
***
"Ketua Jiu, dan semuanya, terima kasih banyak atas semuanya, pagi ini kita akan berpisah semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali."
Saat matahari sudah cukup tinggi, Chinmi berpamitan kepada Jiu Sha dan semua yang saat ini berada didepan pintu sekte Bukit Matahari.
"Saudara Chinmi, jika ada kesempatan datanglah berkunjung kesini, pintu sekte kami selalu terbuka untuk mu!"
"Itu pasti Jiu Heng, aku harap saat aku datang berkunjung kesini nantinya, kamu sudah menjadi kuat dan bisa menjadi salah satu pilar pertahanan sekte mu," kata Chinmi.
Fai Han sendiri menghampirinya dan membisikkan sesuatu kepada Chinmi, "Ingat jika kamu dan Nona Qie Yin menikah, undang lah kami!" bisik Fai Han.
Chinmi ingin menjawab namun Lio Long memotong pembicaraan mereka, "Chinmi mau sampai kapan kamu mau berpamit-pamitan?" tanya Lio Long.
"Sabar senior, lagi pula tempat yang senior maksud tidak mungkin akan hilang bukan?"
Lio Long hanya bisa mengumpat dalam hati, andai bukan karena pedang Naga Langit yang terus menerus mengeluarkan aura aneh, mungkin dia sudah membawa Chinmi dengan paksa.
"Baiklah semua, sampai jumpa..!" kata Chinmi.
Qie Yin tidak berpamitan kepada mereka, karena sejak baru datang hingga pergi dia sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Lio Long, Chinmi dan Qie Yin berjalan menuruni bukit tersebut. Setelah mereka bertiga cukup jauh dari sekte, barulah Qie Yin berbicara kepada Chinmi.
"Namamu Chinmi bukan? Apakah benar kamu adalah anak yang waktu itu aku hadapi di kerajaan Es Utara?' tanya Qie Yin dengan nada suara pelan.
"Emm... Benar! Memangnya kenapa?" tanya balik Chinmi seolah-olah sudah tidak ada masalah lagi dirinya dengan Qie Yin.
"Tidak ada! Aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu! Sebenarnya kita mau pergi kemana?"
__ADS_1
"Nona, sebenarnya Chinmi dan aku akan pergi ke suatu tempat yang jauh, Chinmi ingin membawamu pergi ketempat yang akan kami tuju," kata Lio Long menjawab pertanyaan Qie Yin.
"Dimana tempat itu, dan mau apa kita di sana?" tanya lagi Qie Yin penasaran.
"Tempat itu berada jauh dari dunia ini, dan tujuan kami ke sana untuk melatih Chinmi."
Jawaban Lio Long sebagian dimengerti dan sebagian tidak ia mengerti, Qie Yin berpikir tempat yang dimaksud berada diluar kerajaan, atau lebih tepatnya di luar Benua Daratan Tengah.
Ada tiga benua di dunia Chinmi, yang pertama adalah Benua Daratan selatan, Benua Daratan Tengah dan yang terakhir Benua Utara. Kerajaan Es Utara sendiri berada di perbatasan Benua Daratan Utara.
Masing-masing setiap Benua memiliki kelebihan dan kekurangannya, dan yang paling maju adalah Benua Daratan Selatan.
Beberapa senjata yang dimiliki oleh Kerajaan seperti Meriam, itu berasal dari Benua Daratan Selatan, dan yang pasti Asosiasi Tujuh Bintang juga berasal dari sana.
Saat ini Chinmi sendiri tidak mengetahui jika di dunianya terpecah menjadi tiga Benua. Sedangkan Qie Yin jelas mengetahui semua itu karena dia lebih sering membaca ketika masih berada di sekte Kalajengking Merah.
"Aku tahu perbuatan ku saat itu tidak benar, aku melakukan semua itu karena perintah dari She Chin. Dia adalah guruku, sekaligus orang yang saat ini ingin aku bunuh!"
Qie Yin menceritakan dari awal ketika dirinya diangkat menjadi murid utama oleh She Chin sekaligus menjadi subjek kelinci percobaan, hingga akhirnya pertemuan dirinya dengan Chinmi untuk yang kedua kalinya.
Chinmi mendengar cerita Qie Yin merasa tersentuh, entah cerita Qie Yin benar atau tidak, namun cerita Qie Yin sedikit membuat Chinmi terbawa suasana.
"Itu sebabnya senior yang menyerang mu ingin membawamu kembali ke sekte mu?" tanya Chinmi dan mengehentikan langkahnya menatap wajah Qie Yin yang sebagian masih tertutup kain hitam.
Chinmi bisa melihat mata Qie Yin yang basah dan kain hitam yang menutupi sebagian wajahnya juga basah karena air mata.
"Sekitar 70 persen kekuatan dari alat itu masih berada ditubuh ku. Karena itu She Chin tidak akan pernah berhenti untuk mengejar ku dan mengambil semua kekuatanku ini," kata Qie Yin sambil mengusap air matanya.
"Hehh.. Ternyata sama saja! Baik di dunia ku mau pun dunia ini, selalu ada saja manusia yang hanya mementingkan diri sendiri hingga harus mengorbankan orang lain!" gumam Lio Long, namun gumamnya dapat didengar dengan jelas oleh Chinmi dan Qie Yin.
__ADS_1
"Chinmi, sepertinya keputusanmu membawa nona ini bersama kita adalah keputusan yang tepat, dia juga bisa berlatih di sana agar dia juga memiliki kekuatan alaminya sendiri," kata Lio Long kepada Chinmi.
"Senior bicara seperti itu tidak memiliki maksud lain bukan?" tanya Chinmi dengan penuh curiga.
"Maksud apa? Aku hanya ingin dia juga memiliki kekuatan yang alami dan murni dari latihannya sendiri, walau dia tidak mungkin nantinya tidak mungkin bisa memiliki kekuatan Dewa, setidaknya dia bisa menjadi lebih kuat dengan usahanya sendiri! Itu saja dan tidak ada maksud lain selain itu kecuali..!"
Lio Long mendekat kearah Chinmi dan kemudian berbisik padanya, "Kecuali dia bisa menjadi istrimu!" bisik Lio Long kemudian terkekeh.
"Sudah kuduga ada maksud lain..!" gumam Chinmi dengan wajah sedikit merah.
Qie Yin tidak tahu apa yang dibisikkan oleh Lio Long kepada Chinmi, sedangkan Chinmi menganggap ocehan ngelantur Lio Long dianggapnya angin lalu.
"Baiklah, sepertinya disini cukup aman bagi kita untuk berpindah tempat," kata Lio Long setelah dia yakin jika tempatnya sekarang aman dan tidak ada yang akan melihat mereka ketika berpindah tempat.
Qie Yin menoleh kesana-kemari karena bingung, "Pergi jauh dari dunia yang seperti apa, inikan masih di kerajaan Api Timur?" batin Qie Yin.
"Nona, kau akan mengetahui nya nanti, jadi sekarang kamu dan Chinmi sebaiknya bergandeng tangan dan menutup mata kalian!" kata Lio Long.
"Bergandengan tangan? Senior aku..!"
"Sudah jangan banyak protes..!"
Chinmi tidak melanjutkan perkataannya ketika Lio Long menegurnya dan memaksa Chinmi untuk bergandengan sebelah tangan dengan Qie Yin.
Qie Yin pun juga sama, dia tidak banyak bertanya apapun kepada Lio Long, yang ada dipikirannya saat ini adalah mengikuti apa yang Lio Long dan Chinmi katakan.
Selama dirinya bisa pergi jauh untuk sementara waktu, maka Qie Yin tidak keberatan jika Lio Long dan Chinmi membawanya pergi hingga ke ujung dunia.
"Jangan buka mata sebelum aku menyuruh kalian! Apa kalian mengerti?" tanya Lio Long yang dijawab anggukan oleh mereka berdua.
__ADS_1
Lio Long juga mengandeng tangan Chinmi kemudian dia menjentikkan jarinya satu kali. Mereka bertiga lenyap dan hanya menyisakan bekas tapak kaki mereka di tanah saja.