
Dalam perjalan pulang ke Sekte Pulau Es, Zhihui terus memperhatikan Chinmi yang saat ini sedang duduk meditasi di atas punggung Bing Long.
"Sebenarnya berapa banyak Pusat Roh Elemen yang ia miliki?" batin Zhihui.
Saat ini yang Zhihui lihat, Chinmi menggunakan Lima Elemen, Api, Es, Tanah, Kayu, dan Angin. Biasanya orang yang memiliki lebih dari dua Pusat Roh Elemen yang berbeda akan di anggap sebagai Pendekar yang tidak memiliki bakat.
Namun kali ini pemikiran tersebut menurut Zhihui keliru, dia sudah melihat Chinmi memiliki Lima Elemen sekaligus, apa lagi kelebihan Chinmi yang lain adalah bisa membelah diri, hal itu membuat Zhihui semakin kagum kepada Chinmi.
"Bagaimanapun caranya, aku harus bisa menikahkan Bing'er dengannya!" batin Zhihui yang berniat ingin menjadikan Chinmi sebagai pendamping Bing Mei di masa depan.
Chinmi sendiri sebenarnya bukanlah meditasi, dia sebenarnya sedang berbicara dengan Long Wang, "Aku tidak menduga ternyata kamu memiliki sifat yang kejam," kata Long Wang.
"Aku melakukan itu bukan karena aku kejam senior, melainkan untuk membuat kedamaian!" kata Chinmi.
"Kedamaian seperti apa yang kamu maksud? Aku lihat tadi itu seperti rasa kekhawatiran saja."
"Senior, tidak ada orang yang tidak menginginkan kedamaian dan ketenangan, jadi untuk melakukan semua itu, aku harus menghentikan dan menyadarkan orang-orang yang selalu berbuat kejahatan dengan menyadarkan mereka. Jika tidak bisa, jalan satu-satunya adalah melenyapkan sumber masalah agar tidak ada lagi pengacau di masa depan."
Chinmi menjelaskan panjang lebar akan keinginannya kepada Long Wang. Berbeda dengan pemikiran Chinmi, Long Wang justru memiliki pemikiran dan pemahaman yang lain.
"Apa kamu pikir jika kamu melenyapkan sumber masalah semua akan selesai? Ingat setiap pohon akan memiliki biji sebagai bibit untuk menumbuhkan pohon yang lain..!"
Long Wang menjelaskan hasil pemahamanannya kepada Chinmi. Menurut Long Wang semua yang direncanakan oleh Chinmi tidak sepenuhnya benar, namun tidak juga salah.
Jika Chinmi melenyapkan atau membunuh satu atau dua orang jahat, bukan berarti kejahatan sudah hilang. Jika mari satu pasti nantinya akan ada lagi yang satunya! dan jika Chinmi membunuh penggantinya, pasti akan muncul yang lainnya.
"Terkadang satu masalah bisa menyelesaikan masalah yang lain, namun juga satu masalah yang terselesaikan akan menimbulkan masalah lain!" kata Long Wang.
"Aku mengerti senior, namun setidaknya aku bisa mengurangi jumlah kejahatan walau nantinya akan ada kejahatan lain," jawab Chinmi.
"Kamu bilang mengerti, tapi pemikiranmu masih tetap sama!" kata Long Wang.
Chinmi tertawa kecil mendengar perkataan Long Wang sehingga membuat Zhihui dan Bing Long menjadi heran.
"Kenapa kamu tertawa sendiri? Apa ada yang lucu?" tanya Bing Long.
"Tidak ada senior, aku hanya tertawa geli saja mendengar suara perut yang keroncongan," jawab Chinmi dengan mencari alasan.
Mereka sudah melihat Pulau Es dari jauh, dalam beberapa waktu saja, mereka akhirnya tiba di sekte Pulau Es.
__ADS_1
Semua anggota Sekte Pulau Es berkumpul di depan sekte dan salah satunya adalah Bing Mei yang sudah sadar dari pingsannya.
"Nenek..!"
Bing Mei berlari saat melihat Zhihui yang turun dari punggung Bing Long. Saat melihat banyak darah dibaju neneknya, Bing Mei segera membantu Zhihui masuk ke dalam dan dibantu oleh beberapa anggota lainnya.
"Bing'er, maafkan Nenek yang telah membuat mu tidak sadarkan diri tadi!" kata Zhihui saat dia sudah berada di dalam kamarnya.
Zhihui masih bisa melihat sisa air mata dan juga mata Bing Mei yang bengkak. Suara Bing Mei juga terdengar parau karena tidak henti-hentinya menangis.
Bing Mei sudah tahu tujuan neneknya membuat dirinya tidak sadarkan diri, saat dia mengetahui tujuan neneknya pergi ke Sekte Kelelawar Hitam, Bing Mei sangat khawatir.
Bing Mei takut jika neneknya tidak akan kembali lagi, saat ini dia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi selain neneknya, hal inilah yang membuat Bing Mei sangat takut.
Namun setelah mengetahui jika Chinmi pergi menyusul neneknya, Bing Mei sedikit lega, namun tetap khawatir akan keselamatan neneknya.
"Nenek tidak perlu meminta maaf lagi! Namun Bing'er minta sekali lagi, jangan lagi melakukan itu, aku takut Nek. Aku tidak mau kehilangan siapa-siapa lagi. Zhu Mei sudah tidak ada, jika sampai Nenek juga pergi, aku... aku..!"
Air mata Bing Mei kembali mengalir, dia masih tidak rela akan kepergian saudari kembarnya yang kini berada didalam peti es di dalam ruangan khusus.
"Bing'er, Nenek janji tidak akan melakukannya lagi," kata Zhihui walau hatinya kembali teringat akan Zhu Mei.
"Nenek, apakah mahluk yang membunuh Zhu Mei sudah terbunuh?" tanya Bing Mei.
Zhihui mengelelngkan kepalanya seraya menjawab pertanyaan Bing Mei, "Tidak, mahluk yang membunuh saudarimu tidak diketahui keberadaannya, yang berhasil di bunuh adalah pemimpin penyerangan itu, Lung Chiu Xi," kata Zhihui.
Mahluk yang di tanyakan oleh Bing Mei adalah Baihu Sang Rubah Putih. Baihu lah sebenarnya yang membunuh Zhu Mei namun Zhihui tetap menyalahkan Lung Chiu Xi yang menjadi otak dari penyerangan tersebut.
"Permisi apa saya menganggu?"
Saat mereka berdua sedang berbincang-bincang, Chinmi datang menemui mereka berdua yang berada di dalam kamar.
Mereka berdua menoleh ke pintu dan Zhihui tersenyum saat melihat Chinmi, "Masuklah Chinmi..!" kata Zhihui.
"Saudara Chinmi!" Bing Mei bangkit dan menyapa Chinmi yang saat ini sudah berada di hadapannya.
"Nona Bing," Chinmi juga membalas sapaan tersebut dengan tersenyum lembut.
"Bing'er, sebenarnya atas bantuan Chinmi lah aku bisa selamat, dan dia juga yang telah membunuh Lung Chiu Xi sekaligus melenyapkan Sekte Kelelawar Hitam dari dunia ini," kata Zhihui menceritakan akan aksi Chinmi di sekte Kelelawar Hitam.
__ADS_1
"Benarkah..? Jadi sekte Kelelawar Hitam sudah musnah?" Bing Mei jelas terkejut mendengarnya.
Bing Mei menatap Chinmi dengan tatapan tidak percaya, namun dia tetap mengucapkan terima kasih pada Chinmi.
"Terima kasih saudara Chinmi, sekte Pulau Es tidak akan melupakan bantuan saudara Chinmi dan berhutang satu padamu, jika kamu ingin meminta sesuatu dari kami katakanlah, kami akan memberikan apapun yang kamu minta!" kata Bing Mei.
Chinmi hanya tersenyum lembut mendengar perkataan Bing Mei, dia ingin mengucapkan sesuatu namun Zhihui mendahuluinya.
"Bing'er, apa yang kamu katakan?" tanya Zhihui.
"Nenek, jika saudara Chinmi yang menyelamatkan Nenek, bukankah kita berhak untuk memberikan sesuatu sebagai hadiah atas jasanya?" kata Bing Mei seraya bertanya.
"Bing'er, saat ini posisi ketua sekte bukan lagi milikku, melainkan dialah ketua sekte kita," kata Zhihui.
!!?"
Bing Mei jelas terkejut dan juga bingung mendengarnya, "Apa yang nenek katakan?" tanya Bing Mei.
Zhihui ingin kembali menjelaskan, namun Chinmi lebih dulu berbicara padanya, "Senior Zhihui, aku datang kesini justru ingin membahas masalah itu."
"Ada apa, apakah kamu menolak untuk menjadi ketua sekte ku?" tanya Zhihui, sedangkan Bing Mei memandangi Zhihui dan Chinmi secara bergantian karena tidak mengerti akan apa yang sebenarnya mereka bicarakan.
Chinmi menyerahkan kembali Lencana pemberian Zhihui, "Benar senior, jadi saya mohon terimalah kembali lencana ini!" kata Chinmi.
"Itu-itu..! Bagaimana kamu bisa memiliki itu?" Bing Mei mengetahui lencana tersebut sehingga dia sangat terkejut.
Bing Mei tidak tahu jika sebenarnya dirinya sempat dijodohkan oleh Zhihui kepada pemuda yang berada di hadapannya itu.
"Akan aku ceritakan nanti, sekarang aku akan bertanya dulu padanya!" kata Zhihui menjawab pertanyaan Bing Mei.
"Chinmi, apa alasanmu menolak sebagai ketua sekte, apakah karena sekte ini sudah tidak sekuat dulu?" tanya Zhihui.
"Senior jangan salah paham, bukan itu alasan saya menolak untuk menjadi ketua sekte ini. Saya memiliki tiga alasan..!"
Chinmi menjelaskan tiga alasan tersebut kepada Zhihui agar tidak salah paham. Alasan yang pertama adalah, Chinmi merasa kurang tepat untuk menjadi ketua sekte Pulau Es karena dirinya bukanlah anggota sekte Pulau Es dan tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Sekte Pulau Es.
Alasan yang kedua adalah, Chinmi harus mencari gurunya dan kedua Naga yang menghilang dan kemungkinan masih bertarung dengan dua pemimpin Hewan Iblis baru.
Alasan yang terakhir adalah, dia masih ingin menemui kedua orang tuanya yang sudah lama berpisah dengan dirinya. Sudah sekitar hampir 8 tahun dia tidak pulang sehingga dia sangat merindukan kedua orang tuanya sekaligus ingin melihat anak Li Fang.
__ADS_1
"Jadi kamu adalah murid Senior Fan?" Zhihui dan Bing Mei sama-sama tidak menduga jika Chinmi ternyata adalah murid Fan Yuzhen.