
***
"Senior Chen, apa ini?"
Chinmi bertanya kepada Ho Chen saat Ho Chen mengeluarkan sebuah benda dari gelangnya. Benda tersebut bulat berkilauan dengan warna perak.
Ukuran besar dari bola tersebut hanya sebesar telur angsa, namun Chinmi dapat merasakan energi yang sangat besar terpancar dari dalam bola perak tersebut.
"Ini adalah Bola Nirwana, sebenarnya bola ini dititipkan oleh seorang Dewi kepadaku untuk menyerahkannya kepada mu!" kata Ho Chen.
"Dewi? Maksud senior Tuan Putri Xi Liyi?"
"Bukan dia, Dewi yang ku maksud adalah Dewi yang lain!" jawab Ho Chen.
Chinmi tidak tahu Dewi mana yang Ho Chen maksud, ketika dia ingin bertanya, Lio Long, Yinfei dan Qie Yin sudah datang dihadapannya.
"Benda apa ini?" tanya Lio Long.
"Kekuatannya sangat besar, Ho Chen aku tidak menduga jika kamu menyimpan benda yang setara dengan Bunga Lotus Emas!" Yinfei juga ikut bersuara.
Ho Chen hanya terdiam, bukan maksud dirinya ingin menyembunyikan Bola Nirwana dari mereka semua, namun karena amanat dari sang Dewi untuk menjaganya hingga nantinya sudah berada di tangan Chinmi.
"Maaf senior Yinfei, aku hanya menjalankan amanat saja!" kata Ho Chen.
Ho Chen kembali menyapa Chinmi kemudian menyerahkan Bola Nirwana tersebut padanya, "Ambillah, setelah kamu menyempurnakan ke empat pondasi mu dan berhasil membuka beberapa pintu dalam dirimu, barulah kamu boleh bersatu dengan energi Bola Nirwana ini!" kata Ho Chen.
"Bagaimana caranya?" Chinmi bertanya karena tidak mengerti sama sekali.
"Akan aku kirim caranya padamu," kata Ho Chen kemudian menyentuh kening Chinmi dengan telunjuk jarinya.
Chinmi merasa mendapatkan informasi baru tentang cara menyatu dengan Bola Nirwana tersebut.
Bukan hanya ini saja Chinmi mendapatkan informasi atau ilmu baru dengan cara menyentuh kening, Li Wiefu, Xi Liyi juga pernah melakukan hal yang sama padanya.
"Aku itu sudah cukup, sekarang kamu tinggal menyempurnakan pondasi mu, dan juga membuka semua pintu dalam dirimu!" kata Ho Chen.
Pintu dalam diri yang dimaksud Ho Chen adalah gerbang di dalam diri Chinmi. Beda dunia jelas beda penyebutan, karena itu banyak hal yang tidak sama antara dunia mereka berempat.
__ADS_1
"Ho Chen, apakah kamu ingin pergi?" tanya Yinfei.
"Senior, tidak banyak yang bisa aku lakukan disini, lagi pula aku akan datang lagi jika Chinmi sudah mencapai tingkat Raja Semesta," kata Ho Chen.
Lio Long dan Yinfei sama-sama saling berpandangan, mereka mengira jika Ho Chen ingin membantu Chinmi, namun ternyata dia hanya datang untuk memberikan Bola Nirwana saja.
"Senior, setelah ini senior mau pergi kemana?" tanya Chinmi.
"Aku masih harus pergi mencari keberadaan keempat mahluk, mereka adalah Naga Merah, Singa Hitam, Elang Putih, dan Srigala Merah!" kata Ho Chen.
Ho Chen tidak menyebut nama mereka dan juga julukan lengkap mereka berempat, namun Ho Chen dapat mengetahui akan apa yang ada dipikiran Chinmi.
"Apa kamu mengetahui sesuatu?" tanya Ho Chen.
"Senior, apakah singa hitam yang senior cari memiliki bentuk tubuh seperti manusia?" tanya Chinmi.
"Terakhir yang aku tahu memang begitu, mereka sudah bertranformasi ke wujud manusia, apakah kamu pernah melihatnya?"
"Aku tidak yakin senior karena tidak melihatnya secara langsung, namun ciri-cirinya memang tidak salah lagi, Singa Hitam itu berada di duniaku!" kata Chinmi.
Ho Chen menyentuh kembali kening Chinmi dan mencoba melihat ingatan Chinmi. Setelah beberapa saat Ho Chen berhasil menemukannya.
"Jadi benar Ye Shi ada di dunia mu!" seru Ho Chen dengan suara pelan.
Dia melihat ketika Chinmi bertukar roh dengan Long Wang, walau Chinmi tidak melihat Ye Shi, namun Long Wang bisa melihatnya dari jarak jauh.
Ho Chen membuka matanya dan melepaskan jarinya dari kening Chinmi, "Sepertinya tujuanku berikutnya adalah ke dunia mu!" kata Ho Chen.
Mendengar Ho Chen ingin pergi ke dunianya, Chinmi teringat Ayah serta ibunya. Walau Chinmi tidak mengatakan akan kerinduannya kepada kedua orang tuanya, namun Ho Chen mengetahuinya.
"Chinmi, berlatihlah dengan tenang, usahakan secepat mungkin kamu mencapai Tingkat Raja Semesta, sedangkan kerinduan mu kepada kedua orang tuamu, aku akan menyampaikan kepada mereka nantinya!" kata Ho Chen.
"Terima kasih senior, aku berjanji akan berlatih lebih keras lagi! Namun jika senior tidak keberatan tolong berikan ini kepada Ayahku, dengan ini mereka akan percaya kepada senior, dan sampaikan juga jika suatu saat nanti aku akan kembali untuk mengambilnya," kata Chinmi sambil menyerahkan seruling giok nya kepada Ho Chen.
"Panjang sekali pesan mu!" batin Ho Chen sambil menerima seruling giok tersebut.
"Baiklah aku akan menyampaikan pesan mu!" kata Ho Chen, "Yang panjang itu," batinnya.
__ADS_1
"Terima kasih!" Chinmi sambil membungkukkan badannya.
Ho Chen mendatangi Lio Long dan memberikan pesan padanya, "Senior Lio, percepat latihan Chinmi, aku akan pergi mencari Ye Shi ke dunia Chinmi terlebih dahulu, Sebulan lagi di dunia Chinmi, aku akan datang lagi kesini untuk melatih Chinmi," kata Ho Chen.
Lio Long mengangguk, dia memang tahu jika sudah menjadi tugasnya untuk melatih Chinmi hingga mencapai tingkat Raja Semesta, jika bisa dia ingin melatihnya hingga mencapai tingkat Dewa.
"Biar aku ikut dengan mu!" kata Yinfei.
"Tidak senior, biar aku sendiri saja, jika senior tidak memiliki kegiatan disini, senior bisa melatih gadis Chinmi itu," kata Ho Chen.
Yang dia maksud adalah Qie Yin, andai saja Qie Yin sedang latihan bisa mendengarnya, pasti wajah nya akan memerah.
Yinfei hanya menghela nafas panjang sambil menatap kearah Qie Yin yang sedang latihan sendirian, dia tahu jika Qie Yin tidak mungkin bisa mencapai tingkat Dewa..
"Ada apa dengan mereka, kenapa mereka menetap kearah ku seperti itu?" batin Qie Yin saat menyadari jika Ho Chen dan Yinfei sedang menatap dirinya.
"Baiklah jika itu keinginanmu!" kata Yinfei yang tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti perkataan Ho Chen.
"Jika begitu aku akan pergi dan kita akan bertemu satu tahun lagi di dunia ini."
Ho Chen menjentikkan jarinya dan kemudian dia menghilang dari hadapan mereka semua tanpa menunggu reaksi dari siapapun.
"Hah, dia memberi perintah setelah itu pergi begitu saja!" kata Yinfei.
"Senior Lio, di antara kalian semua, siapa yang paling kuat dan juga paling hebat?" tanya Chinmi.
Lio Long dan Yinfei saling berpandangan setelah Chinmi memberikan pertanyaan tersebut.
"Tentu saja aku yang terkuat!" kata Lio Long dengan membusungkan dadanya lebih tinggi.
"Benarkah?" Chinmi menaikkan alisnya.
"Tentu saja benar. Hahahaha!" kata Lio Long dengan memaksakan untuk tertawa.
"Chinmi, sebenarnya tidak ada satupun dari kami yang terkuat maupun yang terlemah, jika bertanya tentang tingkatan siapa yang lebih tinggi, tentu saja dia adalah Ho Chen, namun jika bertanya siapa yang terkuat, kami semua kuat dan hebat, namun kami semua juga lemah!" kata Yinfei.
Chinmi mengangguk walau tidak terlalu mengerti, namun setidaknya dia sudah tahu jika Ho Chen adalah yang terkuat dari mereka semua.
__ADS_1