
"Pedang Mata Angin."
Chinmi menyerang gadis tersebut dengan serangan berbagai tusukan pedang yang mengeluarkan energi Angin.
Gadis kecil tersebut menahan semua serangan dari Chinmi menggunakan perisai debu yang tebal dan juga padat.
Chinmi terkejut setelah menyadari kekuatan milik gadis kecil tersebut yang ternyata berada di tingkat Menengah Tahap 2, yang artinya setingkat lebih tinggi Chinmi.
Chinmi segera melompat mundur kembali dan menatap gadis tersebut dengan seksama, "Siapa sebenarnya kamu?" tanya Chinmi yang merasa jika gadis tersebut bukanlah gadis sembarangan.
Gadis tersebut tidak menjawab sama sekali, dia justru kembali menyerang Chinmi dengan menggunakan Sihir debu nya.
"Sihir Debu Tangan Debu."
Gadis tersebut menciptakan debu berbentuk tangan, tangan tersebut kemudian menggenggam sehingga membentuk kepalan tangan manusia dewasa.
"Hebat..!" Chinmi sangat takjub melihat itu, namun dia sadar jika itu bukan sesuatu yang harus di takjub kan.
Chinmi yang belum mahir menggunakan Ilmu Sihir hanya bisa menyerang dengan menggunakan Jurus dan perubahan energi saja.
Debu yang berbentuk kepalan tangan kini bergerak menyerang Chinmi dengan sangat cepat, debu tersebut bisa memanjang dan mampu mengejar targetnya kemanapun dia lari.
Chinmi melompat ke berbagai arah untuk menghindari serangan pukulan debu berbentuk tangan tersebut.
Setiap kali kepalan tersebut mengenai permukaan pasir yang di tutupi oleh salju, maka salju dan pasir tersebut akan berlubang.
Chinmi berdecak kesal karena debu tersebut ternyata tidak melepaskannya, "Pantas kamu tidak kesulitan menghadapi para peserta yang menjadi lawan mu!" gumam Chinmi sambil terus melompat menghindar serangan tersebut.
"Pedang Membelah Angin."
Chinmi terpaksa menggunakan Jurus Pedang Membelah Angin, karena jurus ini sangat berguna untuk menyerang dari jarak jauh.
__ADS_1
Gadis kecil tersebut menahan laju energi tebasan angin milik Chinmi dengan Dinding debu yang dipertebal dan diperkeras, namun kepalan tangan masih bisa menyerang Chinmi.
"Bertahan sekaligus menyerang dari jarak jauh, benar-benar sangat sempurna. Andai dia berada di pihak yang aliran putih."
Chinmi bergerak sambil berdecak kagum, gadis kecil tersebut ternyata bukan hanya mampu menyerang dari jarak jauh, namun bisa membuat pertahanan saat ada serangan yang mengarah padanya.
Menyerang dari jarak jauh dan juga bisa bertahan dari serangan secara bersamaan adalah hal yang sulit, Chinmi tidak tahu bagaimana anak gadis kecil itu bisa memiliki kekuatan yang besar melebihi dirinya, padahal umurnya pun lebih mudah darinya.
Chinmi sendiri bisa mencapai tingkat Pendekar Menengah saja harus melewati latihan yang begitu berat, kini dia sadar jika masih banyak hal yang belum ia ketahui.
"Apa hanya segini saja kekuatanmu?" tanya gadis kecil tersebut sekaligus menghentikan serangannya karena serangannya sama sekali tidak mengenai Chinmi.
Gerakan Chinmi yang begitu gesit dan lincah membuat gadis kecil tersebut berpikir jika Chinmi hanya ahli dalam menghindar saja, atau hanya ahli bertarung dari jarak dekat.
"Aku..!" Chinmi terdiam, bukan karena dia tidak mampu mengalahkannya, andai energinya masih tersisa separuh saja, mungkin dia akan dengan mudah mengalahkannya dengan Jurus Pedang Tiupan Angin Tahap Empat dan Lima.
"Baiklah kita akhiri saja semua ini!" ucap gadis tersebut kemudian menarik kembali debu nya yang berbentuk kepalan tangan tersebut.
Chinmi mengerutkan dahinya setelah gadis tersebut bilang ingin mengakhiri pertarungan ini, Chinmi bisa merasakan jika energi gadis tersebut meningkat secara signifikan.
Gadis kecil tersebut melakukan gerakan tangan, ibu jarinya saling menyentuh dan keempat jari lainnya juga melakukan Hal yang sama namun dengan posisi rapat menghadap ke atas dan di tengahnya membentuk segitiga.
Muncul pusaran debu dari tengah-tengah segitiga tangannya tersebut, debu tersebut kemudian menyatu sehingga terlihat seperti bola cahaya kecil.
Chinmi merasakan jika ilmu tersebut sangat berbahaya sehingga dia juga membuat gerakan yang sama.
Keahlian Chinmi yang lain yaitu bisa meniru gerakan orang, baik itu jurus maupun sihir.
Chinmi mengikuti cara yang dilakukan oleh gadis tersebut dengan gerakan yang sama. Dan kini terlihat juga pusaran debu ditengah-tengah segitiga tangannya.
Gadis tersebut terkejut melihat Chinmi ternyata juga bisa melakukan hal yang sama dengannya.
__ADS_1
Merasa semuanya sudah sama-sama siap, mereka berdua melepaskan cahaya butiran debu tersebut secara bersamaan.
"Sihir Debu Butiran Penghancur."
Kedua cahaya debu tersebut sama-sama saling memancar seperti sinar laser yang ditembakkan sehingga terlihat seperti cahaya matahari yang melewati bolongan kecil di tempat gelap.
Kedua cahaya debu tersebut saling membentur sehingga menimbulkan suara bising yang memekakkan telinga, bahkan para peserta yang tidak sadarkan diri segera tersadar setelah mendengar suara bisingan dari kedua energi yang saling bertabrakan.
"Apa yang terjadi kenapa aku ada disini, dan suara apa ini?" mereka semua terlihat bingung, namun setelah itu mereka melihat dua cahaya yang masih saling mendorong.
"Chinmi..!" Yue Yin segera mengenali Chinmi dibalik cahaya terang ditengah-tengah kedua cahaya yang saling mendorong tersebut.
Cahaya terang di tengah-tengah semakin membesar dan membentuk bola cahaya debu yang sangat besar dan juga terang Sebelum akhirnya meledak dengan sangat keras.
Bommm!!
Ledakan tersebut menimbulkan daya kejut yang mampu menghilangkan salju dan membuat bolongan besar ditengah-tengah ledakan tersebut, bahkan efek daya kejutnya membuat Yue Yin dan yang lainnya hampir terhempas.
Chinmi dan gadis kecil tersebut sama-sama terpental kebelakang. Chinmi berusaha bangkit untuk melihat gadis kecil tersebut yang ternyata cadar gadis tersebut sudah terlepas dari wajahnya, gadis tersebut juga ikut bangkit dan juga memandang Chinmi.
Chinmi kini bisa melihat kecantikan wajah yang dimiliki gadis kecil tersebut, bahkan kecantikannya melebihi kecantikan yang dimiliki oleh Kedua Putri kembar Mei.
"Sihir tiruanku ini menguras semua energiku," gumam Chinmi setelah merasakan Qi nya yang hampir habis.
Yue Yin dan yang lainnya segera menghampiri Chinmi, kedua Putri kembar Mei juga datang menghampirinya karena mereka sebelumnya sudah saling bertemu.
"Chinmi, apa kamu baik-baik saja? Sebenarnya ada apa ini, dan kenapa kami bisa berada disini?" tanya Yue Yin.
Berbeda dengan para peserta lainnya, peserta dari pihak laki-laki kini menatap wajah gadis kecil tersebut tanpa berkedip, biar gadis kecil tersebut masih kecil, namun kecantikan wajah yang tidak manusiawi itu membuat daya tarik yang mampu membuat para pemuda tertarik dengan kecantikan surgawi yang dimiliki oleh gadis kecil tersebut.
"Aku tidak bisa menjelaskan semuanya pada kalian, namun yang jelas kalian semua telah diculik, sedangkan pelakunya adalah gadis kecil itu!" kata Chinmi menunjuk kearah gadis kecil tersebut.
__ADS_1
"Jadi gadis itu ingin menculik ku? Kalau begitu aku tidak keberatan!" kata Pangeran Ming Zai disertai anggukan cepat dan tatapan matanya yang tidak mau lepas dari wajah gadis kecil tersebut.
Yue Yin dan beberapa peserta lainnya langsung menatap Pangeran Ming Zai dengan tatapan tidak percaya, bahkan Chinmi sendiri sampai menepuk jidatnya sendiri.