
"She Long, untuk apa kamu menanyakan Pedang itu? Bukankah kamu masih memiliki Pedang Tulang Naga!" tanya Ye Shi.
"Diamlah Ye Shi, kamu cukup lihat saja nanti akan apa yang akan aku lakukan dengan Pedang Ekor Naga itu!" jawab She Long.
Ye Shi hanya bisa mengangkat kedua bahunya karena dia benar-benar tidak mengerti akan rencana She Long.
She Long segera mengangkat pedang tersebut ke atas dan kemudian pedang tersebut mengeluarkan suara yang sangat kecil.
"Datanglah wahai para pemimpin pasukan Hewan iblis, datanglah kalian semua padaku, aku memanggil kalian!" seru She Long.
Suara tersebut sangat kecil sehingga hampir tidak bisa di dengar oleh orang kecuali para Hewan Iblis, walau suaranya kecil, namun Hewan Iblis yang berada jauh hingga beberapa puluh Li tetap bisa mendengarnya.
She Long menurunkan kembali pedangnya dan kemudian dia menyerahkannya kembali kepada She Chin.
"She Chin, sebentar lagi para pemimpin Hewan iblis akan datang! Nanti bantulah mereka mencari manusia yang memiliki Dantian Elemen Api, dan yang lebih penting dia harus masih muda dan pastikan dia memiliki sifat yang keras seperti diriku!" kata She Long kemudian tertawa lantang.
"Apakah harus memiliki sifat sepertimu, bukankah manusia manapun bisa menjadi wadah tanpa harus melihat sifatnya?" tanya Ye Shi sehingga membuat She Long mengehntikan tawanya.
"Hem.. aku hanya menginginkan nya saja, lagi pula aku takut jika sampai dia memiliki hati dan sifat yang baik bisa mempengaruhi kepribadian ku nantinya," jawab She Long.
"Ada-ada saja!" batin Ye Shi sambil menggelengkan kepalanya.
"Tuan, sangat banyak pemuda yang memiliki Dantian Elemen api, namun jika yang memiliki sifat seperti tuan, saya rasa tidak ada!" jawab She Chin.
"Mustahil tidak ada! Carilah dulu, setidaknya manusia tersebut memiliki sifat sedikit sombong dan angkuh!" kata She Long.
She Chin terlihat terdiam sesaat mencoba mengingat kembali apakah ada seorang pemuda yang memiliki Dantian Elemen Api sekaligus memiliki sifat sombong dan angkuh.
Dia sempat berpikir terhadap anggota Sekte Bukit Matahari, namun seingatnya semua pemuda di sana tidak ada yang sombong.
"Dimana aku harus mencari pemuda tersebut? Tidak ada dari sekte aliran hitam yang memiliki Dantian Elemen Api?" gumam She Chin yang di dengar oleh She Long.
"Apakah hanya di sekte saja adanya manusia yang aku cari? Memangnya di luar sekte tidak ada?" tanya She Long.
"Sepertinya ada, namun dia adalah seorang pemuda dari keturunan Kerajaan, dia adalah seorang pangeran, namun saat ini dia ada Kerajaan nya, dan disana terkenal banyak pendekar kuat!" kata She Chin.
"Kalau begitu kamu jangan menghawatirkan itu, bukankah aku sudah bilang jika akan datang para pemimpin Hewan iblis yang akan membantu mu, jadi bawalah mereka sekaligus bawa manusia itu kehadapan ku!" kata She Long kemudian dia memperhatikan keseluruhan halaman sekte.
"Apakah sebelum kami berdua datang kesini sempat ada pertempuran?" tanya She Long saat melihat banyak bangunan yang dilihat seperti rusak dan sebagian ada yang masih di perbaiki.
"Beberapa hari yang lalu ada bermacam bencana yang terjadi disini, sudah berbagai cara sudah saya usahakan untuk menahan bencana tersebut, namun bencana tersebut datang berulang-ulang dan semakin lama semakin besar, aku tidak mengerti akan apa penyebabnya!" kata She Chin.
She Long dan Ye Shi saling berpandangan, mereka berdua hanya tersenyum tipis karena sangat yakin jika bencana yang She Chin maksud akibat pertarungan mereka berdua melawan para Manusia Dewa dan Cao Yuan.
Tidak lama kemudian seekor Singa merah datang bersama dengan beberapa hewan lainnya, tubuh mereka semua besar-besar dan bahkan melebihi ukuran Hewan pada umumnya.
"Sekarang kalian sudah berkumpul, kalau begitu dengarkanlah perintahku!" seru She Long kepada tujuh pemimpin Hewan iblis yang di panggil oleh She Long.
"Kalian ikutlah dengan She Chin untuk mencari seorang manusia yang masih muda dan memiliki Dantian Elemen Api, untuk ciri-ciri dan sifatnya, She Chin nanti akan menjelaskannya pada kalian!" kata She Long.
"Maaf Pimpinan, apakah kami harus bekerja sama dengan nya!" tanya salah satu Serigala berbulu biru.
"Lan Lang, dia juga termasuk kelompok sekaligus sebagai kaki tanganku! Ingat tugas ini sangat penting jadi pastikan jangan sampai gagal, jika sampai kalian gagal, maka kalian akan menerima hukuman yang berat dariku! Apa kalian mengerti?"
"Kami mengerti pimpinan!"
Ketujuh pemimpin Hewan Iblis segera menjawab sambil menundukkan kepala mereka sedangkan She Chin hanya tersenyum lebar sambil memegang Pedang Ekor Naga nya.
***
Kerajaan Bumi Barat juga mengalami dampak dari pertempuran yang terjadi di Kerajaan Api Timur, walau kerusakannya tidak separah di Kerajaan Api Timur, namun korban luka juga ada dan beberapa orang menjadi korban akibat tertimpa bangunan.
Rumah Li Xiang juga sebagian ada yang rusak, padahal rumah Li Xiang sangat kokoh dan juga kuat, namun nyatanya tetap saja rumah Li Xiang rusak di bagian samping.
Di depan rumah Li Xiang, Qie Yin sedang menemani Yue Hua, terlihat Qie Yin tidak keberatan saat Yue Hua mengajaknya bermain.
__ADS_1
"Lihatlah, dia terlihat lebih tenang dan seperti nya dia sangat menyukai Yue Hua!" kata Yinfei.
"Sayang sekali Chinmi tidak datang karena Dewa itu lebih dulu mengajaknya berlatih, padahal hanya dia yang bisa membuat ingatan gadis itu kembali!" kata Xi Liyi.
"Sekarang kita hanya bisa melindunginya agar Naga Batu itu tidak lagi mendapatkannya!" kata Lio Long.
Saat ini Chinmi dan Ho Chen tidak ada di sana, mereka berdua terpaksa mengikuti Cao Yuan untuk berlatih dan meningkatkan kekuatan Chinmi.
"Hanzi, besok aku akan mengantarkan mu ke dunia mu!" kata Yinfei kepada Hanzi.
Saat ini Hanzi dan keenam pecahan energi sudah tidak bersatu lagi, mereka sudah keluar dari tubuh Hanzi dan mereka sudah kembali ke kehidupan semula.
"Senior, sebenarnya aku merasa betah di sini, namun aku juga sadar jika di dunia ku juga membutuhkan ku dan membutuhkan yang lainnya juga!" jawab Hanzi.
"Karena itulah aku akan mengirim kalian semua kembali kesana!"
"Baiklah senior, aku akan menyampaikan ini kepada yang lainnya nanti jika sudah mereka sudah datang!"
"Em..!" Yinfei menjawab dengan anggukan.
Qie Yin dan Yue Hua terlihat masih bermain dengan ceria, Qie Yin mengikuti setiap apa yang Yue Hua lakukan.
"Semoga suatu saat nanti aku bisa bertemu lagi dengan Chinmi!" kata Hanzi.
"Itu pasti! Dia pasti akan datang ke dunia mu jika semua urusan kami sudah selesai!" jawab Yinfei.
"Aku berharap nanti Chinmi akan memiliki kekuatan baru saat sudah berlatih dengan guru barunya itu!" kata Lio Long.
"Mungkin dia akan melampaui mu Lio Long seperti Ho Chen yang melampaui ku!" kata Yinfei.
"Senior, aku tidak habis pikir, kenapa Chinmi meminta Ho Chen untuk membawa Gurunya itu?" kata Hanzi.
"Mungkin dia ingin agar gurunya juga memiliki kekuatan yang sama seperti Feng Ying itu!" jawab Yinfei.
Alasannya Chinmi adalah, agar Fan Yuzhen menjadi kuat seperti Feng Ying yang menjadi guru pertama Ho Chen.
"Kakak, coba tangkap aku jik kakak bisa!" suara Yue Hua yang sedang bermain dengan Qie Yin terdengar oleh mereka.
"Gadis ini sudah sangat tenang disini, semoga kedepannya dia akan tetap seperti ini!" kata Lio Long.
"Kalian semua kenapa berada diluar? Ayo kita ngobrol di dalam saja!" kata Li Xiang yang baru tiba dari istana.
"Kami lebih suka berada di luar, disini anginnya lebih kencang dan pandangan juga bisa melihat dengan luas!"
"Hua'er, jangan merepotkan kakak itu ya!" Li Fang juga datang namun dia langsung menuju kearah Yue Hua.
"Aku hanya bermain saja, kalau tidak percaya tanya saja sama kakak cantik ini!" kata Yue Hua.
"Nona, maaf jika Yue Hua selalu merepotkan mu!" kata Li Fang kepada Qie Yin.
"Tidak, aku justru senang saat bersamanya, andai aku bisa mengingat masa kecilku..!" Qie Yin terdiam.
"Kakak kenapa? Ayo lebih baik kita main lagi!" ajak lagi Yue Hua saat melihat Qie Yin terlihat sedih karena masih belum bisa mengingat akan siapa dirinya saat ini.
"Emm..!"
Qie Yin hanya bisa menurut dan kembali mengikuti Yue Hua yang mengajak nya bermain.
"Senior, apakah tidak ada cara lain agar Nona itu bisa mengingat kembali akan siapa dirinya?" tanya Li Xiang.
Ini untuk yang kesekian kalinya Li Xiang bertanya demikian, dia juga sangat ingin mengetahui identitas Qie Yin yang sesungguhnya, namun tidak satupun yang menceritakan akan siapa Qie Yin.
Yang Li Xiang tahu dari Lang Yu saat pertama kali datang membawa Qie Yin yang tidak sadarkan diri, Lang Yu hanya berkata jika gadis tersebut adalah temannya Chinmi.
"Kita hanya menunggu kedatangan anakmu saja, karena hanya dia saja yang bisa mengembalikan ingatan gadis itu!" Lio Long masih memberikan jawaban yang sama.
__ADS_1
"Kali ini musibah apa lagi yang akan datang? Pertama guncangan aneh, kedua awan hitam dengan petir hitam, lalu seluruh Benua Daratan Tengah membeku, kemudian gempa besar dan kemunculan Gadis ini! Sungguh Benua Daratan Tengah terlalu banyak mendapatkan musibah!" kat Li Fang.
"Semenjak Chinmi memiliki kekuatan di luar nalar kita, bencana secara terus-menerus menimpa Benua ini, aku tidak tahu apakah ini hanya sebuah kebetulan, atau kekuatan Dewa itu yang justru membawa musibah!" Li Xiang juga ikut berbicara.
"Apa yang kamu bicarakan, kekuatan anakmu adalah sebuah anugerah dan sekaligus takdir untuk menciptakan kedamaian di seluruh alam semesta!" kata Lio Long.
"Anugerah atau Takdir sebenarnya sama saja, menurutku hanya akan membawa masalah saja!" jawab Li Xiang.
"Apa kamu tidak suka akan kekuatan yang di miliki oleh anakmu?" tanya Yinfei.
"Eh sebenarnya aku sangat suka dan bangga, namun... Eh ..!" Li Xiang berhenti berbicara.
"Sudahlah tuan Li, anggap saja kejadian yang telah terjadi itu adalah ujian Chinmi, semakin kuat Chinmi nantinya, maka lawannya pasti akan lebih kuat, namun kami akan tetap selalu bersama-sama mengatasi semua masalah ini!" kata Xi Liyi.
Li Xiang hanya mengangguk dia juga bingung harus bagaimana, namun semuanya akan dia terima dan mungkin semua yang terjadi adalah ujian bagi Chinmi.
"Aku sudah tidak sabar akan seperti apa kekuatan Chinmi nantinya setelah berlatih di bawah bimbingan Dewa itu!" kata Xi Liyi sambil memegang dagunya.
"Dewa!?" Li Fang terkejut mendengar nama dewa dari Xi Liyi.
"Kakak, apa maksudnya? Apakah saat ini Chinmi di latih oleh Dewa?"
"Eh..! Adik nanti akan aku jelaskan akan semuanya, sekarang kita pikir dulu bagaimana caranya agar gadis itu merasa nyaman tinggal disini hingga Chinmi datang!" kata Li Xiang.
"Selama Yue Hua terus bersamanya, seprtinya dia akan sangat betah di sini!" jawab Li Fang.
Mereka semua kini memperhatikan Qie Yin dan Yue Hua yang sedang asik bermain. Bibir dan Kuku Qie Yin yang menghitam sedikit demi sedikit warnanya mulai memudar.
Bukan berati energi Kegelapan menghilang dari tubuhnya, namun karena suasana hati Qie Yin yang lebih tenang setelah bersama dengan Yue Hua.
***
"Apa kamu yakin jika anak dari Kerajaan ini yang di inginkan oleh Pimpinan?"
"Em, hanya pangeran dari kerajaan ini yang memiliki sifat buruk, angkuh dan sombong, sifat itu yang sangat cocok untuk Tuan She Long!"
"Kalau begitu kita serang saja sekarang dan kita bawa pangeran yang kita cari itu."
"Jangan, sebaiknya aku menyelidikinya lebih dulu, jadi kalian bisa menunggu disini, jika nanti aku berhasil mendapatkan informasi maka aku akan kembali kesini!"
She Chin dan para pemimpin Hewan iblis sedang berdiri di atas sebuah gunung yang sangat tinggi, mereka semua mengawasi Kerajaan Api Timur, tujuan mereka adalah mencari Pangeran dari Kerajaan Api Timur yaitu Ming Zai.
"Baiklah, kami akan menunggu mu, jika sudah dapat informasi atau melihatnya, segera beri kode pada kami agar kami menyerang kesana!" kata seekor kadal raksasa berkulit hijau.
"Baiklah aku pergi dulu kesana!" kata She Chin kemudian dia turun menuju ke arah Kerajaan Api Timur.
"Aku sungguh ingin menelannya, kenapa Pimpinan mempercayai manusia itu?" kata Seekor Rubah putih.
"Diamlah, kita tidak punya pilihan lain, lagi pula dia memegang Pedang Ekor Naga, jadi secara tidak langsung dia sudah menjadi wakil Pimpinan She Long!" kata Singa Merah.
"Menyebalkan, kita harus menuruti perintah manusia tanpa bisa berbuat apa-apa, seakan-akan kita ini pasukannya saja!" kata se-ekor ular yang memliki panjang hampir seratus meter.
"Sudahlah jangan selalu mengeluh, kita ikuti saja apa yang telah di perintahkan oleh Pimpinan kita, jika sampai tugas ini gagal, bukankah kita semua akan di lenyapkan oleh Pimpinan She!" kata seekor Beruang besar berbulu keemasan.
Semuanya terdiam dan tidak ada lagi yang mengeluh, namun hati mereka masih tidak terima jika She Chin tetap memerintah mereka.
"Aku ingin menyusulnya!" kata seekor kera raksasa.
"Diam saja disini, apakah kamu mau mengacaukan semuanya? Dengan tubuh besarmu itu, bukankah kamu hanya akan membawa masalah sebelum rencana kita dimulai!" Seekor Musang putih melarang nya.
"Hem, aku tidak suka menunggu!" jawab kera tersebut.
"Apa kamu pikir kami suka?" tanya Singa Merah.
Kera tersebut hanya bisa duduk terdiam sambil menggaruk tubuhnya, dia hanya bisa melihat She Chin yang menyamar dan mulai masuk ke dalam kota dari jarak jauh.
__ADS_1