
"Wah, ternyata Tuan muda Li masih sangat muda..!"
"Benar, aku tidak keberatan jika nantinya Tuan muda Li ingin menjadikan diriku sebagai kekasihnya!"
"Kamu tidak keberatan, tapi aku yang keberatan! Tuan muda Li itu cocoknya menjadi kekasih ku!"
"Apa yang kalian bicarakan, Tuan muda Li masih sangat muda, sedangkan kalian? Umur kalian sudah lebih dari 25 tahun, apa kalian pikir Tuan dia Li mau dengan wanita yang umurnya lebih tua dari dirinya?"
Para prajurit wanita saling membicarakan Chinmi, tidak sedikit juga yang menginginkan mereka untuk bisa menjadi kekasih Chinmi, sedangkan Chinmi sendiri tidak mengetahui jika dirinya menjadi rebutan para prajurit wanita.
"Chinmi pergilah ke sana!" kata Raja Tao kepada Chinmi dengan tersenyum lebar.
Chinmi menoleh kearah ayahnya untuk meminta pendapat, namun Li Xiang sendiri hanya bisa mengangguk.
Dengan menghela nafas panjang, Chinmi melangkah ke tengah-tengah tempat latihan dengan perasaan campur aduk.
Semua para prajurit yang ada di hadapannya memberikan Chinmi jalan yang lebar, sedangkan para prajurit wanita memandangi Chinmi dengan kedua mata mereka bersinar-sinar.
"Sebenarnya ini latih tanding untuk melihat potensi para prajurit, atau latih tanding untuk ku?" batin Chinmi sambil melangkah kan kakinya ke tempat ketiga jendral yang kini sudah berada di sana.
"Para prajurit dan kesatria semua, kita akan segera menyaksikan pertandingan antara para jendral melawan Pendekar Naga Langit, beri semangat untuk mereka!" kata Penasehat Yen Wong berseru lantang.
Semua para prajurit di sana berseru keras memberi teriakan semangat untuk mereka berempat, sebagian ada yang mendukung para jendral, dan sebagian juga ada yang mendukung Chinmi.
Para pendukung Chinmi kebanyakan adalah para prajurit wanita, mereka jelas sekali sangat mendukung Chinmi untuk bisa menang dan meneriaki namanya.
Chinmi sudah berdiri dihadapan ketiga jendral tersebut, mereka semua juga sama bingungnya, apakah mereka akan maju satu persatu, atau ketiganya harus menyerang sekaligus.
"Baiklah dengan ini latih tanding akan segera kita mulai! Latih tanding pertama adalah, Jendral Mei Xin melawan sang pendekar Naga Langit," seru Yen Wong.
Semuanya berteriak lebih bersemangat ketika Yen Wong selesai berseru, sedangkan Li Fang dan Zuo Yujiu keluar dari tempat tersebut.
"Namaku Mei Xin, mohon bimbingan dari pendekar Naga Langit!" kata Mei Xin kemudian mencabut pedang di pinggangnya.
"Senior Mei, seharusnya sayalah yang meminta bimbingan senior!" kata Chinmi namun dia tidak mengeluarkan senjata apapun.
Mei Xin adalah seorang Jendral baru, kekuatannya saat ini berada ditingkat Sihir Elemen Dasar, atau Tingkat 1.
Mei Xin sangat ahli dalam serangan jarak dekat, namun dia juga ahli menggunakan busur panah sehingga dijuluki Jendral Busur Bumi.
Sayangnya Mei Xin sama sekali tidak menguasai ilmu Sihir Elemen, sehingga hanya mengandalkan kecepatan dan kelincahan nya saja.
Walau kecepatan pendekar tingkat sihir tidak bisa dianggap remeh, kecepatannya melebihi kecepatan angin saat mulai bergerak dan berlari apa lagi menghindar, hal itu bisa dilihat ketika suara gong sudah terdengar.
Mei Xin melesat maju dengan pedang di tangannya, dan dalam satu kedipan mata saja, dia sudah berada tepat di hadapan Chinmi dan memberikan serangan tebasan yang kuat.
__ADS_1
Chinmi sendiri hampir saja terlambat menghindar, andai saja dia lengah sedikit saja, pastinya pedang Mei Xin sudah mengenai pundaknya.
Chinmi menghindar kesamping kiri menghindari serangan tebasan tersebut, namun gerakan Mei Xin jelas lebih cepat.
Mei Xin memukul Chinmi dari arah kanan dengan gagang pedangnya dengan secepat angin, dia yakin kecepatannya itu pasti bisa mengenai Chinmi.
Yang diyakini Mei Xin memang benar, gagang pedangnya memang mengenai Chinmi, namun yang terkena adalah telapak tangan Chinmi yang menangkis pukulan gagang pedang tersebut dengan sangat cepat juga.
"Kau ternyata bisa mengimbangi kecepatan ku," kata Mei Xin, namun sebenarnya dia sedikit terkejut.
Selama ini tidak ada yang mampu mengimbangi kecepatannya, bahkan Li Xiang sekalipun tidak akan mampu menhindari serangan super cepatnya itu dengan mudah.
"Ini hanya kebetulan saja senior," jawab Chinmi kemudian mendorong tangan Mei Xin yang memegang pedang.
Mei Xin mundur Lima meter, dia mengatur nafasnya sekaligus mengumpulkan energi untuk memeberikan serangan berikutnya.
Semua para prajurit tidak ada yang bersuara, mereka semua tegang karena penasaran, sedangkan para prajurit wanita tetap memadangi Chinmi dengan tatapan mereka yang bersinar-sinar.
"Sekarang aku akan serius!" kata Mei Xin kemudian dia menghilang.
Semua kebingungan karena tidak melihat Mei Xin, namun Chinmi mengetahui dimana saat ini Mei Xin berada.
Mei Xin berlari memutari Chinmi, kecepatan larinya sulit untuk dilihat dengan mata telanjang, namun Chinmi dapat mengetahui dari energi milik Mei Xin yang berlari dengan sangat cepat.
"Senior Mei, aku akui kecepatan yang senior miliki, namun secepat apapun yang senior miliki, tatap saja senior berlari diatas tanah." kata Chinmi kemudian mengangkat satu kaki kanannya dan menghentakkan kaki kanan nya ke tanah.
Chinmi menghentakkan kakinya satu kali ketanah dengan sangat keras, seketika itu juga terasa ada gempa kecil yang menggetarkan tempat tersebut.
Mei Xin berhenti berlari karena merasakan tanah yang diinjaknya seperti bergerak, "Ini sihir elemen tanah," gumam Mei Xin.
Mei Xin menstabilkan posisi berdirinya, dia tidak mungkin mengandalkan kecepatan larinya saat tanah yang di pijaknya seperti bergerak.
Mei Xin melihat kearah Chinmi yang ternyata sudah bergerak kearahnya dan bersiap menyerang dirinya dengan kepalan tangannya seolah-olah Chinmi tidak terpengaruh oleh getaran tanah.
Mei Xin mencoba menahan pukulan Chinmi dengan pedangnya yang dipegang dengan kedua tangannya. Ternyata pukulan Chinmi tidak bisa ditahan hanya dengan sebilah pedang saja.
Mei Xin terpukul mundur saat pukulan Chinmi mengenai pedangnya, dia tidak menyangka jika pukulan Chinmi sangatlah kuat, bahkan kedua lengannya yang menahan pukulan Chinmi terasa kebas akibat efek dari dorongan tersebut.
"Kamu sangat kuat walau kecepatan mu tidak secepat diriku," kata Mei Xin setelah berhasil bertahan.
"Apakah Senior yakin jika senior saja yang tercepat?" tanya Chinmi.
Mei Xin jelas terkejut akan pertanyaan tersebut kemudian denga bangga dia berkata, "Tidak satupun di Kerajaan Bumi Barat ini yang mampu mengejar atau mengimbangi kecepatan ku, jika kamu tidak percaya ayo kita coba adu kecepatan, namun dengan syarat, kamu tidak boleh menggunakan Sihir Elemen Tanah mu."
Chinmi hanya tersenyum tipis kemudian mengangguk pertanda menyetujui permintaan Mei Xin untuk adu kecepatan.
__ADS_1
Mei Xin sendiri melotot tidak percaya jika Chinmi ternyata benar-benar mau menerima tantangannya.
Semua para prajurit semakin antusias untuk melihat mereka berdua. Raja Tao dan Li Xiang juga sama antusiasnya termasuk Li Fang dan Zuo Yujiu.
"Apakah dia bercanda? Jendral Mei Xin adalah Pendekar tercepat yang pernah ada, menerima tantangannya itu sama saja dengan mempermalukan diri sendiri," kata salah satu prajurit.
"Ssst! Pelankan suaramu, jika sampai Jendral Li Xiang mendengar, bisa-bisa kamu akan di..!" rekan prajurit tersebut memegang lehernya sendiri dengan lidah menjulur keluar, artinya kemungkian akan dibunuh oleh Li Xiang jika sampai perkataannya terdengar olehnya.
"Li Xiang, ternyata putramu sangat hebat, sesuai kabar dan rumor, dia benar-benar seorang pendekar berbakat dan gelar Pendekar Naga Langit sepertinya memang pantas untuk dirinya," kata Raja Tao dengan tertawa.
Li Xiang hanya tersenyum lembut menanggapi pujian Raja Tao, namun dia khawatir apakah Chinmi akan mampu mengimbangi kecepatan Mei Xin atau tidak.
"Sekarang...!" Mei Xin kembali menghilang dan kali ini kecepatan larinya bertambah.
Yang bisa dilihat oleh para penonton hanyalah hembusan angin yang berputar mengelilingi Chinmi, sedangkan Chinmi sendiri mengumpulkan elemen angin di kedua telapak kakinya.
Chinmi bergeser sedikit kerana merasakan pedang mengarah padanya sehingga sedikit bajunya robek terkena pedang Mei Xin yang masih belum berhenti bergerak dengan kecepatan yang ia miliki.
"Baiklah sekarang giliranku!" kata Chinmi kemudian dengan sekali langkah, sebuah bongkahan tanah dari bekas pijakannya terangkat keatas, sedangkan Chinmi sudah menghilang dari sana.
"Wah!!!
"Owh!!!
Semua yang melihat itu tidak percaya melihat Chinmi yang ternyata juga memiliki kecepatan yag sama dengan Mei Xin. Sekarang hanya debu saja yang beterbangan seperti berputar-putar seperti ada angin tornado ditengah pertandingan mereka berdua.
Mereka semua bingung karena tidak melihat apapun kecuali hanya suara benturan keras yang berulang-ulang. Tidak ada yang melihat Chinmi maupun Mei Xin seolah-olah mereka berdua menjadi angin.
Setelah beberapa saat Mei Xin tiba-tiba berhenti dan Chinmi juga ikut berhenti sehingga kini mereka melihat keduanya sambil mulut menganga lebar karena tidak percaya akan apa yang mereka lihat.
Ternyata pedang Mei Xin sudah berada ditangan Chinmi, bahkan pedang tersebut sudah mengarah keleher Mei Xin.
"Maaf senior dan terima kasih karena sudah memberi saya petunjuk!" kata Chinmi sambil menyerahkan pedang Mei Xin kembali.
Mei Xin tersenyum kecut sambil menerima pedangnya kembali, "Aku tidak menduga jika ternyata dirimu juga memiliki kecepatan melebihi diriku, ini adalah pelajaran bagiku jika ternyata bukan hanya aku saja yang memiliki kecepatan," kata Mei Xin sambil menyarungkan pedangnya kembali.
"Aku mengaku kalah," kata Mei Xin.
Tidak ada yang bersuara sama sekali karena masih bingung akan apa yang sebenarnya telah terjadi sebelum akhirnya salah saru prajurit memberi seruan keras sambil menyebut nama Chinmi dan yang lainnya juga mengikuti seruan tanda kemenangan Chinmi.
"Pemenangnya adalah Pendekar Naga Langit!" seru penasehat Yen Wong dan disambut teriakan semangat oleh para prajurit.
"Hahaha... Benar-benar hebat sekali putramu itu. Hahaha!" kata Raja Tao sambil tertawa lepas sekaligus bertepuk tangan.
***
__ADS_1
Saya tahu ini aneh, namun gambar ilustrasi Chinmi sudah saya rubah walau terlihat aneh, gambar tersebut saya ambil dari ARTSTATION.