
"Meng Ling, Ilmu sihir yang kamu gunakan ini, dari mana kamu mempelajarinya?" tanya She Chin sekaligus memperhatikan tubuhnya sendiri yang seperti tanah yang terkadang ada debu yang jatuh saat dia bergerak.
"Aku mendapatkan ilmu ini dari sebuah kitab yang aku temukan di penyimpanan para leluhur, kitab ini sudah usang dan sepertinya sudah sangat di lupakan, entah dulu ada yang pernah menggunakan nya atau tidak! Namun yang jelas aku sudah mempelajarinya!" jawab Meng Ling.
"Kau bisa membangkitkan kami dan mengendalikan tubuh serta kekuatan kami, namun bagaimana jika sampai kamu terbunuh? Apakah jika kamu mati kami juga akan ikut mati?" Fu Shen juga ikut bertanya.
"Tentu saja! Selain ilmu segel yang bisa melenyapkan kalian, kematian diriku juga bisa menjadi faktor kematian kalian juga!" jawab Meng Ling, namun sebenarnya dia berbohong.
"Ngomong-ngomong soal ini! Kenapa kamu bisa membangkitkan Pendekar Raja Bumi? Apakah kamu sempat menggali makamnya?" tanya Tong Liung.
"Tebakanmu salah! Aku datang ke rumah Li Xiang dan menyamar sebagai pelayan nya, setelah berhasil masuk, aku mencuri abu Kremasi keluarganya yang ada di dalam kendi dan kemudian membawanya kesini!" jawab Meng Ling.
"Sudah hentikan pertanyaan bodoh kalian itu! Sekarang katakan padaku, kapan kamu akan menyerang Kerajaan Bumi Barat? Aku sudah tidak sabar ingin melenyapkan semua anggota keluarga Li!" kata Fu Shen.
"Apa katamu? Kau ingin membunuh semua anggota keluargaku dan memusnahkannya? Kalau begitu hadapi aku terlebih dahulu sebelum kamu menyerang para keturunan ku!" Li Yao yang terkejut sekaligus sangat marah melepaskan energi nya, dia menggeser sedikit kakinya kesamping dan kemudian debu-debu halus berkumpul di sekeliling nya.
"Pendekar Raja Bumi! Kamu tidak perlu marah seperti itu, sekuat apapun dirimu, kamu tetap berada di bawah kendaliku, dan nanti kamu juga akan ikut meratakan seluruh Kerajaan Bumi Barat!" kata Meng Ling sekaligus menekan energi Li Yao.
Li Yao langsung jatuh berlutut dan debu yang mengitari tubuhnya juga lenyap, "Kalian para aliran hitam selalu saja melakukan hal yang buruk!" gerutu Li Yao.
She Chin sendiri hanya tertegun saat melihat Li Yao sempat menggunakan elemen tanah nya dan menggerakkan debu seperti Qie Yin, She Chin yakin jika kitab sihir debu yang ia curi dari perpustakaan Kerajaan Bumi Barat adalah kitab milik Li Yao.
"Meng Ling, bukankah orang itu adalah Liang Gwo, dan yang satunya adalah anaknya Liang Zang?" tanya Tong Liung.
"Kau benar Ketua Tong! Dia adalah Liang Gwo mantan ketua Sekte Pulau Es sekaligus suami dari Dewi Naga Es, dan itu adalah putranya Liang Zang, ayah dari Pertapa Es!" jawab Meng Ling.
Liang Gwo adalah seorang pendekar yang memiliki kekuatan Es terkuat bahkan melebihi kekuatan Zhihui, Liang Gwo atau suami Zhihui harus tewas saat mereka berniat kembali ke Sekte, saat itu dua putri kembar Mei masih berumur Dua bulan.
Liang Zang lah ayah dari kedua putri kembar itu, dia dan juga Liang Gwo sama-sama mati di tangan Sepuluh Pendekar misterius.
"Aku masih ingat saat terakhir kali aku membunuh Liang Zang itu!" kata Meng Ling.
"Hem...! Kau dan kakakmu sungguh rapi dalam membunuh, aku tahu jika semua itu pasti atas campur tangan She Chin!" kata Tong Liung.
"Tentu saja, jika tanpa bantuan She Chin saat itu, mana mungkin kami bisa menang!" jawab Meng Ling.
Kejadian pembunuhan terhadap Liang Gwo dan putra Liang Zang sangat misterius, karena perlakuan adalah sepuluh Pendekar misterius yang mengenakan topeng.
Namun sebenarnya pelakunya adalah Meng Yi dan She Chin, mereka berdua lah yang membunuh Liang Gwo, sedangkan yang menghabisi Liang Zang adalah Meng Ling yang saat itu kekauatan masih berada di Tingkat Menengah beserta ke tujuh pendekar Pilar lainnya.
"Sungguh menarik, nanti kemungkian besar akan menjadi perang paling menakjubkan, aku sudah tidak sabar ingin melihat expresi Zhihui saat melihat suaminya menjadi mayat hidup!" kata Tong Liung.
"Semuanya segera bersiap karena kurang dari 25 hari lagi kita akan segera mengumpulkan semua anggota Aliran Hitam dan akan secara terang-terangan akan mengumumkan perang ke ke seluruh dunia!" kata Meng Ling dengan suara lantang.
"Kalau begitu aku akan pergi mencari She Long, aku yakin jika dia pasti sudah berhasil berganti tubuh, dan jika benar itu artinya dia sekarang pasti berada di Kerajaan Api Timur!" kata She Chin.
"Kenapa bisa berada di sana?" tanya Tong Liung.
"Karena sekarang dia pasti menggunakan wajah Pangeran itu!" jawab She Chin kemudian dia berniat ingin pergi ke Kerajaan Api Timur, namun belum sempat dia beranjak pergi, Ye Shi lebih dulu datang kesana.
"She Chin! ternyata benar aura kegelapan yang aku rasakan ini berasal dari dalam tubuhmu! Kenapa bisa? Bukannya kamu sudah mati di bunuh oleh Dewi Kegelapan?" Ye Shi tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya.
"Tuan Ye Shi! Ternyata tuan juga memiliki perubahan pada kekuatan Tuan?" Fu Shen menyapa Ye Shi.
"Fu Shen? Kau juga hidup lagi? Ilmu macam apa sebenarnya yang kalian gunakan? Cepat katakan padaku!" kaya Ye Shi.
"Ini adalah ilmu terlarang yang aku temukan di makam leluhur, ini adalah ilmu kegelapan yang bisa menguntungkan pihak kita tuan Singa!" jawab Meng Ling.
__ADS_1
"Ini sungguh hebat, walau kekuatan kalian kecil, namun aku merasakan aura Kegelapan abadi yang sangat kuat dari dalam tubuh kalian para mayat hidup terutama kalian bertiga!" kata Ye Shi.
"Kamu Hewan Iblis jenis apa?" Li Yao bertanya, dia tidak pernah melihat Hewan Iblis seperti Ye Shi yang memiliki tubuh bagai manusia.
"Mayat hidup lancang! Meng Ling, sebaiknya kamu sumbat mulutnya sebelum aku hancurkan tubuh mayat ini!" kata Ye Shi yang kesal terhadap pertanyaan Li Yao.
"Kenapa tidak tuan coba!" jawab Meng Ling.
"Baiklah ini sebagai peringatan kepada Mayat Hidup yang lainnya!" kata Ye Shi kemudian telapak tangannya mulai mengeluarkan percikan listrik yang semakin lama semakin besar.
"Hancurlah!" seru Ye Shi kemudian sambaran petir yang sangat kuat menghantam tubuh Li Yao hingga hancur berantakan.
Ye Shi merasa puas melihat tubuh Li Yao yang sudah hancur, ketika Ye Shi menatap lagi ke arah tubuh itu, ternyata tubuh Li Yao kembali seperti semula.
"Kenapa bisa seperti ini? Apakah mayat hidup ini abadi?" tanya Ye Shi yang tidak percaya akan apa yang ia lihat.
"Hihihi..! Anggap saja mereka itu abadi," jawab Meng Ling.
"Mahluk sekuat dia saja tidak bisa membunuh dan melenyapkan mayat hidup, apa lagi pendekar biasa? Pasti mereka tidak akan bisa menghancurkan pasukan mayat hidup ini!" batin Tong Liung.
"She Chin, karena kamu sudah hidup kembali, bisakah aku meminta bantuan darimu?"
"Bantuan seperti yang ingin kamu pinta dari mayat hidup seperti ku ini?" tanya She Chin.
"Bisakah kamu mencarikan aku tubuh seperti tubuh She Long? Yang paling utama, tubuh itu memiliki Pusat Roh Elemen Petir sepertiku!" kata Ye Shi penuh harap.
"Maksudmu, aku harus mencari seorang pendekar yang memiliki Pusat Roh Elemen Petir?" tanya She Chin.
"Benar She Chin! Apakah kamu bisa melakukannya?"
"Maaf tuan Ye Shi! Di Benua Daratan Tengah ini tidak ada satu orang pun yang memiliki Pusat Roh Elemen Petir, jadi mustahil rasanya untuk menemukan nya!" jawab She Chin.
"Kalau begitu baiklah! Aku akan mencari ke benua lain saja!" kata Ye Shi kemudian dia berbalik dan membuat lingkaran Portal nya.
"Tidak tuan Ye Shi! Walau kamu mencari ke Benua lain, kemungkinan besar juga tidak ada! Jika ada pasti semua akan mengetahuinya!" kata She Chin.
"Tidak ada salahnya dicoba bukan? Walau kecil kemungkinannya, namun aku tidak akan menyerah begitu saja!" kata Ye Shi kemudian dia masuk kedalam lingkaran portalnya.
"Mahluk itu memiliki aura yang sangat kuat! Sebenarnya siapa mahluk aneh itu?" batin Li Yao.
"Ketua Huan Sing! Bawalah 300 pasukan Mayat Hidup ini bersamamu dan Ketua Tong Liung, kamu juga bawa 300 Pasukan Mayat Hidup ini! Mulai sekarang kita akan mengguncang dunia dengan kekuatan Pasukan Mayat Hidup kita!" kata Meng Ling.
"Bukankah kamu bilang tadi 25 hari lagi akan mengumumkan perang kepada Dunia? Kenapa sekarang berubah?" tanya She Chin.
"Awalnya memang seperti itu, namun mengingat perkataanmu yang katanya ingin menemui Mahluk Naga itu, aku jadi mengubah rencananya!" kata Meng Ling.
"Kau ini! Kalau begitu aku akan pergi bersama Fu Shen ke Kerajaan Api Timur untuk menemui She Long!" kata She Chin.
"Kamu tidak usah membawa Fu Shen karena Fu Shen akan aku kirim ke Kerajaan Angin Selatan dan Li Yao akan aku kirim ke Kerajaan Bumi Barat Sedangkan untuk ke Kerajaan Es Utara, aku akan mengirim Liang Gwo dan Liang Zang!" kata Meng Ling.
Meng Ling berencana membagi pasukan Mayat Hidup menjadi Lima kelompok penyerang, kelompok satu akan dikirim bersama dengan She Chin ke Kerajaan Api Timur.
Untuk kelompok ke-dua akan dikirim bersama Fu Shen menuju ke Kerajaan Angin Selatan, dan ke-tiga akan dikirim bersama Li Yao Ke Kerajaan Bumi Barat, sedangkan kelompok Ke-empat akan dikirim bersama Liang Gwo dan Liang Zang Ke Kerajaan Es Utara.
Kelompok yang terakhir akan di jadikan kelompok cadangan yang nantinya akan di pecah menjadi tiga kelompok kecil yang berjumlah 300 pasukan, dan nantinya tiga kelompok kecil itu akan di bawa olah Tong Liung, Huan Sing dan Meng Ling.
Jika semua sesuai dengan rencana Meng Ling, maka untuk semua anggota masing-masing Sekte tidak perlu turun tangan, jadi semua yang akan berperang murni adalah para Pasukan Mayat Hidup.
__ADS_1
***
Di Nirwana Sang Dewi Welas Asih Kwan Im datang menemui Siddharta Gautama yang saat itu tengah duduk sendiri.
"Amithafa! Buddha, aku tidak pernah melihatmu segelisah ini sebelumnya, kegelisahan mu sangat mengguncang seluruh Alam Semesta! Ada apa?" tanya Dewi Kwan Im.
"Kau benar sekali Dewi! Kegelisahan ku ini ada hubungannya dengan An Huang Yi!" kata Siddharta Gautama.
"Sancai.. Sancai..! Sudah lama sekali kamu tidak menyebut namanya, sekarang kamu menyebut nama itu lagi! Apa ini sebuah pertanda jika An Huang Yi akan kembali?" tanya lagi Dewi Kwan Im.
"Aku dapat merasakan jika An Huang Yi akan segera datang! Dia mungkin adalah lawan terkuat kita, selain Kaisar Langit yang bisa mengimbangi kekuatan ku, An Huang Yi mungkin sudah memiliki kekuatan yang melebihi kekuatan Dewa Agung!" kata Siddharta Gautama.
"Buddha pasti tahu segalanya, kekuatan An Huang Yi mungkin yang terkuat di seluruh Alam Semesta, namun selain kamu siapa lagi yang dapat menandingi nya?"
"Kita semua bisa, dan yang aku rasa kekuatan An Huang Yi saat ini berada di puncak yang sama denganku, Yaitu Puncak Ilahi!" kata Siddharta Gautama.
"Semoga dia dan para pengikutnya tidak menyerang! Jika sampai itu terjadi maka seluruh Alam Semesta akan berada di ambang kehancuran!" kata Dewi Kwan Im.
"Pergilah dan sampaikan ini kepada Kaisar Langit, beritahu dia agar waspada! Jangan sampai An Huang Yi datang dan mengambil alih hatinya, jika sampai dia lengah maka semuanya akan dalam bahaya besar!" kata Siddharta Gautama.
Dewi Kwan Im mengangguk dan kemudian dia menghilang dari hadapan Siddharta Gautama, sedangkan Siddharta Gautama masih berada di sana.
Dia mengingatkan kembali masa lalunya saat masih bersama dengan sosok yang bernama An Huang Yi.
An Huang Yi dulunya adalah salah satu Bodhisattva yang memiliki pemahaman ilmu yang setara dengan Siddharta Gautama.
Mereka sama-sama mengajarkan Dharma dan memiliki banyak murid, namun suatu hari An Huang Yi tiba-tiba berubah.
An Huang Yi tiba-tiba saja memiliki pemikiran yang sesaat, entah apa yang sudah terjadi padanya, yang jelas ajaran An Huang Yi tiba-tiba saja melenceng dari kebenaran sehingga banyak menyesatkan umat.
Rullai mengetahui hal itu tidak tinggal diam, dia segera memperingatkan An Huang Yi dan berusaha mengingatkannya kembali jika ajaran yang di sampai An Huang Yi sangat tidak benar.
An Huang Yi jelas tidak terima sehingga pertempuran antara dua Buddha terkuat tidak bisa di elakkan lagi.
Pertarungan dua Buddha terkuat tersebut tidak hanya menggucang Nirwana, namun seluruh Alam Semesta juga terguncang bahkan Kahyangan sekalipun juga terkena imbasnya.
Melihat hal itu mau tidak mau Kaisar Langit juga ikut turun tangan karena jika pertarungan mereka tetap di biarkan, maka surga akan hancur dan bahkan seluruh Alam Semesta akan lenyap.
Walau Kaisar Langit dan Gautama sudah bekerjasama mengehentikan An Huang Yi, namun tenyata kekuatan jahat yang di miliki An Huang Yi sangat kuat sehingga berhasil memperdaya Kaisar Langit dengan cara mengendalikan hatinya dan Kaisar langit sempat menjadi jahat dan balik menyerang Siddharta Gautama.
Namun berkat bantuan para Bodhisattva yang lainnya, Kaisar Langit berhasil di tolong, dan Siddharta Gautama juga berhasil memukul mundur An Huang Yi.
Namun An Huang Yi justru tidak terima dan berjanji jika suatu saat nanti dia akan kembali lagi dan akan merebut seluruh Alam Semesta, baik itu Nirwana maupun Kahyangan, dan sebelum pergi dia mengangkat dirinya sebagai Kaisar Kegelapan.
Selama lebih dari ratusan ribu tahun sejak kejadian itu, tiba-tiba saja Nirwana kembali di guncang oleh penyerangan Raja Siluman dan Dewi Kegelapan yang kekuatannya cukup besar.
Dewi Kegelapan ternyata adalah putri An Huang Yi yang menjadi musuh Terkuat para Dewa, dan nama Dewi Kegelapan itu sebenarnya adalah Dewi An Hei Ling.
Dewi An Hei Ling mendapatkan kekuatan dari Ayahnya sendiri, namun berutungnya Dewi Kegelapan berhasil di taklukkan karena saat itu Dewi Kegelapan takluk kepada salah satu murid Siddharta Gautama, yaitu Xin Jing Zi.
Setalah jutaan tahun berlalu, kini Siddharta Gautama merasakan kekuatan An Huang Yi, dan dia yakin dalam beberapa ratus tahun lagi atau lebih cepat, An Huang Yi dan para pengikutnya akan segera datang dan itu bisa mengancam seluruh Alam Semesta, baik itu surga para Dewa maupun Nirwana.
***
Mengingat penyakitku yang semakin parah, mungkin akan sedikit terlambat, dan saya akan menjawab satu pertanyaan lagi yaitu akan dugaan tamat dari cerita ini.
Iya untuk kisah PDA tinggal beberapa ratus bab lagi akan tamat karena musuh utama dari cerita ini hanyalah She Long saja, sedangkan musuh yang lebih kuat lainnya akan tersaji di cerita yang lain dan tentunya tokoh yang lain pula dan judul yang berbeda. namun semua itu baru akan rilis setelah Kisah Dewi Lotus Emas yang sempat terhenti sudah tamat.
__ADS_1
Yang ini ceritanya akan lebih berat, di samping kesehatan ku yang terganggu, aku juga harus bisa berkonsentrasi agar bisa memberikan alur cerita yang lebih baik, namun ada satu kata dalam tulisan ku yang sangat aku sayangkan, yaitu banyak salah ketik dalam tulisan dan bahasa, jadi maaf 😅😅🙏