
"Manusia..? Ah bukan, bentuknya terlalu aneh untuk disebut sebagai manusia," kata Kun yang kebingungan melihat wujud sosok aneh tersebut.
Qiao Ho dan Qiao Lin juga terkejut melihat sosok yang aneh sedang melayang di atas mereka, begitu juga dengan Feng Ying.
"Seumur-umur aku baru melihat sosok aneh seprti itu, bahkan rakyat penghuni dunia Astral sekalipun tidak ada yang memiliki wujud seperti itu," kata Hanzi.
"Mungkin dia adalah siluman Anjing atau Srigala yang bergabung dengan manusia, atau anak siluman dengan manusia," kata Qiao Ho membuat semuanya menoleh kearahnya termasuk Qiao Lin.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu, aku kan hanya mengira-ngira saja!" kata Qiao Ho yang merasa tidak enak karena ditatap seperti itu oleh mereka semua.
"Siapapun dia itu kemungkian besar dia lah yang telah mengendalikan para siluman itu!" kata Ming Hao.
"Hahaha...! Tebakanku tidak salah, memang akulah yang telah mengendalikan mereka, dan aku juga yang membuat mereka menjadi lebih kuat," kata sosok tersebut menjawab perkataan Ming Hao.
"Siapa kamu dan kenapa kamu membuat kekacauan di kekaisaran Yun?" tanya Feng Ying.
"Hem.. Baiklah, aku akan mengenalkan diriku, anggap saja ini sebagai salam perpisahan dariku untuk kalian semua! Namaku Huo Lang, dan aku memang sengaja membuat para Hewan Iblis ini membuat kekacauan agar kalian semua berkumpul di satu tempat, dan pada akhirnya aku tidak perlu repot-repot mencari keberadaan kalian satu persatu," kata Huo Lang.
"Apa kamu memiliki masalah dengan kami?" tanya Hanzi.
"Tidak, aku sama sekali tidak memiliki masalah atau dendam dengan kalian, namun sekarang kemungkian ia!" kata Huo Lang dengan tertawa kecil.
"Apa tujuanmu sebenarnya?" tanya lagi Feng Ying.
"Aku suka dengan pertamyaanmu itu manusia tua! Tujuanku membuat kekacauan ini tidak lain untuk menangkap kalian semua, setelah itu aku akan memakan kalian agar aku menjadi lebih kuat, dan setelah itu aku akan menghancurkan dunia ini dari alam semesta," kata Huo Lang menjelaskan dengan penuh semangat.
"Kamu ingin memakan kami? Apa kamu pikir kamu sanggup untuk mengalahkan salah satu dari kami hah..?" kata Kun dengan nada geram.
"Hahaha..! Kenapa harus salah satu dari kalian? Biarpun kalian maju secara bersamaan sekalipun, aku sangat mampu untuk melumpuhkan kalian semua."
Kun mendengar hal itu langsung tersulut emosinya, dia benar-benar merasa diremehkan oleh sosok yang menurutnya tidak jelas itu.
__ADS_1
"Akan ku potong-potong kau..!" kata Kun kemudian menghilang dari tempatnya dan muncul kembali di hadapan Huo Lang.
Kun memberikan pukulan yang sangat keras ke perut Huo Lang, pukulan tersebut membuat awan tipis di belakang Huo Lang tersapu bersih akibat gelombang energi yang menembus tubuh Huo Lang.
"Apa..!?" Kun terkejut setelah melihat Huo Lang masih terlihat baik-baik saja setelah terkena pukulan tersebut, bahkan Huo Lang terlihat santai dengan kedua tangannya berada di belakang pinggangnya.
Bukan hanya Kun, semua yang berada di bawah juga ikut terkejut melihat nya. Mereka yakin pukulan Niu sangat kuat dan tidak akan ada yang bisa bertahan jika terkena pukulan Kun, bahkan Hanzi sekalipun tidak akan mampu bertahan dari pukulan tersebut.
"Hem..! Apakah hanya segini saja kekuatan yang kamu banggakan? Sangat lemah!" kata Huo Lang kemudian menatap tajam ke arah Kun.
Kun yang merasakan jika tatapan itu bukan tatapan biasa segera mundur, namun belum sempat ia mundur, sebuah pukulan entah dari mana datangnya mengenai wajahnya dengan sangat keras.
Kun terpental jauh kemudian berusaha menstabilkan posisi terbangnya kembali, "Apa yang barusan ia lakukan?" gumam Kun sambil memegang wajahnya yang sakit.
"Apa kamu melihat dia memukul Kun?" tanya Niu kepada Yu.
"Tidak, aku tidak melihatnya sama sekali," jawab Yu.
"Itu adalah pukulan energi yang tidak terlihat, sepetinya dia menggunakan matanya untuk memukul Kun, dan itu hanya bisa dilakukan oleh pendekar yang memiliki kekuatan Dewa," kata Hanzi.
"Benarkah..? Itu berarti mahluk aneh itu berada di kekuatan Dewa? Apakah kekuatannya sama dengan kekuatan miliki tuan Chen?"
Semuanya jelas terkejut sekaligus tidak percaya jika Huo Lang memiliki kekuatan yang setara dengan Ho Chen.
"Jika benar seperti itu, berarti hanya Tuan Ho Chen lah yang dapat memancingnya," kata Ibu dengan cahayanya yang mulai meredup.
"Berarti perkataannya memang benar. Walau kita menyerangnya secara bersamaan, dia pasti bisa mengalahkan kita dengan mudah!" kata Feng Ying.
Qiao Lin mendengar itu hanya bisa tersenyum pahit, begitu juga dengan Qiao Ho. Jika Feng Ying dan ketujuh lainnya yang memiliki kekuatan tinggi saja tidak mampu mengalahkannya, apalagi dengan mereka berdua, "Sayang cepatlah kembali, kami sangat membutuhkan bantuanmu!" batin Qiao Lin yang menginginkan Ho Chen agar cepat kembali.
Huo Lang melirik kearah Qiao Lin sambil tersenyum menatapnya kemudian berkata, "Siapa yang kamu panggil, apakah kamu memanggil bantuan tambahan lain? Aku harap begitu karena aku ingin semuanya berkumpul disini," kata Huo Lang yang ternyata bisa mendengar apa yang Qiao Lin pikirkan.
__ADS_1
Qiao Lin sempat terkejut sesaat, namun kemudian dia sadar jika sosok itu memang benar memiliki kekuatan yang setara dengan Ho Chen, dan pastinya dia juga bisa mengetahui apa yang orang lain pikirkan.
Kun sendiri sudah mulai menghilang rasa sakit di wajahnya, dia ingin turun kebawah untuk berkumpul dengan yang lainnya sekaligus mencari jalan keluar untuk bisa mengalahkannya.
Namun belum sempat dia bergerak, Huo Lang sudah lebih dulu berada di hadapannya dan kemudian memberikan satu ketukan jari kebahu Kun.
Kun menjerit kesakitan, bahkan matanya sampai menjadi putih karena rasa sakit dari ketukan jari Huo Lang tersebut. Kun jatuh dengan sangat keras membentur permukaan es hingga hancur.
"Kun...!" teriak Niu saat melihat Kun yang terkena serangan yang mungkin sangat keras sehingga suara teriakan Kun terdengar keseluruh wilayah Sekte Gunung Es.
Huo Lang kembali muncul di samping Kun yang masih terbaring di bongkahan es, "Kamu terlalu percaya diri sehingga tidak mengetahui batas kekuatanmu sendiri, kalau begitu sebaiknya kamu mahkuk pertama yang akan aku serap terlebih dahulu, setelah itu baru yang lainnya," kata Huo Lang kemudian mengarahkan telapak tangannya kearah Kun yang masih terbaring dengan menahan sakit yang luar biasa di bahunya.
Feng Ying dan yang lainnya bergerak dengan sangat cepat menuju kearah Kun, dan berharap bisa menyelamatkannya.
Hanzi pun sampai menggunakan Sihir penghentian waktu agar bisa menghentikan Huo Lang yang berniat menyerap tubuh Kun. Namun sihir penghentian waktu milik Hanzi ternyata sama sekali tidak berpengaruh terhadap Huo Lang.
"Tehnik Kristal Es - Bola Es Abadi."
Qiao Lin menutup tubuh Huo Lang dengan Tehnik Kristal Es nya dan berharap Huo Lang membeku, namun Es tersebut tiba-tiba mencair sebelum sempat membentuk bola untuk mengurung Huo Lang.
Qiao Lin tidak percaya jika Es Abadi dari Kristal Es ternyata dapat di cairkan dengan mudah oleh Huo Lang. Qiao Ho pun juga ikut bergerak sekaligus memberikan berbagai serangan es untuk memperlambat gerakan Huo Lang, akan tetapi tidak ada satupun yang berhasil, bahkan sihir Ruang Waktu sekalipun juga tidak berfungsi sama sekali, seakan-akan sihir Ruang Waktu terkunci.
"Kun..! Tidaaaak..!" teriak Niu dengan sekuat tenaga sekaligus memberikan serangan dengan memunculkan ratusan akar berduri untuk menghentikan Huo Lang yang telapak tangannya kini sudah mulai bercahaya merah, dan cahaya tersebut mulai menyentuh tubuh Kun.
Ratusan akar-akar tersebut terbakar ketika sudah berjarak kurang dari tiga meter dari tubuh Huo Lang. Tidak peduli cara seperti apa yang mereka lakukan untuk bisa menyelematkan Kun, satupun tidak ada yang berhasil sebelum akhirnya sosok lain menyerang Huo Lang dari arah atas.
"Sihir Api Hitam."
Lengan Huo Lang tiba-tiba terbakar oleh api berwarna Hitam dan sangat panas, Huo Lang segera menarik kembali tangannya untuk memadamkan api hitam tersebut dengan cara menyerap api hitamnya.
Semua menoleh ke atas termasuk Huo Lang dan melihat seseorang sedang melayang sambil menatap Huo Lang dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Wang Dunrui..!" seru Qiao Lin setelah melihat sosok tersebut yang tidak lain adalah Wang Dunrui.