PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Seruling Giok


__ADS_3

Ratusan tahun sudah berlalu sejak Cao Yuan menyerahkan kitab tersebut kepada mereka. Namun hingga saat ini pemilik yang dimaksud tidak juga muncul sehingga Huo Long berniat untuk memberikannya kepada Chinmi, karena dia atau naga yang lainnya tidak bisa melatih ilmu beladiri kepada Chinmi.


Yang bisa mereka berikan adalah melatih Chinmi dengan ilmu Sihir Elemen, sedangkan untuk latihan bela diri, Huo Long berharap kitab pemberian Cao Yuan itu yang akan membantu Chinmi untuk menguasai ilmu beladiri dengan sempurna.


"Baiklah Huo Long, kami serahkan semua keputusan ini padamu!" kata Feng Long karena dialah yang saat ini memegang pedang pusaka tersebut.


Semuanya akhirnya setuju jika keputusan akan diserahkan kepada Huo Long, kecuali Bing Long yang lebih dulu pergi dari sana. Huo Long adalah Naga terkuat dari semuanya sehingga semua keputusan memang lebih cocok di serahkan padanya.


Mereka semua akhirnya kembali ke istana emas, sedangkan Huo Long kembali menoleh kebelakang dan melihat Chinmi yang saat ini berjalan menuju ke gubuknya, "Aku Percayakan semuanya nanti padamu, dan semoga keputusanku memilihmu adalah keputusan yang tepat!" gumam Huo Long kemudian berbalik dan berjalan ke arah bangunan istana emasnya.


Chinmi berjalan kearah gubuknya dengan lemas, saat dia mau masuk kedalam, sebuah suara memanggilnya, "Sepertinya kamu berlatih sangat keras hingga tubuhmu selemas ini!"


Chinmi mengenali suara tersebut dan langsung berbalik untuk menyambut pemilik suara tersebut, "Guru, kenapa lama sekali baru datang?"


Pemilik suara tersebut tidak lain adalah Fan Yuzhen yang datang menjenguk Chinmi, "Ah.. maafkan aku jika aku lama untuk datang, kamu tahu sendiri jika aku sangat sibuk diluar sana!" kata Fan Yuzhen yang kemudian membantu Chinmi yang terlihat sangat lelah untuk masuk kedalam gubuknya.


Setelah berada di dalam gubuk, Chinmi duduk di lantai kayu ranting yang tersusun rapi, "Guru ceritakan padaku apa saja yang sedang terjadi di dunia luar!" pinta Chinmi.


"Tentu saja..!" kata Fan Yuzhen yang juga tidak sabar ingin menyampaikan kabar dunia luar, terlebih lagi kabar kali ini pasti akan membuat Chinmi sangat senang.


Fan Yuzhen sempat mampir ke kerajaan Bumi Barat untuk menemui Li Fang, dia bertemu dengan Li Xiang dan Zhinie sekaligus Yue Rong dan juga mertua Li Fang.


Atas permintaan Chinmi kepada Fan Yuzhen untuk mencari tahu kabar akan keluarganya, Fan Yuzhen menyampaikan jika Chinmi sekarang memiliki adik sepupu.


Yang di maksud adik sepupu oleh Fan Yuzhen adalah anak Li Fang dengan Yue Rong. Li Fang dan Yue Rong saat ini sudah memiliki satu putri berumur 3 tahun yang bernama Li Yue Hua.


Nama itu gabungan dari nama keluarga Li dan juga diambil dari nama ibunya, Yue artinya Bunga dan Hua artinya Bulan, sedangkan wajahnya Yue Hua memang seindah bulan dan secantik bunga.


Chinmi senyum-senyum sendiri mendengar cerita dari gurunya, ingin rasanya ia pulang untuk melihat ke bahagiaan pamannya tersebut sekaligus melihat wajah adik sepupunya. Namun Chinmi tetap harus bersabar hingga latihannya benar-benar selesai.


Fan Yuzhen juga menceritakan jika saat ini Li Fang juga diangkat menjadi seorang Jendral oleh Raja Tao dan memimpin prajurit sebanyak 5000 pasukan.


Li Fang menggantikan kedudukan Fu Shen yang saat ini kabur dari istana dan di cap sebagai buronan istana.


Mendengar Fu Shen sekarang sudah menjadi tersangka atas fitnah dan juga sebagai otak utama yang membocorkan rahasia Kerajaan kepada kerajaan musuh, Chinmi bernafas lega.


Namun setelah itu dia baru teringat jika semua itu masih belum selesai, dengan kaburnya Fu Shen, itu artinya bahaya masih mengintai keluarganya.


"Lalu bagaimana dengan Ayah dan Ibu?" tanya Chinmi.


"Mereka baik-baik saja dan mereka menitipkan ini untukmu!" Fan Yuzhen menyerahkan sebuah seruling yang terbuat dari giok berwarna putih.

__ADS_1


Chinmi mengetahui seruling tersebut adalah milik kakeknya yang sudah tiada, dan dia melihat seruling tersebut berada di dalam kotak yang berada dikamar ayahnya.


Chinmi mengira jika seruling tersebut adalah seruling yang terbuat dari bahan kayu seperti bambu atau jenis lainnya. Namun dia baru tahu jika seruling tersebut ternyata terbuat dari batu giok.


Chinmi memegang seruling tersebut dan mengamati setiap detail dari seruling tersebut, sedangkan Fan Yuzhen menyampaikan pesan dari kedua orang tuanya agar Chinmi menjaga seruling tersebut dengan baik.


"Sekarang mainkanlah seruling itu!" kata Fan Yuzhen meminta Chinmi untuk memainkan seruling.


Chinmi yang masih terbawa suasana saat memandang seruling tersebut langsung menatap Fan Yuzhen dengan tatapan melongo.


"Guru...! Aku tidak tahu caranya bermain seruling," kata Chinmi membuat Fan Yuzhen hampir terjatuh.


"Aih...! Bagaimana Li Xiang bisa memberikan seruling pada anaknya yang tidak bisa memainkannya!" kata Fan Yuzhen kemudian mengambil seruling tersebut.


"Baiklah aku akan mengajarkanmu cara bermain seruling!" kata Fan Yuzhen yang bersiap untuk meniup seruling tersebut.


"Memangnya guru bisa bermain seruling?" tanya Chinmi sehingga Fan Yuzhen tidak jadi meniup seruling nya.


"Kamu meragukanku?" tanya Fan Yuzhen.


"Emm.. Tidak dan iya..!?" kata Chinmi.


"Chinmi, aku ini dulu besar di keluarga Li, jadi aku juga pernah mempelajari seni musik seperti seruling, kecapi, dan beberapa musik-musik lainnya. Hanya kamu saja keluarga Li yang paling bodoh!" kaya Fan Yuzhen.


"Benar juga...!" Fan Yuzhen baru ingat jika Chinmi tumbuh besar bukan didalam keluarganya, melainkan tumbuh besar dengan para Hewan Iblis.


"Kalau begitu aku akan mengajarkanmu cara memainkan seruling ini, jadi dengarkanlah dulu caraku memainkan seruling ini!" kata Fan Yuzhen.


Chinmi mengangguk kemudian Fan Yuzhen meletakan ujung seruling yang terdapat satu lubang berjarak lebih jauh dari lubang-lubang lainnya yang saling berdekatan.


Fan Yuzhen menarik nafas dalam-dalam dan menutup matanya kemudian mulai meniup seruling tersebut. Nada-nada keluar dari seruling tersebut.


Permainan seruling Fan Yuzhen terdengar hingga ke dalam Istana emas sehingga ke delapan Naga yang sedang bermeditasi merasa nyaman dan menikmati alunan suara seruling yang indah itu.


Mereka ingin keluar untuk melihat siapa yang memainkan suara seruling yang begitu indah, namun sangking enaknya suara alunan seruling tersebut, mereka lebih memilih menikmatinya dan bermeditasi lebih mendalam.


Para Hewan Iblis yang berada di sana juga menikmati suara alunan suara seruling tersebut, seakan-akan alunan seruling tersebut adalah suara pengantar tidur.


Semuanya hanyut dalam irama dan membuat malam di dunia bawah laut semakin damai. Chinmi sendiri juga terpesona akan permainan Fan Yuzhen, dia sendiri tidak sadar jika Fan Yuzhen sendiri sudah menghentikannya permainan sekelilingnya.


"Chinmi..!" Fan Yuzhen memanggil Chinmi yang masih larut sehingga Chinmi membuka matanya.

__ADS_1


"Ah... Guru, kenapa berhenti?" tanya Chinmi yang merasa ketagihan untuk mendengarkan suara seruling tersebut.


"Kamu ingin belajar atau ingin mendengarkan saja?" tanya Fan Yuzhen.


"Tentu saja aku mau belajar," kata Chinmi dengan antusias.


"Baiklah ini peganglah."


Fan Yuzhen menyerahkan seruling itu kembali kepada Chinmi kemudian mulai memberi petunjuk cara-cara memainkannya.


"Keenam Lubang kecil ini akan mengeluarkan nada berbeda, dan jika kamu menutup tiga satu lubang di atas dan satu lubang di bawah sekaligus menutup satu lobang nomor 3 dari bawah akan menghasilkan suara yang berbeda. begitu juga dengan yang lain."


Fan Yuzhen terus menjelaskan secara rinci dasar-dasar memainkan seruling tersebut, setelah beberapa saat, Fan Yuzhen meminta Chinmi untuk mempraktekkan nya.


"Sekarang coba kamu mainkan dan ikuti petunjuk yang aku berikan tadi!" kata Fan Yuzhen.


Chinmi mengangguk kemudian meletakkan ujung seruling tersebut ke bibirnya. Chinmi menarik nafas panjang kemudian menutup kedua matanya berniat untuk memberikan suara alunan yang indah.


Chinmi meniup seruling tersebut dan kemudian.


Puff... Tut... puft..!!"


Bukannya nada indah yang keluar justru suara pecah tidak karuan yang keluar. Fan Yuzhen sampai terpental jatuh karena kaget saat mendengar alunan pecah dari seruling yang dimainkan oleh Chinmi.


Suara alunan pecah tersebut juga terdengar hingga kedalam istana emas sehingga kedelapan Naga yang sedang bermeditasi langsung pecah konsentrasinya, dan mereka semua keluar untuk melihat siapa yang memainkan seruling dengan alunan hancur tersebut.


Bukan hanya itu, para Hewan Iblis yang sebelumnya sudah nyenyak tertidur karena permainan Fan Yuzhen, kini mereka langsung terbangun dan langsung pergi manjauh karena takut.


"Hentikan Chinmi..!" teriak Fan Yuzhen.


Chinmi sendiri langsung menghentikan permainannya, "Guru, kenapa suara seruling nya tidak sama?" tanya Chinmi.


"Menurutmu bagaimana?" Fan Yuzhen balik bertanya.


"Berantakan..!" jawab Chinmi yang sadar jika permainan seruling nya hancur.


"Baguslah jika kamu sadar!" jawab Fan Yuzhen.


"Apa yang terjadi di sini?" Huo Long datang dengan mata merah karena marah.


Fan Yuzhen hanya menggaruk kepalanya setalah melihat Huo Long dan ketujuh Naga lainnya juga datang, dan semuanya terlihat marah.

__ADS_1


Fan Yuzhen pun menceritakan jika dirinya sedang mengajarkan cara bermain seruling kepada Chinmi, sedangkan Chinmi yang bersalah karena sudah mengganggu para Naga tersebut karena suara seruling nya yang hancur segera meminta maaf.


"Sepertinya butuh waktu lebih untuk ku berlatih!" kata Chinmi setelah ke delapan Naga tersebut kembali ke istana. Namun Chinmi juga mendengar umpatan mereka saat mereka berjalan ke dalam istana emasnya.


__ADS_2