
Xuao Lan bernafas lega setalah melihat kedatangan Li Fang yang muncul secara tiba-tiba.
Li Fang sendiri menatap kedua pendekar tersebut dengan tatapan sangat tajam, seolah-olah ingin menyayat-nyayat kedua pendekar tersebut.
"Pendekar aliran hitam ternyata adalah kumpulan para pendekar pengecut, beraninya hanya mengeroyok seorang gadis saja," ucap Li Fang, walau terlihat marah, namun nada bicaranya terdengar mengejek.
"Apakah kamu sudah merasa hebat karena sudah berhasil membunuhnya? Kami berdua dan kamu hanya seorang diri, apa kamu pikir kamu bisa mengalahkan kami berdua ha?" kata Pendekar yang berpakaian Hijau.
"Mari kita cari jawabannya bersama!" jawab Li Fang kemudian dia melepaskan energinya yang ternyata sudah mencapai tingkat pendekar Puncak 1.
Mereka berdua menelan ludah setelah merasakan kekuatan Li Fang yang ternyata berkekuatan Pendekar Puncak.
Xuao Lan sendiri yang masih melawan pendekar wanita tersebut juga terkejut akan kekuatan yang dimiliki oleh Li Fang, bahkan Yue Rong sendiri sampai membuka matanya.
"Fang, sejak kekuatanmu meningkat secepat ini?" batin Yue Rong.
Ternyata kekutan yang ditunjukkan oleh Li Fang berhasil membuat nyali kedua lawannya menjadi ciut. Meraka berdua saling berpandangan karena merasa takut.
"Bagaimana ini? kita tidak mungkin bisa melawannya!" kata Pendekar yang berpakaian hitam.
"Sebaiknya kita lari dan mencari bala bantuan!" kata Pendekar yang memakai baju hijau.
"Hem... Jangan kalian pikir kalian bisa pergi begitu saja dariku!" Li Fang mendengus kesal, dia menyerang kedua pendekar tersebut dengan kedua tangannya sudah terbungkus oleh tanah.
"Sial...!" merasa tidak punya pilihan lain, kedua pendekar tersebut menyambut serangan Li Fang.
"Rasakanlah pukulan ini."
Li Fang melompat tinggi kemudian mengarahkan pukulannya kepada mereka berdua. Mereka berdua secara reflek menghidari pukulan tersebut hingga pukulan Li Fang mengenai permukaan salju yang membeku.
Namun mereka berdua telah melakukan kesalahan, mereka berdua mengira jika Li Fang mengarahkan pukulannya kepada mereka, namun sebenarnya Li Fang menargetkan tanah yang tertutup oleh salju.
Begitu pukulan Li Fang menghancurkan salju hingga menembus tanah, tiba-tiba tanah tersebut membentuk sebuah gundukan setinggi setengah meter kemudian bergerak seperti gelombang air laut.
Kedua pendekar tersebut tidak bisa menyeimbangkan posisi berdiri mereka, sehingga kehilangan kendali atas tubuh mereka sendiri.
"Sihir Bumi Pukulan Penghancur Gunung."
Li Fang langsung mendaratkan pukulannya kepada Kedua pendekar tersebut yang baru saja kembali menstabilkan posisi berdiri mereka.
__ADS_1
Kedua Pendekar tersebut jelas tidak siap akan serangan tersebut sehingga harus menerima nasib. Kepalan tangan Li Fang mengenai wajah mereka berdua sehingga kepala mereka berdua hancur.
Kedua pendekar tersebut tewas tanpa sempat berteriak, bahkan mereka berdua juga hanya melihat sekilas akan serangan Li Fang sebelum akhirnya semuanya menghilang.
Yue Rong melihat semua itu merasa tidak nyaman, dia sama sekali tidak menduga jika Li Fang ternyata bisa sesadis itu kepada lawannya, bahkan aliran hitam sekalipun tidak akan sesadis itu.
"Pedang Angin Penghalau Awan."
Xuao Lan menyerang pendekar wanita tersebut dengan seluruh energinya. Saat wanita tersebut melompat tinggi untuk menghindari gelombang tanah yang dilepaskan oleh Li Fang, Xuao Lan lansung melepaskan serangan energi pedangnya dan menghantam tubuh pendekar wanita tersebut hingga terlempar jauh.
"Uhuk. uhuk. uhuk...! Kau uhuk.." Pendekar wanita tersebut batuk darah setelah terkena serangan Xuao Lan.
Xuao Lan tidak memperdulikan wanita tersebut dan memilih pergi menghampiri Li Fang.
"Senior Xuao, kenapa kerajaan Es Utara bisa sekacau ini?" tanya Li Fang saat Xuao Lan sudah berada di dekatnya.
"Fang, sangat sulit untuk menjelaskannya, sebaiknya kita segera membantu yang lain agar semua ini cepat selesai," kata Xuao Lan.
"Baik senior, namun sebelum itu aku akan membantu memulihkan kondisi Rong'er terlebih dahulu," kata Li Fang.
"Baiklah, aku akan membantu yang di sana."
Xuao Lan melompat keatas tembok untuk membantu prajurit disana, namun berikutnya Xuao Lan tercengang saat melihat keluar tembok, "Hewan Iblis, kenapa ada banyak Hewan Iblis di sana?"
Xuao Lan dan semua yang berada di atas tembok menghentikan pertarungan mereka dan melihat lautan pasukan iblis yang kini berbaris diluar tembok istana.
"Banyak sekali mereka!"
"Apa! jadi itu yang disebut Hewan Iblis?"
"Hahaha..! tamat sudah riwayat kita,"
Para prajurit dan yang lainnya mulai ketakutan, bukan karena apa, mereka baru pertama kali melihat Hewan Iblis yang wujudnya aneh semuanya, di tambah jumlah mereka yang mencapai 3000 lebih, belum termasuk orang-orang yang mereka lihat berada diatas burung Elang besar berekor merah panjang.
Kaaaaakkk!!!
Belum selesai keterkejutan mereka ketika melihat jumlah hewan iblis yang jumlahnya hanya seper dua dari prajurit kerajaan, kini mereka dikejutkan kembali oleh banyak teriakan yang memekak telinga, teriakan tersebut berasal dari sosok mirip manusia namun melayang, dan jumlahnya mencapai ratusan.
"Prajurit Hantu?" Xuao Lan segera mengetahui jika sosok hitam mirip manusia tersebut adalah para prajurit hantu.
__ADS_1
"Meng Yi, ternyata sekte Lembah Hantu juga ikut bergabung dalam penyerangan ini!" Xuao Lan berdecak kesal, kini harapannya untuk menang jadi sirna akibat datang nya para pasukan Hewan Iblis dan pasukan hantu yang jumlahnya sangat banyak.
Walaupun Kerajaan Es Utara memiliki prajurit sebanyak 20 ribu, itu semua tidak ada artinya bagi Pasukan Hewan Iblis dan Pasukan Hantu.
"Ini benar-benar gila!" gerutu Xuao Lan dengan menggenggam pedangnya dengan erat.
"Tembak...!"
Jdaaarrr!!
Jdaaarrr!!
Jdaaarrr!!
Xuao Lan dikejutkan oleh teriakan jendral Ying Bing yang ternyata sudah berada dibawah tembok dengan ratusan prajurit dan puluhan Meriam.
Ledakan dari suara meriam yang dihasilkan menggetarkan tembok tempat Xuao Lan berdiri.
Setiap meriam yang diledakkan akan mengakibatkan ledakan berukuran sedang, dan itu cukup efektif untuk melukai para Hewan Iblis yang berada ditingkat Menengah kebawah, bahkan sanggup untuk membunuh para Hewan Iblis di tingkat Awal dan Pemula.
"Percuma, meriam itu tidak akan bisa membantu!" gumam Xuao Lan.
Yang dipikirkan oleh Xuao Lan memang ada benarnya, meriam tersebut memang bisa melukai bahkan membunuh Hewan Iblis yang berada ditingkat Menengah kebawah, dan itu pun jika semua Hewan Iblis berada di darat.
Yang menjadi masalah terbesarnya, bagaiamana cara prajurit tersebut mengatasi para pasukan Hantu dan Hewan iblis yang ada di udara?
Para prajurit pemanah juga sudah melepaskan ratusan anak panah ke udara untuk menyerang para Hewan Iblis yang terbang, namun itupun juga tidak cukup banyak membantu.
"Wahai para pasukanku, dengarkan perintahku! serang dan hancurkan semuanya, lalu kalian tangkap para pendekar yang memiliki tingkat rendah," Meng Yi berkomunikasi dengan menggunakan telepati kepada para pasukan hantunya, karena hanya dia yang bisa mengendalikan dan pemerintahkannya secara langsung.
"Sekarang Serang...!" She Chin berseru dengan keras.
Semua pasukan Hewan Iblis baik yang di darat maupun di udara segera berlari kearah tembok istana, sedangkan para pasukan Hantu sudah berada di hadapan para pengendali Meriam, dan para prajurit pemanah.
***
Untuk beberapa hari ini mungkin saya hanya bisa update satu bab saja, karena mulai besok saya akan sibuk untuk mempersiapkan keperluan 40 hari almarhum bapak saya, paling lambat sampai hari selasa, setelah itu saya akan kembali update dua bab lagi.
Untuk Dewi Lotus Emas #2 sudah saya rilis silahkan yang mau membacanya di Youtube, sekian.
__ADS_1