
***
Li Yao tidak habis-habisnya mengumpat kesal terhadap Fan Yuzhen, dia sudah berkali-kali meminta agar Fan Yuzhen segera membawanya menemui anak Li Xiang.
Fan Yuzhen memang setuju untuk membawa Li Yao bertemu dengan Chinmi, namun Fan Yuzhen meminta syarat, yaitu Li Yao harus menunjukkan letak lokasi Meng Yi berada.
Sebenernya Li Yao tidak keberatan dengan syarat tersebut, namun dirinya juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Chinmi sehingga dia tidak berdaya dan hanya bisa bersabar.
Fan Yuzhen berencana pergi berdua saja dengan Li Yao, dia tidak ingin mengajak siapapun untuk ikut bersama mereka.
Menurut Fan Yuzhen membawa banyak orang hanya akan menambah korban yang tidak perlu, sebab itu Fan Yuzhen tidak mau ada jatuh korban lagi di pihaknya.
"Ji Long, apakah kondisimu sudah baikan?" tanya Fan Yuzhen kepada Ji Long yang baru keluar dari dalam kamar yang ada di Sekte Penakluk Kegelapan.
Ji Long hanya mengangguk dengan tersenyum pahit. Penyerangan para pasukan Mayat Hidup di Kerajaan Angin Selatan tidak kalah besar nya dengan Kerajaan yang lain.
Saat itu She Long sudah mengumpulkan lebih dari separuh Rakyat Kerajaan Angin Selatan, walau Mu Liyi juga sudah mengerahkan semua pasukannya untuk segera mengumpulkan semua rakyatnya dalam satu tempat, namun masih ada Rakyat yang menolak hal itu.
Ji Long mengerahkan semua murid Sekte Pedang Suci, baik itu yang masih berada di Tahap Pemula Tingkat 1, hingga tingkat Menengah, sedangkan tiga pendekar Sihir Alam termasuk Ji Long salah satunya melindungi para Rakyat yang sudah berkumpul.
Ji Long berpikir semuanya akan berjalan dengan lancar karena sejauh ini semuanya masih aman terkendali.
Namun siapa sangka semuanya akan berubah saat melihat ada ratusan orang bergerak dengan sangat cepat kearah Ji Long dan semua Rakyat yang sudah berkumpul.
Ji Long bisa melihat dari cara mereka bergerak, hanya para pendekar tingkat tinggi yang memilki ilmu meringankan tubuh secepat ratusan orang yang datang, terlebih lagi sekitar belasan orang yang juga terbang di atas mereka menuju kearahnya.
Setelah mereka saling berhadapan, Ji Long baru mengenali salah satu sosok yang melayang di udara, dia tidak lain adalah Fu Shen, Jendral penghianat dari kerajaan Bumi Barat yang kabarnya sudah di bunuh oleh seorang pemuda saat akan di eksekusi mati.
Pertempuran antara para Prajurit dan di bantu oleh para murid-murid dari beberapa sekte melawan pasukan yang di bawa oleh Fu Shen tidak bisa di hindari lagi.
Ji Long terpaksa menghadapi Fu Shen karena banyak jatuh korban oleh nya, walau sadar bukan tandingan Fu Shen, namun Ji Long tetap akan menahannya sekaligus meminta kepada seluruh Rakyat yang ada untuk lari.
Hanya dalam waktu singkat saja, Ji Long sudah mendapatkan banyak luka di tubuhnya, terlebih lagi paha kirinya harus mengalami patah tulang.
Para Prajurit istana dan para Murid dari berbagai sekte juga mengalami hal serupa, walau kubu Kerajaan Angin Selatan menang secara jumlah, namun secara kekuatan mereka masih lemah sehingga pertarungan berat sebelah.
Mereka yang berhasil membunuh satu atau dua orang musuh kini hanya bisa menggigit bibir dan berkeringat dingin saat melihat musuh-musuh yang sudah di bunuh nya kembali hidup, banyak juga yang merasa frustasi dan mengambil jalan pintas dengan bunuh diri.
Fu Shen yang merasa berada di atas angin tertawa melihat ketakutan dari para prajurit dan murid-murid berbagai sekte.
Terlebih lagi melihat kondisi Ji Long dan juga pendekar Sihir Alam lainnya yang juga terpojok, Fu Shen sudah memiliki cara untuk membunuh Ji Long dan semuanya dalam waktu singkat sebelum akhirnya semuanya sirna setalah Lio Long muncul dan membalikan situasi.
Tidak butuh waktu lama untuk Lio Long menyegel mereka semua, setelah berkeliling mencari sisa keberadaan mayat hidup, Lio Long kembali kepada Ji Long karena musuh sudah benar-benar tidak ada.
Lio Long membawa semuanya ke Sekte Penakluk Kegelapan sekaligus membantu meringankan rasa sakit yang Ji Long alami.
Bisa saja Lio Long mengobati nya, namun dia masih memiliki tugas penting sehingga menunda untuk mengobati Ji Long. Namun Lio Long yakin Ji Long akan baik-baik saja karena dia sudah meringankan rasa sakit di paha Ji Long.
Lio Long pergi bersama tiga orang lainnya dengan cara menghilang. Ji Long sempat terkejut karena melihat keberadaan Fan Yuzhen, Li Xiang, dan semua Rakyat serta para Prajurit dari Kerajaan Bumi Barat.
Namun yang lebih mengejutkan lagi ada satu sosok pria berumur 40 tahunan yang wajahnya hampir mirip dengan wajah Chinmi, andai dia tidak terlihat seperti berumur 40 tahunan, dia pasti akan mengira jika sosok tersebut adalah Chinmi.
Ji Long yang sudah sembuh karena pertolongan Fan Yuzhen dan juga Sang Pertapa Es Bing Mei menyapa Li Xiang yang berdiri di samping pria berumur 40 tahun itu.
__ADS_1
Ji Long mendekati Li Xiang dan kemudian dia membawa Ji Long sedikit menjauh dengan Fan Yuzhen, "Jendral Li, apakah Raja Tao juga ada di sini?" tanya Ji Long.
"Ada senior, Yang Mulia saat ini berada di dalam!" jawab Li Xiang.
"Dari semua Kerajaan yang mengungsi di tempat ini, kenapa tidak ada satupun Rakyat maupun Prajurit dari Kerajaan Api Timur? Apakah Chinmi tidak jadi memperingatkan Raja Ming akan bahaya ini sekaligus ancaman dari Pangeran Ming Zai?" kata Ji Long dengan mata memandangi semua orang yang berada di tempat lapang yang sangat luas.
"Aku tidak tahu senior!" jawab Li Xiang.
Ji Long melirik Li Yao yang sedang berbincang-bincang dengan Fan Yuzhen, Ji Long bisa melihat jika mereka berdua terlihat sangat akrab.
"Jendral Siapa orang...!" Ji Long ingin bertanya siapa yang sedang berbicara dengan Fan Yuzhen, namun dia mengurungkan nya karena kemunculan Xi Liyi tidak jauh dari tempat dirinya berada.
Semuanya segera melihat kemunculan Xi Liyi, mereka semua melihat jika Xi Liyi sedang membopong Lang Yu.
"Nona Xi, ada apa dengannya?" Li Xiang segera menghampiri nya dan bertanya akan apa yang sudah terjadi terhadap Lang Yu.
"Jangan dulu bertanya, cepat bantu aku membawanya ke dalam!" kata Xi Liyi.
Fan Yuzhen dan lainnya segera mendekat dan membantu Li Xiang untuk mengangkat Lang Yu.
Mereka ingin mengangkat tubuh Lang Yu bersama-sama, namun ternyata tubuh Lang Yu terasa sangat berat dan tidak satupun yang bisa mengangkat tubuh Lang Yu.
Urat-urat dahi semuanya terlihat menonjol keluar, dengan sekuat tenaga mereka semua berusaha mengangkat tubuh Lang Yu, namun nyatanya tidak ada yang mampu menggeser tubuh Lang Yu sedikit pun.
Bing Mei dan Xi Liyi menatap mereka semua yang seperti kesulitan mengangkat Lang Yu merasa keheranan, namun beberapa saat kemudian Xi Liyi menepuk jidat karena lupa jika Lang Yu masih memegang Toya nya.
Xi Liyi segera mengambil Toya Emas milik Lang Yu ketika mereka samua masih berusaha mengangkat tubuh Lang Yu.
Li Yao dan Fan Yuzhen mengumpat dalam hati mereka, mereka tidak menyangka jika yang membuat tubuh Lang Yu sangat berat untuk di angkat di sebabkan oleh Toya Emas nya.
"Cepat istirahatkan dia di dalam!" kata Xi Liyi kemudian dia mengikuti mereka semua dari belakang.
"Terima kasih atas bantuan kalian semua!" kata Xi Liyi yang hanya di jawab dengan anggukan oleh mereka semua. Mereka semua yakin jika sebenarnya Xi Liyi tidak perlu meminta bantuan mereka.
Xi Liyi meletakkan Toya Emas Lang Yu di dekat tempat tidur. Toya tersebut memiliki berat hingga ratusan ribu pon sehingga beratnya tidak mampu untuk di angkat oleh manusia biasa maupun Pendekar yang belum memiliki kekuatan setingkat dengan Dewa.
Xi Liyi duduk di samping Lang Yu dan memperhatikan wajahnya, "Terima kasih atas kesetiaan mu selama ini Jendral! Kamu telah banyak menderita sejak diangkat menjadi Jendral oleh ayahku di akhir hayatnya!" kata Xi Liyi dengan tersenyum lembut.
"Tuan Putri..! Tuan Putri..!"
Lang Yu tiba-tiba saja mengigau membuat Xi Liyi mengangkat sebelah alisnya, "Baru kali ini aku mendengar Jendral mengigau seperti ini!" gumam Xi Liyi kemudian dia menyelimuti tubuh Lang Yu dan berjalan ke arah kursi dan duduk.
Xi Liyi tidak bisa tenang karena masih memikirkan Yinfei dan yang lainnya yang masih bertarung menghadapi She Long.
Xi Liyi bangkit dan berniat untuk pergi lagi ketempat pertarungan, namun belum sempat dia beranjak dari tempatnya, Lang Yu kembali mengigau, dan kali ini Xi Liyi terkejut degan apa yang Lang Yu ngigauin.
"Tuan Putri! Tuan Putri tenang saja, apapun yang terjadi aku akan melindungi Tuan Putri dengan nyawaku! Tidak akan aku biarkan orang yang paling aku cintai di celakai oleh siapapun! Selama aku masih hidup Tuan Putri tidak perlu khawatir."
Xi Liyi membuka tutup mulutnya, namun tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Xi Liyi mematung cukup lama, dia tidak menduga jika Lang Yu menyimpan perasaan padanya.
Mata Xi Liyi mulai berair, entah perasaan apa yang masuk kedalam hatinya, yang jelas perasaan asing yang sudah lama tidak ia rasakan kini mengisi hatinya lagi.
Secara perlahan-lahan dan perasaan gugup Xi Liyi menghampiri Lang Yu yang masih terbaring tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Jendral Lang! Jadi selama ini kamu memiliki perasaan padaku, tapi kenapa aku tidak menyadarinya?" gumam Xi Liyi dengan air mata mulai mengalir.
Sudah ribuan tahun Xi Liyi tidak pernah meneteskan air mata, dia sudah hampir lupa kapan terakhir kali di meneteskan air matanya.
Tangan Xi Liyi yang imut dan halus menggenggam tangan Lang Yu yang sedikit lebih besar dengan ototnya yang menonjol keluar.
"Selama ini aku mungkin selalu merepotkan mu Jendral, dan selama ini aku hanya menganggap mu sebagai pengawal ku saja, namun aku..!" Xi Liyi mengelap air matanya dan kemudian dia memejamkan matanya sambil menengadahkan kepalanya ke atas.
Kini Xi Liyi sadar jika sebenarnya dia juga memiliki perasaan yang sama, dia akan kebingungan jika sampai Lang Yu tidak ada di sampingnya dalam jangka waktu yang lama.
Rasa cemas dan khawatir juga akan meresahkannya, perasaan-perasaan itulah yang tidak di sadari oleh Xi Liyi.
"Aku ini adalah Tuan Putri yang sangat bodoh! Selama ini aku sudah membohongi perasaanku sendiri! Sekarang aku sadar jika aku juga tidak bisa kehilangan mu, kau tidak hanya Jendral dan pengawal setiaku, namun kamu adalah Penjaga Hati ku!" Xi Liyi tersenyum hangat kearah Lang Yu.
Hati Xi Liyi yang sangat terharu dan merasa tenang setelah mengetahui perasaan Lang Yu terhadapnya, namun setelah itu dia terkejut dengan suara terompet yang sangat keras dari luar.
Xi Liyi langsung naik darah, dia tidak mau suara terompet itu mengganggu Lang Yu yang sedang beristirahat, Xi Liyi segera bangkit dan berjalan keluar dengan wajah kesal.
***
"Yuzhen! Siapa sebenarnya wanita muda dan pria yang memiliki pusaka emas itu?" tanya Li Yao setelah berada di luar bersama dengan yang lainnya.
Li Xiang mendengar itu tersenyum kecut, dia tahu jelas mengetahui jati diri Xi Liyi dan juga Lang Yu, bagi orang yang tidak mengenali Xi Liyi, mereka pasti akan mengira jika Xi Liyi masih muda, namun sebenarnya umur Xi Liyi lebih tua dari usia ke-empat Kerajaan di Benua Daratan Tengah.
"Aku tidak terlalu mengenalnya, namun dia adalah salah satu teman Chinmi, dan ingat jangan berbicara dan bertindak bodoh padanya, jika kamu masih ingin bertemu dengan Chinmi, maka jaga sikapmu!" kata Fan Yuzhen memberi peringatan kepada Li Yao.
"Aku tahu itu, ini adalah kedua kalinya aku melihatnya, namun aku sangat tertarik dengan Toya Emas itu, sepertinya Toya Emas itu bukan pusaka sembarangan!" kata Li Yao dengan tersenyum lebar.
"Buang saja pikiran buruk mu itu, jika kita semua saja tidak mampu mengangkat Toya Emas itu, apalagi kamu yang sendirian? Kamu tidak hanya akan gagal, melainkan juga akan mati sebelum bertemu dengan Chinmi," kata Fan Yuzhen kemudian dia berjalan ke pagar rumah.
Senyuman lebar di bibir Li Yao berubah menjadi senyuman kecut, dia sadar setelah kebangkitan keduanya, semua sudah banyak yang berubah.
Mereka semua pindah ke kursi batu untuk berbincang-bincang lebih jauh, Raja Bao juga yang baru habis mengurus rakyatnya juga ikut bergabung, sedangkan Mu Liyi sedang duduk berempat dengan Yue Yin, Lian Mei dan Bing Mei
Selang beberapa saat kemudian, suara terompet yang sangat keras menggema di udara.
"Suara terompet apa itu?" tanya Li Xiang.
Tidak hanya Li Xiang saja, bahkan semuanya yang berada disana juga menunjukkan reaksi yang sama.
"Ini seperti suara terompet penyerangan!" Raja Tao tiba-tiba berbicara di depan pintu, dia keluar karena mendengar suara terompet tersebut.
"Penyerangan?" semuanya saling berpandangan.
"Iya ini adalah suara terompet penyerangan, jika di dengar dari suara terompet nya, ini adalah suara terompet perang dari pasukan Kelompok Sungai Darah!" kata Raja Tao dengan wajah terlihat sedikit pucat.
"Sungai Darah! Bukankah itu adalah kelompok dari Benua Daratan Selatan yang dulu pernah bergabung dengan Sekte Aliran Hitam dan kerajaan Angin Selatan?" tanya Li Xiang dan di jawab dengan anggukan oleh Raja Tao.
Mu Liyi terdiam sejenak saat mendengar perkataan Li Xiang, dia juga tidak akan lupa akan kematian ayahnya dan juga hancurnya Kerajaan nya dulu, itu semua adalah ulah pendekar dari kelompok Sungai Darah.
"Siapa yang berani membunyikan terompet itu? Suruh berhenti jika tidak ingin melihat kemarahan ku!" Xi Liyi keluar dengan tatapan marah sekaligus memberikan tekanan yang sangat kuat.
Li Yao terperanjat kaget saat merasakan tekanan dari Xi Liyi, kini dia mengerti kenapa Fan Yuzhen menyuruh dirinya untuk membuang pikiran nya yang tertarik dengan Toya Emas milik Lang Yu.
__ADS_1