
***
Pertarungan antara Chinmi dan She Long terlihat berimbang, tidak satupun dari mereka yang terlihat kelelahan karena kekurangan energi mereka.
She Long terus menerus memberikan serangan sihir api yang di kombinasikan dengan serangan tendangan dan pukulan yang juga mengandung energi api.
She Long memberikan serangan pukulan yang kuat setelah menyemburkan api dari mulutnya kerah Chinmi, pukulan She Long mengarah ke kepala Chinmi yang berhasil menghindari semburan api milik She Long.
Chinmi segera menangkis pukulan tangan She Long yang panas itu dengan tangannya yang juga mengandung energi es.
She Long kembali menyerang dengan tendangan yang lebih cepat kearah perut Chinmi dan lagi-lagi Chinmi menahan tendangan tersebut dengan kakinya.
Chinmi segera menendang kaki She Long sehingga She Long berbalik memunggungi Chinmi dan kemudian memberikan serangan satu tapak ke punggung She Long.
She Long dengan cepat menundukkan badannya dan menahan lengan Chinmi dan berniat memberikan semburan api dari mulutnya kearah perut Chinmi yang tertutupi oleh Zirah Emas.
Namun sebelum She Long sempat melepaskan semburan apinya, sebuah gelombang hitam datang dari arah Qie Yin yang sedang bertarung dengan Ye Shi.
Gelombang tersebut berasal dari pukulan Qie Yin yang meleset. Walau jaraknya sangat jauh namun energi yang dilepaskan oleh Qie Yin masih sangat kuat dan cukup untuk menghancurkan batu meteor berukuran gunung.
She Long dan Chinmi langsung menghindari gelombang energi tersebut kemudian menjaga jarak sekaligus melirik kearah pertarungan Qie Yin dan Ye Shi.
"Ini gelombang energi kedua yang datang! Kenapa aku merasa kekuatan singa itu semakin meningkat?" batin Chinmi yang mulai menghawatirkan Qie Yin.
She Long menyeringai saat merasakan kekuatan Ye Shi yang meningkat pesat, She Long yakin jika Ye Shi sudah melepaskan kekuatan terakhirnya dalam wujud tranformasi nya.
"Apakah kamu menghawatirkan keselamatan Dewi Kegelapan?" tanya She Long dengan menyeringai.
"Tentu saja! Namun aku yakin Qie Yin pasti bisa mengatasinya!" kata Chinmi dengan penuh keyakinan.
She Long terdiam dia juga tidak memungkirinya jika Qie Yin sebenarnya mampu menandingi kekuatan Ye Shi, namun She Long masih sangat yakin jika Qie Yin tidak akan bisa mengalahkan Ye Shi walau Qie Yin memiliki kekuatan Dewi Kegelapan.
"Manusia! Aku akui kekuatanmu memang besar, namun harus kamu tahu jika kamu tidak mungkin bisa mengalahkan ku seorang diri! Jadi sebaiknya kita hentikan pertarungan yang tidak akan ada ujung selesainya ini!" kata She Long.
"Menghentikan pertarungan katamu? Kenapa kamu berpikir aku akan menghentikan pertarungan yang sudah lama aku nantikan ini?" tanya Chinmi sambil menaikan alisnya.
"Owh begitu! Baiklah jika kamu masih bersih keras ingin tetap melanjutkan pertarungan ini!" kata She Long kemudian dia menarik sesuatu dari belakang punggungnya.
She Long mengeluarkan Pusaka nya yaitu Pedang Tulang Naga yang di milikinya, "Ayo kita lanjutkan lagi pertarungan kita!" kata She sekaligus mengalirkan energi pada pedang nya.
Chinmi juga mengalirkan energi api pada telapak tangannya berniat untuk menghadapi She Long dengan tangan kosong, namun mendadak tangan seperti ada yang menarik.
"Emm.?"
Chinmi menatap tangannya sendiri dengan heran, dia tidak tahu kenapa tangannya seperti bergerak sendiri seolah-olah itu bukan tangannya.
She Long sudah lebih dulu menyerang dengan pedang nya kearah Chinmi, sedangkan Chinmi masih berusaha mengendalikan tangannya yang bergerak sendiri.
Begitu pedang She Long sudah hampir sampai, barulah Chinmi sadar jika yang menggerakkan tangannya adalah Cincin nya.
Pedang She Long tiba-tiba saja tertahan oleh sebilah pedang yang muncul dari tangan Chinmi, pedang tersebut terlihat seperti pedang biasa, akan tetapi mampu menahan pedang She Long dengan mudah.
Chinmi sempat terkejut saat cincin nya berubah dan menjelma menjadi sebilah pedang, wujud pedang tersebut masih sama seperti yang ia dapatkan pertama kali dari Siddharta Gautama.
She Long tidak terlalu larut dalam keterkejutan nya, dia segera melanjutkan serangan pedang nya dengan energi yang kuat, She Long yakin jika pedang Chinmi pasti akan patah jika secara terus-menerus di adu dengan pedang nya.
Chinmi dengan percaya diri melawan permainan Pedang She Long, hanya saja She Long memiliki energi yang sangat kuat saat menggunakan pedang.
"Pedang Mata Angin."
Chinmi membalas serangan She Long dengan tebasan dan tusukan yang mengandung energi angin, Kecepatan serangan Chinmi membuat She Long sedikit kesulitan untuk memberikannya perlawan sehingga hanya berusaha bertahan.
Suara benturan besi dan juga dentuman yang sangat keras dari kedua pedang mereka berdua mampu menciptakan gelombang kejut yang amat dahsyat.
Energi angin berbentuk pisau juga melesat keberbagai arah, walau kesulitan untuk She Long memberikan serangan balasan, namun dia menyadari satu hal dari serangan pedang Chinmi.
"Serangan mu memilki banyak celah!" seru She Long setelah mempelajari serangan Pedang Tiupan Angin milik Chinmi.
She Long langsung memutar pedangnya dengan satu kali tebasan yang sangat kuat, dia menemukan jika serangan Chinmi lebih banyak memusatkan serangan tusukan beruntun dari pada tebasan sehingga dia menemukan celah untuk membalas serangan Chinmi.
She Long melepaskan energi yang sangat berbeda, tidak terlihat adanya energi api lagi dari serangan She Long, melainkan energi menyerupai wujud pedang.
"Pedang Pencari Angin."
__ADS_1
Chinmi memutar pedangnya sehingga tercipta Perisai angin yang sangat kuat di sekitar tubuhnya.
Energi aneh milik She Long segera membentur persisi angin Chinmi yang tercipta dari pedang nya, Chinmi yakin energi aneh milik She Long tidak akan mampu menembusnya.
Jdarrr!!!
Ledakan segera terdengar ke segala penjuru dan Chinmi terpental cukup jauh kebelakang, "Kuat sekali energi aneh itu!" batin Chinmi.
She Long tersenyum menyeringai saat serangan nya mampu menembus pertahanan Chinmi, walau tidak menyebabkan luka sama sekali, setidaknya She Long mengetahui kelemahan Jurus Pedang milik Chinmi.
"Sekarang aku sudah menemukan kelemahan Jurus Pedang mu! Walau kamu menggunakan perubahan elemen dengan jurus pedang mu, namun jurus pedang mu tidak akan mungkin bisa menahan energi Pedang ku yang aku ciptakan dengan tenaga dalam," kata She Long.
Chinmi mengerutkan dahinya, dia tidak mengerti akan apa yang She Long maksud sehingga dia merasa tidak peduli akan semua ucapannya.
Merasa tidak di hiraukan oleh Chinmi, She Long merasa sangat geram sehingga mulai mengalirkan energi aneh tersebut ke pedangnya.
Chinmi menyadari energi aneh itu akan She Long gunakan kembali sehingga dia juga mengalirkan energi angin kepadanya.
"Terimalah ini!" seru She Long kemudian dia menebas kembali dengan energi yang sama.
"Pedang Membelah Angin."
Chinmi juga melepaskan tebasan yang kuat membuat energi angin membentuk pedang melesat dan membentur energi aneh milik She Long.
Lagi-lagi suara ledakan kembali terdengar dan kali ini suaranya lebih besar dari sebelumnya.
She Long berniat kembali memberikan tebasan yang sama kearah Chinmi, dia tidak ingin memberikan kesempatan buat Chinmi untuk bernafas.
"Tenyata kamu juga menguasai Tanaga Dalam She Long!"
Ho Chen tiba-tiba saja menahan ayunan pedang She Long dan kemudian Ho Chen memberikan pukulan telak ke wajah She Long.
She Long tidak sempat menghindar atau menahan pukulan Ho Chen karena kedua tangannya sedang memegang pedang nya yang di tahan oleh Ho Chen.
She Long terlempar jauh hingga menabrak sebuah batu meteor berukuran sedang. She Long bangkit sambil memegang wajahnya yang sangat terasa sakit, dia sama sekali belum siap dengan serangan kejutan karena lebih memfokuskan serangan nya kepada Chinmi.
"Senior Ho Chen! Kenapa kamu sangat lama sekali datangnya?" tanya Chinmi saat dia sudah berada di dekat Ho Chen.
"Maafkan aku Chinmi! Ada sedikit urusan pribadi sehingga aku sedikit telat datang kesini, namun aku tidak menyangka jika kamu akan menghadapi mereka secepat ini!" kata Ho Chen kemudian dia menatap She Long yang berada di batu meteor.
Ho Chen pernah bertemu dengan para pendekar yang menggunakan tenaga dalam. Pendekar yang menggunakan tenaga dalam biasanya memiliki fisik yang sangat kuat.
Ho Chen bisa menyimpulkan jika kekuatan Fisik She Long yang sangat kuat dikarenakan menggunakan Tenaga Dalam yang di kombinasikan dengan Qi, karena itu dia sangat sulit untuk di kalahkan.
"Senior! Apa maksudnya..!?"
"Tidak ada waktu bagiku untuk menjelaskannya sekarang Chinmi, sebaiknya kita segara bersiap untuk menghadapi nya!" kata Ho Chen yang memotong pertanyaan Chinmi.
Chinmi menoleh kearah She Chin yang sudah bergerak lagi menuju kearahnya, terlihat jelas jika She Long sangat marah.
Ho Chen segera bertranformasi, seluruh tubuhnya segera tertutup oleh cahaya emas dan kemudian Zirah emas pun terlihat di tubuhnya.
Sama seperti Chinmi yang memiliki Lima Warna yang berbeda, Ho Chen pun juga memiliki nya.
Ho Chen segera mengeluarkan pedang nya yang mirip seperti milik Chinmi, namun pedang Ho Chen jauh lebih tajam.
"Mari kita sambut serangan nya!" kata Ho Chen kemudian dia maju dan diikuti oleh Chinmi.
She Long tidak peduli dengan perubahan dan kekuatan Ho Chen yang sudah sama dengan kekuatan Chinmi, yang dia inginkan segera menyerang mereka berdua.
"Pedang Angin Pencabut Nyawa."
"Tehnik Pedang Langit - Membelah Langit."
"Tebasan Api Matahari."
Chinmi menebas lurus kedapan sehingga tercipta gelombang energi angin yang sangat tajam dan sangat kuat, serangan nya adalah jurus pedang tiupan angin tahap Akhir.
Ho Chen juga melepaskan tebasan yang sama sehingga terlihat energi berwarna putih dan melesat berdampingan dengan energi angin milik Chinmi.
She Long juga melepaskan tebasan yang sama sehingga menciptakan energi api yang sangat panas dan tajam melesat kearah kedua energi milik Chinmi dan Ho Chen.
Chinmi dan Ho Chen juga melesat mengikuti tebasan energi pedang mereka begitu juga dengan She Long yang mengikuti energi tebasan pedangnya dari belakang.
__ADS_1
Ketiga energi pedang tersebut saling membentur dan ledakan dahsyat bagai ledakan sebuah planet langsung terlihat hingga ketempat Qie Yin dan yang lainnya yang sedang bertarung menghadapi Ye Shi.
Chinmi dan Ho Chen muncul dari sisa cahaya ledakan besar tersebut begitu juga dengan She Long.
Mereka bertiga kini saling beradu pedang mereka sehingga suara benturan pedang yang di iringi gelombang-gelombang besar melesat ke segala penjuru Alam Semesta.
Chinmi dan Ho Chen sama-sama menebas kearah kepala She Long sedangkan She Long dengan sigap menahan nya.
Wajah She Long berubah sedikit buruk saat Chinmi dan Ho Chen mengkombinasikan serangan mereka.
Baik serangan pedang maupun serangan tapak Chinmi dan Ho Chen sama-sama kuatnya sehingga membuat She Long di paksa dalam posisi bertahan.
"Sihir Bumi - Pukulan Penghancur Gunung."
Chinmi mengincar perut She Long, dengan sekali pukul, gumpalan tanah berbentuk kepalan tangan segera bergerak menuju ke perut She Long.
She Long segera menahan kepalan tangan tanah itu dengan Pedang nya, namun serangan Ho Chen juga menyusul saat She Long mau menahan serangan Chinmi.
"Sihir Tiga Raja Api."
Ho Chen melepaskan tiga api secara bersamaan. Satu berwarna biru ke unguan keluar dari mulutnya. Satu berwarna merah kekuningan keluar dari talapak sebelah kanan. Dan satu berwarna jingga keluar dari tangan kiri.
Ke tiga api tersebut sangat panas dan menyembur ke arah She Long dengan sangat cepat, namun She Long tetap tidak menghindar dan memilih menahan energi pukulan tanah milik Chinmi.
"Chinmi, kita gunakan kombinasi sihir air dan es sekarang!" kata Ho Chen yang di setujui oleh Chinmi.
Ho Chen tidak berharap sihir Tiga Raja Api akan mampu melemahkan She Long karena She Long sendiri memiliki Pusat Roh Elemen Api.
Sebelum semburan api yang menutupi tubuh She Long menghilang, Chinmi segera memberikan serangan susulan.
"Sihir Air - Semburan Naga Air."
Chinmi mengumpulkan energi kemulut nya dan kemudian menyemburkan air yang sangat banyak kearah She Long.
Saat Sihir Tiga Raja Api sirna, She Long berniat mengejek kebodohan Ho Chen, namun baru saja dia mau berbicara kepada Ho Chen, tiba-tiba saja semburan air yang sangat banyak mengenai tubuhnya.
Semburan air tersebut bagai tumpahan air laut dan langsung membaut tubuh She Long tenggelam di dalam air besar menyerupai planet di luar angkasa.
"Teknik Kristal Es - Pembekuan Abadi."
Ho Chen juga melepaskan kabut tebal kerah air tersebut sehingga dalam waktu lima tarikan nafas, air yang menyerupai planet tersebut membeku bagai planet es.
Chinmi dan Chinmi sama-sama menunggu hasil, mereka berdua tidak terlalu berharap itu akan berhasil, namun mereka tetap menunggu hasilnya.
"Apakah kita berhasil?" tanya Chinmi.
"Aku tidak yakin! Lihatlah Cahaya Merah itu di dalam es! Aku rasa dia akan melelehkannya dari dalam," kata Ho Chen.
"Kalau begitu jangan biarkan dia berhasil melelehkannya!" kata Chinmi kemudian dia segera membuat mantra tangan.
Ho Chen hanya menghela nafas panjang kemudian dia menatap pedang, "Pedang Cakrawala, saatnya bagimu untuk terbang," kata Ho Chen kemudian dia melempar pedang nya ke atas kepalanya.
"Tehnik Pedang Terbang."
Pedang Cakrawala Ho Chen mulai bergerak dengan sendirinya dan kemudian berputar-putar di atas kepalanya.
"Tehnik Raja Api - Roh Pedang."
Pedang Cakrawala tiba-tiba mengeluarkan Api Biru dan Kemudian bergerak cepat kearah Planet Es tersebut.
Ho Chen berencana akan menembus es tersebut dan akan memotong tubuh She Long dari dalam.
Belum sempat Pedang Cakrawala tiba di planet es buatan mereka, mendadak ada retakan dari es tersebut, retakan semakin melebar dan kemudian planet Es tersebut hancur berkeping-keping sebelum Pedang Cakrawala tiba.
She Long kembali terlihat, namun kali ini tubuhnya mulai berubah lagi. Ekor panjang segera terlihat dimana ujung ekornya di selimuti oleh api bagai rambut api yang melambai-lambai.
"Dia masih memiliki kekuatan yang ia sembunyikan dari kami? Sepertinya dia akan lebih merepotkan dari pada Singa itu!" gumam Ho Chen.
Chinmi hanya bisa tersenyum kecut, sudah habis-habisan dia dan Ho Chen menyerang She Long, namun ternyata She Long masih memiliki kekuatan yang lebih besar yang She Long sembunyikan.
"Kalian tidak tahu jika tubuh manusia yang aku pakai ini adalah tubuh yang paling sempurna, jadi jangan pernah meremehkan ku!" kata She Long.
Ho Chen menyipitkan matanya karena merasa ada yang aneh dari She Long, "Kemana pedang yang ia pegang tadi?" tanya Ho Chen sambil memperhatikan tangan She Long yang sudah tidak memegang Pedang Tulang Naga nya lagi.
__ADS_1
Chinmi justru berpikir lain, Chinmi mulai berpikir saat kekuatan dirinya dan Ho Chen ternyata masih belum cukup untuk mengalahkan She Long, "Apakah Sang Buddha tidak salah memilih murid?" batin Chinmi.
Chinmi merasa mustahil untuk mengalahkan She Long walau dia sudah bekerja sama dengan Ho Chen, karena itu dia merasa dirinya dan Ho Chen bukan orang yang tepat untuk mengalahkan She Long.