PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pertempuran antar kekuatan maha dahsyat


__ADS_3

***


Ho Chen hanya menatap pertempuran dari atas langit sendirian, dia sama sekali tidak ingin ikut campur urusan peperangan yang terjadi di dunia Chinmi.


Ketika sedang mengamati pertempuran, Yinfei, Lio Long dan Xi Liyi datang setelah itu Jendral Lang Yu juga datang.


"Maaf jika membuatmu lama menunggu!" kata Xi Liyi.


Ho Chen hanya tersenyum lembut menyambut sapaan dari Xi Liyi kemudian kembali memantau pertempuran.


"Apa yang sedang terjadi di bawah sana?" tanya Lio Long.


"Mereka sedang bertempur!" jawab Ho Chen dengan singkat.


"Aku juga tahu jika mereka sedang bertempur, tapi apa masalahnya?" tanya Lio Long.


"Apakah sekarang kamu menjadi seperti perempuan yang selalu bertanya hingga sampai ke akar-akar nya?" Yinfei bertanya sekaligus mengangkat sebelah alisnya.


"Aku hanya ingin tahu saja!" jawab Lio Long dengan kulit wajah yang terlihat seperti semakin menua karena malu atas pertanyaan Yinfei.


"Keserakahan, hanya itu yang aku tahu!" ucap Ho Chen.


"Hah..! Di dunia manapun, baik itu dunia ku maupun dunia kalian semua, hal seperti ini pasti sering terjadi, Harta dan Tahta selalu di perebutkan dan yang harus menanggung resikonya pasti masyarakat kecil," kata Xi Liyi.


"Sebaiknya kita tidak perlu ikut campur urusan mereka, cukup mengamati saja pertempuran itu dari sini!" kata Yinfei.


Semuanya setuju, menurut mereka membantu mereka yang sedang bertempur tidak akan mengubah apapun, tidak ada yang tahu apakah jika pihak Chinmi menang kejahatan maupun kekacauan akan bisa di hentikan selamanya.


Saat mereka sedang mengamati pertempuran, mendadak ada cahaya merah keluar dari dalam tanah dan melesat ke udara sebelum akhirnya kembali turun dan mendarat di tempat Chinmi dan Qie Yin berada.


Sosok tersebut tenyata adalah She Long. Hanya Ho Chen yang mengenalinya, sedangkan Yinfei dan yang lainnya sama sekali tidak mengenali She Long, karana setahu mereka She Long tidak berwujud seperti itu.


"Siapa sosok itu?" tanya Xi Liyi.


"Dialah yang kita cari selama ini!" jawab Ho Chen.


Mata mereka semua melotot dan menatap kearah She Long yang sudah mulia melawan Chinmi, dan terlihat Chinmi sama sekali tidak bisa mengalahkan She Long.


"Jadi ini wujud tranformasi dirinya? Sungguh menyeramkan!" kata Xi Liyi.


"Sudahlah dari pada kita bicara kosong di sini sebaiknya kita membantu Chinmi, dia sudah tidak bisa melawannya lagi!" kata Ho Chen.


Mereka bersiap untuk pindah tempat, namun tiba-tiba kekuatan Chinmi meningkat dengan sangat drastis, bahkan kekuatannya mencapai ketigkat Dewa.


"Sejak kapan dia mencapai tingkat ini?" Lio Long jelas sangat terkejut, selama ini dialah yang melatih Chinmi sehingga dia sangat mengetahui kekuatan Chinmi.


Ho Chen tersenyum lebar,. Bukan tanpa alasan melainkan dia mengetahui jik sebenarnya Chinmi dan Long Wang sedang bertukar Jiwa.


Mereka berlima segera menghilang dan berpindah tempat di samping Chinmi sehingga membuat She Long terkejut.


"Kalian..!" She Long mengenali tiga di antara mereka, dia tidak akan lupa dengan wajah Yinfei, Lio Long dan Xi Liyi, sedangkan terhadap Ho Chen dan Jendral Lang Yu dia tidak mengenalinya.


Tidak hanya She Long yang terkejut melihat melihat kemunculan Ho Chen dan yang lainnya, Li Xiang dan semuanya juga ikut terkejut termasuk Qie Yin.


"Ho Chen..!" seru Li Xiang.


"Kalian semua datang kesini!" gumam Qie Yin.


"Itu si Kultivator!" seru Fan Yuzhen.


Ho Chen segera melepaskan aura Raja nya untuk menetralkan aura kematian dari She Long kepada semua orang sehingga membuat semua pasukan dan para pendekar termasuk para Pertapa dan Qie Yin bisa bernafas lega.


"Long Wang, kenapa kamu memaksa mengambil alih tubuh Chinmi, ini akan sangat berbahaya bagi tubuh Chinmi." kata Ho Chen melalui pikirannya.


"Aku tidak punya pilihan lain Ho Chen, jika aku tidak segera mengambil alih tubuh ini, bisa-bisa dia mati ditangan Naga Batu Sungai itu!" kata Long Wang.

__ADS_1


Long Wang sudah memikirkan semuanya, lebih baik Chinmi menahan kesakitan dari pada dia mati.


Ho Chen hanya menghela nafas panjang kemudian dia menatap ke arah Qie Yin yang sudah bisa bangkit kembali.


"Pergilah dan bawa gadis itu ketempat yang aman, pastikan She Long tidak bisa menemukan tempat kalian!" kata Ho Chen.


Long Wang ingin menjawab namun dua sosok lain juga muncul di samping She Long, mereka adalah Ye Shi dan Huo Lang.


Keempat pertapa melotot, meraka masih ingat kepada Ye Shi yang pernah meraka lawan di kerajaan Es Utara.


"Situasi nya semakin buruk, sebentar lagi pertempuran mereka akan terjadi, dan ini bukan lagi pertempuran para Pendekar biasa, melainkan akan terjadi pertempuran antar kekuatan maha dahsyat!" kata Xie Wen.


"Ho Chen, apa kamu yakin?" tanya lagi Long Wang.


Dia merasa tidak mungkin meninggalkan mereka bertarung dengan para mahluk tersebut.


"Mungkin kami tidak bisa membunuh mereka, namun sangat cukup untuk mengulur waktu untuk mu agar bisa pergi menyelamatkan gadis itu sekaligus dengan Chinmi!" kata Ho Chen.


"Baiklah jika itu mau mu!" kata Long Wang kemudian dia segera melesat kearah Qie Yin.


"Hentikan dia Ye Shi!" perintah She Long kepada Ye Shi.


Ye Shi segera terbang menyusul Long Wang namun Yinfei muncul bersama dengan Lang Yu dan menghadang Ye Shi.


"Jangan coba-coba mengeluarkannya!" kata Yinfei.


"Minggir lah jika kalian masih ingin hidup!" kata Ye Shi.


"Akan aku lakukan apapun untuk menyelamatkan nya walau aku harus mati!" kata Yinfei.


Ye Shi tertawa lepas saat mendengar pernyataan Yinfei, dia menatap tajam Yinfei dan Lang Yu kemudian berkata, "Tanpa teman-teman mu kalian berdua tidak akan bisa mengalahkan ku!" kata Ye Shi kemudian dia bersiap menyerang Yinfei dan Lang Yu.


Lang Yu segera mengarahkan Toya Emas nya dan bersiap untuk menyambut serangan Ye Shi kapan saja.


Sedangkan Yinfei juga memasang kuda-kuda dan segera maju menyerang kemudian mereka bertiga sama-sama melesat dan mengadu pukulan mereka.


Semua pasukan kerajaan Bumi Barat dan para sekte sekutu mereka ketakutan dan berusaha semampu mereka untuk menyelamatkan diri, sedangkan para Pertapa dan para Naga termasuk Tao Xi Lun berusaha membuat pelindung di belakang para pasukan mereka yang mundur.


Situasi seluruh tempat pertempuran berubah menjadi sangat menyeramkan ketika Yinfei dan Ye Shi memulai pertarungan mereka, seolah-olah seperti akan terjadi kiamat.


"Huo Lang, kenapa kamu terlihat khawatir seperti itu, ada apa?" tanya She Long.


"Manusia itu yang pernah aku hadapi dan dialah yang membuat aku kehilangan lenganku!" kata Huo Lang menunjuk kearah Ho Chen.


She Long menatap ke arah Ho Chen, dia juga dapat merasakan jika kekuatan Ho Chen setara dengannya.


"Huo Lang, dia adalah bagian ku, jadi kamu hadapi saja dua manusia itu!" kata She Long yang meminta Huo Lang melawan Lio Long dan Xi Liyi.


"Aku tidak keberatan, namun kenapa Lan Ying tidak juga datang?" tanya Huo Lang.


"Biarkan saja, lagi pula kita tidak membutuhkan Lan Ying hanya untuk melawan para manusia itu!" kata She Long dan kemudian dia bergerak ke arah Ho Chen.


Lio Long dan Xi Liyi sama-sama bersiaga saat She Long menuju ke arah mereka, sedangkan Ho Chen maju kearah She Long.


Huo Lang sendiri kini muncul dihadapan Lio Long dan Xi Liyi dengan tatapan mata yang begitu tajam.


"Kalian berdua akan menjadi lawanku!" ucap Huo Lang dan kemudian dia maju lebih dulu menyerang tanpa menunggu respon dari Lio Long dan Xi Liyi.


"Cih...!" Lio Long berdecak kesal karena Huo Lang tanpa basa-basi menyerangnya.


Mau tidak mau Lio Long dan Xi Liyi harus menghadapi Huo Lang, dan kekuatan mereka berimbang.


Suasana semakin mencekam ketika Lio Long dan Xi Liyi juga memulai pertarungannya. Awan semakin gelap dan beberapa gunung memuntahkan lava nya karena guncangan pertarungan mereka.


Kini ketiga Benua merasakan guncangan dahsyat tersebut, dan masing-masing pendekar terkuat berusaha untuk melindungi setiap wilayah mereka masing-masing.

__ADS_1


Ho Chen melihat ke seluruh tempat pertempuran, jika sebelum hanya ada retakan dan bongkahan tanah saja kini berubah menjadi lebih parah dan hancur bagai ada gunung raksasa yang hancur berserakan.


"Jika pertempuran terus berlanjut, bisa-bisa dunia ini akan hancur dan lenyap!" batin Ho Chen.


Dia menatap She Long yang seolah tidak peduli jika dunia tersebut harus hancur. Andai mereka semua menggunakan kekuatan penuh mereka, maka dunia bisa benar-benar akan hancur.


"Jadi kamu manusia yang pernah mengalahkan Ye Shi dan Huo Lang, dan apakah benar kamu adalah murid dari Cao Yuan!" tanya She Long.


"Benar, akulah yang pernah mengalahkan mereka berdua, jika kamu bertanya apakah aku adalah murid Cao Yuan, jawaban nya juga sama!" jawab Ho Chen sekaligus melepaskan Aura Kaisar nya.


"Berarti yang selama ini yang menteror dan menakut-nakuti mereka dengan Aura Kaisar adalah manusia ini!" batin She Long.


She Long sudah curiga jika Aura Kaisar yang pernah di rasakan oleh Ye Shi ketika di Kerajaan Es Utara dan yang di rasakan oleh Huo Lang saat menahan Huo Long di dunia lain bukanlah Cao Yuan.


"Sekarang aku sudah bertemu langsung dengan murid Cao Yuan, aku ingin tahu seberapa kuat dan hebat dirimu itu!" kata She Long.


"Senior Yinfei, Senior Lio Long dan kalian berdua, pancing mereka keluar dari dunia ini, dan aku pancing She Long keluar menuju ke alam semesta!" kata Ho Chen kepada mereka berempat dengan ilmu telepati nya.


Yinfei dan semuanya mengangguk, sedangkan Ho Chen juga bersiap untuk pergi dari dunia tersebut dan akan melawan mereka bertiga di alam semesta.


She Long segera menyerang dengan mengarahkan kuku tajamnya ke arah Ho Chen, setalah serangan nya hampir mengenai tubuh Ho Chen, ternyata Ho Chen menghilang dan serangan cakaran nya hanya mengenai udara kosong.


"Mau lari kemana kamu?" seru She Long kemudian dia juga menghilang mengejar Chinmi.


Yinfei dan Lang Yu juga melakukan hal yang sama begitu pula dengan Lio Long dan Xi Liyi. She Long, Ye Shi dan Huo Lang lupa akan tujuan mereka untuk menangkap Qie Yin karena meraka terlalu menikmati pertarungan mereka.


Mereka semua muncul di tempat yang sangat jauh dari dunia Chinmi dan kembali melanjutkan pertempuran mereka hingga terasa ada benturan antar bintang karena afek dentuman dari setiap serangan mereka.


***


Chinmi atau Long Wang saat ini berada di tempat sepi dan juga tersembunyi, tempat tersebut adalah tempat dimana pertama kali Long Wang tiba di dunia tersebut.


Menurutnya tempat tersebut yang teraman dan tidak satu mahluk pun yang akan menemukan tempat tersebut.


Qie Yin sendiri hanya duduk di samping Chinmi tanpa berbicara sepatah katapun, pikirannya kini masih ada bayangan wajah She Long yang menurut sangat menyeramkan.


"Senior Long Wang, bisakah aku ambil alih tubuh ku?" tanya Chinmi yang saat ini berada di tempat Long Wang.


"Tentu saja, namun sebelum itu aku akan mengingatkan mu jika setelah kita bertukar tempat lagi, kamu akan merasakan sesuatu yang melebihi akan apa yang kamu banyangkan, dan semua itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih, walau kamu menggunakan Pusat Roh Elemen Kayu sekalipun tidak akan mempercepat pemulihan mu!" kata Long Wang.


"Baik senior aku sudah mengerti, dan terima kasih karena senior sudah menyelamatkan diriku dan juga Nona Yin!" kata Chinmi.


Long Wang dan Chinmi akhirnya berpindah tempat lagi dan Chinmi sudah kembali ke tubuhnya sendiri.


"Arrghh!!"


Chinmi mengerang kesakitan saat sudah mendapatkan kembali tubuhnya. Chinmi merasakan hal yang belum pernah ia rasa sebelumnya.


Urat-uratnya seperti terasa putus, bahkan urat kecil dan besar serasa tidak berfungsi lagi, namun rasa sakitnya menusuk-nusuk bagai ada ribuan jarum yang menusuk dirinya dari dalam.


Mata Chinmi sepenuhnya manjadi putih dengan disertai teriakan kesakitan sehingga membuat Qie Yin panik.


"Chinmi, ada apa dengan mu, Chinmi..!" teriak Qie Yin sambil berusaha menenangkan Chinmi yang masih mengerang kesakitan akibat efek dari Long Wang.


"Chinmi..! Chinmi.! Chinmi jawablah kamu jangan membuatku takut begini, ayo katakan sesuatu ada apa denganmu!" kata Qie Yin yang semakin panik karena merasakan kekuatan Chinmi menurun secara drastis.


Chinmi sama sekali tidak memperdulikan teriakan Qie Yin karena dia sendiri sedang berusaha menahan sakit yang kini semakin parah, bahkan dia merasa seluruh organ dalamnya seperti hancur mulai dari usus hingga kini paru-paru nya juga serasa tidak berfungsi lagi dan Chinmi kesulitan untuk bernafas.


Chinmi berusaha untuk tetap sadar, sedangkan Qie Yin yang panik dengan perasaan takut berusaha membantu Chinmi semampu yang ia ketahui.


Qie Yin terpaksa melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan, dia membuka mulut Chinmi dan mulut Qie Yin juga ia tempelkan di mulut Chinmi yang sedang ia buka.


Qie Yin bukan menciumnya melainkan dia mengeluarkan energi yang pernah ia kumpulkan dari para anak murid berbakat, energi tersebut bercahaya merah sebesar ibu jari keluar dari mulut Qie Yin dan memasukkan ke mulut dan energi bola kecil bercahaya merah tersebut masuk ke dalam tPeubuh Chinmi, dia berharap cara tersebut berhasil.


Energi tersebut seharusnya menjadi milik She Chin, semenjak Qie Yin berlatih di bawa bimbingan Yinfei, dia tahu bagaimana cara mengendalikan energi yang ia dapat dari orang lain.

__ADS_1


Qie Yin sudah tidak membutuhkan energi itu lagi karena saat ini kekuatan yang ia miliki sudah murni dan alami.


__ADS_2