
Chinmi melihat Low Shan yang juga sedang duduk tidak jauh darinya, Chinmi berinisiatif untuk duduk bersamanya.
"Maaf apa saya boleh duduk di sini?" Chinmi bertanya dengan sopan.
Low Shan mengangguk sambil menatap Chinmi dengan tatapan sedih, Chinmi bisa melihat tatapan yang mengadung kesedihan yang mendalam.
"Terimakasih teman!" kata Chinmi kemudian duduk tidak jauh darinya.
Chinmi menatap Low Shan sejenak kemudian memulai pembicaraannya, "Aku sudah tahu akan musibah yang menimpa ayahmu, aku turut prihatin," kata Chinmi yang lebih dulu bersuara.
Low Shan terdiam tanpa mengucapkan kata-kata dengan kepala menunduk, sedangkan Chinmi kembali berbicara.
"Aku berencana tinggal dua hari lagi dan ingin menunggu kedatangan mereka, aku akan berusaha melindungi kalian dengan segenap kemampuanku," kata Chinmi.
Low Shan menoleh dan menatap Chinmi dengan heran, kemudian dia akhirnya membuka suara, "Ini adalah masalah kami, kamu hanya orang luar dan sebaiknya tidak perlu ikut terlibat atau berurusan dengan para binatang itu."
Chinmi tersenyum tipis mendengar ucapan Low Shan kemudian menjawabnya, "Memang benar aku hanya orang luar, namun aku juga tidak bisa diam saja dan hanya bisa menjadi pendengar saat ada orang lain yang tertindas. Bukankah seharusnya sesama manusia itu harus saling membantu?"
Low Shan kembali terdiam, menurutnya perkataan Chinmi ada benarnya, namun tetap saja menurut Low Shan Chinmi tetaplah orang luar yang tidak seharusnya ikut mencari masalah hanya demi menolong orang-orang yang belum ia kenal.
"Sudahlah itu sudah menjadi keputusanku, jadi kamu tidak perlu memikirkan apapun," kata Chinmi meyakinkan Low Shan yang masih terlihat ragu.
Mereka berdua duduk cukup lama, namun yang paling banyak bicara hanya Chinmi, sedangkan Low Shan hanya mendengarkannya ocehan Chinmi saja.
Saat sudah tengah malam, Chinmi kembali ke kamarnya untuk istirahat. Selama melakukan perjalanan dia sama sekali tidak pernah tidur malam, menurutnya ini adalah kesempatannya untuk bisa istirahat.
***
Ayam-ayam jantan berkokok dan burung-burung bersuara merdu menyambut hangatnya sang mentari pagi.
Pagi yang segar disertai suara ratusan kicauan burung tidak serta merta membuat Desa Jizhi terlihat damai, justru terlihat sepi seolah-olah tidak berpenghuni.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa kalian akan tetap pergi hari ini?" Chinmi bertanya kepada Xuao Lan dan Yue Rong.
"Aku akan tinggal disini untuk membantumu," jawab Yue Rong.
"Terimakasih bibi sudah bersedia untuk membantuku," kata Chinmi dengan tersenyum lebar.
"Bicara apa kamu? Aku tidak mungkin membiarkanmu menghadapi bahaya seorang diri, jika terjadi sesuatu padamu, bagaimana nantinya aku memberikan penjelasan kepada pamanmu!" kata Yue Rong.
Xuao Lan hanya menghela nafas kemudian juga berbicara, "Baiklah aku akan mengikuti kalian!" Xuao Lan akhirnya hanya bisa pasrah.
Yue Yin keluar dari kamarnya setelah mereka bertiga selesai berbicara, "Senior Rong aku sudah siap, jadi kapan kita berangkat?" tanya Yue Yin dengan semangat karena tubunya yang merasa segar karena habis mandi.
Yue Rong tersenyum lembut padanya kemudian berkata, "Haribini kita akan menunda perjalanan kita!"
"Haa...! Kenapa!" seru Yue Yin yang tidak mengerti kenapa perjalanan harus ditunda.
"Nona Yin, ada hal yang sangat penting yang harus kami urus, jadi hari ini kita batalkan saja dulu perjalanan ini," kata Xuao Lan.
"Belum dan sebaiknya Nona Yin yang memberitahukan kepada mereka," jawab Xuao Lan.
Yue Yin akhirnya pergi memberitahu mereka berdua yang sedang berada dibelakang rumah Zhao Ma.
Saat hari sudah menjelang siang, Chinmi, Xian Fai dan Low Shan sedang duduk saling berbicara, sedangkan Xuao Lan Zhao Ma juga berbicara sambil minum teh yang disediakan.
Shio Mei sedang melihat Yue Rong dan Yue Yin yang sedang berlatih di belakang rumahnya.
Tidak lama datang seorang pemuda berumur 17 tahun berlari dan menemui Zhao Ma, "Tuan Zhao! Tuan Zhao!" panggil pemuda tersebut dengan tergesa gesa.
"Para perampok itu sudah datang, mereka semua sepertinya sedang menuju kerumah tuan,"
Zhao Ma mengerutkan dahi, "Secepat ini? Bukankah seharusnya mereka datang besok?" tanya Zhao Ma yang tidak menduga jika mereka akan datang secepat itu.
__ADS_1
Chinmi dan yang lainnya yang mendengar itu segera bangkit dan menatap kearah ujung jalan. Yue Rong dan Yue Yin yang sedang berlatihpun segera berhenti setelah Lian Cao memberitahu kepada mereka.
Mereka segera melihat beberapa kuda dari jauh datang mendekat, "Saudara Low sebaiknya kamu masuk kedalam!" kata Xian Fai.
Low Shan tidak membantah dan segera masuk kedalam, sedangkan didalam masih ada Shio Mei, Yue Rong dan juga Yue Yin. Shio Mei terlihat ketakutan dia berusaha untuk tetap tenang namun tubuhnya masih bergetar sebelum akhirnya ditenangkan oleh Yue Rong.
"Nyonya Zhao, tenanglah serahkan saja mereka kepada Xuao Lan, biar mereka yang mengatasinya!" kata Yue Rong yang berusaha untuk menenangkan Shio Mei.
Diluar rumah para perampok tersebut sudah tiba, mereka semua tenyata berjumlah 40 orang lebih banyak jumlahnya dari yang sebelumnya dan penunggang kudanya masih tetap 10 orang.
"Hai kepala desa, kami datang lagi untuk meminta apa yang seharusnya kalian berikan kepada kami," kata seorang prìa bertubuh kekar.
"Bukankah kalian seharusnya datang besok?" tanya Zhao Ma dengan nada tidak senang.
"Hahaha! Terserah kami mau datang kapan, mau datang besok, sekarang, atau lusa semua kami yang atur! Sekarang cepat kumpulkan semua wargamu untuk memberikan upeti, jika tidak maka sesuai dengan apa yang aku katakan kemarin, aku akan membawa anak gadis di desa ini sebagai gantinya!" kata pria tersebut dengan tertawa.
Xuao Lan yang berdiri didepan pintu mengamati pria kekar tersebut, dia bisa merasakan jika pria tersebut adalah seorang Pendekar Menengah tingkat 2, sedangkan 9 orang berkuda lainnya adalah para pendekar Pemula Tingkat 3, dan sisanya kebanyakan adalah para Pendekar Awal tingkat 1 dan 2.
"Tuan, kenapa tuan senang sekali meminta-minta? Apakah kalian adalah gerombolan orang-orang miskin yang tidak mampu membeli makanan untuk mengisi perut kalian?" tanya Chinmi yang terkesan mengejek mereka.
"Hai bocah! Tajam sekali ludahmu, apa kamu sudah bosan hidup?" tanya salah seorang penunggang kuda yang berdiri di sebelah pria kekar tersebut.
"Sudah jangan hiraukan anak ingusan itu!" kata pria tersebut kemudian kembali menatap Zhao Ma.
"Kemarin anak buahku melihat ada gadis cantik yang datang ke rumahmu, dan gadis tersebut menginap dirumahmu, sekarang serahkan saja gadis itu kepada kami, dan sebagai gantinya para pendudukmu tidak perlu membayar upeti kalian selama satu bulan. Bagaimana?"
Pemimpin perampok tersebut memang sudah memerintahkan para anggotanya untuk mengawasi Desa Jizhi dan saat para anggotanya melihat rombongan Chinmi dan lainnya tiba, mereka melihat jika ada gadis cantik di rombongan tersebut.
"Owh kalian menginginkan bibiku? Kanapa kalian tidak datang dan ambil sendiri jika bisa!" kata Chinmi yang memasang senyum menyebalkan dan semakin memanas-manasi mereka.
"Bocah sialan, kamu mau mempermainkan Kelompok Gadah Hitam ha?" salah seorang penunggang kuda terlihat geram dan menunjuk-nunjuk Chinmi dengan gadah hitamnya yang berduri.
__ADS_1