
***
"Chinmi, apakah semua urusan mu sudah selesai?" tanya Lio Long kepada Chinmi yang saat ini tengah berjalan di depannya.
"Sebenarnya masih ada beberapa lagi senior, namun aku pastikan jika semua urusanku hari ini pasti akan selesai!" kata Chinmi.
"Urusan apa saja? Bukankah kamu sudah menjual batu hewan itu, dan juga kamu sudah menemui Raja itu untuk menghukum anaknya?" tanya Lio Long dengan penasaran.
"Jika menjual Mustika Hewan Iblis itu memang rencana ku. Namun untuk menemui Raja Ming, itu diluar rencana ku."
Lio Long mengumpat keras dalam hatinya, dia. bingung karena seharian ini dia sama sekali tidak mengetahui akan apa yang Chinmi pikirkan, seolah-olah ada yang menghalangi dirinya untuk mengetahui akan apa yang sedang Chinmi pikirkan.
Memang Lio Long bisa mendengar dan mengetahui akan isi pikiran orang lain. Namun kali ini dia sama sekali tidak bisa melakukan hal itu kepada Chinmi.
Semenjak Chinmi mengeluarkan pedang Naga Langit dan meletakkannya di punggungnya, Lio Long sama sekali tidak bisa melakukan hal itu kembali.
Long Wang sudah memberitahukan Chinmi akan hal itu semenjak ia tahu jika Lio Long satu dari lima dewa yang akan melatihnya.
Long Wang lah yang sudah menghalangi Lio Long agar tidak bisa membaca atau mendengar akan apa yang Chinmi pikirkan.
"Sudahlah, aku bosan jika harus berkeliling terus menerus di dunia mu ini, Sebaiknya kita secepatnya pergi!" kata Lio Long yang merasa kesal.
"Sabar lah senior, lagi pula senior kan memberikan ku kesempatan hari ini saja, dan besok sudah pasti kita akan segera pergi!" jawab Chinmi.
"Aku tahu itu, namun aku merasa akan banyak masalah jika kita terus menerus berada di tempat ini."
Chinmi hanya tersenyum tipis mendengar gerutuan Lio Long, dia juga tidak habis pikir kunjungannya ke Kerajaan Api Timur akan disambut oleh berbagai masalah.
"Sepertinya ada yang sedang mengawasi dan mengikuti kita!" kata Chinmi sambil menoleh kebelakang.
"Kamu baru menyadarinya? Sudah sejak tadi kita diikuti oleh Lima orang!" jawab Lio Long.
"Jadi senior sudah tahu?" Chinmi bertanya sambil menaikkan alisnya.
"Tentu saja aku tahu, karena itu aku bilang kalau akan banyak masalah jika kita tetap berada disini," kata Lio Long sambil menyilangkan kedua tangannya ke belakang.
"Senior, sebaiknya kita berhenti saja, kita tunggu mereka disini!" kata Chinmi yang menghentikan langkahnya.
"Sudahlah, sebaiknya kamu segera selesaikan urusanmu itu, lagi pula mereka berlima bukanlah sebuah ancaman serius bagi ku!" kata Lio Long kemudian menjentikkan jarinya.
__ADS_1
Chinmi kebingungan melihat Lio Long yang menjentikkan jari, dia menoleh keatas dan melihat ada tubuh Lio Long yang lain sedang melayang di udara.
"Itu adalah tubuh bayangan ku, biar dia saja yang mengurus kelima orang yang mengikuti kita, dan kamu Fokus saja akan urusanmu itu," kata Lio Long.
"Ilmu bayangan, jadi senior juga memiliki ilmu ini?" tanya Chinmi.
Chinmi juga memiliki ilmu tersebut, namun cara menggunakannya berbeda dengan cara Lio Long yang hanya memunculkan bayangan hanya menggunakan jentikan jari saja.
"Tentu saja aku punya, dan bukan hanya aku saja, ketiga orang lainnya juga bisa melakukan ini!"
"Aku pikir hanya Tuan Putri Xi Liyi saja yang memiliki kekuatan ini," gumam Chinmi kemudian dia kembali melanjutkan perjalanannya.
Lio Long melirik bayangannya yang masih melayang tinggi di udara, bayangan tersebut mengangguk pelan kemudian menghilang dari tempat tersebut, sedangkan Lio Long kembali mengikuti Chinmi.
***
"Kakak Yin, sepertinya mereka berdua menyadari kedatangan kita!"
"Sepertinya begitu, menurut informasi dari Permaisuri, pemuda tersebut adalah pendekar Naga Langit yang pernah menyelamatkan Kerajaan Es Utara."
''Aku tahu itu, namun itu hanya kabar saja! Sebaiknya kita fokus saja."
"Mereka hanya berdua sedangkan kita berlima, apa yang harus kita takutkan?"
"Kakak Yin, sepertinya mereka ingin pergi!"
Yang mereka panggil kakak Yin adalah ketua mereka yang bernama Yin Zhan, pimpinan dari kelompok Singa Api, sedangkan ketua dari kelompok tersebut berada di Kerajaan Angin Selatan.
Kelompok Singa Api adalah sebuah organisasi yang sering melakukan pekerjaan kotor, membunuh dan merampok itu sudah menjadi pekerjaan mereka.
Namun mereka melakukan semua itu secara sembunyi-sembunyi, walau nama organisasi mereka sudah mulai terdengar oleh banyak orang, namun tidak ada satu orang pun yang mengetahui letak markas mereka.
Tentu saja tidak akan ada yang menduga jika sebenar nya markas organisasi tersebut berada di dekat istana kerajaan Api Timur, hanya beberapa orang saja mengetahui letak markas mereka, salah satunya adalah Sang Permaisuri Pei Ling.
"Mereka sudah bergerak, ayo kita sergap mereka!" kata Yin Zhan.
Mereka ingin segera pergi menyergap Chinmi dan Lio Long, namun tiba-tiba ada sosok lain mirip Lio Long muncul di hadapan mereka.
"Kalian mau kemana? Sebaiknya untungkan niat kalian," kata Lio Long.
__ADS_1
"Hei orang tua, kenapa kami harus mengurungkan niat kami?" kata salah satu dari mereka kemudian mereka ingin melewati Lio Long.
"Sekali saja kalian melangkahkan kaki, maka aku pastikan kalian tidak akan pernah bisa kembali pulang!" kata Lio Long sehingga membuat mereka berlima menghentikan langkah kaki mereka.
"Owh...! Memangnya apa yang akan kamu lakukan orang tua? Apa kamu pikir kami takut dengan ancaman omong kosong mu itu?" kata Yin Zhan sambil tertawa terbahak-bahak dan diikuti oleh keempat lainnya.
"Jika kalian tidak percaya, silahkan langkah kan kaki kalian dan lewatilah kayu ranting ini!" kata Lio Long sambil meletakkan sebatang ranting kecil di sampingnya.
Mereka berlima semakin tertawa terbahak-bahak melihat ranting kecil tersebut, dan salah satu dari mereka mulai berjalan untuk melewati ranting tersebut.
"Hanya ini saja melewati ini saja?" ucapnya sambil mengangkat kaki nya dan berniat melangkahi ranting tersebut.
Sebelum kaki pendekar tersebut berhasil melewati ranting kecil yang melintang di hadapannya, tiba-tiba kaki pendekar tersebut terpotong menjadi dua tanpa ada yang melihat apa penyebab terpotong nya kaki tersebut.
"Arghh..!"
Dengan mengerang kesakitan, pendekar tersebut berguling di tanah sambil memegang betisnya yang sudah terpotong tanpa sebab.
"Adik..!" seru salah satu dari mereka dan kemudian memegang tubuh rekannya yang kehilangan satu kakinya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Jika dilihat dari potongan kakinya, ini seperti terkena sebuah tebasan pedang yang sangat tajam."
Yin Zhan melihat potongan kaki rekannya, potongan kaki tersebut begitu rapi bagai terkena sabetan pedang yang super tajam. Masalahnya mereka tidak melihat Lio Long bergerak atau menebas kearah kaki rekannya tersebut.
"Bagaimana, apa kalian masih ingin mencoba melewati ranting ini?" kata Lio Long yang masih berdiri di tempatnya.
"Aku tidak peduli, kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu ini!" seru salah satu dari mereka yang memegang rekannya.
"Cukup Chu Yan, sebaiknya kita kembali untuk menolong Chu Shi!" kata Yin Zhan.
Yin Zhan sadar jika Lio Long bukan orang biasa, dari potongan kaki Chu Shi saja dia sudah bisa menebak jika Lio Long adalah seorang pendekar hebat, dan mungkin setingkat dengan pendekar Pertapa. Karena hanya Pertapa saja yang bisa melukai seseorang tanpa menyentuh atau tanpa menggerakkan senjata apapun.
"Tapi kakak, aku harus memotong kaki orang tua itu untuk membalas akan apa yang sudah ia lakukan kepada Chu Shi," kata Chu Yan.
"Chu Yan jangan bodoh, kita semua bukanlah tandingannya, dia adalah seorang Pertapa!" kata Yin Zhan.
Merasa tidak bisa membantah perkataan Yin Zhan, Chu Yan akhirnya hanya bisa menurut dan pergi sambil membawa Chu Shi yang harus menerima akan kakinya yang sudah terpotong.
__ADS_1
Melihat mereka semua sudah pergi, Lio Long akhirnya menghilang menjadi asap putih, sedangkan mereka berlima tidak ada yang mengetahui jika Lio Long yang mereka lihat hanyalah bayangan saja.