
***
Semua orang termasuk Chinmi dan Qie Yin kini sudah berada di dalam Sekte nya, sedangkan para tahanan di kurung dengan perisai energi diluar perbatasan Sekte.
Mereka di awasi kedelapan Naga dan Lima pemimpin Hewan Iblis beserta dengan pasukannya.
Jika sampai ada yang berani menerobos keluar kurungan, maka para Hewan Iblis tidak akan segan-segan memakan mereka.
"Chinmi, ambillah kembali seruling ini! Sekarang kamu sudah pantas mewarisi harta turun temurun ini!" kata Li Xiang sembari menyerahkan seruling giok yang dulu Chinmi kembalikan melewati Fan Yuzhen.
"Jika kamu mau mengikuti saranku! Sebaiknya kamu tidak perlu menyerahkan Seruling itu kembali padanya, karena dia tidak tahu cara memainkan seruling!" kata Fan Yuzhen.
"Guru..!"
Chinmi ingin membantah jika dirinya yang sekarang tentu bisa memainkan seruling karena sebelum bereinkarnasi, dia sering memainkan seruling untuk An Hei Ling.
"Ada apa Chinmi? Apa kamu tidak mau mengakui nya?" tanya Fan Yuzhen.
"Eee... A..ayah! Apa boleh saya meminjam seruling nya?" Qie Yin berusaha memanggil Li Xiang dengan sebutan ayah dan ingin meminjam seruling Li Xiang.
Li Xiang hanya bisa bengong dengan mulut menganga lebar, dia terkejut saat Qie Yin memanggil dirinya dengan sebutan ayah, dan tanpa ia sadari seruling di tangan nya sudah berpindah ke tangan Qie Yin.
Zhihui yang ada di sana juga terkejut saat Qie Yin memanggil Li Xiang dengan sebutan Ayah, "Bing'er! Kau terlalu lama merespon, kini sepertinya kamu sudah tidak bisa lagi mendapatkan hati Pemuda itu!" batin Zhihui sambil menghela nafas panjang dan menatap kearah Bing Mei yang sedang berkumpul dengan Ke-tiga gurunya.
Qie Yin menyerahkan seruling itu kepada Chinmi, "Jing Zi! Mainkanlah seruling ini untuk ku!" kata Qie Yin.
Chinmi menatap Qie Yin sesaat kemudian dia menatap kearah seruling tersebut, "Kenapa harus sekarang? Apakah tidak bisa nanti setelah kondisi sudah sedikit pulih?" kata Chinmi.
"Justru itu maksudku! Sekarang semua orang sedang dalam kondisi sedih! Ada yang berduka karena kehilangan teman, kerabat, dan ada juga yang sedang ke capean setelah bertempur seharian! Jadi sebaiknya kamu hibur dengan permainan seruling kamu yang seperti dulu!" kata Qie Yin.
"Nona Yin, Chinmi itu tidak bisa.."
"Guru Fan jangan khawatir! Kita lihat saja apakah dia bisa atau tidak! Iya kan Jing Zi?" kata Qie Yin kembali.
Chinmi hanya tersenyum tipis, kemudian dia mengangkat serulingnya dan dalam beberapa saat alunan nada indah mulai keluar dari seruling tersebut.
Nada seruling terdengar keseluruh wilayah Sekte, semuanya yang menangis kerena sedih kehilangan teman, dan kerabat berhenti seketika itu juga, dan yang sedang terbaring karena masih letih juga membuka mata saat suara seruling mulai ber alun dengan sangat indah.
Fan Yuzhen sendiri membuka tutup mulut nya saat melihat Chinmi bisa memainkan seruling itu dengan sempurna, bahkan cara bermainnya lebih baik dari pada dirinya.
Semua orang yang mendengar permainan seruling Chinmi kini hanyut dalam Nada-nada yang seperti membuat siapapun merasa sangat tenang dan damai, bahkan beban yang berada di pundak mereka seperti terangkat.
Chinmi memainkan seruling itu cukup lama, dan kemudian dia mengehentikan permainan nya.
"Permainan seruling mu masih terdengar indah seperti dulu!" kata Qie Yin.
"Aku tidak mungkin melupakan permainan seruling ku Ling'er, lagi pula nada ini aku ciptakan saat kita berdua baru tiba di Istana Bayangan, jadi mana mungkin aku melupakan nya?" kata Chinmi.
Chinmi menatap kearah Fan Yuzhen dan yang lainnya yang masih menutup mata mereka, padahal Chinmi sudah menghentikan permainan serulingnya, namun mereka semua masih hanyut dalam sisa-sisa nada yang serasa masih mengiang di telinga mereka.
"Sudah kubilang bukan? Memainkan suling saat situasi seperti ini sangat cocok!" kata Qie Yin.
"Kamu benar Ling'er! Sebaiknya sekarang kita jangan ganggu mereka!" kata Chinmi kemudian dia dan Qie Yin pergi meninggalkan mereka semua yang masih hanyut dalam sisa-sisa nada yang sudah menghilang, dan mereka berdua pergi karena memiliki janji dengan Yinfei dan yang lainnya di pinggir pantai.
Setelah Chinmi dan Qie Yin sudah tidak ada di sana, barulah Fan Yuzhen dan yang lainnya sadar jika Chinmi sudah menghentikan permainan serulingnya.
"Kemana perginya anak itu, dan sejak kapan dia menghentikan permainan serulingnya?" tanya Fan Yuzhen.
Tidak satupun dari semuanya yang tahu kapan Chinmi menghentikan permainan serulingnya, hanya saja mereka tidak menduga jika Chinmi mampu memainkan seruling yang seperti membius mereka semua.
"Aku harus meminta nya untuk mengajariku nantinya!" gumam Fan Yuzhen.
***
__ADS_1
Xi Liyi dan Jendral Lang Yu berada di pinggir pantai dimana ribuan kapal kayu bekas milik Kelompok Sungai Darah dan juga kumpulan kapal milik Asosiasi Tujuh Bintang.
"Jendral Lang!" Xi Liyi memanggil Lang Yu yang berdiri agak jauh di depan Xi Liyi.
"Ada apa Tuan Putri?" tanya Lang Yu.
"Duduklah di sampingku Jendral! Ada yang ingin aku bicarakan padamu," kata Xi Liyi.
"Ma..maaf Tuan Putri, hamba berdiri saja disini!" kata Lang Yu.
"Jendral..! Apa sekarang kamu mau membantah perintah ku?"
"Hamba tidak berani!" jawab Lang Yu kemudian dia duduk di samping Xi Liyi dengan perasaan gugup.
"Jendral! Selama ini kamu hanya mengikuti akan semua yang sudah aku perintahkan padamu, maukah sekarang kamu menjawab pertanyaan ku dengan jujur?"
"Tentu saja Tuan Putri!" jawab Lang Yu dengan tegas.
Xi Liyi tersenyum lembut kemudian dia menatap kearah langit, "Jendral, apa arti diriku ini bagimu? Apakah aku hanya dianggap sebagai Tuan Putri saja, atau lebih dari itu?" tanya Xi Liyi.
"Maaf Tuan Putri, apa maksud Tuan Putri?" tanya Lang Yu yang tidak mengerti akan maksud pertanyaan Xi Liyi.
"Kau masih menyembunyikan perasaan mu padaku! Aku tahu kamu sangat mencintai ku, dan aku mengetahuinya saat kamu mengigau dalam tidur mu! Sekarang jawab yang jujur, apakah kamu benar-benar memiliki perasaan padaku, Tuan Putri mu ini?" tanya Xi Liyi.
Lang Yu terkejut mendengar perkataan Xi Liyi, dia buru-buru bangkit dan kemudian dia langsung berlutut dihadapan Xi Liyi.
"Maafkan atas kelancangan hamba Tuan Putri, hamba sadar sudah melakukan kesalahan yang sangat besar, dan hamba juga sadar jika hamba sebenarnya tidak pantas memiliki perasaan itu pada Tuan Putri!" kata Lang Yu.
Xi Liyi tersenyum lebar kemudian dia menatap Lang Yu dengan tatapan yang berbeda, "Jendral Lang, setatus kita dulu memang beda, namun perasaan seseorang tidak harus melihat setatus akan siapa orang yang kita sayangi! Andai saja ayahku masih ada, mungkin dia juga akan setuju dengan pendapatku," kata Xi Liyi.
"Tuan Putri, sekali lagi, tolong ampuni kesalahan hamba ini!" Lang Yu tetap berlutut dan masih merasa bersalah.
"Jendral bagkitlah!" pinta Xi Liyi kemudian dia bangkit dan menatap wajah Lang Yu.
"Aku sendiri tidak pernah membanding-bandingkan siapa yang tinggi dan siapa yang rendah, bagiku semuanya setara, namun kamu masih terlalu menganggap tinggi diri ku sebagai Tuan Putri," kata Xi Liyi dengan raut wajah yang terlihat kecewa.
Xi Liyi ingin pergi namun Lang Yu segera menghadangnya dan berlutut lagi di hadapan Xi Liyi, "Jendral sudahlah, aku sudah tidak ingin mendengar kata permohonan maaf mu lagi!" kata Xi Liyi yang mengira jika Lang Yu akan meminta maaf lagi padanya.
"Tuan Putri, tolong dengarkan dulu penjelasan hamba!" kata Lang Yu.
"Penjelasan apa lagi Jendral? Sudahlah, aku akan pergi menemui Senior Yinfei saja, sepertinyai laki-laki berwajah wanita itu tidak buruk juga untuk jadi suamiku!" kata Xi Liyi.
Mendengar itu Lang Yu langsung bangkit dan memegang tangan Xi Liyi, "Tuan Putri jangan lakukan itu Tuan Putri! Baik-baik aku akui dan akan mengungkap semuanya pada Tuan Putri!" kata Lang Yu.
"Benarkah! Kalau begitu ayo katakan!"
Lang Yu menarik nafas panjang namun sedikit agak gugup untuk mengatakannya.
"Aku masih menunggu!" kata Xi Liyi.
"Tuan Putri! Ah bukan maksud ku Yi'er! Sejujurnya aku memang mencintai mu! Aku tidak tahu apakah ini benar atau salah, namun seperti yang kamu katakan tadi, perasaan tidak memandang status siapapun, dan itu terjadi kepada perasaan ku yang tidak peduli apakah kamu adalah seorang Tuan Putri, atau bukan!" kata Lang Yu.
Xi Liyi menatap Lang Yu dengan dingin sehingga membuat Lang Yu semakin gugup dan takut karena sudah tidak memanggil nya lagi dengan sebutan Tuan Putri.
Namun tidak lama senyum manis Xi Liyi segera menghiasi bibirnya, "Kalau seperti ini kamu tidak hanya terlihat gagah, namun juga pemberani!" kata Xi Liyi kemudian dia membalas pegangan tangan Lang Yu yang besar.
"Aku senang akhirnya kamu mengakuinya, dan aku juga senang karena dari sekarang hubungan kita sudah bukan lagi antar Tuan Putri dan Pengawal nya, namun akan menjadi sepasang Raja Dan Ratu di Istana Emas kita!" kata Xi Liyi.
Mata Lang Yu melebar saat mendengar perkataan Xi Liyi, "Jadi.. Itu artinya..!" Lang Yu kehabisan kata-kata.
"Iya Jendral, aku menerima mu!" kata Xi Liyi dengan tersenyum kepada Lang Yu.
Tanpa pikir panjang, Lang Yu langsung memeluk Xi Liyi karena merasa senang dan bahagia, "Pe..pelankan pelukanmu Lang Yu, aku sulit bernafas!" kata Xi Liyi.
__ADS_1
"Ah maaf, aku terlalu bahagia!" kata Lang Yu yang melepaskan pelukannya sambil tersenyum bahagia.
Tidak lama kemudian suara tepuk tangan tersengar dari arah belakang. Lang Yu segera menoleh dan melihat Ho Chen, Yinfei, Lio Long, Hanzi, Chinmi dan Qie Yin.
"Kalian semua! Apakah sejak tadi kalian mendengar pembicaraan kami?" tanya Lang Yu dengan wajah sedikit malu.
"Tentu saja Jendral Lang, kami semua menyaksikan semuanya dari awal, dan mendengarkan semua pengakuan Jendral!" kata Ho Chen dengan tersenyum lebar kearah Lang Yu.
"Xi Liyi, perkataan laki-laki berwajah wanita itu apa tidak terdengar berlebihan?" kata Yinfei yang protes akan ucapan Xi Liyi tentang dirinya.
"Maaf senior, tapi ku rasa ucapan itu sangat ampuh dan berhasil pada dirinya, jika tidak mana mungkin dia mau berani mengaku!" jawab Xi Liyi.
"Iya aku tahu! Tapi tetap saja sangat tidak enak di dengar!" Yinfei masih protes.
"Sepertinya setelah ini akan ada dua orang yang akan melaksanakan pernikahan, yang satu sudah tidak di ingat lagi berapa umur nya, dan yang satu lagi adalah pasangan baru!" kata Lio Long.
"Lang Yu, apa kamu benar-benar sudah siap? Hati-hati jangan membuat dia marah! Bisa-bisa nanti kamu di tendang hingga terlempar jauh keluar angkasa!" Yinfei menyindir.
Perkataan sindiran Yinfei membuat semuanya tertawa, dan malam itu menjadi malam yang tidak akan terlupakan oleh mereka, dimana mereka semua seperti sudah terlepas dari beban.
Sao Lao Cin sendiri juga menyaksikan semuanya dari kejauhan, dia tidak berani berkumpul jika Qie Yin dan Chinmi tidak memintanya.
Malam itu mereka saling mengutarakan rencana mereka masing-masing kedepannya, dan juga menceritakan pengalaman mereka masing-masing.
Yinfei menceritakan bagaimana dirinya bisa mendapatkan kekuatan Dewa Abadi, begitu juga dengan Lio Long, Xi Liyi dan Lang Yu, Ho Chen.
Chinmi juga menceritakan pengalaman kehidupannya saat masih menjadi murid Buddha hingga dirinya jatuh cinta kepada Qie Yin.
Semuanya terlihat sangat bahagia dan tidak terasa malam berlalu begitu saja dan berubah menjadi pagi yang cerah dengan pemandangan ribuan kapal yang berayun-ayun di laut.
***
"Raja Ming! Apakah kedatangan mu kesini untuk bertarung lagi?" tanya Fan Yuzhen dan juga para Raja lainnya.
Raja Ming datang saat pagi hari, dia lebih dulu menemui Chinmi dan Qie Yin sebelum masuk kedalam Sekte.
Karena untuk masuk kedalam Sekte tidak akan bisa tanpa menemui pembuat perisai pelindung nya terlebih dahulu.
Beruntungnya Raja Ming bertemu dengan Qie Yin dan Chinmi serta dengan yang lainnya di luar perbatasan.
Setelah menyampaikan maksud kedatangan nya kepada Chinmi dan Qie Yin, barulah Raja Ming di perbolehkan untuk masuk.
"Guru, kedatangan Raja Ming ingin menjelaskan semuanya kepada kalian mengapa dia sampai berani bergabung dengan pihak musuh!" kata Chinmi.
"Owh kalau begitu cepat jelaskan kepada kami!" kata Fan Yuzhen.
Ming Shan segera menceritakan semuanya tanpa ada satupun yang di lewatkan oleh Ming Shan, dan dia juga mengatakan jika dirinya sangat menyesali perbuatannya sehingga mengakibatkan semua prajurit dan rakyat nya binasa, kecuali para Jendral.
Istana Kerajaan Api Timur kini juga sudah hancur sehingga Ming Shan sudah tidak punya apa-apa lagi.
Qie Yin mendengar hal itu segera memanggil Sao Lao Cin dan bertanya kepada Sao Lao Cin apakah yang dikatakan Ming Shan itu benar atau tidak, sebab Ming Shan mengatakan jika semuanya itu adalah perintah dari Sao Lao Cin.
Sao Lao Cin membenarkan perkataan Ming Shan dan mengakui jika Ming Shan bertindak seperti itu karena berada di bawah ancaman nya.
"Dewi! Jika Dewi mau, saya akan mengembalikan semuanya seperti semula dan akan menghidupkan orang-orang yang menjadi korban disana!" kata Sao Lao Cin.
Ilmu yang Sao Lao Cin miliki memang unik, hanya dia saja yang bisa memutar balikkan waktu, sedangkan Kaisar Kegelapan saja tidak akan memiliki kekuatan itu.
"Bagaimana ini Jing Zi? tanya Qie Yin.
Chinmi terlihat berpikir sejenak, "Sebenarnya menghidupkan orang-orang yang sudah mati itu tidak di benarkan, baik dalam kondisi apapun semuanya tetap tidak di benarkan," kata Cginmi.
"Jadi kita akan membiarkan Kerajaan Api Timur itu lenyap?" tanya Fan Yuzhen.
__ADS_1
"Guru, seharusnya Raja Ming menjadikan ini sebagai pelajaran, ini juga menjadi teguran untuk kalian semua, siapa saja yang melanggar akan apa yang sudah di tetapkan oleh langit, suatu saat nanti akan mendapatkan balasan yang lebih besar!" kata Chinmi.