
"Chinmi ceritakan padaku tentang dirimu, bagaimana akan hasil latihanmu, dan apa saja yang sudah kamu lalui?" tanya Li Fang saat dalam perjalanan pulang.
"Apakah Guru Fan tidak menceritakan padamu?" tanya Chinmi.
"Senior Fan hanya menceritakan sedikit tentang dirimu, tidak sama dengan mendengarkan langsung dari mu!" kata Li Fang.
Chinmi tertawa mendengar perkataan Li Fang dan juga rasa penasarannya akan dirinya, "Baiklah paman...!"
Chinmi menceritakan akan kehidupan yang ia lalui semenjak pergi meninggalkan Kerajaan Es Utara, masa-masa saat ia latihan dengan para Naga serta pengalaman pertamanya menjadi ketua sekte Pulau Es walau hanya sehari saja.
"Hahaha...! Jadi kamu sempat dijodohkan dengan Nona Bing.. Hahaha..!" Li Fang tertawa terbahak-bahak saat Chinmi diminta untuk menikahi Bing Mei.
"Apanya yang lucu paman?" tanya Chinmi keheranan, menurutnya ceritanya tidak ada lucunya sama sekali.
"Chinmi kamu sangat beruntung bisa berjodoh dengan Nona Bing, dia sangat cantik, bahkan Yue Rong sekalipun belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan dirinya," kata Li Fang.
"Benarkah, kalau begitu aku nanti akan mengatakannya pada bibi Rong jika paman bilang begitu!" kata Chinmi membuat Li Fang tersedak ludahnya sekaligus dengan mata melotot.
"Ja-jangan! Paman mohon jangan beritahu bibimu, paman tadi hanya bercanda saja!" kata Li Fang sambil menelan ludah.
Chinmi memiringkan kepalanya dengan heran, Li Fang yang ia kenal gagah dan perkasa tetnyata bisa setakut itu sama istrinya.
"Baik-baik, kalau begitu berhenti menertawakan ku!" kata Chinmi.
Mereka berdua sampai di tempat peristirahatan para prajurit. Li Fang turun untuk mengganti pakaiannya, sementara Chinmi menunggu di depan.
Chinmi pernah mengunjungi tempat tersebut saat masih kecil, dia sedikit mengingat setiap sudut dari tempat tersebut, namun sekarang tempat tersebut sedikit berbeda.
"Chinmi ayo kita menemui kedua orang tuamu! namun sebelum itu kita mampir kerumah ku terlebih dahulu!" kata Li Fang.
Rumah Li Fang dengan tempat peristirahatan prajurit tidak terlalu jauh, jadi Li Fang berniat mengajak Chinmi lerumahnya terlebih dahulu sebelum pergi ke rumah Li Xiang.
Chinmi mengangguk, lagi pula dia juga ingin melihat adik sepupunya sekaligus ingin menemui Yue Rong, "Baik paman," kata Chinmi kemudian berjalan santai menunggangi kudanya mengikuti Li Fang.
"Sampai kapan aku harus berada disini?" Bing Long berbicara pelan kepada Chinmi.
"Emm.... Aku akan membuka kainnya sedikit agar Senior bisa bernafas!" kata Chinmi kemudian membuka sedikit kain tersebut agar Bing Long bisa bernafas lega.
"Ahh... Begini kan lebih baik...!" gumam Bing Long pelan sambil bernafas lega.
Setelah beberapa saat mereka tiba disebuah rumah sederhana, biasanya rumah setiap pejabat sangat besar dan juga mewah, namun rumah Li Fang biasa-biasa saja.
__ADS_1
"Ayo masuk dulu kedalam, Rong'er pasti sangat senang melihatmu!" kata Li Fang mengajak Chinmi untuk masuk kedalam.
"Aku menunggu disini saja, dan jangan kamu tutup kaiannya!" pinta Bing Long yang tidak mau lagi merasa pengap jika ia dibawah masuk kedalam.
"Baiklah Senior Bing, aku masuk dulu sebentar," kata Chinmi.
"Ayah...!" seorang gadis kecil berlari keluar dan langsung memeluk Li Fang.
Gadis kecil tersebut berwajah imut, kulitnya putih dan rambutnya hitam panjang, "Hue'er, kemana ibumu?" tanya Li Fang sambil menggendong anaknya.
"Ibu berada di dalam!" kata gadis kecil tersebut kemudian dia menoleh kearah Chinmi yang sejak tadi hanya berdiri saja dibelakang Li Fang.
"Ayah, kakak ini siapa?" tanya gadis kecil tersebut sambil menunjuk kearah Chinmi.
"Dia kakak sepupu mu, ayo sapa dan beri salam pada kakak mu itu!" suruh Li Fang kepada putrinya.
"Kakak Chinmi, namaku Li Yue Hua," kata gadis kecil tersebut menyapa sekaligus memperkenalkan namanya kepada Chinmi.
Chinmi duduk dan mengelus kepala Yue Hua dengan tersenyum lembut sambil menyapa balik, "Nama kakak adalah Li Chinmi, kamu bisa panggil kakak Chinmi saja!" kata Chinmi sekaligus menggendong Yue Hua.
"Ayo masuk kedalam, kita lanjutkan lagi ngobrolnya didalam," kata Li Fang.
Chinmi yang menggendong Yue Hua masuk mengikuti Li Fang. Setibanya di dalam Yue Rong keluar dan menyapa Li Fang.
"Hua'er... kenapa kamu minta gendong sama teman ayahmu nak? Ayo turun, tidak baik menggangu teman ayahmu!" kata Yue Rong yang lupa kepada Chinmi.
"Ibu, ini bukan teman Ayah, ini kak Chinmi!" kata Yue Hua hingga membuat Yue Rong kembali menatap pemuda asing tersebut.
"Chinmi...!?" kata Yue Rong dengan tatapan tidak percaya.
"Benar Rong'er, dia itu Chinmi!" Li Fang meyakinkan Yue Rong.
"Bibi Rong, lama kita tidak bertemu!" kata Chinmi menyapa Yue Rong yang masih menatap Chinmi dengan heran.
"Kau- kau sungguh Chinmi? Ahh.. kamu sudah besar dan juga sangat tampan, aku sampai hampir tidak mengenalimu," kata Yue Rong.
"Benar, dia sangat tampan mirip pamannya," Li Fang ikut bersuara.
"Jauh...!" jawab Yue Rong kemudian mempersilahkan Chinmi untuk duduk, sedangkan Li Fang memasang wajah masam saat Yue Rong bilang jika dirinya jauh dengan Chinmi soal ketampanannya membuat Chinmi ingin tertawa.
"Kak Chinmi, kenapa Hua'er tidak pernah melihat Kak Chinmi sebelumnya?" tanya Yue Hua.
__ADS_1
"Emm... Kakak sedang berada ditempat yang sangat jauh, jadi kakak tidak pernah datang kesini," kata Chinmi dengan tersenyum lembut.
"Jauh..? Apakah kamu berada di ujung kota?" tanya lagi Yue Hua.
"Anggap saja seperti itu," kata Chinmi kemudian dia melihat Li Fang yang sudah mengganti pakaian biasa.
"Hua'er, pergilah bermain dulu," kata Li Fang.
"Baik Ayah!" jawab Yue Hua yang menuruti perintah ayahnya.
Yue Hua keluar untuk bermain, sedangkan Yue Rong datang membawakan teh hangat untuk mereka berdua.
"Dia sangat lincah dan juga cerewet," kata Chinmi memperhatikan Yue Hua yang berlari keluar.
"Iya benar sekali, dia mirip sama ibunya!" kata Li Fang sehingga membuat Yue Rong menginjak kaki Li Fang.
"Awww.. Rong'er apa yang kamu lakukan?" kaya Li Fang sambil memegang kakinya.
"Apa yang aku lakukan? Tidak, aku hanya menuangkan teh saja!" kata Yue Rong dengan tatapan dingin.
Chinmi tertawa kecil melihat hubungan mereka sangat bahagia. Mereka bertiga saling berbincang sesaat sambil menghabiskan teh. Saat Chinmi dan Li Fang sudah mau beranjak untuk pergi kerumah Li Xiang, Yue Hua masuk membawa kain Chinmi yang isinya adalah Bing Long dengan memutar-mutar kain tersebut.
"Kakak, kenapa kakak meninggalkan ini diluar?" kata Yue Hua sambil melemparkan buntilan kain tersebut kepada Chinmi.
Secara refleks Chinmi menangkap kain tersebut sambil menelan ludah, "Senior Bing," kata Chinmi dengan pelan.
Chinmi membuka sedikit kain tersebut dan melihat Bing Long terbaring lemas sambil bergumam, "Jangan putar-putar lagi... Kepalaku pusing..!" ucapnya pelan.
Chinmi segera menutup kembali kain tersebut sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Yue Hua, dia tidak tahu apakah Chinmi berterima kasih karena mengembalikan kainnya, atau berterima kasih karena ternyata Yue Hua bisa membuat Naga berkekuatan Pertapa bisa teler saparah itu.
"Ayo kita ke rumahmu!" kata Li Fang.
"Baiklah mari!," kata Chinmi kemudian menoleh kearah Yue Rong dan Yue Hua.
"Bibi Rong, Hua'er, aku pergi dulu, suatu saat kita akan bertemu lagi," kata Chinmi membuat Yue Rong kebingungan.
"Apa dia berniat ingin pergi lagi?" gumam Yue Rong yang kebingungan.
Chinmi dan Li Fang segera pergi menuju kerumah Li Xiang. Chinmi sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kedua orang tuanya, namun Chinmi sadar pertemuannya ini tidak akan lama, karena setelah itu, dia harus pergi untuk mencari gurunya.
***
__ADS_1