PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Ingatan Awal Qie Yin


__ADS_3

Prajurit tersebut terkejut dan menundukkan wajahnya karena takut saat Bing Mei menatap balik kearahnya.


"Pertapa Es! Eh maksudku Ketua Bing! Aku tidak mengerti, sebenarnya apa yang buaya itu katakan?" tanya Jendral Wei Xing yang sejak tadi hanya diam saja.


"Jendral, saat ini sepertinya para Hewan Iblis akan kembali membuat kekacauan, namun aku tidak tahu pasti apa penyebabnya! Mulai hari ini pastikan untuk bersiaga penuh, sampaikan juga kabar ini kesemua Kerajaan agar mereka bisa waspada!" kata Bing Mei.


"Lalu kenapa Hewan Iblis tadi di lepaskan begitu saja?" tanya Jendral Ying Bing.


"Mereka bukan dari kelompok Hewan Iblis pengacau, jika jendral tidak bisa membedakan mana yang pengacau dan mana yang bukan, kalian bisa mencari tanda di dahi setiap Hewan iblis! Mungkin sulit untuk melihatnya karena tanda di dahi mereka sangat kecil," kata Bing Mei.


"Seperti apa tandanya?" tanya Jendral Wei Xing.


"Ada dua tanda yang sangat halus bahkan sangat sulit untuk dilihat dengan mata telanjang, bahkan dengan mataku sekalipun juga sangat sulit, tandanya Hewan Iblis pengacau adalah sebuah titik halus berwarna merah, sedangkan para Hewan Iblis dari Dunia Bawah laut berwarna Putih, namun jika kulit mereka berwarna sama akan sangat sulit untuk melihatnya, apa lagi jika memiliki bulu!" kata Bing Mei.


"Jika kamu saja sulit untuk melihat dan membedakannya, bagaimana dengan kami?" kata Jendral Ying Bing.


"Sudahlah, sebaiknya kalian terus waspada, jika ada Hewan Iblis yang mengamuk dan membuat kekacauan, berarti mereka adalah Hewan Iblis pengacau, jadi kalian tidak perlu ragu lagi untuk membunuhnya!


Owh iya satu lagi, jika kalian sampai bertemu dengan seekor rubah putih yang memiliki tubuh besar dan ada tanda merah besar juga di dahinya, jangan melawannya! Pergilah ke Sekte ku dan katakan pada nenek jika kalian melihat Rubah putih itu, nenek memiliki cara untuk menghubungi ku nanti, dan aku pasti akan datang untuk melawan Rubah itu!" kata Bing Mei kemudian dia berniat untuk pergi.


"Eh Pertapa Es, aku..!" salah seorang Prajurit ingin berbicara.


"Saat ini aku tidak ingin menjawab apapun, dan kamu beruntung karena aku tidak akan mencongkel matamu keluar karena sudah menatapku seperti tadi!" kata Bing Mei.


Prajurit tersebut mundur, sebenarnya dia ingin meminta maaf karena sudah menatap Bing Mei dengan penuh nafsu, namun perkataan Bing Mei bisa di bilang sudah melupakan akan dirinya yang menatap tubuh Bing Mei dengan Nafsu Syahwatnya.


"Aku akan pergi dulu, ingatlah akan pesanku!' kata Bing Mei kemudian dia terbang ke udara dan dalam waktu singkat dia sudah menghilang dari pandangan semua para prajurit.


"Ayo kita sampaikan ini kepada Yang Mulia!" kata Jendral Ying Bing.


Mereka semua kembali ke Istana untuk menyampaikan pesan Bing Mei kepada Raja Bao.


***


"Yue Hua! Yue Hua!"


Qie Yin dan Yue Hua sedang berada di depan rumah Li Fang, setelah beberapa hari berada di rumah Li Xiang, sekarang dia lebih suka menghabiskan waktu bersama Yue Hua.


Jika Yue Hua tidak datang kerumah Li Xiang, maka dia yang akan datang kerumah Li Fang.


Yue Hua ternyata mampu membuat Qie Yin seperti gadis biasa dan seperti tidak lagi peduli akan dirinya yang katanya sebagai Sang Dewi Kegelapan.


Yue Hua juga tidak tahu jika sebenarnya Qie Yin adalah seorang gadis yang sangat berbahaya dan dia juga mampu melenyapkan seluruh kota hanya dengan satu ilmu saja.


Namun saat ini Qie Yin justru sudah tidak ingin melakukan hal itu setelah dia mengenal Yue Hua, menurutnya Yue Hua sangat Menggemaskan, Lucu, dan menyenangkan.


"Paman, Bibi, dimana Yue Hua?" tanya Qie Yin.


"Nona, dari semalam Hua'er sakit demam, jadi kemungkian dia tidak bisa main hari ini!" jawab Yue Rong.


"Demam? Apakah dia sama sekali tidak bisa bangun?" tanya lagi Qie Yin.


Li Fang tersenyum lembut dan menjawab pertanyaan Qie Yin, "Sekarang sudah mendingan setelah tabib memberinya obat, namun tabib berpesan agar Yue Hua istirahat dulu agar dia cepat sembuh dan pulih kembali!" kata Li Fang.


"Apakah aku boleh menjenguknya?" tanya Qie Yin.


"Tentu saja! Pergilah dengan Rong'er, aku akan berangkat ke istana!" kata Li Fang kemudian dia keluar.


"Ayo aku bawa kamu ke kamar Hua'er!" kata Yue Rong.


Mereka berdua pergi ke kamar Yue Hua, dan setelah berada disana, Qie Yin melihat Yue Hua sedang tertidur.


Qie Yin menyentuh dahinya dan dia merasakan hawa panas dari kulit Yue Hua, "Kulit dan tubuhnya panas sekali, kenapa Paman bilang jika Yue Hua sudah mendingan?" tanya Qie Yin.


"Ini sudah mendingan, dari pada semalam dia tidak bisa tidur karena demamnya yang sangat tinggi!" jawab Yue Rong.


Qie Yin memperhatikan wajah Yue Hua yang imut, namun kulitnya yang awalnya putih seperti memerah karena panas dari dalam tubuhnya.


"Bibi, ijinkan aku membantu mengobati Yue Hua!" Qie Yin meminta ijin kepada Yue Rong.

__ADS_1


"Hah? Apakah kamu mengerti akan dunia pengobatan?" tanya Yue Rong.


"Aku tidak..! Eh maksudku aku tidak akan membiarkan Yue Hua terus begini, jadi aku akan menggunakan sedikit pengetahuan akan ilmu pengobatan ku!" kata Qie Yin yang berbohong kepada Yue Rong.


Qie Yin menyentuh dahi Yue Hua, dia bisa merasakan energi panas yang menyebar di seluruh urat nadi Yue Hua, Qie Yin bisa merasakan jika demam Yue Hua berasal dari dalam perutnya.


"Bibi, apa yang di makan Yue Hua sebelum tidur?" tanya Qie Yin.


"Sebelum tidur?"


"Iya sebelum tidur? Apa dia mulai demam saat sudah makan malam!" kata Qie Yin.


"Em, entahlah aku hanya memberikan makan malam seperti biasanya!" jawab Yue Rong.


"Berarti sebelum dia makan malam, dia sempat memakan sesuatu yang mungkin bisa membuatnya alergi!" kata Qie Yin.


"Hua'er sangat alergi dengan daging udang, tapi aku tidak memasak udang!" kata Yue Rong.


"Ini hanya tebakanku saja Bibi, saat ini sumber penyakit yang di alami oleh Yue Hua berasal dari perutnya, entah apa yang sudah dia makan, namun aku akan menyerap seluruh hawa panas nya agar dia bisa kembali normal!" kata Qie Yin kemudian dia memegang dahi Yue Hua dengan telapak tangannya.


Yue Rong sama sekali tidak mengerti akan apa yang di katakan oleh Qie Yin, namun dia tidak melarang Qie Yin yang katanya ingin menyerap seluruh hawa panas dari dalam tubuh Yue Hua.


Qie Yin menyerap hawa panas dari tubuh Yue Hua, kekuatan Qie Yin tidak hanya bisa menyerap energi dan sumber kehidupan saja, melainkan dia mencoba untuk menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan Yue Hua.


Setalah beberapa saat, Qie Yin menyentuh perut Yue Hua dan kemudian mengalirkan energi ke dalam perut Yue Hua agar benda yang di makan Yue Hua bisa hancur.


Qie Yin mengerutkan dahi sesaat seperti merasakan sesuatu kemudian dia segera melepaskan tangannya dari dahi Yue Hua.


"Bibi, sekarang Yue Hua sudah baik-baik saja, jadi kita keluar saja dan biarkan dia tidur!" kata Qie Yin.


Yue Rong bisa melihat wajah Yue Hua yang mulai kembali segar, dia mencoba menyentuh dahi Yue Hua dan ternyata demam Yue Hua sudah sepenuhnya hilang.


"Hebat sekali, seharusnya kamu jadi tabib ajaib saja, karena kamu memiliki bakat ini!" kata Yue Rong.


Qie Yin hanya tersenyum canggung, dia tidak berpikir untuk menjadi tabib, apalagi tabib ajaib.


"Elemen Debu? Itu mustahil!" kata Yue Rong.


"Memangnya kenapa? Aku memiliki nya juga!" kata Qie Yin.


"Em.. Jangan bercanda! Di seluruh keempat Kerajaan, hanya satu yang di ketahui memiliki Pusat Roh Elemen Debu, dia berasal dari Sekte Kalajengking Merah, dan jika tidak salah dia adalah anak angkat She Chin!" kata Yue Rong.


"She Chin? Sepertinya Anak muda itu juga pernah menyebut nama itu," batin Qie Yin.


"Nona, kamu bilang kamu juga memiliki Pusat Roh Elemen Debu, lalu siapa yang melatih mu?" tanya lagi Yue Rong.


"Aku...!" Qie Yin berhenti berbicara sesaat kemudian melanjutkannya lagi dengan wajah sedih.


"Aku tidak tahu! Saat aku sadar, aku memeriksa Pusat Roh ku sendiri dan ternyata adalah Pusat Roh Elemen Debu!" kata Qie Yin.


"Lalu apakah kamu sama sekali tidak ingat akan siapa keluargamu? Ayah, Ibu, atau saudara?" tanya Yue Rong.


"Aku..! Aku..!" Qie Yin memegang kepalanya yang mulai terasa sakit kembali, dia berusaha untuk mengingat semuanya, namun tetap saja yang dia rasa hanya rasa sakit.


"Kamu kenapa?" tanya Yue Rong yang langsung berdiri dan memegang Qie Yin yang sedang memegang kepalanya.


Qie Yin tidak menjawab, dia berusaha menekan rasa sakit tersebut dan akan tetap berusaha untuk tetap sadar.


"Bibi, aku keluar dulu sebentar!" kata Qie Yin kemudian dia bergegas keluar.


Yue Rong segera menyusul Qie Yin yang sudah keluar dari pintu rumahnya, setalah dia juga keluar dari pintu, ternyata Qie Yin sudah tidak ada.


"Kemana dia? Apakah dia terbang? Ah itu tidak mungkin!" batin Yue Rong.


Sehebat-hebatnya seorang pendekar walau dia sudah terbang sekalipun, maka pasti akan tetap terlihat walau hanya bekasnya.


Yue Rong tidak tahu jika kekuatan Qie Yin yang sebenarnya melebihi dari siapapun, dan jika dibandingkan dengan semua pendekar maka Qie Yin lah saat ini yang terkuat, bahkan She Long maupun Ho Chen bukan lagi tandingnya untuk saat ini.


"Ini sungguh aneh, apa mungkin dia itu juga bukan manusia?" batin Yue Rong kemudian dia kembali masuk dengan pikiran yang masih di penuhi banyak tanda tanya.

__ADS_1


***


Setelah Qie Yin keluar dari pintu rumah Li Fang, Qie Yin mengarahkan telapak tangannya kearah depan dan kemudian pusaran hitam muncul di hadapannya.


Qie Yin segera masuk dan kemudian dia menutup kembali pusaran hitam tersebut karena khawatir ada yang melihatnya.


Qie Yin membuat lorong waktunya sendiri, sebenarnya dia baru mengetahui jika dia juga bisa membuat lorong waktunya sendiri seperti She Long dan Ye Shi.


Untuk pertama kalinya Qie Yin pergi ke planet lain, namun planet yang dia datangi justru tidak seperti dunia hitam yang dipenuhi banyak kabut hitam di seluruh dunia tersebut.


Qie Yin tidak memperdulikan akan dimana dia berada sekarang, yang saat ini ada pikiran adalah akan masa lalunya yang tidak bisa dia ingat.


"Siapa aku, siapa orang tuanku, dan siapa temanku?" kata Qie Yin dengan berteriak dengan sangat keras sehingga kabut hitam yang berada di tempatnya segera menghilang.


Qie Yin berteriak sekuat tenaga dan kemudian melepaskan energi hitam nya. Seluruh Dunia tempat Qie Yin berada bergetar sehingga menimbulkan banyak retakan di berbagai tempat.


Qie Yin tidak tahu jika dunia tempatnya saat ini juga memiliki penghuni, namun bukan Manusia.


Penghuni Dunia tersebut sangat besar-besar, tingginya mencapai 3 sampai 4 Meter, dan mereka semua memiliki wajah dengan satu mata di dahi.


Penghuni Dunia tersebut lari berhamburan saat dunia mereka berguncang, mereka tidak tahu akan apa yang sebenarnya terjadi, jadi yang bisa mereka lakukan hanyalah lari dan berusaha menyelamatkan diri masing-masing.


Qie Yin jatuh berlutut dengan tangisan yang tersedu-sedu, dia merasa sedih karena nasibnya sungguh sangat buruk.


"Yin'er! Pergilah kearah timur, nanti disana kami akan bertemu dengan seorang pemuda yang akan melindungimu."


Qie Yin mulai mengingat sebuah pesan di masalalu nya, namun dia tidak tahu suara siapa itu.


"Siapapun yang mengetahui masa laluku, bantulah aku!" teriak lagi Qie Yin kemudian dia memukul tanah dengan kedua tangannya sebanyak tiga kali.


Retakan Dunia tersebutlah semakin melebar hingga menyemburkan Lava ke permukaan, sedangkan Qie Yin masih duduk bersimpuh tanpa peduli apakah dunia yang saat ini dia datangi akan hancur atau tidak.


Setelah beberapa saat, tangisan Qie Yin terhenti karena mendengar suara teriakan dari berbagai arah.


Qie Yin segera berdiri dan melihat ke sekelilingnya dan setelah itu barulah dia sadar jika dirinya berada di tempat asing.


"Tempat apa ini?"


Qie Yin berjalan perlahan ke depan dan dia terkejut ketika melihat ada beberapa sosok dengan wajah aneh mereka sedang berlarian.


"Ini bukan dunia ku! Aku harus kembali karena dunia ini sepertinya mau hancur!" gumam Qie Yin kemudian dia berniat membuat lorong waktunya kembali.


Namun setelah beberapa saat di mengurungkan niatnya setelah melihat penghuni dunia tersebut yang ketakutan.


"Dia memang pernah berbuat jahat, namun sekarang dia berusaha ingin memperbaiki semua kesalahannya!"


Suara seorang laki-laki yang tidak ia ketahui kembali mengisi ingatan masalalu nya kembali, "Sepertinya aku dulu pernah berbuat jahat dan ada seseorang yang menginginkan ku memperbaiki semua kesalahanku!" batin Qie Yin kemudian dia menatap kearah para penghuni Dunia tersebut.


"Siapapun kamu yang sudah pernah mengisi masa lalu ku, semoga aku secepatnya bisa mengingatmu, mulia sekarang aku akan mencoba untuk tidak membunuh mahluk yang tidak bersalah! Aku akan menunggu mu wahai pemilik suara yang menemani ku di masa lalu!" gumam Qie Yin kemudian dia mengarahkan telapak tangannya ke langit.


"Sihir Perputaran Waktu."


Sebuah pusaran raksasa segera muncul sehingga membuat seluruh penghuni Dunia tersebut terkejut dan semakin ketakutan.


Setelah beberapa saat pusaran tersebut ternyata tidak menghisap atau merusak apapun, melainkan mengembalikan semua yang sudah rusak.


Tanah yang retak secara perlahan-lahan mulai menutup dan semua lava yang menyembur ke permukaan juga menghilang.


"Maafkan aku! Semua kekacauan ini karena ulahku! Jadi sekarang aku akan mengembalikan Dunia kalian seperti semula!" kata Qie dengan suara yang menggema ke seluruh dunia mahluk tersebut.


Seluruh penghuni dunia tersebut terkejut oleh Suara Qie Yin yang menggema ke seluruh Dunia, dan masalah nya mereka tidak mengerti akan bahasa Qie Yin.


Qie Yin sendiri tersenyum lembut dan kemudian bibir serta kukunya yang menghitam mulai memudar, dan secara perlahan-lahan ingatan nya mulia samar-samar bisa dia ingat.


"Ayah! Ibu! Aku ingat, kalian berdua mati dibunuh...! Di bunuh..! Ah aku harus kembali untuk bisa mengingatnya kembali!" kata Qie Yin yang merasa senang karena ingatannya sedikit demi sedikit mulai kembali.


Namun hanya sedikit dari semua ingatannya yang kembali sehingga ingatan yang kembali hanyalah ingatan akan kehilangan kedua orang tuanya saja. Qie Yin segera membuta lorong waktunya dan dia segera masuk untuk kembali ke dunianya.


Siapapun tidak akan menduga jika Ingatan Awal Qie Yin akan kembali hanya karena mengikuti suara laki-laki yang masih ada di ingatannya, itu sama saja seperti sebuah pesan agar Qie Yin harus memperbaiki kesalahannya dan tidak sembarangan membunuh mahluk hidup yang tidak berdosa.

__ADS_1


__ADS_2