PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Berkumpulnya Kelima Dewa Abadi


__ADS_3

"Aku sudah tidak kuat lagi..!" Kun yang biasanya terlihat kuat dan pantang menyerah kini juga kesulitan untuk menghalau awan hitam.


Ke enam pecahan energi sudah mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk membantu Chinmi, namun ternyata itu tidak cukup untuk bisa membantu Chinmi.


"Senior sekalian, kembalilah dan lindungi semua yang ada dibawah!" kata Chinmi.


"Jendral Lang, turunlah bersama mereka dan bantu mereka!" kata Xi Liyi kepada Lang Yu yang masih mempertahankan Toya nya agar tetap bertahan.


"Tapi Tua Putri..!"


"Jangan lagi membantah!"


"Ba-baik Tuan Putri!"


Lang Yu akhirnya hanya bisa menurut dan segera meraih Toya nya kembali, sedangkan keenam pecahan energi sudah lebih dulu turun kebawah.


"Chinmi, sepertinya kita butuh tambahan kekuatan, jika kita saja tidak akan sanggup untuk menahannya!" kata Xi Liyi.


"Kamu benar sekali, ini baru awal nya saja dari awal kekuatan Dewi Kegelapan, jika sampai Dewi Kegelapan mendapatkan kekuatan penuhnya, bahkan para Dewa dan Kaisar langit pun tidak akan bisa menghentikan semuanya!" kata Bai Ying.


Mereka bertiga berusaha untuk tetap bertahan dan menambah perisai yang lebih kuat. Namun masalahnya, petir hitam yang begitu kuat lah yang menjadi rintangan terbesar mereka.


"Awas petir hitam akan kembali datang!" seru Bai Ying karena merasakan jika petir hitam akan segara datang menyambar.


"Kita tahan dengan kekuatan petir kita bersama-sama!" kata Xi Liyi.


Ketiganya secara bersama-sama mengaktifkan kekuatan sihir petir mereka. Percikan kilatan petir menyelimuti seluruh tubuh ketiganya, dan tidak lama kemudian petir hitam yang sangat besar mulai muncul dan menyambar kearah mereka.


"Sekarang...!" seru Bai Ying.


Mereka bertiga secara bersama-sama melepaskan petir putih, ketiganya di gabungkan sehingga tercipta petir yang sama besarnya dengan petir hitam.


Jdarrrr....!!!


Suara gemuruh kedua petir tersebut membuat siapapun yang mendengarnya tidak akan sanggup mendengarkan suaranya, namun bagi para pendekar masih bisa ditahan dengan menggunakan qi mereka untuk menutup telinga masing-masing.


Chinmi, Xi Liyi, dan Bai Ying terpental. Kekuatan petir hitam ternyata jauh lebih kuat dari pada petir mereka yang sudah mereka gabungkan.


"Kita tidak akan bisa bertahan jika terus begini, aku akan berusaha memanggil yang lain dan kalian berdua cobalah untuk bertahan!" kata Xi Liyi.


"Baik, cepat lakukan Tuan Putri, kami akan bertahan dengan seluruh kekuatan kami!" kata Chinmi.


Chinmi dan Bai Ying saling berpandangan dan kemudian keduanya mengangguk dan kembali melayang lebih tinggi.


"Dewi, aku akan mengaktifkan kekuatan puncak Dewa Abadiku, jadi mundurlah sedikit!" kata Chinmi.


"Kamu tidak perlu khawatir, lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan!" kata Bai Ying.


Chinmi memejamkan matanya dan kemudian mengeluarkan seluruh energi yang ia miliki.


Cahaya lingkaran di belakang kepala Chinmi semakin bercahaya terang, dan ujung runcing di setiap pinggir lingkarannya mengeluarkan lima elemen yang berbeda.


"Arghhhh!!"


Chinmi berteriak dengan sangat keras dan dari tubuhnya terpancar aura biru dan aura biru tersebut berbaur dengan aura emas yang sejak awal sudah menyelimuti tubuhnya.


Ledakan gelombang energi yang sangat besar membuat gelombang kejut yang sangat dahsyat, namun itu tidak cukup mampu untuk mendorong awan hitam tersebut.


"Bukankah ini Aura Kaisar? Kenapa dia juga memiliki aura Kaisar seperti milik para Dewa?" batin Bai Ying.


Sebenarnya Chinmi menyerap energi dari pedang Naga Langit nya, dan itu ia lakukan tanpa sepengetahuan Long Wang, karena hingga saat ini Long Wang masih belum terbangun juga sejak mereka melakukan pertukaran jiwa.


Chinmi membuka matanya dan cahaya biru di matanya terpancar sangat terang. Chinmi menarik nafas sesaat kemudian menghembuskannya dengan pelan, namun setiap hembusan nafasnya mengandung energi yang mampu menciptakan badai.


Chinmi menatap keatas karena dia merasakan jika petir hitam akan kembali menyambar nya.


Dengan kekuatannya saat ini, seharunya dia sudah lebih kuat dua kali lipat dari sebelum nya dan dia akan mencoba apakah kekuatannya sanggup menahan petir hitam tersebut.


"Sihir Petir - Sebaran Naga Petir."

__ADS_1


Petir hitam jatuh dari balik awan, dan Chinmi sendiri juga melepaskan petir nya, namun cahayanya berwarna ungu.


Kedua petir tersebut saling beradu dan kemudian ledakan yang sangat besar terjadi sehingga membuat awan hitam langsung berlubang besar hingga langit pun terlihat.


"Chinmi, apa kau baik-baik saja?" tanya Bai Ying ketika melihat Chinmi seperti kehabisan energi.


"Sa-saya tidak apa-apa!" jawab Chinmi namun dengan suara berat.


Hanya demi melepaskan Naga Petir saja, dia harus menggunakan lebih dari setengah dari energinya.


"Tidak ku sangka jika petir itu masih jauh lebih besar dari seluruh energi yang ku miliki!" kata Chinmi.


"Jangan lengah dulu, sepertinya akan ada petir selanjutnya yang akan datang!" kata Bai Ying setelah melihat awan hitam yang berlubang kini sudah menyatu kembali.


Chinmi ikut menatap keatas dan dia juga bisa merasakan jika petir hitam akan kembali datang.


"Chinmi, kekuatanmu sudah mencapai ketingkat ini, ini adalah sebuah pencapaian yang sangat hebat!"


Chinmi dan Bai Ying yang masih fokus menatap kearah yang mungkin akan menjadi pusat datangnya petir hitam sama-sama menoleh ke belakang.


Chinmi mengerutkan dahinya karena tidak mengenali sosok pria paruh baya yang mengenakan Zirah perang dan di tangannya ada sebilah pedang besar.


Sosok pria tersebut juga mengeluarkan aura biru yang sangat kuat, bahkan auranya juga membuat gravitasi semakin meningkat.


"Panglima Cao Yuan, sejak kapan kamu berada di sini?" Bai Ying ternyata mengenali sosok tersebut.


"Panglima Cao Yuan? Jangan-jangan dia?" Chinmi kini ingat nama itu, nama yang sering ia dengar dari Long Wang dan juga Chinmi.


Sosok tersebut tidak lain adalah Jendral Dewa Perang Cao Yuan, salah satu Jendral langit yang kekuatannya sangat besar, dan dialah guru Ho Chen.


Cao Yuan tersenyum kepada Chinmi kemudian mengangguk dan berbicara padanya, "Aku yakin jika Ho Chen dan Long Wang sudah menceritakan namaku padamu!" kata Cao Yuan kemudian dia menatap keatas.


"Kita lanjutkan nanti saja pembicaraan ini, sekarang biarkan aku menghentikan ini terlebih dahulu!" kata Cao Yuan kemudian dia menatap kearah Bai Ying.


"Dewi Bai Ying, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di dunia ini, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu, namun sekarang aku membutuhkan kekuatanmu!" kata Cao Yuan.


Cao Yuan sebenarnya terkejut ketika melihat Bai Ying berada di dunia Chinmi, namun saat ini dia masih harus menghilangkan Awan Dewi Kegelapan terlebih dahulu.


"Baiklah Panglima!" jawab Bai Ying.


Mereka berdua bersama-sama melayang lebih tinggi hingga hampir mencapai awan hitam. Cao Yuan mencabut pedangnya dan Bai Ying mengeluarkan kipas bulu berwarna putih.


"Aku akan menghalau petir hitam, dan nanti kamu bekukan seluruh awan hitam ini dengan pusaka mu!" kata Cao Yuan.


Cao Yuan melepaskan energi yang sangat besar hingga membuat langit seolah-olah mau terbelah.


Pedang besar yang ia pegang bercahaya sangat terang bagai matahari dan kemudian Cao Yuan bersiap untuk menyambut petir hitam.


Tidak lama kemudian petir hitam segera datang dan menyambar kearah Cao Yuan,sedangkan Cao Yuan memutar pedangnya kedapan.


Terlihat muncul sebuah tanda lingkaran dari ujung pedang Cao Yuan, lingkaran tersebut terbuat dari energi dan sihir tingkat tinggi.


Polanya seperti lingkaran gambar segel yang memliki lima lingkaran di setiap pinggirnya di dalam lingkaran tersebut, dan lima lingkaran kecil memiliki warna yang berbeda.


"Sihir Dewa - Segel Suci."


Petir hitam langsung jatuh dan menyambar lingkaran tersebut, namun petir tersebut tidak meledak. Petir hitam justru terhisap kedalam lingkaran dan kemudian lima lingkaran kecil mengeluarkan lima cahaya berbeda kearah awan hingga mampu menembusnya.


Bai Ying melihat itu segera menggerakkan kipas bulunya dan dengan beberapa gerakan seperti tarian, hujan tiba-tiba terhenti dan kemudian hawa yang sangat dingin mulai terasa di seluruh wilayah Kerajaan Bumi Barat.


"Sihir Dewa - Pembekuan Dewi Salju."


Bai Ying mengibaskan kipas bulunya beberapa kali kearah awan hitam, sedangkan petir hitam kembali muncul dari tempat lain, namun tetap saja Cao Yuan masih bisa menahannya.


Awan hitam kini mulai membeku setelah Bai Ying mengibaskan berulang kali kearah awan hitam tersebut, dan kemudian seluruh awan hitam membeku dan salju mulai turun di seluruh dunia.


Melihat seluruh awan hitam sudah membeku semua, Cao Yuan segera membuat gambar segel lingkaran yang lebih besar dan kemudian dia mengarahkannya kearah awan beku tersebut.


"Sihir Dewa - Pembalik Alam."

__ADS_1


Dengan sekali tebas, lingkaran tersebut melesat hingga menembus kedalam awan dan kemudian meledak di dalamnya.


Setiap ledakannya menghancurkan awan tersebut hingga sangat halus, dan serpihan dari ledakannya terus bergerak hingga ke seluruh dunia.


Awan beku secara keseluruhan hancur menjadi butiran yang sangat halus dan mulai berjatuhan sehingga seluruh dunia dihujani es bagai salju, dan seluruh dunia juga menjadi beku.


Chinmi merasa takjub melihat hal itu, dia tidak pernah melihat sihir seperti itu sebelumnya. Sedangkan semua yang ada dibawa bisa bernafas lega setalah semuanya sudah berakhir.


Namun masalah terbarunya, cuaca yang membeku kini membuat semua kedinginan, di tambah lagi selama ini Kerajaan Bumi Barat tidak pernah mengalami hal seperti itu, atau lebih tepatnya, tiga Kerajaan atau Benua lainnya belum pernah menghadapi situasi dingin seperti itu kecuali Kerajaan Es Utara saja.


Kemunculan Cao Yuan kini menjawab semua akan pertanyaan yang ada di pikiran Chinmi dan juga Xi Liyi.


Kini mereka berdua melihat sendiri seberapa hebat Jendral Dewa Perang Cao Yuan itu, namun mereka yakin jika itu mungkin masih belum kekuatan penuh yang dimiliki oleh Cao Yuan.


Cao Yuan dan Bai Ying menghampiri Chinmi dan juga Xi Liyi, yang berada agak jauh dari mereka kemudian menyapa keduanya.


"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Cao Yuan.


Chinmi dan Xi Liyi saling berpandangan dan kemudian sama-sama mengangguk, mereka berdua merasa canggung di hadapan Cao Yuan.


"Te-terima kasih karena Dewa sudah membantu Dunia saya ini!" kata Chinmi.


"Aku datang kesini karena merasakan kekuatan yang sudah lama hilang, aku yakin ini adalah tanda-tanda jika Dewi Kegelapan sedang dalam proses pemulihan kekuatan penuhnya, namun aku bingung kenapa Dewi Kegelapan bisa muncul lagi?" kata Cao Yuan kemudian dia menatap kearah Bai Ying.


"Dewi, aku yakin ini bukanlah sebuah kebetulan, bagaimana kamu bisa berada di dunia ini?" tanya lagi Cao Yuan.


Setahu Cao Yuan, Bai Ying sedang dalam masa hukuman, namun dia tidak tahu pasti hukuman seperti apa karena saat kejadian dia tidak ada di kahyangan.


Mau tidak mau, Bai Ying menceritakan semuanya dari awal termasuk ketika dirinya di segel oleh Cao Yuan.


"Maafkan aku Dewi, aku tidak tahu jika Lan Ying itu adalah wujudmu!" kata Cao Yuan.


"Tidak apa-apa panglima, lagi pula kamu melakukan itu karena sudah menjadi tugasmu, sedangkan aku saat itu juga belum tahu akan siapa jati diriku, sekarang semuanya sudah kembali seperti semula, dan aku berniat ingin membantu menangkap She Long," jawab Bai Ying.


"Dewa, bisakah saya meminta bantuan Dewa sekali lagi!" tanya Chinmi memotong pembicaraan mereka berdua.


"Chinmi, kedatanganku kesini karena ingin melatih mu agar bisa mencapai ketingkat Dewa berikutnya, jadi jika kamu ingin meminta bantuan ku, katakan saja!" kata Cao Yuan.


Chinmi terkejut mendengarnya, dia tidak menyangka jika Cao Yuan datang bukan lah sebuah kebetulan, melainkan untuk mengangkat dirinya sebagai muridnya.


Namun dia masih belum bisa mengiyakan atau menyetujuinya, karena saat ini dia masih harus mencari dan menyelamatkan Qie Yin.


"Saya sangat senang karena Dewa ingin melatih saya, namun saat ini saya masih ingin menyelesaikan salah satu tugas saya, yaitu menyelematkan teman saya yang saat ini berada di tangan She Long!" kata Chinmi.


"Em!?? Temanmu di tahan She Long katamu? Apa yang dia inginkan dari temanmu itu?" tanya Cao Yuan.


"Teman saya adalah seorang gadis muda, dan dia di culik karena She Long beranggapan jika dia adalah..!" Chinmi mengehentikan kalimatnya.


"Dia siapa!!?" tanya Cao Yuan.


"Dia adalah reinkarnasi Dewi Kegelapan," jawab Chinmi yang sedikit ragu untuk menyampaikan kepada Cao Yuan.


Cao Yuan mengerutkan dahinya begitu juga dengan Bai Ying, kini mereka berdua sudah tahu akan penyebab bencana tersebut.


"Jadi She Long sudah berhasil menemukannya dan membawanya! Jika demikian situasinya jauh lebih sulit!" kata Cao Yuan.


"Dewa, bisakah Dewa menemukan teman saya itu dan menyelamatkan nya?" tanya Chinmi.


Cao Yuan menghela nafas panjang dengan di sertai gelengan kepala pelan, "Sulit sekali, lagi pula sepertinya sudah terlambat untuk menyematkan teman mu, karena kemungkinan besar saat ini dia sudah sangat sulit untuk di selamatkan atau pun dilenyapkan!" kata Cao Yuan.


Dengan melihat tanda-tanda tadi saja, Cao Yuan yakin setidaknya saat ini kekuatan Dewi Kegelapan sudah hampir dari setengah dari kekuatan penuhnya, dan jika benar dia adalah teman Chinmi, kemungkinan besar, dia sudah tidak akan lagi mengingat akan siapa jati dirinya dan bahkan tidak akan mengenali Chinmi lagi.


"Chinmi, kita akan mencoba untuk mencarinya, semoga saja dia masih bisa di sadarkan agar tidak menjadi Dewi Kegelapan, dan aku pasti akan membantumu menyelamatkan Nona Qie Yin!"


Suara Ho Chen tiba-tiba terdengar dari arah belakang Chinmi. Semuanya menoleh kerah tersebut dan melihat Ho Chen sudah berdiri disana, dan sampingnya ada Lio Long dan juga Yinfei.


"Guru Cao, sudah lama kita tidak bertemu!" sapa Ho Chen.


"Ho Chen! Kebetulan sekali, sekarang kalian berlima sudah berkumpul, dan sekarang kita akan melakukan perburuan sekaligus penyelamatan!" kata Cao Yuan melihat kelima Dewa Abadi.

__ADS_1


Dengan berkumpulnya Kelima Dewa Abadi, seharusnya sudah bisa mengalahkan salah satu mahluk tersebut, namun masalahnya sekarang adalah keberadaan Dewi Kegelapan yang mungkin akan menjadi masalah berikutnya.


Namun Cao Yuan berharap semoga saja Dewi Kegelapan masih bisa di selamatkan, jika tidak maka semuanya akan sia-sia karena tidak satupun yang akan mampu menandingi Dewi Kegelapan.


__ADS_2