
***
"Sihir Api Neraka."
Huo Lang melemparkan serpihan api yang jumlahnya tidak bisa di hitung kearah Lio Long dan Yinfei.
Lio Long dan Yinfei segera melepaskan banyak butiran air untuk menahan serangan api tersebut.
"Sial! Jika seperti ini aku tidak akan bisa lolos dari mereka!" batin Huo Lang karena merasa sulit untuk mengalahkan Yinfei dan Lio Long sendirian.
"Segel Kurungan Air."
Yinfei membuat dinding air di sekitar pertarungan sehingga terlihat seperti planet yang terbuat dari air.
Yinfei melakukan hal itu agar Huo Lang tidak bisa kabur lagi, walau kemungkinannya sangat kecil, namun dia tetap berusaha.
"Menyerahkan Serigala bodoh, kamu sudah tidak akan kami biarkan lolos lagi!" kata Lio Long.
"Aku masih belum kalah, dan aku masih sanggup bertarung dengan kalian!" jawab Huo Lang kemudian dia mengubah seluruh tubuhnya menjadi api.
"Sungguh keras kepala sekali Serigala ini!" ucap Lio Long saat melihat Huo Lang yang sepertinya masih ingin melawan.
Huo Lang berteriak dengan sangat keras dan api yang menyelimuti tubuhnya membesar dan terlihat membentuk sebuah kepala Serigala Raksasa yang sangat besar.
Auuuuu!!
Lolongan Serigala api terdengar hampir ke seluruh alam semesta, bahkan suara lolongannya membuat seluruh dinding air seperti mendidih.
"Hentikan suara jelek mu itu!" kata Lio Long kemudian dia bergerak maju menyerang Huo Lang dengan sihir air.
"Sihir Dewa - Cincin Air Suci."
Lingkaran Air berbentuk bundar bagai cincin di lemparkan oleh Lio Long kearah Huo Lang untuk mengikatnya, namun setelah Cincin air tersebut mengenai tubuh Huo Lang, Cincin air tersebut menghilang jadi uap.
"Kau menyerang ku dengan sihir mainan seperti itu!" kata Huo Lang dengan nada menyindir kepada Lio Long.
"Sihir mainan katamu? Baik aku ingin melihat apakah kamu masih bisa bilang ini sihir mainan!" kata Lio Long kemudian dia mengerakkan telapak tangannya.
Lingkaran air yang berputar-putar di atas kepala Huo Lang berubah menjadi besar dan ukuran airnya semakin membesar.
Lingkaran tersebut berputar-putar sangat cepat dan turun mengarah ke tubuh Huo Lang yang tubuhnya masih terbungkus oleh energi api nya.
"Sihir Api Neraka Abadi."
Api di tubuh Huo Lang berubah menjadi hitam dan ujungnya yang berbentuk kepala Serigala membesar melebihi ukuran lingkaran air.
Kepala Serigala yang terbentuk dari api langsung melahap lingkaran air tersebut, tidak terlihat tanda-tanda sakit atau efek apapun saat lingkaran air tersebut di telan oleh kepala Serigala api.
"Lio Long, jangan mudah terpancing oleh perkataannya, tetaplah tenang dan kita hadapi dia dengan strategi," kata Yinfei.
"Maafkan aku Yinfei, aku terlalu terbawa suasana," kata Lio Long.
Dia baru sadar jika sebenarnya Huo Lang sengaja mengejek agar Lio Long marah dan menggunakan banyak energi nya untuk menyerangnya.
Yinfei justru menyadari akan hal itu, dia merasa jika Huo Lang sedang merencanakan sesuatu, namun dia tidak tahu pasti apa yang ada di pikiran Huo Lang saat ini, namun Yinfei yakin dia tidak akan bisa meloloskan diri dengan mudah karena dinding kurungan air yang mengurung mereka juga mengandung segel.
Sebenarnya saat ini Huo Lang sedang berusaha menyerap energi Alam, jika ada energi lain yang di arahkan padanya, maka kepala Serigala api akan menelannya, setelah itu energi yang di telan akan di serap oleh Huo Lang tanpa melakukan apapun.
"Apakah kalian sudah selesai?" tanya Huo Lang.
"Selesai katamu? Justru sekarang pertarungan baru akan di mulai," jawab Yinfei.
Yinfei mengerakkan-gerakan tangannya seperti sedang membuat sebuah mantra tangan, namun kecepatan gerakannya sangat cepat.
"Senior apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Lio Long.
"Aku akan memanggil Raja Singa Kematian!" kata Yinfei dengan tangannya yang sudah menyelesaikan mantra nya.
"Tahan dulu Yinfei, kami semua datang untuk membantu!"
Yinfei yang sudah siap untuk memanggil Raja Singa Kematian langsung membatalkannya ketika suara Cao Yuan terdengar dari arah belakangnya.
"De-Dewa Cao..!" Lio Long terkejut atas kemunculan Cao Yuan.
"Kau...!" Huo Lang juga sama terkejutnya.
"Dewa Cao, kenapa anda ada disini? Bagiamana dengan Mereka yang ada di dunia sana?" tanya Yinfei.
"disana sudah aman, sekarang kita urus yang ini dulu, pastikan dia bisa di kalahkan hari ini!" kata Cao Yuan kemudian dia menatap kearah Huo Lang.
Huo Lang sebelumnya yang sempat percaya diri jika dia masih bisa menandingi Yinfei dan Lio Long kini muali ragu.
Dia tidak akan pernah lupa akan siapa Cao Yuan, walau Cao Yuan tidak mungkin bisa membunhnya, namun dengan bantuan dari beberapa manusia yang memiliki kekuatan dewa, bukan tidak mungkin dia bisa terbunuh atau paling tidak dia bisa tersegel.
"Baiklah, sekarang kita bertiga akan menghadapinya bersama-sama!" kata Lio Long.
"Bukan bertiga, melainkan bertujuh! Jangan lupa jika masih ada kami disini!"
Suara Ho Chen terdengar dan tidak lama kemudian, Ho Chen, Chinmi, Xi Liyi, dan Hanzi muncul di hadapan mereka semua.
"Kalian semua..!" Lio Long terkejut sekaligus merasa senang setelah kedatangan Ho Chen dan yang lainnya.
"Jika Lima manusia berkekuatan Dewa saja mampu menyegel satu mahluk, bagaimana jika bertujuh? Apakah kira-kira dia bisa di musnahkan?" kata Xi Liyi sekaligus bertanya.
__ADS_1
"Tentu saja..!" jawab Yinfei.
Huo Lang hanya bisa menatap mereka dengan semangat yang mulai menurun, bahkan api hitam yang membungkus tubuhnya juga mulai mengecil.
Sekarang sudah lebih dari kata cukup untuk melenyapkan Huo Lang, apa lagi ada Cao Yuan dan Ho Chen disana, pastinya Huo Lang sudah tidak memiliki harapan lagi untuk bisa kabur.
"Apakah She Long dan Ye Shi sudah kalah? Tidak mungkin, mereka pasti berhasil lolos dan melarikan diri! Kurang ajar, mereka sungguh tega tidak menolongku!" batin Huo Lang yang merasa kecewa dan marah kepada She Long dan juga Ye Shi.
"Huo Lang, sekarang bersiaplah, kamu sudab tidak akan bisa lagi lolos hari ini! Sebaiknya kamu menyerah dan kami tidak akan menggunakan kekerasan padamu!" kata Ho Chen.
Chinmi sendiri terlihat seperti fokus terhadap Huo Lang, dia justru terlihat seperti orang aneh yang baru datang ketempat asing.
Ini untuk pertama kalinya dia berada di luar angkasa, Chinmi merasa sangat kagum bisa melihat banyak bintang, matahari, batu-batu yang beterbangan dan masih banyak lagi.
Yang lebih membuatnya merasa tidak percaya, dia bisa bernafas di luar angkasa yang sama sekali tidak ada oksigen, dan terlebih lagi di luar angkasa adalah ruang hampa dimana semua hanya bisa melayang-layang tanpa ada gravitasi ataupun atmosfir.
Lio Long menyenggol Chinmi saat dia melihat Chinmi seperti tidak fokus terhadap tugas dan tujuannya.
"Apa yang kamu lihat?" tanya Lio Long.
"Aku..! Tidak ada," kata Chinmi yang merasa malu kepada Lio Long.
"Kalau begitu fokuslah!" kata Lio Long.
"Ba-baik..!"
"Kalian semua adalah sekumpulan Dewa pengecut yang hanya berani mengeroyok lawannya saja! Jika kalian punya nyali, hadapi aku satu persatu!" kata Huo Lang.
"Andai kamu bukan pembawa masalah dan maka petaka, tentu saja aku tidak keberatan untuk melawan mu satu lawan satu!" jawab Yinfei.
"Sudahlah jangan lagi hiraukan perkataanya, sekarang berpencar dan aktifkanlah Sihir Dewa kalian!" kata Cao Yuan.
mereka segera berpencar dan mengelilingi Huo Lang dari semua sisi, sedangkan Huo Lang hanya bisa mengumpat sebelum akhirnya tubuhnya mulai berubah.
"Jangan biarkan dia kembali ke wujud aslinya!" seru Cao Yuan.
"Sihir Dewa - Segel Batu Meteor."
"Sihir Dewa - Segel Air Suci."
"Sihir Dewa - Segel Dewa Api."
"Sihir Dewa - Segel Angin Surga."
"Sihir Dewa - Segel Loga Merah."
Ho Chen, Yinfei, Xi Liyi, Lio Long dan Hanzi melepaskan Sihir Dewa mereka masing-masing dan kini hanya tersisa Chinmi dan Cao Yuan yang tidak melepaskan Sihir Dewa mereka.
Kini semua melihat kearah Chinmi yang terlihat bingung akan menggunakan sihir apa.
"Aku tidak tau cara menggunakan Sihir Dewa!" kata Chinmi membuat mereka semua hampir membatalkan Sihir Dewa mereka karena mendengar pengakuan Chinmi.
"Aku lupa jika Chinmi baru menjadi Dewa Abadi, jadi dia masih belum di ajarkan cara menggunakan Sihir Dewa!"
"Kamu benar sekali Ho Chen, kalau begitu dia bisa menggunakan sihir biasa saja untuk menambah kekuatan pertahanan Segel kita!kata Yinfei.
Cao Yuan menepuk pundak Chinmi sambil tersenyum lembut padanya, "Kamu tidak perlu berkecil hati atau merasa tidak berguna, dulu Yinfei dan Ho Chen saat baru mencapai tingkat Dewa sepertimu juga tidak tahu cara menggunakan Sihir Dewa! Sekarang aku akan mengirimkan padamu akan bagaimana cara menggunakan Sihir Dewa!"
Cao Yuan p kening Chinmi dengan satu jari telunjuknya, dan seketika itu juga Chinmi mengetahui semua cara menggunakan Sihir Dewa.
"Jadi tidak ada latihan khusus?" kata Chinmi bertanya karena merasa tidak percaya setelah mengetahui cara menggunakan Sihir Dewa.
"Hanya jika seseorang sudah memiliki kekuatan Dewa saja, itu sudah cukup bagi orang itu untuk bisa menggunakan Sihir Dewa!" kata Coa Yuan.
"Grrrrr!!"
Huo Lang yang sudah menjadi Serigala namun tubuhnya tidak bisa membesar karena tersegel oleh lima Sihir Dewa terlihat sangat marah, dia menunjukkan gigi besar nya yang tajam itu.
"Dengan gabungan kekuatan Lima Sihir Dewa ternyata masih belum cukup mampu!" kata Yinfei.
Saat pertama kali dia dan ke-empat manusia Dewa lainnya menyegel Huo Lang, dia tidak sekuat seperti sekarang.
"Chinmi, jika kamu sudah bisa menggunakan Sihir Dewa, cepatlah!" kata Xi Liyi.
"Akan aku coba!" kata Chinmi kemudian dia mulai menggunakan Sihir Dewa pertama nya.
"Sihir Dewa - Segel Naga Es."
"Chinmi tidak tahu elemen Dewa seperti apa, yang ia ketahui adalah elemen yang ia pelajari dari Naga Es Bing Long.
Chinmi mengubah tingkat kekuatan Naga Es sehingga setara dengan kekuatan Dewa.
Kabut putih berubah menjadi Naga raksasa yang besarnya hampir sama dengan tubuh She Long jika berubah ke wujud aslinya.
Kabut Naga tersebut menyemburkan kabut yang lebih tebal kearah Huo Lang.
"Auuuu!!!"
Lolongan Huo Lang yang sudah menjadi serigala terdengar sangat keras ketika Enam segel sudah mulai membuat bekerja semakin kuat.
"Dia sudah tidak berdaya, sekarang saat nya bagiku untuk melenyapkannya!" kata Cao Yuan kemudian dia mengeluarkan sebuah benda mirip kendi yang seperti terbuat dari emas.
"Saatnya bagimu untuk mati di dalam Kendi Emas milik Dewa Bintang Barat ini!" kata Cao Yuan kemudian dia berniat melemparkan kendi tersebut kearah Huo Lang.
__ADS_1
Kendi tersebut mampu melenyapkan siapapun, bahkan dewa sekalipun bisa binasa jika sampai terhisap kedalam kendi emas tersebut.
Namun tidak semudah itu untuk bisa menghisap dewa atau siapapun itu jika tubuh korbannya belum tersegel.
"Cukup Cao Yuan, jangan kamu teruskan lagi!"
Kendi di tangan Cao Yuan hampir saja dilemparkan kearah Huo Lang yang saat ini sudah tidak berdaya karena tersegel, namun tiba-tiba saja Dewi Kwan Im datang menghentikannya.
"Cao Yuan memberi hormat kepada Dewi Kwan Im!" Cao Yuan segera memberi hormat sedangkan Ho Chen juga ingin memberi hormat namun dia masih mempertahankan Segel nya.
"Kalian semua, lepaskanlah segel kalian, dia sudah tidak berdaya, jadi dia tidak akan kabur!" kata Dewi Kwan Im dengan senyum lembutnya.
Ho Chen segera menarik kembali segelnya dan segera memberi hormat kepada Dewi Kwan Im, namun yang lainnya seperti kebingungan.
"Kalian semua tidak perlu khawatir, apa kalian tidak kasihan melihatnya yang sudah tidak berdaya, apa lagi kakinya yang hilang satu, jadi lepaskanlah, aku jamin dia tidak akan kemana-mana!" Dewi Kwan Im kembali berbicara kepada mereka dengan lembut.
Cao Yuan dan Ho Chen memberi isyarat agar mereka menarik kembali segel mereka masing-masing, dan akhirnya semuanya menarik kembali segel mereka masing-masing kecuali Chinmi.
"Senior, kenapa kita harus percaya padanya?" tanya Chinmi yang seperti tidak yakin jika dia melepaskan segelnya Huo Lang akan menyerang atau kabur.
Dewi Kwan Im tersenyum lembut kepada Chinmi, sedangkan Cao Yuan dan Ho Chen sama-sama menepuk jidat mereka masing-masing.
"Aih, kenapa anak ini tidak bisa mengenali Sang Dewi Welas Asih!" kata Ho Chen.
"Tidak apa-apa biarkan saja, dia masih belum tahu jadi wajar saja dia bersikap seperti itu!" kata Dewi Kwan Im kemudian dia menaburkan sesuatu kearah Huo Lang.
Chinmi melihat ada butiran putih yang sangat halus bertaburan kearah Huo Lang dan dengan sigap Chinmi melepaskan sebuah perisai untuk menahan butiran air halus yang bercahaya itu.
Namun sayang karena butiran air bercahaya tersebut melewati perisai Chinmi tanpa terpengaruh oleh perisai buatan Chinmi.
"Apa-apaan!?"
Chinmi terkejut melihat perisainya sama sekali tidak bisa menghalangi butiran air milik Dewi Kwan Im.
Butiran tersebut mengenai tubuh Huo Lang, dan kemudian Segel milik Chinmi menghilang, sedangkan tubuh Huo Lang mulai kembali ke wujud manusia serigala nya dan lengan yang terpotong kini juga sudah muncul kembali.
"Tanganku! Tanganku ada lagi..!" Huo Lang merasa sangat senang karena tangannya sudah ada dan terasa lebih kuat dari tangan yang satunya.
"Dewi Kwan Im! Terima kasih atas kemurahan hati Dewi yang masih bermurah hati kepada hamba!" kata Huo Lang.
"Bermurah hati apanya, aku tidak berniat bermurah hati setelah apa yang sudah kamu dan kedua teman mu perbuat kepada Qie Yin," kata Chinmi kemudian dia mengeluarkan Cakram matahari nya.
"Chinmi hentikan!" Ho Chen menahan Chinmi agar tidak bertindak gegabah, apa lagi di hadapan Sang Dewi.
"Senior, kenapa senior tiba-tiba menghentikanku? Bukankah sudah tugas kita sebagai manusia Dewa untuk melenyapkan Mahluk ini! Kenapa sekarang senior justru ingin melindunginya? Dan siapa wanita itu?"
Ho Chen tersenyum canggung saat Chinmi bertanya akan siapa Dewi Kwan Im, "Chinmi tenanglah dulu, sekarang dengarkan aku baik-baik."
Ho Chen mulai menjelaskan alasan kenapa dia menghentikan dirinya agar tidak menyerang Huo Lang saat ini. Ho Chen juga menjelaskan akan siapa wanita cantik bercahaya di hadapannya.
Chinmi masih terlihat bingung, bagaimana tidak? Selama ini dia tidak terlalu mendalami Darma, dia hanya pernah mendengar beberapa nama Bodhisattva.
Walau dia tidak tahu, namun Chinmi tetap menurut dan segera memberi hormat kepada Dewi Kwan Im.
"Ma-maafkan atas ke lancangan hamba Dewi Kwan Im, mohon ampuni hamba!" kata Chinmi.
"Chinmi, kamu tidak perlu menyalahkan siapapun atas kejadian yang menimpa temanmu, semua itu adalah takdir," kata Dewi Kwan Im.
"Dewi, jika semua ini adalah takdir, apakah kekacauan yang mereka ciptakan juga termasuk dalam takdir?" tanya Chinmi.
"Segala akibat pasti ada sebab, semua akan terjadi karena sebab! Tenangkan pikiran dan suci kan hati serta pikiran, kelak semua masalah akan bisa kamu temukan solusinya," kata Dewi Kwan Im.
Chinmi terlihat bingung, dia butuh jawaban dari pertanyaan nya, namun Dewi Kwan Im justru memberinya sebuah pesan yang seperti teka-teki bagi Chinmi.
Dewi Kwan Im tersenyum lembut kemudian dia kembali berbicara kepada Chinmi.
"Kehidupan ini adalah fana dan fana adalah kekosongan, kosong adalah hampa, semua yang terlihat adalah ilusi!
Chinmi kelak jika kamu bisa mengerti akan semua ini, maka kamu akan tahu semua jawaban yang ingin kamu ketahui, dan kamu akan dapat menolong temanmu itu dengan mudah!" kata Dewi Kwan Im.
"Terima kasih atas pencerahannya Dewi, hamba akan selalu mengingatnya!" kata Chinmi walau dia sama sekali tidak mengerti.
"Huo Lang, sekarang kamu ikut aku, kamu akan menebus semua dosa-dosa mu dengan menjaga pintu Neraka sekaligus melayani Raja akhirat, jika masa hukuman mu sudah selesai semua yang pernah kamu miliki di masa lalu akan ku kembalikan, dan kamu akan kembali menjadi Serigala Bintang Utara! Apa kamu bersedia?" tanya Dewi Kwan Im.
"Hamba menerimanya Dewi, namun jika masa hukuman hamba sudah selesai, hamba ingin meminta satu permintaan!"
"katakanlah!"
"Hamba tidak ingin kembali menjadi Serigala Bintang Utara, hamba sudah tidak berminat lagi yang hamba inginkan adalah hukuman kepada panglima Liang Ti yang sudah membunuh anak serta istriku sehingga membuat hamba menjadi Serigala Siluman!" kata Huo Lang.
"Huo Lang, mungkin kamu tidak tahu jika sebenarnya pelakunya bukanlah Panglima Liang Ti, namun Raja Siluman lah pelakunya sebelum dia dan Dewi An Hei menyerang nirwana," kata Dewi Kwan Im.
Yang di maksud Dewi An Hei adalah Dewi Kegelapan dan Raja Siluman adalah She Long.
"Benarkah? Akan tetapi saat itu..!" Huo Lang masih mengingat dengan sangat jelas jika yang membunuh keluarganya adalah Panglima Liang Ti.
"Aku tahu mengerti kamu mungkin sangat sulit untuk mempercayainya, namun kamu harus bisa berpikir kenapa Panglima Liang Ti melakukan semua itu? Apa masalahnya? Jadi pikirkanlah kembali, dan sekarang kamu bisa berpikir di tempat barumu!" kata Dewi Kwan Im.
Huo Lang segera memberi hormat, "Terima kasih Dewi, hamba akan berusaha dengan baik dan akan menjalani hukuman yang Dewi berikan pada hamba!" kata Huo Lang.
Dewi Kwan Im mengangguk kemudian dia mengirim Huo Lang ketempat dimana dia harus menjalani hukuman nya.
Huo Lang tidak sempat melihat kearah Chinmi dan juga yang lainnya karena Dewi Kwan Im sudah memindahkan nya, sedangkan mereka semua terkejut setelah mengetahui akan semua kebenaran tentang Huo Lang kecuali Cao Yuan, namun Cao Yuan juga tidak mengetahui akan keseluruhan kebenarannya.
__ADS_1