manusia beracun itu. Terbanglah dengan menggunakan kekuatan sementara mu menuju ke arah Kerajaan Api Timur, nanti di sana kamu akan bertemu dengan seorang pemuda yang akan mampu untuk melindungi mu dari kejaran She Chin," kata Ho Luan Xi.
Qie Yin sama sekali tidak mengerti akan maksud ayahnya, jika berhasil lolos dan pergi kearah Kerajaan Api Timur dia tahu, namun jika mencari pemuda yang akan bisa menjaga sekaligus melindunginya, jelas dia tidak tahu.
Di kerajaan Api Timur jelas memiliki banyak pemuda, tidak mungkin bagi Qie Yin harus mencari pemuda yang dimaksud dengan bertanya satu persatu.
"Bersiaplah aku akan segera mengirim kekuatan yang tidak bisa dihisap oleh batu itu!" kata Suara Ho Luan Xi.
Qie Yin memejamkan mata dan dia merasakan energi yang begitu hangat mengalir di dalam tubuhnya, "Qi macam apa ini?" batin Qie Yin.
She Chin melihat Qie Yin yang menutup matanya mengira jika Qie Yin sudah lemas, dan kemungkinan akibat energinya yang terkuras. Namun setelah itu dia terkejut setelah merasakan kekuatan Qie Yin tiba-tiba meningkat secara signifikan, bahkan kekuatannya kini kembali seperti sedia kala.
"Mustahil! Bagaimana mungkin? Apakah ada yang salah dengan Batu Giok Putih?" gumam She Chin sambil menatap batu putih tersebut yang ternyata adalah Batu Giok Putih.
"Guru, aku sudah pernah bersumpah akan membunuh pembunuh kedua orang tuaku, aku akan kembali lagi untuk menyelesaikan urusan kita nantinya," kata Qie Yin yang masih menutup matanya.
She Chin yang saat ini telah menerima sedikit energi dari Qie Yin bangkit dan berniat untuk mendekati Qie Yin.
Namun setalah Qie Yin membuka matanya, tiba-tiba saja rantai yang membelenggu Qie Yin hancur begitu saja oleh butiran debu yang beterbangan dari berbagai arah dan berkumpul di tubuh Qie Yin.
Qie Yin sadar jika kekuatannya saat ini hanyalah sementara saja sehingga dengan sangat cepat dia membuat debu yang sudah terkumpul menyebar dan menutupi wajah She Chin.
__ADS_1
"Gadis sialan, kamu akan merasakan akibatnya!" kata She Chin yang kesulitan menghindari debu yang beterbangan di wajahnya.
Qie Yin tidak menunggu lama karena khawatir jika kekuatannya akan segera menghilang. Secepat mungkin dia terbang ke udara dan pergi dengan kecepatan yang ia miliki menuju ke arah Kerajaan Api Timur sesuai seperti yang dikatakan oleh Ayahnya.