
Fan Yuzhen yang masih membawa Chinmi dengan cara memegang kerah bajunya berhenti sejenak, namun dia tidak turun kebawah.
"Chinmi, bukankah kamu bisa menaiki pedang itu? Kenapa kamu tidak melakukannya?" tanya Fan Yuzhen, seingatnya Chinmi datang saat pertempuran terjadi dengan terbang menaiki pedang Naga Langit nya.
"Maaf Guru, untuk saat ini aku masih belum bisa!" kata Chinmi sambil menggaruk kepalanya.
"Em begitu, baiklah jangan salahkan aku jika aku membawamu seperti ini!" kata Fan Yuzhen kemudian kembali memegang kerah baju Chinmi dan membawanya kembali terbang.
Jarak antara Dunia Bawah Laut dengan Kerajaan Es Utara tidak terlalu jauh. Fan Yuzhen bisa mencapai tempat tersebut hanya dalam waktu kurang dari satu jam saja dengan cara terbang.
Mereka berdua tiba di atas sebuah lautan luas dan tidak ada satu pulau pun di sana, "Dimana tempatnya Guru?" tanya Chinmi.
Chinmi sama sekali tidak melihat apapun disana, dan sejauh mata Chinmi memandang, dia hanya melihat hamparan lautan yang sangat luas dengan gelombang yang lumayan besar.
"Tempat yang akan kita tuju berada dibawah sana," kata Fan Yuzhen sambil menunjuk kearah bawah.
Chinmi keheranan karena yang ia lihat di bawah hanyalah air laut saja, "Apa maksud guru kita harus menyelam?" batin Chinmi yang pikirannya dipenuhi banyak tanda tanya.
Fan Yuzhen mengangkat sebelah tangannya dan dengan cepat ia mengayunkan tangannya kebawah.
"Membelah Samudera."
Sebuah energi Angin tercipta dari telapak tangan Fan Yuzhen sehingga mulai membelah Air Laut tersebut menjadi dua, bahkan energi tersebut berubah menjadi perisai sehingga air laut tersebut tidak bisa lagi menyatu.
"Uwaaahh!!!"
Chinmi sampai melongo dan juga merasa kagum melihat pemandangan tersebut, dia tidak menduga jika gurunya ternyata bisa membelah Air.
"Ayo kita turun kebawah sebelum air ini kembali menutup!" kata Fan Yuzhen kemudian segera turun menuju ke dasar air laut yang sudah terbelah.
Dasar Air Laut tersebut sangat dalam, andai Fan Yuzhen tidak membelanya, maka akan kesulitan bagi orang untuk menyelam kedalam air laut tersebut apalagi berenang hingga ke Dasar.
__ADS_1
Di bagian dasar air laut itu sendiri sedikit gelap karena cahaya matahari yang sudah sangat sore dan cahaya semakin terhalang oleh air laut yang tingginya bahkan mengalahkan tingginya gunung yang paling tertinggi disana.
Chinmi bisa melihat bola cahaya di dasar tersebut, mereka berdua pun segera berjalan kearah bola pelindung bercahaya tersebut, dan setelah tiba Fan Yuzhen segera membuka segel dari luar pelindung.
Bola pelindung tersebut mulai terbuka dan Chinmi bisa merasakan pancaran Qi dari dalam kubah tersebut, "Ayo masuk..!" ucap Fan Yuzhen kemudian dia menarik kembali energinya.
Tepat setelah Fan Yuzhen menutup kembali pintu bola energi pelindung tersebut, air lautnya pun kembali menutup, karena Fan Yuzhen sudah menarik kembali Energi nya.
"Ini sama seprti dunia luar!" kata Chinmi setelah melihat kondisi di dalam pelindung tersebut.
Chinmi tidak menduga jika di dalam air laut tersembunyi dunia lain, dan anehnya lagi dunia tersebut hampir sama dengan dunianya, mulai dari matahari, gunung, hutan dan sungai dan semua itu sangat luas.
Jika Chinmi mengingat kembali, bola cahaya tersebut hanya berukuran sekitar 100 meter, dan tingginya sekitar seukuran penginapan yang memiliki lima lantai, namun dia tidak menduga jika di dalamnya sungguh sangat luas.
Chinmi juga bisa melihat di kejauhan ada sebuah bangunan yang terlihat seperti sebuah istana, namun melihat bangunan tersebut sepertinya terbuat dari emas.
"Fan Yuzhen, ternyata kamu kembali lagi kesini! Emm. Apakah ini murid mu yang pernah kamu ceritakan itu?"
"Iya benar, inilah murid ku yang aku maksud!" jawab Fan Yuzhen kepada naga tersebut, dan naga tersebut tidak lain adalah Naga Angin.
"Em.. tenyata dia masih seorang anak kecil, baiklah kalau begitu mari kita temui Naga Apu di dalam."
Naga Angin mengubah tubuhnya menjadi kecil, tubuhnya yang panjangnya mencapai ratusan meter kini terlihat seperti ular kecil berukuran 2 meter, namun bentuknya tetaplah menyerupai seekor Naga.
Chinmi sama sekali tidak berbicara, dia hanya mengikuti gurunya dan juga Naga Putih tersebut dari belakang sambil melihat-lihat di sekitar.
"Ini seperti di sekte Pedang Suci!" batin Chinmi.
Setelah ia amati baik-baik, tempat tersebut sangat mirip dengan wilayah Sekte Pedang Suci, Chinmi juga bisa melihat sebuah gunung yang memiliki Goa, dan gunung tersebut sangat mirip dengan gunung tempat Fan Yuzhen tinggal.
Setelah Chinmi berada di bangunan emas yang mirip istana tersebut, dia dan Fan Yuzhen segera masuk kedalam.
__ADS_1
Chinmi sangat terpana dengan ukiran dalam bagian bangunan, dimana semuanya seperti terbuat dari emas, bahkan tiangnya yang besar sekalipun terlihat seperti terbuat dari emas.
"Jika dibandingkan dengan istana kerajaan Es Utara atau Bumi Barat, sepertinya masih belum ada apa-apa nya dengan bangunan ini!" batin Chinmi.
Chinmi memang sedikit memahami masalah politik karena dia adalah salah satu dari keluarga bangsawan sekaligus keturunan jendral di Kerajaan Bumi Barat.
Chinmi tidak bisa membayangkan jika istana tersebut dimiliki oleh salah satu kerajaan dari keempat kerajaan, misalnya Kerajaan Bumi Barat.
Jika kerajaan Bumi Barat mampu membuat istana yang seluruh bangunannya terbuat dari emas, maka kemungkinan besar semua biaya tersebut mereka dapatkan dari rampasan perang atau paling tidak akan menaikkan pajak para penduduk Kerajaan dengan sangat tinggi.
Namun jika keempat kerajaan menyatukan kekayaan mereka sekalipun tidak akan cukup untuk membuat istana yang terbuat dari emas.
Fan Yuzhen bisa merasakan jika saat ini pikiran Chinmi sedang berada di tempat lain sehingga ia menepuk pundaknya.
"Dari pada kamu memikirkan hal yang aneh, lebih baik kamu fokus saja akan latihan yang akan mereka berikan padamu!" kata Fan Yuzhen sehingga membuat Chinmi tersadar dari lamuanannya.
"Maaf Guru!" kata Chinmi yang mengakui jika dirinya memang benar-benar sedang melamunkan hal yang tidak penting.
"Fan Yuzhen, akhirnya kamu datang juga!" seekor Naga Berwarna merah dengan ukuran panjang dua meter sedang berada di atas sebuah meja bundar menyapa Fan Yuzhen.
"Hai anak kecil, kita bertemu lagi!" Fan Yuzhen belum sempat menjawab, namun suara Naga Hitam lebih dulu menyapa Chinmi.
"Naga Hitam!" Chinmi menyapanya namun dengan sedikit terkejut karena tubuh Naga Hitam juga sama kecilnya dengan yang lain.
"Hahaha! Aku tahu kamu pasti bingung kenapa tubuh kami semua menjadi kecil bukan?"
Chinmi menjawab pertanyaan Naga Hitam dengan anggukan, "Jika kamu melihat ukuran normal ku, menurutmu apa bangunan ini akan kuat?"
Chinmi memandangi disekitarnya, kini dia baru sadar jika mereka semua sengaja mengecilkan tubuh mereka, alasannya tidak perlu dijelaskan karena tanpa penjelasan sekalipun Chinmi sudah bisa memahaminya.
"Baiklah, namamu Chinmi bukan? Aku sudah mendengar akan dirimu dari Tie Long," kata Naga Merah, sedangkan Tie Long yang ia maksud adalah Naga Hitam.
__ADS_1