PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Tidak bisa mengendalikan kekuatan


__ADS_3

"Mereka datang secara bersamaan, jika begini kita tidak akan mungkin bisa menang!" kata Ho Chen.


"Saudara Chinmi, sebenarnya ada apa? Dan siapa yang di maksud dengan tamu undangan yang lain?" tanya Jiu Heng.


"Kalian semua dengar! Saat ini kita semua dalam masalah besar, jadi aku sarankan kalian semua secepat mungkin meninggalkan tempat ini!" kata Ho Chen.


Semuanya terkejut ketika Ho Chen berkata demikian, mereka semua yang ada di sana saling berbicara masing-masing kepada rekan mereka.


"Apa maksudmu? Ini tempatku, kenapa aku harus meninggalkan tempat ini, dan masalah besar seperti apa yang akan datang?" tanya Jiu Sha.


"Kalian mungkin masih belum tahu, yang akan datang adalah para mahluk yang memiliki kekuatan yang sangat besar, jika sampai kamu harus bertarung di sini, tidak hanya wilayah Sekte mu saja yang kan hancur, melainkan sebagian dunia ini juga bisa musnah!" kata Ho Chen.


"Tidak mungkin! Mana ada sebuah pertarungan bisa menghancurkan separuh dunia, memangnya pertarungan yang seperti apa, apakah yang akan bertarung adalah para Dewa?"


Jiu Sha dan semuanya merasa jika perkataan Ho Chen tidak masuk akal, Jiu Sha tahu jika pertarungan seorang pendekar Sihir Elemen Alam bisa menghancurkan separuh wilayah sebuah Sekte, dan jika para Pertapa yang bertarung adalah para pertapa, maka mereka bisa menghancurkan seluruhnya wilayah sekte bahkan satu Kerajaan sekalipun bisa musnah.


Namun jika seseorang bertarung sampai mampu menghancurkan separuh dunia, itu seperti sebuah lelucon.


"Terserah kalian saja mau percaya atau tidak, yang jelas aku sudah memperingatkan kalian semua!" kata Ho Chen.


"Mereka datang..!" kata Ho Chen.


Jiu Sha, Jiu Heng dan semua yang ada di sana ikut menatap kearah yang di tatap oleh Ho Chen dan Chinmi, tidak lama kemudian terlihat empat sosok sedang terbang kearah mereka.


"Mahluk apa itu?" tanya Jiu Heng.


Mereka semua terkejut karena yang datang ternyata mahluk aneh dengan wujud mereka yang aneh kecuali Qie Yin.


"Tunggu! Sepertinya aku pernah melihat mahluk yang seperti batu hitam itu," kata Jiu Sha.


Jiu Sha ingat jika dia pernah melihat sosok bertubuh batu hitam saat di pertempuran, dia juga ingat jika sosok yang memiliki tubuh batu hitam itu pernah bertarung menghadapi Chinmi.


Mereka berempat berhenti di udara dan menatap ke arah Ho Chen dan juga Chinmi.


Seluruh murid Sekte Bukit Matahari keluar, para pendekar pilar dan satu pendekar sihir juga ikut keluar.


"Tidak ku sangka aku akan bertemu denganmu lagi di sini murid Cao Yuan!" kata She Long yang masih melayang di udara.


Ho Chen tidak menjawab, dia hanya menatap tajam kearah She Long dan begitu juga dengan She Long yang menatap tajam kearah Ho Chen.


"Qie Yin apa mereka menyakiti mu? Kemarilah sekarang aku akan melindungimu!" kata Chinmi kepada Qie Yin.


Qie Yin bingung saat Chinmi menatap kearahnya dan berbicara padanya, dia menoleh kerah Ye Shi yang ada di sampingnya dan berpindah menatap kearah Huo Lang dan juga She Long, namun tidak satupun dari mereka yang merespon ketika Chinmi menyebut nama Qie Yin.


"Apa kamu bernama Qie Yin?" tanya Qie Yin kepada She Long.


"Dewi, bukankah dari pertama kami sudah memberi tahu nama kami!" jawab She Long.


"Lalu siapa yang dia panggil nama Qie Yin itu?" tanya Qie Yin.


Ye Shi hanya mengangkat bahunya, begitu juga dengan Huo Lang.


Qie Yin kembali menatap kembali kearah Chinmi dan dia menatap matanya, dia memperhatikan Chinmi dengan seksama dan dia merasa tatapan Chinmi seperti pernah ia lihat.


"Siapa yang kamu ajak bicara!" tanya Qie Yin.


Chinmi mengerutkan dahinya saat Qie Yin balik bertanya padanya, dia merasa Qie Yin seperti tidak mengenalinya.


"Qie Yin, apakah kamu tidak mengenaliku?"


"Namaku bukan Qie Yin!"


"Namamu bukan Qie Yin, lalu siapa kamu?"


Chinmi mulai terbang keudara dan berhenti tepat di hadapan Qie Yin dengan jarak dua meter.


Ho Chen segara menyusul Chinmi sedangkan Jiu Sha dan semuanya hanya bisa menatap mereka dari bawah tanpa mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan.


"Qie Yin! Qie Yin! Sepertinya aku pernah mendengar nama itu!" Jiu Heng berpikir keras dia merasa seperti pernah mendengar nama Qie Yin.


"Chinmi, jangan gegabah! Tetaplah waspada, aku yakin saat ini gadis ini sudah hilang ingatan, atau mungkin ingatan nya di segel oleh She Long!" kata Ho Chen berbicara kepada Chinmi melalui pikirannya.

__ADS_1


"Terima kasih senior, jika memang benar Qie Yin lupa karena ingatannya di segel, maka aku akan berusaha untuk membuka segel tersebut," Chinmi menjawab melalui pikirannya juga.


"Dia memanggilku Dewi Kegelapan, jadi aku menganggap jika saat ini namaku adalah Dewi Kegelapan!" jawab Qie Yin.


Mata Chinmi melotot setelah Qie Yin mengganti namanya dengan nama Dewi Kegelapan.


"Namamu Qie Yin bukan Dewi yang kamu maksud, jadi cobalah ingat, dan jika kamu bisa patahkan segel yang mengekang ingatanmu!" kata Chinmi.


"Apa..? Segel apa maksud...!" Qie Yin belum sempat menyelesaikan kalimatnya karena tiba-tiba kepalanya mulai terasa sakit.


"Apakah jika nanti aku menghilang apakah kamu akan mencari ku?"


"A-aku mencitaimu!"


Bayangan dan suara mulai mengisi kembali ingatannya, Qie Yin bisa merasakan jika suara yang ia masuk di ingatannya itu adalah suaranya, namun dalam ingatannya itu dia sama sekali tidak bisa mengingat wajah laki-laki diingatnya, terlebih lagi semuanya terlihat sangat kabur berwarna putih.


"Qie Yin..!" Chinmi berniat ingin menghampiri Chinmi yang terlihat kesakitan, namun Ye Shi lebih dulu menghadangnya.


"Jangan coba-coba mendekati Dewi kami, sebaiknya kamu menghadapi ku saja!" kata Ye Shi.


Chinmi merasa geram, dia sangat marah karena Ye Shi menghalangi dirinya untuk mendekati dan menolong Qie Yin.


"Menyingkir lah dari hadapanku!" kata Chinmi dengan tatapan marah.


"Boleh saja, namun hadapi dulu kami!" Huo Lang juga berdiri di samping Ye Shi.


Ho Chen ingin mendekati Chinmi, namun She Long muncul di hadapannya.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkannya karena kamu akan menghadapi ku!" kata She Long.


Ho Chen hanya bisa mengepalkan tangannya dengan erat, tidak masalah baginya jika harus bertarung menghadapi She Long, namun saat ini dia khawatir karena Chinmi saat ini harus menghadapi dua mahluk sekaligus, dan kekuatan masing-masing dari mereka melebihi kekuatan Chinmi.


Disisi lain Qie Yin masih merasakan sakit di kepalanya dan banyangan ingatan yang tidak jelas akan masalalunya yang masih belum jelas terus membayangi ingatannya.


"Aku bilang menyingkir dari hadapanku!" seru Chinmi sekaligus melepaskan energinya yang sangat besar.


Chinmi tidak berubah wujud ke mode Dewa nya, dia tahu jika dirinya berubah ke wujud mode Dewa sekaligus tidak akan cukup untuk mengalahkan Ye Shi dan Huo Lang.


Chinmi sengaja melepaskan energinya agar Jiu Heng dan seluruh anggota Sekte Bukit Matahari segera pergi dan sekaligus memberi tanda kepada Lio Long dan juga Yinfei agar segera datang.


Jiu Heng dan Jiu Sha terkejut bukan main karena sebagian tanah hampir hancur akibat ledakan energi tersebut, dan tidak lama kemudian keterkejutan mereka bertambah ketika Ho Chen dan She Long juga memulai pertarungan mereka.


Separuh dunia mulai bergetar, dan awan yang masih menjatuhkan butiran es kini berubah menjadi hitam, dan petir menyambar ke berbagai arah.


"Bukankah kamu sudah memiliki kekuatan Dewa? Kenapa kamu tidak menggunakan nya, apa kamu pikir dengan kekuatanmu ini bisa mengalahkan kami? Jangan menganggap remeh kami manusia!" kata Ye Shi kemudian dia juga melepaskan energi yang sangat besar begitu juga Huo Lang.


Kekuatan kedua mahluk tersebut sudah lebih dari cukup untuk menarik perhatian Lio Long, Yinfei, Xi Liyi, Bai Ying dan Lang Yu.


Begitu juga dengan Hanzi dan Feng Ying beserta pecahan energi lainnya, dan yang tidak di ketahui oleh mereka adalah Cao Yuan yang ternyata hampir tiba di Dunia dengan membawa dua Dewa untuk menghilangkan awan beku yang sudah hancur.


Jiu Heng beserta seluruh anggota Sekte Bukit Matahari baru sadar jika yang dikatakan oleh Ho Chen memang benar.


Kini dia beserta seluruh anggota sekte nya harus bisa berusaha pergi meninggalkan tempat tersebut karena secara tiba-tiba tanah langsung berlubang dan sebagian mulai terbelah tanpa ada serangan nyasar dari mereka.


Ho Chen dan Chinmi menyadari hal itu, namun mereka tidak memiliki pilihan lain selain bertarung di sana.


"Sihir Dewa Petir."


"Sihir Api Matahari."


Ye Shi melepaskan petir yang sangat besar kearah Chinmi dan disusul oleh Huo Lang.


"Sihir Tanah - Tubuh Tanah."


Chinmi menyerap tanah yang ada di bawah dan dengan waktu singkat, tanah tersebut membungkus tubuh Chinmi sehingga Chinmi terlihat seperti manusia tanah.


Suara menggelar dari petir yang di lepaskan oleh Ye Shi terdengar sangat keras, dan suhu panas juga terasa lebih panas ketika Huo Lang melepaskan semburan api ke tubuh Chinmi yang terbungkus oleh tanah.


Tanah yang membungkus tubuh Chinmi memerah karena terbakar, namun Chinmi yang berada di dalamnya tidak merasakan panas karena dia sudah melepaskan energi es di dalam tubuhnya.


"Pukulan Bara Api."

__ADS_1


Huo Lang menyerang dengan kepalan tangan yang sudah merah menyala bagai api dan berniat memecahkan tanah yang menutupi tubuh Chinmi.


Chinmi ternyata juga membuat kepalan tangan dari api, namun dengan masih berwujud tanah dia juga menyambut serangan Huo Lang.


Sebuah ledakan cincin api terlihat dari kedua pukulan yang sama-sama mengandung energi api sedang beradu, dan tanah yang membungkus tubuh Chinmi juga hancur.


Chinmi terseret mundur beberapa meter kebelakang, sedangkan Huo Lang masih tetao berada di tempatnya.


Ye Shi secepat mungkin bergerak kearah Chinmi untuk memberikan serangan susulan, walau dia tidak menggunakan kekuatan aslinya, namun itu saja sudah cukup untuk membuat Chinmi terluka atau mati, karena Chinmi juga tidak mengaktifkan mode Dewa nya.


Chinmi yang baru mendapatkan keseimbangan tubuhnya terkejut saat melihat Ye Shi mengarah tapaknya kearah nya.


"Arghhh...!!!"


Ketika tapak Huo Lang yang dialiri petir hampir mengenai tubuh Chinmi, dengan cepat pula Chinmi melepaskan kekuatan Dewa nya.


Tubuh Ye Shi terhempas karena terkena ledakan energi Chinmi dan dia secepat mungkin menstabilkan tubuhnya.


"Akhirnya kamu melepaskan kekuatan Dewa mu!" kata Huo Lang.


Tanah yang berada di bawah juga hancur berantakan dan seluruh bangunan Sekte Bukit Matahari hancur tak tersisa, dan beruntungnya seluruh anggota Sekte sudah pindah dengan cepat dengan melewati jalan pintas agar lebih cepat pergi sejauh mungkin dari pertempuran mereka.


Rasa sakit di kepala Qie Yin mulai mereda, dan dia melihat kearah Chinmi yang saat ini tubuhnya sudah di selimuti oleh aura berwarna emas, dan Lingkaran berwarna emas di belakang kepala Chinmi juga terlihat.


Qie Yin berpindah menatap ke atas dimana saat ini She Long sedang berhadapan dengan Ho Chen, dan terlihat jika pertarungan mereka berdua seimbang.


"Dia sudah membuat kepala ku sakit, namun aku tidak akan membunuhnya, siapa tahu dia memang tahu akan siapa diriku ini! Jadi aku akan membunuh nya saja!" kata Qie Yin.


Dia berpikir mungkin Chinmi mengetahui sesuatu akan dirinya sehingga tidak akan menyerang Chinmi.


Qie Yin berniat untuk menyerang Ho Chen dan membunuhnya terlebih dahulu, setelah itu dia berencana akan menangkap Chinmi untuk mencari tahu apakah Chinmi benar-benar mengetahui akan siapa dirinya.


Qie Yin mengarahkan telapak tangannya kearah Ho Chen dan juga She Long dan kemudian sesuatu terpancar dari telapak tangan nya.


***


Ho Chen dan She Long bertarung diatas pertarungan Chinmi yang sedang melawan kedua mahluk tersebut.


Ho Chen sengaja terbang dan bertarung lebih tinggi karena tidak mau membuat kehancuran serius.


Namun tetap saja pertarungannya masih saja membuat kehancuran, walau dia hanya mengunakan hampir sebagian dari kekuatannya, tetap saja imbasnya masih berdampak.


Serangan pukulan dan serangan sihir yang berbenturan membuat daya yang mampu membuat tanah berlubang, namun energinya tidak terlihat oleh mata.


"Percuma saja, sampai kapanpun kamu tidak akan bisa mengalahkan ku!" kata She Long.


"Jangan merasa puas diri dulu, aku tidak menggunakan kekuatan penuh ku karena aku tidak mau dunia ini hancur," kata Ho Chen sambil bertahan dan menyerang She Long.


She Long juga tidak menggunakan kekuatan penuhnya karena tidak mau jika dunia itu hancur, bukan karena peduli, namun karena She Chin dan para Pendekar dari Sekte aliran hitam berada di dunia tersebut.


Jika sampai She Long menggunakan kekuatan penuhnya, maka sudah pasti sebagian dunia akan hancur dan pastinya She Chin dan yang lainnya pasti akan mati.


She Long tidak mau itu terjadi karena She Chin dan yang lainnya akan sangat berguna untuk meningkatkan kekuatan Qie Yin.


Ho Chen dan She Long kembali maju untuk mengadu pukulan mereka, namun tiba-tiba saja tubuhnya seperti tidak bisa digerakkan, begitu juga dengan She Long yang juga tidak bisa mengerakkan tubuhnya.


"Ada apa ini?" She Long mengira itu adalah perbuatan Ho Chen, namun ternyata Ho Chen terlihat juga tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Mereka berdua secara bersama-sama menoleh kebawah dan terlihat Qie Yin sedang mengarahkan telapak tangannya kearah mereka, dan terlihat ada sesuatu yang terpancar dari telapak tangan Qie Yin.


"Apa-apaan Dewi ini! Apa dia juga berniat menyerang ku juga?" batin She Long.


Kekuatan Qie Yin terlihat tidak terkontrol dan terlihat jelas jika Qie Yin tidak bisa mengendalikan kekuatan miliknya dengan sempurna sehingga setiap serangnya bisa mengenai siapa saja, baik itu lawan maupun teman.


"Kamu pikir bisa menahan gerak tubuhku dengan cara ini?"


Ho Chen segera melepaskan aura Raja dan diikuti dengan aura Kaisar, kedua Aura tersebut berhasil menetralisir tekanan dari Qie Yin dan kemudian Ho Chen menggunakan ilmu ruang waktunya berpindah ketempat Qie Yin.


Ho Chen berniat memberikan serangan kejutan kepada Qie Yin, sedangkan She Long terkejut karena Ho Chen tenyata sudah berpindah tempat, dia khawatir Qie Yin bisa di kalahkan karena Qie Yin belum bisa mengunakan kekuatannya, apa lagi jika sampai bertarung dari jarak dekat, Qie Yin pasti tidak akan bisa menang karena dia belum bisa bertarung dari jarak dekat.


"Maafkan aku, ini terpaksa ku lakukan demi kebaikanmu dan juga temanku!" kata Ho Chen kemudian dia mengarahkan pukulan ke arah Qie Yin.

__ADS_1


Ketika pukulan Ho Chen yang dialiri es itu hampir mengenai Qie Yin, sebuah pelindung berwarna hitam menahan serangan tersebut.


"Perisai pelindung?" batin Ho Chen, dia tidak menduga jika Qie Yin sudah sangat siap untuk menerima serangan kejutannya.


__ADS_2